
Pak supir yang melihat kedatangan, Dav dan juga Elena pun langsung membukakan pintu mobilnya. "Silahkan tuan, nona."Ucapnya ramah.
Dav hanya mendehem pelan, kemudian ia memerintahkan Elena untuk segera masuk ke dalam mobilnya. "Ayo masuk sayang."
Elena hanya mengangguk, kemudian ia pun segera masuk ke dalam mobil, begitu pun juga dengan, Dav. "Kita ke butik Star One."Ucap Dav kepada pak supir yang sudah duduk manis di kursinya.
"Baik, tuan."Jawab pak supir yang mulai melajukan kendaraannya dengan sangat hati_hati.
"Baby, nanti setelah kita menikah, kamu ingin bulan madu kemana?"Tanya Dav lembut sambil membelai wajah cantik Elena.
Elena yang mendengar pertanyaan itu pun seketika terkejut, Elena tidak pernah berpikir untuk pergi bulan madu. Apalagi jika mengingat pernikahannya dengan Dav hanyalah sebuah keterpaksaan semata."Eh, Bu, bulan madu? Aku, aku gak ada pikiran sampai situ."Jawab Elena sedikit gugup. Ia mulai memalingkan wajahnya ke arah jendela. "Aku sama sekali tidak pernah berpikir untuk pergi bulan madu. Untukku, pernikahan ini adalah pernikahan mendadak, juga tidak aku harapkan. Tapi, kenapa aku tidak bisa membencinya? Justru aku malah terjatuh dalam pesonanya."Batin Elena.
__ADS_1
"Baiklah, biar aku yang menentukan bulan madu kita."Ucap Dav sambil menagkup wajah Elena agar berhadapan kembali dengannya. "Bagaimana pun juga, setelah kita menikah, kita harus pergi untuk bulan madu. Biar tidak ada yang mengganggu kegiatan kita untuk berkembang biak."Sambung Dav yang mendapat pelototan dari Elena.
"Dasar mesum."Ucap Elena kesal. Sungguh ia sama sekali tidak mengerti dengan sikap Dav yang seperti sekarang ini, berbicara tanpa saringan, dan juga sangat tidak tahu malu.
"Sayang, apa aku salah bicara?"Tanya Dav dengan wajah tanpa dosa, ia menatap Elena dalam. "Apa yang aku ucapkan bukankah benar?" Tanyanya lagi sambil mengelus lembut wajah cantik Elena. Tatapannya semakin dalam, membuat Elena tidak dapat bernafas dengan tenang. Hembusan nafas Dav yang begitu hangat menyeruak menyapu seluruh wajah Elena yang kini mulai memerah.
"Jangan terlalu dekat, Dav."Elena mendorong tubuh Dav sedikit kuat, aroma yang begitu memabukan membuat Elena semakin tidak karuan. "Dav, aku memiliki satu permintaan. Apakah kamu akan mengabulkannya?"Tanya Elena berusaha untuk mengalihkan pembicaraannya.
"Benarkah?"Elena meyakinkan ucapan Dav barusan, Dav hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya pelan. Membuat Elena tersenyum kemudian berkata. "Aku ingin kamu tidak memaksaku untuk melakukan ..."Elena menggantungkan ucapannya, ia merasa sangat malu untuk melanjutkannya.
"Melakukan apa sayang?"Tanya Dav pura_pura tidak tahu. Padahal dirinya sangat yakin jika Elena akan memintanya untuk tidak melakukan hubungan intim di saat Elena belum siap.
__ADS_1
"Emmh.. Melakukan.. hubungan suami istri."Bisik Elena di telinga Dav. Hembusan nafas hangatnya membuat tubuh Dav seketika beraksi.
Dav berusaha untuk menekan gairah yang mulai muncul dalam dirinya, ia tidak ingin hilang kendali hanya karena bisikan Elena barusan. "Baiklah, aku tidak akan memaksamu untuk melakukan itu. Aku akan tunggu sampai kamu benar_benar siap dan menyerahkan dirimu padaku sepenuhnya."Bisik Dav membuat bulu kuduk Elena meremang seketika. "Tapi aku tidak yakin, jika aku dapat menahannya, sayang."Dav kembali berbisik, kali ini suaranya terdengar begitu berat dan menggoda.
"Daaaav....." Teriak Elena kesal membuat Dav tertawa. Sementara itu pak supir yang melihat adegan mereka pun hanya dapat menghela nafasnya pelan.
Sementara itu, di tempat lain, terlihat Deon sedang menatap sebuah photo perempuan cantik yang terpampang di dinding kamarnya. Lalu ia berjalan dan mendekati photo perempuan itu dengan seulas senyuman di wajah tampannya. "Elen, sampai kapan pun, aku akan terus mengejar mu. Apapun caranya aku harus mendapatkanmu, Elen."Ucap Deon sambil mengelus photo Elena. "Aku sangat mencintaimu, Elena. Dan aku juga sangat yakin, jika kamu mencintaiku. Tunggu aku pulang, aku pasti akan membawamu ke dalam pelukanku."Ucapnya lagi dengan tekad yang kuat.
Deon mengepalkan tangannya kuat, ia bersumpah akan membawa Elena ke dalam pelukannya. Membawanya pergi jauh dari kehidupan Dav, laki_laki yang selalu menghalangi rencananya.
Bersambung.
__ADS_1