
Deon melempar ponselnya ke dasar lantai dengan sangat keras sehingga membuat benda pipih itu hancur tak beraturan. Ia sangat murka karena salah satu anggotanya sudah gagal menjalankan perintahnya. Aura dalam ruangan itu terasa sangat menyesakkan bagi beberapa anggotanya yang kini tengah berdiri cemas menghadapi kemurkaan bosnya yang seperti kesurupan setan. Sangat menyeramkan.
"Argh sialan....."Teriak Deon dengan sorot mata yang terlihat begitu mengerikan. "Ternyata aku sudah meremehkanmu, Dav. Tapi lihat saja nanti, aku pasti bakal membuktikan pada seluruh dunia siapa kamu sebenarnya. Dan aku akan membuat Elena membencimu, sangat_sangat membencimu, Dav."Batin Deon sambil mengepalkan kedua tangannya kuat.
Deon sangat tidak menyangka jika anak buahnya yang ia perintahkan untuk mengambil bukti tentang Dav, sudah tertangkap, padahal belum sampai dua jam, ia memerintahkan anak buahnya itu, namun dengan mudahnya bawahan Dav menangkapnya. Deon semakin penasaran dengan Dav, ia semakin yakin jika Dav bukanlah hanya seorang pemimpin mafia biasa. "Kalian lakukan kembali penyelidikan tentang Dav. Aku tidak ingin kalian sampai gagal seperti Simon. Mengerti." Perintah Deon dingin, tak lupa sorot matanya yang begitu tajam membuat para anggotanya tidak berani mengangkat kepalanya.
"Mengerti, bos."Jawab mereka serempak.
"Pergilah. Jangan pernah kembali sebelum berhasil mendapatkan buktinya."
"Baik, bos. Kalau begitu kami permisi dulu." Ucap salah satu anggotanya mewakili anggota lainnya. Deon tidak menanggapinya sama sekali, sementara para anggotanya langsung pergi meninggalkannya sendirian.
__ADS_1
"Seharusnya sedari dulu aku menyelidikinya. Argh sial."Deon kembali meluapkan amarahnya, satu_satunya orang yang benar_benar mengetahui Dav adalah ayahnya sendiri. "Jika aku bertanya sama papa, papa pasti tidak akan memberitahuku, sebaiknya aku tidak bertanya saja, atau papa akan semakin menghawatirkanku."Gumamnya pelan.
Deon menghempaskan tubuhnya di atas sofa, ia mulai memikirkan rencana jahat untuk mendapatkan Elena, dan membuat Elena membenci suaminya sendiri.
***
Dav menatap pakaian yang di berikan oleh asistennya itu, ia terlihat tidak suka dengan pakaian itu, padahal pakaian itu sangat indah dan dapat di pastikan pakaian itu sangat cocok untuk Elena. "Sial. Kenapa dia membawa dress itu? Bukankah itu akan membuat istriku terlihat sangat cantik! Apakah dia sengaja?" Batin Dav kesal.
"Memangnya kenapa bos? Apakah ada masalah dengan dress ini?" Sam berbalik nanya, ia merasa jika dress itu tidak ada masalah, justru Sam merasa dress itu sangat cocok untuk istri bosnya itu.
"Kenapa malah balik nanya, heh!" Dav semakin kesal dengan pertanyaan Sam barusan. Jelas dress itu akan bermasalah jika di kenakan oleh istri tercintanya itu. "Cepat ganti pakaian ini, bawakan pakaian tertutup untuk istriku. Mengerti."Perintah Dav sedikit memelankan volume suaranya karena takut terdengar oleh istri kecilnya.
__ADS_1
Sam mulai menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal, bosnya ini memang suka seenaknya kalau memerintah. Tidakkah bosnya tahu jarak antara mansion dengan gedung ini sangatlah jauh? Belum lagi, Sam harus pergi ke kantor bosnya karena hari ini akan ada rapat bulanan yang seharusnya Dav yang memimpin rapat itu. Di karenakan Dav baru saja menikah, mau tidak mau Sam yang harus menggantikan bosnya itu.
"Tapi, bos...."
"Kenapa tidak bilang kalau pakaiannya sudah sampai?"Suara merdu seorang perempuan terdengar dari belakang Dav yang tak lain adalah suara Elena. "Padahal aku sudah menunggunya sedari tadi, loh."Dengus Elena kesal. "Berikan padaku pakaiannya."Pinta Elena kepada Sam. Sam menatap ke arah Dav, ia meminta persetujuan kepada bos bucinnya itu. Dav hanya menatap tajam Sam, itu artinya Dav tidak mengizinkan Sam untuk memberikan pakaian itu kepada Elena.
"Maafkan saya, nona. Sepertinya saya sudah salah membawa pakaiannya."Ucap Sam sedikit merasa bersalah karena sudah membohongi Elena.
Elena mengernyitkan keningnya tidak percaya, jelas_jelas pakaian itu terlihat seperti pakaian perempuan. "Biar aku lihat." Elena merebut pakaian itu dari tangan Sam, Sam hanya dapat pasrah membiarkan Elena memeriksa pakaian itu, sementara Dav terlihat mendengus kesal sambil menatap asistennya tajam.
Bersambung.
__ADS_1