
Alisha meraih ponselnya yang berada di atas meja riasnya. Ia mengernyitkan keningnya ketika melihat nama asisten mantan kekasihnya tengah menghubunginya saat ini.
"Sam? Untuk apa dia menghubungiku? Apakah dia di suruh oleh Dav? Atau... Ah sudahlah, lebih baik aku angkat dulu panggilannya, siapa tahu tebakkanku benar." Ucap Alisha, kemudian menggeser tombol berwarna hijau dan menempelkan ponselnya di telinga.
"Selamat sore, nona Alisha. Saya Sam, asisten kepercayaan tuan Dav. Tuan Dav meminta bertemu dengan anda malam ini. Apakah anda punya waktu?" Ucap Sam tanpa basa basi.
Alisha nampak terkejut, ia tidak percaya jika laki-laki yang selama ini ia rindukan memintanya untuk bertemu dengan tiba-tiba. "Apa aku tidak salah dengar? Dav meminta bertemu denganku?"
"Anda tidak salah dengar, nona. Jadi! Apakah anda punya waktu malam ini?"
"Tentu,,, tentu saja. Aku punya banyak waktu untuk bertemu dengannya." Jawab Alisha antusias. "Tapi... Mengapa dia tiba-tiba meminta bertemu denganku? Apakah dia sudah menyesal karena sudah me... "
__ADS_1
"Mohon maaf, nona. Untuk alasannya saya tidak tahu. Saya hanya sekedar menyampaikan perintah tuan Dav kepada anda." Potong Sam membuat Alisha mendengus kesal. "Saya akan segera mengirimkan alamatnya kepada anda, nona." Setelah mengatakan hal itu, Sam langsung memutuskan sambungannya secara sepihak membua Alisha semakin kesal.
"Dasar asisten sialan. Tunggu sampai rencanaku berhasil melenyapkan Elena, dan aku mendapatkan Dav kembali, aku akan pastikan kamu menyusul Elena pergi ke neraka." Geram Alisha sambil menggertakkan gigi atas dan bawahnya menahan amarah dalam dirinya.
Alisha menaruh kembali ponselnya di atas meja rias, ia menatap dirinya dari balik cermin, lalu tersenyum. "Dav! Sebentar lagi, kita akan kembali bersama. Kita akan hidup bahagia tanpa ada seorang pun yang berani mengganggu hubungan kita lagi." Ucapnya dengan rasa percaya dirinya yang tinggi. Alisha sangat yakin jika Dav masih mencintai dirinya. "Aku harus bersiap-siap sekarang, aku harus dandan yang cantik agar Dav semakin jatuh cinta kepadaku." Ucapnya kembali di iringi dengan senyuman manisnya.
Alisha beranjak dari tempat duduknya, ia mulai membongkar isi lemarinya dan mencari gaun yang paling cocok untuk pertemuannya dengan mantan kekasihnya. Malam ini ia harus tampil sangat cantik agar mantan kekasihnya itu terpesona dan kembali kepada dirinya.
***
"Deril? Kenapa dia bisa ada di sini?" Gumam Alisha sambil menghentikan langkah kakinya menatap laki-laki yang ia yakini adalah Deril yang sedang memasuki lift.
__ADS_1
"Ah mungkin ini hanya kebetulan saja." Alisha kembali bergumam sambil melangkahkan kedua kakinya kembali menuju lift yang akan membawanya ke tempat di mana Dav berada.
"Nona Alisha."
Langkah kaki Alisha terhenti ketika ia mendengar suara dingin yang ia kenal dari arah belakangnya. Seketika Alisha menoleh, ia sedikit terkejut ketika mendapati Sam yang sudah berdiri menatapnya dengan datar.
"Silahkan ikuti saya, nona." Perintah Sam tetap dingin.
"Kau sendiri? Dimana, Dav?" Tanya Alisha sambil menatap kesal asisten mantan kekasihnya itu.
"Tuan Dav sudah berada di dalam ruangan, dia sedang menunggu anda, nona." Jawab Sam lalu melangkahkan kakinya melewati Alisha. "Mari ikut saya." Perintah Sam sambil masuk ke dalam lift.
__ADS_1
Alisha hanya menghembuskan nafasnya kasar, lalu setelah itu, ia pun masuk ke dalam lift tersebut. Setelah Alisha masuk, Sam langsung menekan tombol lift yang akan membawanya ke tempat dimana Dav berada.
Bersambung.