
Elena menghempaskan tubuhnya di atas tempar tidur, malam ini ia merasa sangat bahagia karena bisa keluar dan makan di tempat favoritnya. Sementara itu, Dav si mafia bucin itu, sedang berdiri di sisi ranjang sambil menyunggingkan senyumannya. "Apa kamu sangat bahagia, sayang?" Tanya Dav kemudian duduk di sisi tempat tidurnya.
"Tentu saja. Aku sangat bahagia sekali." Jawab Elena lalu bangkit dan duduk berhadapan langsung dengan suaminya. "Terima kasih, sayang." Ucapnya dengan senyuman tulus yang terukir di bibir manisnya.
"Untuk apa berterima kasih, sayang. Aku adalah suamimu, kebahagiaanmu, adalah kebahagiaanku juga. Jadi kamu tidak perlu berterima kasih. Mengerti." Dav memeluk tubuh istrinya, kemudian ia mengusap pucuk kepala sang istri penuh dengan kelembutan. "Sayang, bolehkah aku bertanya sesuatu kepadamu?" Dav melepaskan pelukannya, kini tangannya mengelus lembut wajah istrinya, menatap dalam kedua bola mata sang istri menunggu jawaban dari mulut manis istrinya.
"Tentu saja, boleh." Jawab Elena sambil membalas tatapan mata sang suami yang begitu mempesona.
__ADS_1
"Apakah kamu sudah jatuh cinta kepadaku?" Tanya Dav membuat Elena menjadi salah tingkah. "Jika sudah, aku ingin mendengarnya, sayang." Dav menempelkan keningnya dengan kening sang istri, hembusan nafasnya yang hangat menyapu seluruh permukaan wajah istrinya. "Sayang, kenapa diam saja?" Tanyanya ketika meliha Elena terdiam dengan deru nafas yang tak beraturan. Bahkan detak jantungnya berpacu dengan sangat cepat. "Katakanlah jika kamu memang sudah mencintaiku, jika tidak! Aku juga tidak akan memaksamu, sayang. Aku akan memberikanmu banyak waktu, jadi kamu tidak perlu...."
Tiba_tiba saja Elena mendaratkan kecupannya di bibir tipis sang suami. Dav yang merasa terkejut seketika diam dan menatap istrinya. "Aku mencintaimu." Ucap Elena kembali membuat Dav terkejut sekaligus bahagia luar biasa.
"Perasaan ini! Ntah sejak kapan muncul dalam hatiku. Perasaan tenang saat bersamamu, nyaman ketika kamu menggenggam erat tanganku, bahkan detak jantungku selalu berdebar ketika kamu berada di dekatku. Aku merasa lucu pada diriku sendiri, kenapa aku begitu mudahnya terpesona olehmu, Dav? Bahkan belum satu minggu kita menikah, aku sudah terjatuh dalam genggamanmu. Aku tidak bisa lari, aku pun tidak bisa menghentikan perasaan ini. Rasanya aku seperti perempuan gampangan yang mudah..."
"Terima kasih karena kamu sudah mau membalas cintaku, aku bersumpah, aku akan membuatmu bahagia, aku akan melindungimu seumur hidupku. Tetaplah di sampingku menemani hari_hariku hingga tua nanti. Jangan pernah tinggalkan aku, apapun yang terjadi tetaplah bersamaku, Elen."Dav kembali memeluk tubuh istrinya, malam ini adalah malam yang paling bahagia bagi dirinya nuga bagi Elena.
__ADS_1
"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, Dav. Tidak akan pernah. Karena aku sudah jatuh cinta kepadamu, Dav." Bisik Elena sambil membalas pelukan hangat suaminya.
Dav melepaskan pelukannya, ia kembali mengecup kening istrinya mesra. "Kalau begitu, malam ini kita bisa melakukannya kan?" Ucap Dav dengan tatapan mata penuh harap.
Elena terkekeh pelan, ia mencubit gemas hidung mancung suaminya itu. Dav hanya terdiam sambil menatap bingung istrinya. "Sepertinya kamu sudah melupakan sesuatu, sayang." Ucap Elena membuat si mafia bucin itu semakin bingung. "Kamu melupakan tamu bulananku, sayang." Bisik Elena kemudian beranjak dari tempat tidurnya. "Tunggu satu minggu lagi, ya." Elena kembali berucap lalu mengecup pipi suaminya yang hanya menampilkan wajah frusatasinya. Kemudian setelah itu, Elena langsung membawa kakinya pergi ke kamar mandi.
"Selalu seperti ini." Dav mengusap wajahnya kasar, ia selalu saja melupakan tamu bulanan istrinya ketika sesuatu di bawah sana mulai berdiri tegak seperti tiang listrik. "Tapi tidak apa_apa, sekarang aku harus menunggunya dengan sabar hingga satu minggu ke depan. Satu minggu bukan waktu yang lama." Ucapnya berusaha untuk menenangkan dirinya juga menenangkan juniornya. "Sial. Apanya yang tidak lama, satu hari saja sudah membuatku menderita, apalagi satu minggu! Tapi... Yasudahlah, yang terpenting sekarang adalah, Elena sudah mencintaiku, itu artinya..." Dav menyunggingkan senyumannya seperti orang gila, bahkan dia meraih bantalnya lalu memeluknya seperti memeluk istrinya saja. "Elena.... Kamu benar_benar bisa membuatku gila.." Lirihnya dengan helaan nafas panjangnya.
__ADS_1
Bersambung.