Tawanan Cinta Sang Mafia

Tawanan Cinta Sang Mafia
Berbeda


__ADS_3

Dav sudah tiba di mansionnya, ia segera membuka pintu mobilnya tanpa menunggu Sam untuk membukakannya. Dav segera melangkahkan kakinya memasuki halaman mansionnya. Sementara Sam, kembali melajukan kendaraannya.


"Apa Elen, sudah makan?"Tanya Dav saat kepala pelayan datang menghampirinya.


"Belum, tuan."


"Belum?"Dav mengernyitkan keningnya, lalu ia menatap jam mewah yang ada di tangan kirinya."Ini sudah jam sembilan. Kenapa dia belum makan?" Tanya Dav kembali melangkahkan kakinya.


"Maafkan saya, tuan..."


"Sudahlah, kau tak perlu meminta maaf." Dav berjalan melewati kepala pelayan tersebut, kakinya mulai menaiki anak tangga satu persatu."Kenapa dia belum makan? Apa dia tidak memikirkan kesehatannya sendiri?" Gumam Dav sambil terus berjalan membawa kakinya menuju kamar Elena.


Tok... Tok... Tok...

__ADS_1


Suara ketukan pintu membuat Elena seketika terbangun dari tidurnya. Dengan malas Elena pun bangun, lalu berjalan menuju pintu kamarnya. Elena membuka pintu tersebut secara perlahan, ia melihat Dav tengah berdiri di depan pintu kamarnya dengan tangan bersedikap menatap Elena yang masih belum nyatu dengan nyawanya.


"Kenapa kamu belum makan malam, Elen?"Tanya Dav lembut. Tangannya terulur merapikan rambut Elena yang terlihat berantakan.


"Aku ketiduran, uncle."Jawab Elena dengan suara khas bangun tidurnya, suara yang begitu merdu dan menggoda bagi Dav. "Uncle baru pulang?"Tanya Elena sambil menyandarkan tubuhnya di pintu kamarnya.


"Iya, aku baru saja tiba. Yasudah, kalau begitu kamu cuci muka dulu, lalu makan. Mengerti." Ucap Dav masih dengan nada suaranya yang lembut. Elena menganggukkan kepalanya, sebenarnya ia merasa tidak lapar, namun ia juga tidak mungkin membantah perintah Dav.


Dav tersenyum, kemudian ia berbalik dan pergi membawa kakinya menuju kamarnya. Sementara Elena langsung menutup pintu kamarnya, ia bergegas berjalan menuju kamar mandi.


Elena sudah duduk di kursi meja makan, ia hanya menatap hidangan yang berada di atas meja makan tanpa ingin menyentuhnya apalagi memakannya.


Dav berjalan menuruni anak tangga, lalu ia melangkahkan kakinya menuju ruang makan. Setelah tiba di ruang makan, Dav langsung duduk di kursi yang berhadapan dengan Elena. Ia menatap Elena, lalu matanya beralih ke makanan yang belum tersentuh sama sekali."Ada apa, Elen? Kenapa kamu tidak makan?"Tanya Dav lembut sambil menatap dalam kedua bola mata Elena.

__ADS_1


"Ntahlah, uncle. Aku tidak lapar."Jawab Elena tanpa berani membalas tatapan yang di berikan oleh unclenya tersebut.


"Tapi kamu harus makan, Elen. Aku tidak ingin kamu sakit."Dav mengambil beberapa lauk, lalu menaruhnya di atas piring yang ada di hadapan Elena."Makanlah walau sedikit. Jangan sampai kamu sakit, Elen."Ucapnya lembut membuat Elena seketika menatap Dav. Mereka saling bertatapan hingga beberapa detik sebelum akhirnya Elena memutuskan untuk mengalihkan pandangannya. "Ada apa, Elen?"Tanya Dav ketika Elena mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Tidak ada apa_apa, uncle."Jawab Elena melirik sekilas Dav yang masih saja menatapnya lekat.


"Kalau tidak ada apa_apa, kenapa kamu tidak makan, Elen? Apa kamu ingin aku menyuapimu?"Goda Dav dengan senyuman tampan di wajahnya."Baiklah, biar aku menyua.."


"Tidak... Aku bisa sendiri, uncle."Sela Elena cepat. Ia tidak mungkin membiarkan Dav menyuapi dirinya. Sangat memalukan. Pikirnya.


Dav terkekeh pelan, ia mengusap lembut pucuk kepala Elena."Yasudah kamu makan ya, aku akan temani kamu di sini sambil memeriksa beberapa email dari klienku."Ucap Dav lembut tak lupa dengan senyuman di wajahnya membuat Elena menganggukkan kepalanya pelan. "Gadis pintar."Dav kembali mengusap lembut pucuk kepala Elena, Elena hanya tersenyum kaku, ia merasa jika Dav malam ini sangatlah berbeda dari biasanya. Atau mungkin itu hanya pikirannya saja.


Dav mulai membuka layar laptopnya, ia mulai memeriksa beberapa email yang di kirimkan oleh klien pentingnya. Dav sesekali melirik ke arah Elena, lalu tersenyum dan kembali memeriksa email_email tersebut.

__ADS_1



Bersambung.


__ADS_2