
Waktu menunjukkan pukul 18.15. Dav terlihat sangat tidak sabar untuk segera pulang dan bertemu dengan istri kesayangannya itu. Namun di hadapannya masih ada beberapa berkas yang harus ia tanda tangani juga ada beberapa email yang masuk dari kliennya.
Dav menghela nafasnya panjang, ia menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya, rasanya ia sangat ingin berteleportasi pergi ke mansionnya lalu memeluk tubuh sexy istrinya yang mengenakan lingerie pemberiaannya itu. Ah dengan membayangkannya saja membuat sesuatu di bawah sana memberontak meminta untuk di lepaskan saat itu juga.
Dav mengusap wajahnya kasar, seharusnya ia tidak usah membayangkan tubuh istrinya, seharusnya ia fokus dengan pekerjaannya supaya ia bisa cepat pulang dan melakukan hal yang selama ini ia impikan, terbang ke atas awan bersama istri tercintanya itu.
Dav kembali menghela nafasnya, kali ini ia akan memfokuskan dirinya dengan beberapa berkas yang sudah menunggu untuk di tanda tanganinya. Namun saat ia meraih satu berkas tersebut, tiba-tiba terdengar suara ketukkan pintu dari luar.
"Masuk." Perintahnya datar sambil membubuhkan tanda tangannya di atas berkas yang ia ambil tadi.
Pintu ruangan itu terbuka, sosok laki-laki yang sama datarnya yaitu Sam pun masuk melangkahkan kakinya, tak lupa ia kembali menutup pintu tersebut, lalu setelah itu ia berjalan menghampiri bosnya.
"Ada apa?"Tanya Dav tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas-berkas yang ada di hadapannya.
"Bos baru saja Lucas menelpon saya memberitahukan jika dia sudah berhasil mendapatkan informasi tentang Alex. Lucas bilang Alex sudah berada di kota ini."
"Benarkah? Kenapa dia tidak memberitahuku langsung?"
"Katanya ponsel anda tidak dapat di hubungi, bos. Makanya Lucas menghubungi saya." Jawab Sam hati-hati.
__ADS_1
Dav merogoh ponsel yang berada di dalam saku celananya, lalu menghembuskan nafasnya kasar ketika mendapati ponselnya mati kehabisan baterainya. Dav kembali menaruh ponselnya ke dalam saku celananya, lalu ia menatap Sam dan berkata. "Suruh Lucas untuk datang ke kantorku besok."
"Baik, bos."
"Antarkan aku pulang sekarang." Perintah Dav datar.
"Bagaimana dengan berkas-berkas ini bos?" Tanya Sam hati-hati.
"Kau bawa semuanya, biar aku kerjakan di rumah saja." Ucap Dav kemudian ia memakai jasnya, lalu berjalan melewati Sam.
"Cepatlah, Sam. Untuk apa kau masih berdiri di situ." Dav kembali berucap ia menatap kesal asistennya yang masih terpaku di tempatnya. Biasanya bosnya itu selalu menyelesaikan pekerjaannya di kantor, tetapi kali ini, bosnya meminta Sam untuk merapikan berkas-berkas tersebut dan membawanya pulang.
***
Mansion..
Dav dan juga Sam sudah berada di mansion, mereka tengah berjalan memasuki mansion itu, para pelayan menyambut penuh hormat atas kepulangan tuannya.
"Dimana istriku?" Tanya Dav kepada kepala pelayannya.
__ADS_1
"Nona Elena sedang berada di kamarnya tuan." Jawab kepala pelayan itu sambil menundukkan kepalanya tidak berani menatap tuannya berbicara.
"Apakah dia sudah makan malam?" Tanya Dav masih dengan nada datarnya.
"Belum tuan."
"Baiklah, siapkan makan malam sekarang. Aku akan memanggil istriku." Perintah Dav datar.
"Baik tuan." Jawab kepala pelayan itu sopan. Lalu setelah itu kepala pelayan itu pun bergegas melangkahkan kakinya menuju dapur, ia segera memerintahkan juru masak untuk menyiapkan makan tuannya.
"Simpan berkas-berkas itu di ruang kerjaku. Setelah itu kau boleh pulang." Ucap Dav sebelum ia melangkahkan kakinya menaiki anak tangga. Sam hanya mengangguk, ia segera membawa berkas-berkas tersebut ke ruang kerja bosnya. Sementara Dav langsung melangkahkan kakinya menaiki anak tangga. Ia sungguh tidak sabar untuk bertemu dengan istri kesayangannya itu.
Tidak perlu membutuhkan waktu yang lama, Dav sudah berada di depan pintu kamarnya, tanpa menunggu lebih lama lagi, Dav langsung meraih handle pintu, lalu memutarnya. Perlahan pintu itu terbuka, Dav segera membawa kakinya masuk ke dalam. Tatapan matanya langsung tertuju pada istrinya yang sedang asik bermain ponsel sambil terlentang di atas tempat tidurnya.
Dav tersenyum, ia mulai melangkahkan kakinya menuju tempat tidur. "Sedang apa sayang?" Tanya Dav setelah ia duduk di sisi ranjangnya sambil menatap gemas wajah cantik istrinya yang terlihat sedikit terkejut.
"Sayang! Kamu ngagetin aku tahu gak." Ucap Elena merasa sedikit terkejut karena tiba-tiba saja suaminya duduk di sisi tempat tidur.
Bersambung.
__ADS_1