Tawanan Cinta Sang Mafia

Tawanan Cinta Sang Mafia
Jangan gigit juga


__ADS_3

Sinar matahari pagi sudah mulai menyinari bumi, sosok perempuan cantik masih saja bergelut dengan selimut tebalnya, sepertinya ia sangat enggan untuk membuka kedua bola matanya, sementara itu sosok laki-laki tampan sudah terbangun dari tidurnya dan kini ia sedang menikmati pemandangan indah yang ada di sampingnya. "Sepertinya kamu sangat menikmati tidurmu sayang, apakah kamu tahu, semalaman aku tidak bisa tidur karena dirimu yang terus bergerak membuat juniorku berdiri tegak dan itu semakin membuatku tersiksa." Gumam laki-laki tampan itu yang tak lain adalah Dav sambil menatap lekat wajah cantik sang istri.


Tangan Dav mulai menelusuri seluruh wajah sang istri, mengelusnya dengan lembut, kemudian ia memberikan kecupan mesranya di kening sang istri. "Bangun sayang, sudah pagi." Bisiknya mesra, namun tak mendapat respon dari istri kesayangannya itu sehingga membuat Dav kembali berbisik di sertai dengan gigitan manisnya. "Sayang, bangun. Ini sudah pagi,"


Perlahan tapi pasti, kedua bola mata Elena terbuka, hembusan nafas hangat menyapu seluruh wajahnya, nampak wajah tampan sang suami yang tengah tersenyum nakal ke arahnya, "Lima menit lagi sayang, aku masih ngantuk." Ucap Elena kembali memejamkan kedua bola matanya membuat Dav gemas.


"NO, Baby. Kita harus segera mandi, lalu sarapan, setelah itu aku akan mengantarmu pulang. Mengerti." Tolak Dav dengan halus dan lembut.


"Tapi, aku masih ngantuk sayang,,, lima menit lagi, ya. Please..." Mohon Elena dengan manja tanpa mau membuka kedua bola matanya.

__ADS_1


Dav yang semakin gemas pun kembali menggigit daun telinga Elena yang sensitif membuat Elena membuka kedua bola matanya lebar. "Sayaaaaaang...... " Teriak Elena sambil menatap suaminya kesal.


"Jangan teriak-teriak sayang, itu hukuman untukmu karena tidak mau bangun, hmmm." Ucap Dav sambil mengacak rambut sang istri dengan gemas.


"Tapi jangan di gigit juga," dengus Elena sambil mengingkirkan tangan suaminya dari kepalanya. "Dasar mesum, nyebelinnn." Gerutu Elena kesal. Elena langsung turun dari tempat tidurnya, kemudian ia berjalan melangkahkan kedua kakinya menuju kamar mandi.


Dengan cepat Dav langsung menyusul sang istri sambil berkata. "Sayang tunggu aku, kita mandi bareng, biar tidak membuang banyak waktu." Dav langsung mengangkat tubuh istrinya, lalu berjalan dengan cepat memasuki pintu kamar mandi.


"Aku tahu, sayang." Dav menurunkan sang istri di dalam kamar mandi, ia mencubit gemas hidung mancung istrinya kemudian ia berkata kembali dengan nada yang begitu lembut. "Sudahlah jangan kesal begitu, sebaiknya kita segera mandi sayang, karena hari ini aku ada meeting penting dengan klienku."

__ADS_1


Elena hanya memutar kedua bola matanya malas, sementara Dav langsung melepaskan kaosnya memperlihatkan tubuhnya yang menggoda. Elena langsung memalingkan wajahnya ke arah lain meskipun ia sering melihat tubuh polos suaminya, tetap saja hatinya merasa tidak tenang bahkan detak jantungnya mulai berpacu dengan sangat cepat.


"Sayang, untuk apa kamu menatap ke arah sana? Bukankah tubuh suamimu ini lebih enak untuk di pandang." Bisik Dav sambil memeluk tubuh istrinya dari belakang, membuat sang istri sedikit terkejut.


"Lepas, Dav. Jangan seperti ini." Pinta Elena sambil berusaha untuk melepaskan pelukan suaminya itu, namun bukannya melepaskan pelukannya, Dav justru mengeratkan pelukannya, membuat Elena merasa tidak nyaman. Sepertinya sesuatu yang sangat Elena kenali sudah mulai bereaksi, bahkan Elena sendiri dapat merasakannya dengan sangat jelas. "Sayang... Bukankah hari ini kamu ada meeting penting?" Tanya Elena mencoba kembali melepaskan tangan sang suami yang masih setia melingkar di pinggangnya.


"Hmm... " Dav hanya berdehem pelan, tangannya mulai berkeliaran menelusuri tubuh istrinya membuat sang istri semakin tidak nyaman.


"Sayang.... "

__ADS_1


"Sepertinya olah raga pagi lebih penting dari meetingku." Bisiknya terdengar berat. Belum sempat Elena menjawab ucapannya, Dav sudah menyambar bibir manis milik istrinya, dan ********** secara perlahan. Elena yang mendapat serangan dadakkan begitu terkejut, namun bukannya ia mendorong tubuh suaminya, justru ia menikmatinya.


Bersambung.


__ADS_2