Tawanan Cinta Sang Mafia

Tawanan Cinta Sang Mafia
Memprovokasiku


__ADS_3

Elena baru saja keluar dari kamar mandinya, ia berjalan dengan santai menuju lemari pakaiannya, karena seperti biasanya ia selalu lupa membawa pakaian ganti ke dalam kamar mandi.


Elena tidak menyadari jika sepasang mata tajam suaminya tengah menatapnya penuh minat. "Sayang! Kamu sengaja ingin menggodaku, ya." Suara berat suaminya masuk ke dalam indera pendengaran Elena. Elena menghentikan langkah kakinya, ia berbalik dan mendapati sang suami yang tengah duduk manis di atas sofa sambil menatap dirinya.


"Astaga, sejak kapan dia duduk di situ? Kenapa aku tidak menyadarinya?" Batin Elena merasa terkejut karena kehadiran sang suami yang seperti jelangkung. "Bisakah kamu tidak mengagetkanku dengan kehadiranmu yang seperti jelangkung itu." Dengus Elena sambil menatap tajam suaminya.


"Sayang, kamu terlalu sibuk dengan aktifitasmu sehingga tidak menyadari kehadiranku hmmm." Ucap Dav tanpa melepaskan pandangannya dari tubuh indah istri kesayangannya itu.


"Berhenti menatapku seperti itu." Elena merasa tidak nyaman dengan tatapan suaminya itu.


"Memangnya kenapa, sayang? Bukankah pemandangan indah tidak boleh di lewatkan hmm." Dav berdiri, kemudian ia melangkahkan kakinya mendekati Elena.


"Jangan mendekat, stop di sana." Ucap Elena gugup dengan langkah kaki mundur ke belakang.

__ADS_1


"Tapi aku ingin mendekat dan memelukmu." Dav terus berjalan mendekati istrinya, sementara itu, Elena semakin mundur ke belakang, ia semakin gugup juga perasaannya semakin kacau. "Kenapa kamu mundur, sayang? Aku tidak akan memakanmu." Dengan cepat, Dav menarik pinggang ramping istrinya, membawanya ke dalam pelukannya."Bukankah kamu sengaja sedang menggodaku." Dav membelai lembut wajah cantik istrinya, ia semakin meraparkan tubuhnya membuat Elena kesusahan untuk melepaskan dirinya.


.


Elena menahan nafasnya sesaat, hembusan nafas hangat suaminya mampu membuat dirinya merasakan gelenyar aneh dalam dirinya. "Aku,,, aku lupa membawa baju gantiku, bukan sengaja ingin menggodamu." Elena memalingkan wajahnya ke arah lain, ia tidak sanggup jika berlama_lama menatap wajah suaminya itu.


Dav menangkup wajah Elena, membuatnya kembali berhadapan langsung dengan dirinya. "Tetap saja, kamu sudah membangunkan juniorku, jadi kamu harus bertanggung jawab, sayang." Bisik Dav sengaja menggigit pelan daun telinga Elena.


"Apa,, apa yang kamu lakukan? Ke,,, kenapa menggigit telingaku." Ucap Elena berusaha untuk mendorong tubuh suaminya itu, namun usahanya hanya sia_sia saja, karena tenaga suaminya jauh lebih besar dari pada dirinya.


"Bagaimana caranya aku bertanggung jawab?" Tanya Elena dengan deru nafas tak beraturan.


"Kita harus melakukannya, sayang." Bisik Dav dengan hembusan nafas hangat menyapu seluruh wajah cantik Elena.

__ADS_1


"Kamu lupa kalau aku sedang kedatangan tamu bulananku? Jadi kita tidak bisa melakukannya, sayang." Ucap Elena dengun senyuman manis di bibirnya.


Dav mendengus kesal, ia benar_benar telah melupakan sesuatu yang penting itu, alhasil dirinya harus kembali mersakan penderitaannya. "Sayang, kamu sangat senang menyiksaku, ya." Dav menelusuri seluruh bagian wajah cantik istrinya. "Tunggu pembalasanku nanti, akan aku pastikan kamu tidak akan dapat menapakkan kakimu di lantai ini, aku akan membuatmu tidur di ranjang seharian." Bisik Dav membuat bulu kuduk Elena meremang seketika.


"Dasar mesum, jelas_jelas kamu yang menyiksa dirimu sendiri, tapi malah menyalahkanku. Sangat menyebalkan." Dengus Elena sambil mendorong tubuh suaminya. "Sudahlah, aku mau pakai baju dulu."


"Mau aku pakaikan? Aku sa....


"Boleh, kalau kamu ingin semakin menderita. Ayo pakaikan baju untukku." Tantang Elena sambil menyunggingkan senyuman manisnya, bahkan gaya bicaranya begitu manja dan menggoda membuat Dav semakin menggila.


"Astaga, kucing kecil ini sudah berani memprovikasiku. Mentang_mentang dia sedang kedatangan tamu bulanannya, jadi dia berani menantangku. Tapi aku tidak akan kalah, sayang. Ini adalah kesempatan emas bagiku. Karena kamu sendiri yang memintaku." Batin Dav dengan seringai penuh misteri.


"Baiklah, ayo lepaskan handukmu, biar aku pakaikan bajumu, sayang." Dav kembali mendekati tubuh mulus istrinya, bayangan tubuh polos istrinya semakin menghantui dirinya. Sementara itu, Elena terlihat sangat terkejut, ia mulai memeluk tubuhnya erat, ia hanya ingin membuat suaminya itu pergi tapi justru suaminya malah mendekatinya dan mengindahkan ucapannya. Ah sepertinya Elena tidak tahu jika suaminya itu rela menahan penderitaannya demi melihat tubuh indah miliknya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2