Tawanan Cinta Sang Mafia

Tawanan Cinta Sang Mafia
Villa Flowers


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih empat jam, akhirnya Dav dan juga Elena sudah tiba di tempat yang mereka tuju. Pasangan romantis itu mulai menginjakkan kakinya di bumi, mereka berjalan menuju parkiran mobil, di sana sudah ada seorang laki-laki, yang di tugaskan untuk menjemput ataupun mengantar kemana pun mereka ingin pergi.


Laki-laki itu langsung memberi hormat ketika ia melihat kedatangan Dav dan juga Elena. Laki-laki yang memiliki wajah blasteran itu tersenyum lalu berkata. "Selamat datang, tuan dan nyonya. Silahkan naik."


Dav mendengus sedikit kesal, pasalnya laki-laki blasteran itu terlihat masih muda dan juga memiliki wajah yang cukup tampan, di tambah lagi dengan senyumannya yang memiliki lesung pipi, menambah kadar ketampanan laki-laki muda itu.


"Hmm...Terima kasih." Jawab Dav terkesan dingin. "Sayang, ayo kita masuk." Ajaknya kepada sang istri dengan nada suara yang berbeda jauh, sangat lembut dan halus.


Elena mengangguk sambil memperlihatkan senyumannya, sebelum ia masuk menyusul suaminya ke dalam mobil, Elena terlebih dahulu mengucapkan terima kasih kepada laki-laki itu. "Terima kasih, uncle." Ucap Elena membuat laki-laki itu mengerutkan keningnya bingung. Jelas-jelas wajahnya masih sangat muda, lalu mengapa Elena memanggilnya dengan sebutan uncle?


"Panggil saja saya Jhon, nona." Ucap laki-laki itu yang tak lain adalah Jhon.


"Emmh... Baiklah Jhon...." Ucapan Elena tercekat di tenggorokkan ketika suara berat suaminya masuk ke dalam gendang telinganya.

__ADS_1


"SAYANG. MASUK!!!"


"Iya, sayang." Jawab Elena sedikit kaget. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Elena pun segera masuk ke dalam mobilnya, Dav langsung menutup pintu mobil itu dengan kencang membuat Jhon berjingkat kaget.


"Sayang, kamu kenapa sih?" Tanya Elena karena tiba-tiba suaminya itu menampilkan wajah kesalnya dan membawa Elena duduk di pangkuannya.


"Aku sedang cemburu, apa kamu tidak tahu itu?" Jawab Dav sambil menatap lekat wajah sang istri. "Lain kali jangan mengobrol dan memberikan senyuman kamu kepada laki-laki lain. Mengerti." Tegasnya membuat Elena menggelengkan kepalanya pelan. Suaminya itu sungguh sangat kekanak-kanakan.


"Cepat jalan." Perintah Dav sambil menatap horor Jhon melalui kaca spion mobilnya. Jhon hanya mengangguk, lalu setelah itu, ia pun mulai melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang.


Villa Flowers.


Jhon memarkirkan mobilnya ketika ia sudah tiba di halaman Villa yang akan di tinggali oleh Dav bersama istrinya. Ia mulai mematikan mesin mobilnya, lalu meraih pintu mobil dan membukanya secara perlahan. Jhon segera menapakkan kakinya di muka bumi, kemudian ia melangkahkan kedua kakinya menuju pintu bagian belakang mobil dan membuka pintu itu secara perlahan.

__ADS_1


"Silahkan, nona, tuan." Ucapnya sambil memperlihatkan senyumannya yang manis membuat Dav mendengus tidak suka.


"Lain kali, jangan memperlihatkan senyuman bodohmu itu di hadapanku dan istriku. Mengerti." Tegas Dav membuat Jhon mengerut bingung. Baru kali ini ia memiliki tuan yang aneh seperti Dav.


"Mengerti, tuan." Jawab Jhon sambil mengangguk pelan.


Dav segera turun dari mobilnya, lalu ia mengulurkan tangannya kepada istri tercintanya. "Ayo sayang, kita sudah sampai." Ucapnya begitu lembut dan halus.


Elena tersenyum sambil meraih uluran tangan suaminya, kemudian ia pun segera turun dari dalam mobilnya. "Terima kasih, sayang." Jawabnya yang mendapat cubitan gemas dari suaminya.


"Jhon. Tolong kau bawa koperku dan istriku ke dalam." Perintah Dav sekilas melirik ke arah Jhon.


"Baik, tuan." Jawab Jhon penuh semangat.

__ADS_1


Dav dan juga Elena segera pergi meninggalkan Jhon yang tengah menghela nafasnya. "Akhirnya aku akan segera terbebas juga dari bos dingin itu." Batin Jhon sambil menatap kepergian Dav dan juga Elena.


Bersambung.


__ADS_2