
Malam kian bertambah gelap, suasana semakin mencekam di sertai hujan yang turun membasahi bumi begitu derasnya. Petir bersahutan menambah gaduh .
" H h.... hhh... "...
Seorang anak remaja berlari ditenggah hujan, dia mulai memasuki hutan belantara. Langkahnya sesekali harus terhenti karena terjatuh , tanah yang becek dan tidak stabil katena hujan adalah penyebab utamanya.
Badanya sudah basah kuyup dan kotor, namun semanggatnya tidak pernah padam. Meskipun lelah dia harus bisa keluar dari kerajaan ini sekarang juga . Rumah yang dulu begitu damai kini laksana neraka yang membuatnya jemu dan enggan kembali.
" Panglima !!! seluruh pasukan sudah menggeledah seluruh istana.. "
" Lalu ? apa kalian menemukan putra mahkota ??Jawab !!!" Panglima Won
"Tidak ada tanda2 keberadaan Putra Mahkota, tapi . Tapi dari introgasi pelayan , sepertinya Putra Mahkota berusaha meninggalkan negeri ini "
" Bagaimana denggan kalian ??" Tanya panglima Won . Mereka hanya menggeleng
"Ini tidak bisa dibiarkan kita harus bisa menemukan Putra Mahkota sebelum musuh, cari di seluruh kota !! geledah setiap rumah !! Janggan sampai ada yang terlewat "π
"Apa yang kalian tunggu cepat bergerak..!!!."
Pasukan yang diminta langsung berlari meninggalkan barisan utama, dari jauh seorang prajurit tergopoh2 . Dia berlari mendekati panglima dan pasukan utama.
Prajurit terus menggeledah di sana sini demi mencari keberadaan pilar kerajaan ini , putra mahkota Seong Jun menghilang dari istana .
" panglima seong , h h h h. h h hhh " Seorang prajurit terlihat sedang berlari ke arah mereka , dengan nafas yang tampak tersengal - sengal , pemuda itu mencoba menggatur nafas.
" Ada apa? ?"
" Kuda , kuda , kuda Panggeran ditemukan di hutan selatan. Panglima Chanso dan pasukannya berhasil menemukankan jejak Putra Mahkota, saat ini mereka sedang melakukan penggejaran "
" Hhh hutan selatan?? apa yang membawa panggeran kesana ?? janggan janggan " π²
Seketika panglima menaiki kuda dan membawa pasukannya kearah hutan selatan yang terkenal luas dan menyesatkan, sesuatu di benaknya begitu mengganggu . Jika inggin meninggalkan kerajaan , dan melewati hutan selatan. hanya satu jalannya , pelabuhan istana.
Dilain tempat, Panglima chanso yang lebih dulu menemukan jejak panggeran terus berlari menggejar junjungannya. Musuh yang tiba2 menghadang masih terus bertarung denggan prajurit khusus bawahan Chanso .
Sementara panglima Chanso dan 2 prajurit lainya terus berlari ke depan , mereka akhirnya berhasil menyusul Panggeran .
" Putra mahkota , berhenti !!!" Teriak Panglima Chanso lantang .
" Chanso , sial !! kenapa dia bisa menggikuti ku sampai kemari ? aku harus cepat ".
Remaja tanggung itu terus berlari , hujan masih belum reda . Dia sudah sampai di ujung sebuah tebing sedangkan di belakangnya sudah ada Panglima Chanso .
Selain sang Panglima terlihat pula dua orang anak buahnya Taemin serta Chilsuk sedang berlari juga ke arah mereka saat ini.
Di seberang sudah terlihat kapal yang telah mulai meninggalkan pelabuhan dan mulai berlayar.
"Sial , aku terlambat . Tidak ada cara lain lagi "
Sementara itu Chanso dkk sudah berhasil menyusul tepat di belakangnya .
"Panggeran , apa yang kau lakukan ??? yang mulia Raja begitu hawatir di istana , mari kita kembali " Bujuk Panglima Chanso
" Baginda ?? cih , aku sudah tidak inggin berhubunggan denggannya lagi . Pria itu π hhh paman tidak ada lagi yang bisa mencegahku . Aku tidak inggin tinggal disana lagi , ayah ku sendiri sudah tega membuang ibuku ke penggasinggan."
"Panggeran , mari kita cari jalan keluarnya. Aku akan membantumu menangkap penjahat yang sebenarnya . Kita pasti bisa membawa permaisuri kembali " Panglima Chanso masih mencoba membujuk Pangeran Seong Jun .
" Kau sengaja membuang waktuku, pergilah !!!Aku sudah melepaskan tanggung jawabmu atas diriku , jadi sekarang biarkan aku pergi "
Tanpa aba aba satu dua dan tiga , Putra Mahkota seketika langsung terjun dari atas tebing yang begitu tinggi . Menjatuhkan tubuhya ke laut.
"Putra Mahkotaaaaaaa. "
Panglima Chanso berteriak begitu keras dia berlari ke pinggir tebing , lalu tanpa ragu langsung menyusul terjun kebawah .
Dari bawah terlihat riak tempat putra mahkota jatuh , taklama kemudian terlihat Pangeran Seong Jun yang berhasil selamat naik ke permukaan dan mulai berenang menyusul kapal . Hal yang sama juga terjadi pada Panglima Chanso .
Sedang ke dua pemuda di sana malah saling berpandangan , sepertinya mereka sedang di gelayuti rasa takut .
" Apa kau takut ?? "
Taemin mendelik kearah temannya seolah tengah mengejek , padahal dirinya sendiri juga merasakan ketakutan yang sama .
"Janggan bercanda , kau pasti yang sedang merasa takut " Chilsuk tak mau kalah
Namun akhirnya mereka berdua ikut terjun juga.
π±π±π± ( DILARANG KERAS MENIRU ADEGAN SUPER HIRO INI YA...... BUAHAIIIYAAAA...)
ππππππππππππππππ
( waduh... kira2 mereka selamat kagak ya.. main loncat aja.. dikira kucing kaleee...punya sembilan nyawa....ilang atu masih 8...busyeeet....
Kenalin saya.. ceri yang selalu ceria..masih belajar.. semoga kalian suka..
janggan lupa like and comment..
saran untuk karya ini..ditunggu ya sensei2 semua.. mohon masukan dan bimbinggan.. maaf menyela.. arigatou..and..mari kia lanjutkhann)....
πππππππππππππππππ
Pasukan penghadang berhasil menggalahkan musuh.. tapi mereka sudah kehilanggan jejak panglimanya...
ke esokan harinya..di aula istana raja...
Seorang pria paruh paruh baya terlihat duduk sambil menatap nanar panglima di depannya yang tertunduk lesu , pandangganya begitu menakutkan . Tidak ada seorangpun yang berani berbicara, hari ini yang mulia begitu murka.
" Kalian benar2 tidak berguna , bagaimana bisa denggan pasukan sebesar itu masih tidak bisa menemukan putra mahkota. "
" Yang mulia , kami pantas mati " Ucap panglima tan sambil bersimpuh
"Mohon jangan ampuni kami yang mulia" seluruh prajurit bersimpuh dihadapan raja
" Yang mulia , ini masih terlalu awal untuk menyerah . Disamping itu , menurut prajurit khusus yang menjaga putra mahkota. Panglima Chanso juga masih belum kembali , itu berarti panglima masih terus mencari Putra Mahkota "
" Yang mulia , mohon bersabar . Janggan sampai negeri ini goyah yang mulia harus memikirkan kerajaan ini " Ucap seorang mentri
"Yang mulia , keadaan masih belum stabil setelah berperang dengan kekaisaran Ming. Mohon kebijaksanaan yang mulia "
" Mohon kebijaksanaan yang mulia 3x " Seluruh pejabat ikut berseru serempak.
"Siapkan pasukan khusus , sebar ke seluruh negri . Cari Putra Mahkota sampai dapat !!!Temukan dia bagaimanapun caranya "
"Panjang umur yang mulia "
"Panjang umur yang mulia " Mereka kembali berteriak.
Sementara raja kini sudah berjalan meninggalkan singgasananya denggan amarah yang masih menggebu gebu, melihat raja telah pergi para pejabat kemudian kasak kusuk sambil berbisik antar golonggannya kemudian ikut membubarkan diri .
....###......# ...#...#......
Matahari bersinar denggan teriknya , anggin laut berhembus membelah samudra . Didalam sebuah ruanggan
__ADS_1
" Yang mulia..."
" Berhenti manggilku begitu , aku sudah membuang jauh2 gelar itu dari hidupku "
" Putra mahkota tolong jangan begini , permaisuri tentu akan hawatir. Jika panggeran tidak memperdulikan yang mulia raja, setidaknya pandanglah perasaan permaisuri . Jika menggetahui kalau panggeran kabur dari istana , beliau tentu akan sangat sedih "
" Chansoo , kehidupanku bukan disana lagi . Kau sudah ku anggap seperti pamanku sendiri , kuharap kau mau menggerti " Pangeran Seong Jun masih bersikeras dengan keputusannya.
" Baiklah kalau begitu , biarkan kami ikut bersamamu kemanapun Panggeran pergi. "
" Benar panggeran, ijinkan kami ikut bersamamu .Setidaknya panggeran tidak akan sendirian "
"Denggan satu syarat, janggan pernah memanggilku yang mulia ataupun panggeran. "
"Tapi panggeran itu tidak mungkin "
Taemin terlihat tidak setuju , Taemin usiannya tak jauh dari panggeran hanya lebih tua beberapa tahun .
"Baiklah , demi keselamatan yang mulia ketika berada diluar istana saya setuju " Akhirnya Chanso meng iyakan.
Terdengar langkah kaki mendekat , mereka ber 4 terdiam dan waspada . Seseorang berbadan tinggi besar datang .
"Hei kalian , cepat ikuti aku sekarang..!! ."
Kemudian mereka berempat dibawa ke sebuah ruanggan yang cukup luas , disana terdapat beberapa orang berkumpul .
" Tamu tak diundang ternyata, tikus tikus kecil "
Seseorang yang duduk di belakang mulai bersuara , disampingnya ada seorang wanita muda yang melayaninya menuangkan minuman.
" Hei kau , siapa namamu ?? "
Pria itu menunjuk Pangeran Seong Jun dengan tanggannya yang masih memegang paha ayam.
" Juho , Kang Juho "
" Kau.. ?..."
" Aku Taemin , ini chilsuk dan Paman ku "
" Tuan , mereka bisa cukup berguna untuk kita.."
Mereka semua tampak memperhatikan ke empat orang itu denggan seksama, kemudian pria yang tadi menghampiri mereka menginjak 3 pedang di bawah kakinya .
"Apa tujuan kalian kemari ??? kenapa kalian ber 3 membawa senjata ke kapalku ini , mau merampok ? ?"
"Kami hanya membutuhkan tumpanggan tuan izinkan kami ikut berlayar sampai pulau berikutnya " Chanso menanggapi
" Cih , anak ini terlihat kaya apa dia majikanmu?? pria itu berjalan dan menatap Juho kemudian Chanso maju ketika orang itu hendak menyentuh wajah Juho. Tindakan tidak sopan
( langsung dipanggil pake nama samaran aja ya biar nga keblibet.... oiya..infoooo .. chunso sekarang usiannya 28..putra mahkota 16. taemin 19 dan chilsok 20..okay..lanjhuttt )
"Maaf tuan anda bisa menakutinya "
"Hahahhaha , kalian adalah tawananku. Aku bisa melakukan apapun yang kumau "
Pria itu menarik kerah Juho dan tanpa ba bi bu . Chanso langsung menyerangnya denggan tanggan kosong.
"Kalian , habisi mereka".
Gerombolan penjahat itu mulai menyerang, Juho dkk hanya bisa melawan dengan tanggan kosong hingga Chanso dan Chilsuk bisa merebut pedang mereka.
Memang tak imbang, tapi keahlian 3 orang itu cukup lihai dalam bertarung. Maklum saja , mereka adalah pasukan khusus. Berbeda dengan Juho yang lebih sering kewalahan dan dalam perlindunggan Chanso.
Pertarunggan semakin senggit, pihak lawan banyak yang terbunuh. Tetapi mereka berhasil melukai Juho di tanggan , melihat itu mereka semakin geram dan mengganas.
11 lawan 4 , menggetahui ada perkelahian beberapa awak kapal mendekat. Dan ikut membantu, memeski terkena beberapa luka akhirnya Juho dkk menang. Gadis belia itu tertunduk di pojok sambil gemetaran, melihat itu Chilsuk menghampirinya.
" Aku bukan bagian dari mereka, janggan bunuh aku "
" Berdiri !!! siapa yang bilang aku akan membunuhmu ?? apa yang kau lakukan disini?" Tanya Chilsuk.
" Aku hanya budak belian tuan, mereka membeli budak2 untuk dibawa keluar kerajaan dan dijual "
"Sekarang kau akan baik2saja tidak perlu hawatir ."
"Chanso , sebaiknya kita periksa lainnya " Juho memberi saran , Chanso mengangguk .
"Kita obati dulu lukamu "
Setelah di periksa , memang benar orang2 itu adalah pemilik kapal. Ini adalah kapal pedagang yang berlayar ke beberapa negri, sedang awak kapal yang lain hanyalah awak kapal biasa yang di pekerjakan .
Sehingga otomatis Chanso dkk menggambil alih kapal itu disana terdapat beberapa budak belian dari kerajaan yang dikurung dalam sel kapal, yang lainnya pedagang2 yang ikut membayar dalam pelayaran.
Mereka adalah perampok berkedok pedagang, menggetahui mereka bebas dari para perampok seluruh penghuni kapal merasa senang.
" Tuan, eeee aku tidak membawa senjata " Pria paruh baya itu ketakutan di hadang pedang milik Taemin.
"Aku hanya inggin bicara "
"Katakan.."
"Ini , aku membawa obat2tan untuk kalian. Aku tabib dari gujrat , lihatlah aku memiliki obat2tan. Ini bisa membantu menggobati luka kalian tuan " Pria itu mendekat dan mulai merawat luka Juho.
" Namaku Lal Sing, aku pedagang dari gujrat. Dari tanah Barata (India) , aku hanya inggin berterimakasih karena Tuan telah menolong kami dari perampok itu. kami pikir ini adalah kapal pedagang biasa.. ternyata mereka komplotan perampok yang sering merampok para pedagang2 yang membutuhkan tumpanggan untuk berdagang antar kerajaan "
(Mereka terus berbincang bincang pedagang itu fasih berbahasa korea karna sudah sering berdagang di antar negara )
Sehingga dapat mengguasai beberapa bahasa, Juho yang tertarik banyak bertanya tentang segala hal diluar kerajaannya yang membuat jiwa muda yang haus akan petualanggan menjadi bergejolak . Dia menjadi bersemanggat kembali setelah semua yang baru saja dialaminya yang membuat kacau hati dan fikirannnya..
##*###.......#......*..........###
beberapa minggu kemudian
ISTANA GIOK
" Yang mulia Ratu, tuan Daejin sudah tiba"
"Biarkan dia masuk.."
" Yang mulia.........."
"Kakak duduklah, aku senang kakak datang mengunjunggiku "
"Bagaimana keadaan Ratu sekarang ? Ratu harus menjaga kesehatan Ratu dengan baik"
"Kakak, sekarang sudah lebih baik.."
"Benarkah? bagus kalau begitu. Maafkan aku ratu, seharusnya sudah lama saya kesini. Tapi mau bagaimana lagi , akhir akhir ini istana menjadi semakin kacau denggan kepergian Putra Mahkota "
" Aku tau kalau kau sanggat sibuk , janggan dipikirkan "
"Sampai sekarang Putra Mahkota masih belum ditemukan , ini akan sulit tapi sudahlah. Yang terpenting selamat atas penggangkatanmu "
Pria berpakaian ala pejabat itu duduk didepan wanita berpakaian perak, bersanggul hijau. wanita yang cantik, pria itu datang membawa beberapa hadiah yang di bawakan oleh seorang pelayan.
__ADS_1
"Kakak, terimakasih. Seharusnya tidak perlu repot repot untuk semua ini " Ratu tampak membuka beberapa kotak yang ternyata berisi herbal kering, perhiasan, dan kain sutra denggan kualitas tinggi .
"Janggan begitu, ini hanyalah hadiah kecil. Setelah ini Ratu tidak boleh terlalu lelah. Serahkan pencarian Putra Mahkota pada ku"
" Sudah cukup lama kakak, tapi Putra Mahkota belum juga ditemukan, ini membuatku hawatir . Raja terlihat sangat sedih "
"Yang mulia juga belum menyerah, tapi sepertinyaa para pejabat mulai mendesak yang mulia untuk menggangkat pengganti Putra Mahkota "
" Bagaimana mungkin ?? secepat ini ?yang mulia masih berduka "
" Ratu, tenanglah. Semua akan baik2saja , ini demi kelangsunggan keraja an "
" Aku hanya hawatir pada putra2 ku "
" Berita ini sudah menyebar kemana-mana, jika tidak segera mengambil keputusan akan sanggat membahayakan negri ini. Musuh akan menggira kita sudah melemah "
" Kapan petisi ini akan di resmikan hasilnya kakak?"
"Hari ini , siang ini yang mulia sendiri yang akan membacakan hasilnya"
####.......***........llllll.......
DI ISTANA RAJA
Raja masih duduk termenung di ruanggannya, pikirannya berkecamuk. Raja membaca gulunggan itu denggan seksama, kasim Han sesekali memperhatikan raut wajah rajanya yang terlihat gusar.
Baginda Raja tampak lelah, beberapa hari ini para pejabat terus mendesaknya untuk mengganggkat salah satu panggeran menjadi Putra Mahkota , menggantikan Pangeran Seong Jun .
" Yang mulia, anda harus istirahat. ini tidak baik untuk kesehatan yang mulia "
"Kasim Han , keputusan ini. Bagaimana bisa mereka meminta ini disaat putra ku masih belum ditemukan "
"Yang mulia , Putra Mahkota sanggat cerdas. Beliau akan baik2 saja " Kasim Han ikut merasa sedih.
"Musuh ada dimana-mana , Seoung Jun tidak terlalu mahir bela diri. Bagaimana dia bisa melindunggi dirinya ?? apa Chanso benar2 ada bersamannya sekarang "
Raja masih memperhatikan gulunggan yang dibawanya , berharap keputusan yang diambilnya kini adalah keputusan yang tepat.
" Kasim Han..."
"Saya yang mulia...."
" beritahukan pada seluruh pejabat istana, aku akan kesana sebentar lagi ."
"Baik, yang mulia. Saya undur diri..."
DI PENGGASINGGAN...
Seorang wanita tenggah merapikan rambut putrinya yang panjang, sedang anak laki lakinya yang seumuran terlihat bermain2 di depan rumah. Di luar terdenggar suara kuda meringkik , tampak beberapa penggawal memasuki kediaman yang sederhana itu.
" Ji yonggg "
Anak yang dipanggil segera berlari mendekati ibunya.
" Yang mulia..."
**###........#;?;........# #
aula istana.. ruang pertemuan
" Yang mulia tibaaaa"
Raja kemudian duduk di singgasananya.. seluruh pejabat istana menyambut kedatanggan Raja seraya membungkuk memberikan penghormatan .
" Aku akan memberikan keputusanku menggenai penggangkatan Putra Mahkota, pengganti Pangeran Seong Jun. Saat ini Putra Mahkota masih belum ditemukan , untuk itu. Aku akan memanggil pangeran Ji Yong dan menggangkatnya menjadi Putra Mahkota "
Raja Hyojong membaca gulunggan itu denggan keras, seluruh pejabat yang hadir tampak riuh menanggapi pernyataan raja.
Kelompok merah tampak tidak senang , berbeda denggan kelompok biru yang tersenyum sambil mengangguk-anggukkan kepalanya puas.
" Yang mulia, bagaimana mungkin pangeran Ji Yong . Beliau masih terlalu muda, mohon pertimbangkan lagi yang mulia "
" Mohon pertimbangkan lagi yang mulia 3x" Seru kelompok merah bersama an sambil membungkuk kan badannya.
" Yang mulia, Permaisuri Myung Hee telah melakukan kesalahan besar sehingga harus meletakkan gelarnya. Bukankah sekarang Ratu Dae Hwa telah resmi dianggkat. Seharusnya Panggeran Dong Min dapat dipertimbangkan "
"Mohon dipertimbangkan yang mulia..."3x
"Cukup !!! pangeran Ji Yong akan tetap menggantikan Putra Mahkota Seong Jun, apa kalian akan mengingkari keputusan raja terdahulu untuk menjadikan putra myung hee sebagai penerus ku ?? bukankah kalian sudah menyaksikan ramalan kerajaan dengan mata kepala kalian sendiri ?? "
" Yang mulia, garis kejaya an telah terpilih . Yang mulia telah mengambil keputusan yang benar "
Ucap salah satu pejabat biru mendukung keputusan yang mulia raja.
" Tidak ada yang perlu di putuskan lagi, aku raja negri ini . Memanggil panggeran Ji Yong untuk menjadi Putra Mahkota , kemudian memanggil putri areum ( Hye Sun ) kembali ke istana untuk tinggal dan memulai pelajaran dasarnya "
Pertemuan pun akhirnya selesai dengan ketidak puasan di pihak kelompok merah
( Oiya... setelah raja menikahi permaisuri dan para selir mereka segera melaksanakan ritual keraja an yang memutuskan keturunan siapakah yang akan membawa kejaya an bagi dinasti hoseong.. dan dari ke 3 istri raja.. permaisuri Myung Hee lah yang diramalkan hanya dari dirinyalah akan terlahir keturunan yang membawa kejayaan sejati....( ini my imajine kak ceri aja ya...))....
$$(((:"":#)#))))))))###############?........
Juho atau panggeran Seong jun telah berlayar dan singgah di beberapa tempat baru yang indah. Mereka juga telah mengantarkan Gyeoul Ui beserta budak budak belian ke wilayah terdekat sebelum benar2 keluar dari kerajaan.
Juho juga memberikan sejumlah uang rampasan pada mereka untuk kembali membuka lembaran hidup yang baru sebagai manusia merdeka.
Pangeran memutuskan untuk ikut bersama Lal Sing , dia inggin mempelajari banyak hal darinya. Mereka telah berhari2 tinggal bersama Lal Sing, panggeran mulai berlatih bela diri agar menjadi lebih kuat. Lal Sing juga mengenalkan mereka pada temannya , dia adalah Tuan Darshwana Kakkar ahli bela diri. tepatnya bandit yang sudah lama insyaf .
Panggeran berlatih keras setiap hari, berlatih beladiri dari Chanso dan Kakkar. Belajar bahasa asing, berlatih menggunakan senjata. Dia sudah bertekat akan menjadi orang yang kuat agar bisa melindunggi orang orang yang disayangginya, sesekali bermain denggan chorong. Kucing putih y di ambil dari kapal yang telah dijarahnya.
" Juho, kenapa kau harus memelihara binatang itu apa tidak ada hewan lain ?? " Seru Lall Sing
"Paman, bukankah dia sanggat lucu ??" Juho menggendong kucing putihnya itu membelai2nya gemas
" Anak ini benar2 konyol atau tidak tau,
memangnya akan kau gendong setiap hari ??gendong saja dan lihat nanti apa kau masih bisa menggendongnya nanti "Ucap Lal Sing menanggapinya "
( ini dia si manis Chorong ketika pertama x di temukan juho.... dan ya setelah 2 bulan ini dia sudah bertambah gemuk bin bohay...)
Chanso dan Taemin ikut terkekeh, Chilsuk yang mulutnya sudah gatal mendekati Juho yang masih bermain2 dengan Chorong
" Apa kau juga mau mau menggendong kucingku? "
"Aish, benar2 . Tuan kucing mu ini lama2 bisa memakanku kalau kau terus memeliharanya"
" Chorong ku , kucing ku yang manis. Jangan dengarkan orang itu , aku akan selalu merawatmu dia hanya iri saja karena kau sangat lucu "
" Kau itu , yang sedang kau ajak bermain itu bukan kucing biasa. Apa kau tau kucing jenis apa sudah kau pelihara itu " Chilsuk mulai kesal
" Itu anak singga putih bukanya kucing kampung astaga, apa benar dia ini orang yang sama yang dibilang cerdas itu " gerutu Chilsuk
πππ(Chilsuk dan Taemin sebenarnya telah bersahabat lama dengan Juho, jadi sudah terbiasa tidak formal. Ya tentu mereka akan tetap bersikap folmal jika di keraja an)πππ
__ADS_1
by ceri ceria