
Di dalam kamar Bibi rupa sedang bersama tuan Kakkar membicarakan tentang kedatangan Zara di tempat itu . Bibi Rupa tentu merasa keberatan , meskipun sebenarnya dia juga tau kalau gadis itu masih keponakan suaminya.
Hatinya hanya masih merasa sakit saat dulu ia melihat keadaan Juho yang menyedihkan , Bibi Rupa saat itu melihat bagaimana terpuruknya Juho , Pria itu terlihat murung seperti kehilangan gairah hidup. Meski tidak terlalu banyak bicara dalam kesehariannya , tapi Juho adalah pribadi yang ramah dan murah senyum.
Hari itu semua berubah , Juho menjadi Pria murung dan lebih banyak diam dari pada sebelumnya, bagaimana bibi Rupa tidak merasa sedih dengan perubahan itu . Ditambah Juho memilih untuk pergi kembali ke tempat asalnya , bahkan dia tidak mengatakan apapun . Entah kembali lagi ke sini atau menetap disana seterusnya.
"Apa yang terjadi ?? kenapa kau membawa gadis itu kembali lagi kemari ?? .."
"Kita kalah perang , Raja Madraka berencana menjadikannya istri... aku tidak bisa membiarkan itu terjadi , urusannya dengan Juho masih belum selesaii...."
"Urusan apalagi ? ? ?.. Bukankah sudah jelas ? Dia sudah menghianati Juho , aku tidak mau melihatnya terluka lagi .. "
"Mereka saling mencintai , ini hanya kesalahpahaman ..."
"Kesalahpahaman macam apa yang sampai hampir menghilangkan nyawa orang yang di cintai. ini bukan cinta... hanya ilusi "
"Rupa . . aku tau kau marah padanya , bagaimanapun juga kita tidak boleh membiarkan dia jatuh ke tangan Raja Madraka. Apa yang akan kau katakan pada Juho nanti ..."
"Dia pasti akan mendapatkan wanita lain yang lebih layak... "
"Juho hanya menginginkan Zara,... mengertilah... Zara Juga sudah di tipu kakaknya sendiri , kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan Zara . Terlebih lagi aku masih pamannya , sudah tugas kita melindungi Zara.. Dia tidak ada hubungannya dengan masalahku dan Balraj."
" h h h h... baiklah kali ini aku mengalah pada mu , tapi lain kali jika dia berani menyakiti Juho ku lagi . Aku mungkin tidak bisa mengampuninya lagi , meskipun dia keponakan mu . " Bibi Rupa akhirnya menyerah .
......... Hening ,.... Suasana hutan malam ini begitu hening , tenang , begitu damai . sesekali terdengar suara burung hantu yang menambah harmoni. Malam ini mereka semua melepaskan lelah di tempat yang begitu asri dan nyaman, meski tidak mewah tapi lebih cukup bagi mereka . Semoga kedamaian seperti ini akan selalu ada .
Para penjaga yang mendapat tugas di malam hari melaksanakan tugasnya dengan suka cita , mereka selalu waspada agar jangan sampai ada penyusup yang berhasil mengetahui tempat itu, apalagi memasukinya .
Taemin juga sudah tertidur , Payal yang terbangun karena si kecil yang kehausan sejenak melihat wajah suaminya yang tampak kelelahan .
Biasanya Taemin akan langsung terbangun saat mendengar si kecil bangun, bahkan lebih dulu terjaga sebelum payal , dia sosok suami siaga . Tapi hari ini suara malaikat kecilnya tidak bisa membawanya ke alam nyata , Payal berfikir jika suaminya itu tentu sangat kelelahan.
Payal segera menggendong si kecil dan memberinya asi , gadis kecil itu langsung terdiam begitu mendapatkan apa yang dia mau. Sebenarnya Payal tadi ingin bertanya pada Taemin , kenapa Zara ada di sini bersama mereka.
Tadi sewaktu mendengar Taemin datang , payal segera menghampiri mereka, dia sempat melihat Zara yang ikut dalam rombongan mereka .Tapi melihat suaminya yang sepertinya butuh istirahat , Payal menahan diri untuk bertanya .
__ADS_1
Dan benar saja , setelah memeluknya dan si kecil , Taemin segera meminta diri pada Payal dan Bibi Rupa untuk pergi ke tempat tidur untuk beristirahat .
Flash back ...π π onππ
(" Payal , Halo malaikat kecil ku... h h aku sangat merindukan kalian , apa kau juga merindukan ku ?..." Tanya Taemin pada Payal
"Kau tidak lihat ada ibu.? " Payal lagi lagi memprotes kebiasaan suaminya yang suka ceroboh..
"oh , maaf bu . Aku sengaja ...he he he... kalau begitu aku masuk dulu ya . Aku sangat lelah ..ayah istirahat dulu sayang " Ucap Taemin seraya melihat ke arah istri ,ibu mertuanya serta tak lupa Taemin mengecup kening anaknya kemudian berjalan pergi memasuki rumah .
"Biarkan dia istirahat ...lekas kesana susul suami mu Payal , mungkin dia membituhkan segelas air ... Pergilah..."
" Iya bu...." Payal melihat Ibunya yang berjalan menghampiri sang ayah , Payal juga melihat sesosok gadis yang pernah dia lihat sebelumnya ,apa yang di lakukannya di sini ??
Kejadian yang menimpa Juho memang di ketahuinya , ya tentu saja hanya segelintir orang yang tahu . Ah tapi biarlah , dia akan menanyakan hal itu pada suaminya tercinta .
Payal pergi menyusul Taemin ke kamar , Saat tiba di sana dia melihat Taemin sudah terlelap dalam tidurnya. .)
Flash back ofπππ
Dia selalu terjaga beberapa hari ini sehinga kurang tidur , badannya sudah berada di ambang batas saat ini.
(" Zara.... kau kembali...??" Juho terlihat berdiri di ambang pintu , Zara yang tiba tiba mendengar suara Juho perlahan membuka matanya kemudian seketika itu juga bangkit.
"J u h o..." Zara terkejut karena saat ini Juho ada di kamar itu tengah memandangnya dwngan penuh cinta.
"Kau terkejut aku datang ??? istirahatlah ..kau pasti sangat lelah... apa aku menganggu tidurmu...?..." Juho terlihat tersenyum ke arah Zara...
Gadis itu segera bangkit dan menghambur ke pelukan Juho , dia memeluk pria itu erat erat . Rindu , ya ...dia sangat merindukan kekasihnya itu..
Juho membalas pelukan Zara , di kecupnya kepala Zara penuh cinta.
"Aku sangat merindukan mu..... " Ucap Juho lirih ,..
"Aku juga... " )
__ADS_1
Tok
Tok
Tok
" Nona , apa kau bisa mendengar ku ?...
Tok Tok Tok....
"Juho !!! ..." Zara terkejut dan bangun dengan terduduk masih di atas tempat tidur ...ah .. ternyata hanya sebuah mimpi..
"Nona..." Payal masih berusaha membangunkan Zara , dia sudah dari tadi ada di sana
" Aku akan keluar sebentar lagi...." teriak Zara
"Baiklah , oiya kau bisa menggunakan semua baju di lemari itu .. ... kalau mau membersihkan diri kau bisa pergi ke belakang ... ada pemandian kusus perempuan di sana. " Ucap Payal lalu beranjak pergi dari kamar Zara. ah ...kenapa gadis itu susah sekali di bangunkan...padahal matahari sudah tinggi...
Zara perlahan beranjak dari tempat tidur , tapi baru sebentar dia kembali duduk di tepi pembaringan dengan kaki yang sudah menginjak lantai.
h h h... lagi lagi dia memimpikan Juho , ia berharap itu benar benar kenyataan , bukan hanya sekedar mimpi belaka , tapi itu...
T I D A K. M U N G K I N. !!!!!
Keinginannya adalah hal mustahil, Zara memejamkan ke dua matanya dan menghirup nafas dalam dalam....
Gadis itu kemudian berdiri dan berjalan ke arah lemari , perlahan di bukanya pintu lemari tempat pakaian . Di sana di penuhi banyak pakaian , ada perhiasan perhiasan dan sepatu juga di sana .
Jika di lihat lihat , pakaian itu sepertinya masih baru dan belum pernah di pakai sebelumnya. Zara tak sengaja melihat sebuah tulisan di balik pintu lemari itu.
Disana tertulis , ,Untuk... Zara ku...dengan simbol hati di akhir kata. Apa Juho membeli barang barang ini untuk dirinya. Apa maksud semua ini ??? Zara memegangi dadanya yang mendadak terasa sesak , Juho begitu mencintainya hingga mempersiapkan semua ini.
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ.............
ππππππππππππππππ
__ADS_1
Zara.... kau belum tau aja semuanya..... Sini kak Ceri bisikin.... siap siap aja senam jantung.... kak ceri bakalan nyiapin jebakan batman buat di kau .......
jadi....... tunggu tanggal mainnya... main apaanya enaknya..... main hati atau main api. biar kebakar sekalian.... hehehehe....