
Nandini menatap wanita yang baru saja menyandang status barunya sebagai janda itu dengan tatapan tajam dan penuh kemarahan di sana .
Semula ia merasa senang karena bertemu penduduk asli yang mengerti bahasanya , ia jadi sedikit lega saat ada orang yang mengerti dengan setiap yang ia ucapkan tanpa harus repot repot menggunakan bahasa isyarat.
Semula dia juga cukup percaya pada pasangan itu , kata kata mereka begitu ramah dan terkesan tulus ingin menolong .
Namun lihat sekarang !! Meski sudah membayar cukup banyak tapi mereka masih saja merasa kurang , keserakahan membuat mereka tega menyerahkan putri Zara pada orang lain.
Nandini merasa sudah gagal menjaga sang putri , meski di hatinya pernah merasa marah dan benci pada Zara karena menikah dengan pria yang di cintainya.
Tapi melihat keadaan zara yang begitu menyedihkan tetap membuat hatinya merasa iba .
Lagipula jika di bandingkan dengan dirinya sendiri maka putri Zara akan tetap lebih baik dari segala hal , dia tidak menampik kenyataan itu.
Lagipula Juho tampak begitu mencintai zara , dan tak pernah sekalipun melirik wanita lain. Seakan hanya zaralah wanita satu satunya di dunia ini .
Nandini hanya bisa menjadi orang luar yang diam diam mengagumi Juho , perlahan dia juga mencoba merelakan Juho bahagia bersama putri Zara .
Hal ini bukanlah sesuatu yang mudah di lakukan , merelakan juho bahagia dwngan wanita pilihannya . Tetap saja hatinya akan cemburu , tapi memangnya dia bisa apa ? Ini adalah takdir yang menyakitkan .
Saat ini Nandini hanya bisa merasa menyesal sudah bertemu dengan orang orang ini , tapi nasi sudah menjadi bubur . Waktu tidak bisa di ulang kembali .
Entahlah ini sungguh buruk , Nandini tidak tau orang orang yang membawa putri Zara kawan atau lawan . Tidak mengapa jika itu orang baik tapi bagaimana jika sebaliknya.
Bagaimana jika mereka ternyata musuh ?
bagaimana jika mereka mencoba melukai putri Zara ?
Bagaimana jika mereka ingin menghabisinya ?
Arghhhh memikirkannya saja sudah membuat kepala Nandini seakan ingin meledak.
Kemungkinan kemungkinan buruk itu membuat Nandini semakin marah .
"Katakan dengan jelas siapa yang sudah membawa saudariku pergi ,jika tidak aku tidak akan segan mengirim mu ke alam baka seperti suami mu ini " Ancam Nandini seraya mengarahkan pedangnya pada wanita itu.
__ADS_1
"Nona aku benar benar tidak tau , suami ku hanya menerima uang mereka tapi kami sungguh tidak mengenalnya sama sekali . Aku berkata jujur , mereka bilang dia adalah sodarinya yang kabur dan sudah mencari kemana mana ,aku hanya tau itu "wanita itu tampak genetaran di bawah ancaman Nandini.
" ... " Nandini tampak kesal ,tapi dia bisa melihat bahwa perkataanya jujur . Terlihat dari sorot matanya yang begitu ketakutan , dia tidak akan berani mempertaruhkan nyawanya jika berbohong
" Kumohon biarkan aku hidup nona " pintanya menggiba, air matanya terus menetes membasahi pipinya ia begitu ketakutan dan terus meminta pengampunan.
Tau begini kenapa mereka masih berani melakukan kesalahan hanya untuk sedikit uang yang akhirnya menggiring nasib buruk ini ?
Tidak kah dia memikirkan dampaknya lebih dulu sebelum bertindak ? Uang membuatnya lupa. bagaimanapun semuanya sudah terjadi.
Meski menyesal sudah tidak ada gunanya lagi karwna nyawa suaminya sudah melayang .
" Kau yakin tidak ada ciri khusus pada tubuh mereka cepat katakan" Teriak Nandini masih belum menyerah mwngorek informasi
"ii i tu , aku sempat melihat salah seorang dari pria itu memiliki bekas luka di punggung tangannya . Aku melihatnya saat ia memneri kami imbalan " Jawabnya jujur semoga nyawanya bisa di ampuni setelah mengatakan hal ini.
" Kalian sudah melakukan kesalahan besar "Ucap Nandini ... Dannn akhirnya
SRETT ** T **..... Arghh h hh
Terdengar suara jeritan kesakitan.
Itu akan sangat merepotkan nanti , akhirnya sepasang suami istri itu harus kehilangan nyawanya yang berharga hanya karena sedikit uang , keserakahan membuat mereka harus membayarnya dengan harga yang sangat mahal.
Nandini harus segera pergi , ia berharap orang orang jahat itu masih belum jauh . Setelah membawa barangnya nandini lalu pergi semoga ia bisa menemukann putri Zara.
Di tempat lain tampak seorang pejabat istama yang mengunjungi kediamam ratu , dia tampak membawa sebuah gulungan berwarna perak di tangannya.
"Salam yang mulia Ratu " Pria itu memberikan salamnya kemudian segera duduk setelah di persilahkan.
" Apa kau sudah membawanya ? " Tanya Ratu yang ternyata juga menunggu kedatangan bangsawan itu.
"Hamba sudah membuat daftar sesuai keinginan Ratu " Bangsawan itu memberikan gulungan yang ia bawa , Ratu perlahan membuka dan mulai membaca isinya.
Ratu mengangguk kan kepalanya tanda pias atas apa yang tertulis di sana.
__ADS_1
"Bagus ,kau melakukan pekerjaan mu dengan sangat bagus "
"Tapi Ratu , apakah yang mulia Raja tidak akan keberatan dengan ini ? " bangsawan song tampak sedikit ragu atas rencana itu.
" Ini adalah salah satu tugas ku sebagai ratu , aku akan berusaha membuat Raja mengerti . Kau tidak perlu hawatir karena kita tidak melakukan sesuatu yang melanggar hukum istana " Ucap Ratu meyakinkan
"Hamba jadi lega setelah mendengarnya itu " Bangsawan Song tampak lega , bagaimanapun rintangan terbesar merwka adalah yang mulia raja sendiri.
Tapi melihat bagaimana liciknya Ratu dia sangat yakin rencanw kali ini akan berhasil, ratu bahkan sudah mempersiapkan semuanya dengan matang dan penuh pertimbangan .
"Bagaimana dengan orang orang kita " Tanya Ratu
"Hamba sudah memberitahu mereka semua ,tapi Ratu tidak perlu hawatir . Mereka pada akhirnya menerima perintah Ratu apapun keputusan Ratu mereka semua akan menerimanya"
"Bagus, sangat bagus . Kali ini tidak ada lagi yang bisa menghentikan kita "
Setelah selesai memberikan laporan Bangsawan Song segera undur diri dari sana ,dia masih ada urusan untuk melancarkan rencana besar kali ini.
Selepas pria tua itu pergi dayang kepercayaan Ratu Dae Hwa segera duduk di hadapan Ratu.
"Yang Mulia Ratu hamba harap semuanya akan berjalan lancar " ucapnya sedikit gugup , Ratu bisa melihat keraguan dari sorot mata orang kepercayaamya itu.
"H hh h Kau juga merasa hawatir ? " Ucap Ratu yang melihat air muka dayangnya yang tampak sedikit tegang.
"Hamba hanya takut yang mulia Ratu akan mendapat kesulitan jika Raja tidak setuju atas keputusan ini ."
"Kau tidak perlu hawatir , semua akan baik baik saja " ucap ratu seraya tersenyum
🌶💢
Putra mahkota Ji yong tengah berjalan menuju kediaman kakaknya bersama beberapa abdinya yang setia mengikuti.
Ia tampak tegang entah apa yang menganggu fikiranya
acara perayaan sudah akan di mulai , para bangsawan sudah datang .
__ADS_1
Tidak hanya bangsawan pria tapi para wanita juga di perbolehkan datang , mereka akan duduk secara terpisah .
Para putri juga ikut hadir , acara ini selain sebagai peringatan penting tapi juga merupakan kesempatan bagi mereka untuk mengenal banyak orang