
Pangeran Seong jun kini tengah berada di atas atap , sebelumya pengawal sempat memperingatkanya tapi tidak di hiraukan.
Meski tidak terlalu tinggi tapi mereka tetap hawatir , hanya saja mereka tidak bisa berbuat apa apa karena mendapatkan tatapan setajam pedang dari mata pangeran seong jun.
Mereka merasa takut akan aura yang dikeluarkanya , pangeran ingin melihat bulan purnama dari atap .
Tanganya masih memegang minuman yang berupa arak , pangeran menatap bulan purnama seolah sedang melihat kekasihnya .
Tatapannya sendu dan penuh kerinduan di dalamnya , sepertinya pangeran sudah mulai mabuk .
Sejak dulu pangeran memang tidak pernah mau mengonsumsi semua jenis minuman ini yang menurutnya adalah minuman penghilang akal sehat .
Namun entah kenapa hari ini pangeran rela meminum minuman seperti ini , sebuah minuman yang paling di bencinya .
kerinduan di dalam hati begitu menyiksanya hingga membuatnya sungguh tak berdaya dan jatuh begitu dalam . Pria yang tangguh itu sedang berada dalam keterpurukanya .
"Zara . . . Kenapa kau pergi meningalkan ku ? " ucap pangeran lirih. Tanganya tampak meremas rambutnya karena frustasi.
Di ciumnya selendang putri zara ,matanya terpejam dan menikmati aroma yang ada di sana . Aroma yang selalu melekat di badan istrinya , aroma yang selalu di rindukan seong jun .
🌿🍒
Di dalam sebuah kamar
Shagun sedang menyelimuti pangeran kecil , dia datang untuk menengoknya. Tidak mungkinkan jika dia harus tinggal di sana karena ada chilsuk yang berjaga.
Bagaimanapun dia adalah wanita dan chilsuk pria dewasa , tentu tidak baik jika harus berada dalam satu ruangan .
Padahal sebelumnya jika yang bertugas Taemin maka dirinya bisa berjaga di kamar ini dengan pangeran dan Taemin berada di luar .
Tapi pria menyebalkanbini tampaknya tidak terlalu peka hingga membuatnya harus berjaga di luar dan akhirnya hilir mudik untuk menengok keadaan pangeran.
"Apa kau tidak lelah ? tidur saja di sana " Ucap chilsuk seraya menunjuk tempat pembaringan yang berada di dalam kamar itu yang memang di gunakan untuk dayang yang berjaga .
Biasanya shagunlah yang selalu mengunakanya jika pangeran tidur di kamar ini, hanya saja sejak chilsuk yang berjaga dirinya terpaksa harus berada di luar.
"(Tentu saja aku lelah , tapi kau ada di sini bagaimana aku bisa istirahat di sana . Dasar menyebalkannn) " Umpat Shagun dalam hati
"Kenapa diam , aku hanya akan mengunakan kursi ini . Apa ? Kenapa melihat ku seperti itu ? " Tanya chilsuk yang mendapat tatapan datar dari shagun, entah kenapa dia merasa dayang putri Zara ini tidak menyukainya .
__ADS_1
Astaga diakan tidak pernah menyingung gadis ini ,kenapa wajahnya masam seperti itu ?
"Tuan chilsuk itu tidak mungkin "
"Kenapa ? Ada yang salah ? " tanya chilsuk masih tak mengerti ,huh jika bukan tangan kanan pangeran seong Jun maka shagun pasti sudah menendangnya sejak tadi.
Pergilah dari kamar ini bodohhhhh !!!
Mungkin Shagun bisa mengumpatinya seperti itu jika bisa tentunya😅 tapi mana berani dia.
"Pria dan wanita tidak bisa tinggal dalam satu ruangan tuan , maaf tapi itu menyalahi aturan "Ucap shagun memberanikan diri menyampaikan fakta itu ,yahh mungkin saja tuan chilsukbyang terhormat ini melupakannya .
" Aku hanya ingin berjaga di sini , keamanan pangeran jauh lebih penting " Ucap Chilsuk menjawab perkataan shagun.
Apa gadis ini tidak tau betapa beratnya tangung jawab ini , bagaimanapun juga segala kemungkinan bisa saja terjadi . Chilsuk takut sampai lalai
Namun mendengar jawaban pria ini membuat shagun semakin kesal ,as ta gaaaaa. Tempat ini ada banyak dayang suryavans yang memiliki kemampuan tempur.
Belum lagi para prajurit , hahhh apa shagun harus menjelaskan betapa chilsuk ini semakin tak masuk akal .
Apalagi ini istana ,apa orang di tempat ini suka menyerang secara terang terangan di dalam kerajaan ini ? Apa tidak terlalu berani atau mungkin memang terlalu bodoh.
"Aku bukan Taemin ! hei ada apa dwngan wajah mu ? Kenapa melihat ku begitu ? A a aku tau . Apa kau takut aku akan macam macam pada mu ? Nona Shagun kau tidak perlu hawatir aku tidak mudah tertarik pada hal seperti itu " Ucap chilsuk mengemukakan apa yang terlintas di kepalanya.
Mereka berdua mencoba berbicara dengan menekan suaranya agar tidak menganggu pangeran kecil yang sedang beristirahat , kalau sampai bangun dan rewel bisa repot nanti.
Hei aku juga tidak tertarik pada mu bodoh !!! Shagun semakin dongkol dan mulai mengumpatinya dalam hati . Apa pria ini bisa lebih menyebalkan lagi ? Shagun ingin memukul kepalanya itu jika bisa
" Ishhhh Tuan aku juga tidak tertarik ( setidaknya aku tidak akan tertarik pada mu , aduh pria ini benar benarr membuat ku kesal arghhhhh ) " Wajah shagun semakin di tekuk dan tampak tidak suka .
Melihat itu Chilsuk jadi menggaruk lehernya yang tidak gatal ,apa ? Kenapa dia tampak kesal begitu ,huh dasar wanita. Aneh sekali
"Ck baiklah aku keluar saja " Akhirnya chilsuk mengalah dan mulai berjalan keluar ,aih gadis ini apa sengaja ingin mengusirnya dari sini .
Saat chilsuk melewatinya shagun terlihat mengangkat tangan seolah ingin memukul pria itu . Namun Chilsuk kemudian segera menoleh saat merasa ada pergerakan di belakangnya.
Namun dia hanya melihat shagun tersenyum aneh hingga menampilkan gigi putihnya ,kenapa dia senyum senyum begitu ck
Shagun segera menarik tanganya dan memamerkan senyum kudanya ,sial dia hampir saja ketahuan. Pria ini cukup waspada rupanya He he he
__ADS_1
Dua orang ini sedikit konyol memang.
Chilsuk hanya mencebik dan berjalan keluar , lebih baik mengalah daripada harus berdebat dengan nona shagun itu . Ish merepotkan sekali.
Akhirnya chiksuk pergi juga , Shagun jadi bisa bernafas lega .
😁😁
Pangeran meneguk minuman itu lagi , tiba tiba dia melihat kain saree yang melambai tertiup angin .
Pangeran menoleh dan melihat seseorang berdiri tak jauh dari tempatnya.
Seorang wanita tengah bersandar di tiang dan tampak tersenyum manis padanya , panheran melihat putri Zara di sana .
"Za ra " Ucapnya lirih
Dia lalu mulai bangkit dan berdiri untuk berjalan menghampiri wanita itu.
belahan jiwanya , cinta sejatinya , kekasih dalam hidupnya .
Namun saat sudah berdiri dan melihat kearah iti dia tidak menemukan wanita itu di sana.
Diamana dia , pangeran menoleh ke kiri ke kanan namun tetap tidak menemukannya.
Senyum pangeran mulai terbit saat melihat wanita itu berjalan di bawah sana. Pangeran lalu bergegas pergi dari atap dan turun.
Lagi lagi saat sudah di bawah ia kehilangan wanita itu , saat kembali melihat sekeliking tampak putri zara sedang duduk di tanjakan .
Tanganya melambai ke arah pangeran seong jun, namun saat kembali di hampiri bagmyangan itu kembali hilang.
Orang orang hanya bisa melihat keanehan pangeran Seong jun . Pangeran lalu terduduk di sana .
Pangeran seakan merasakan sesuatu dan menoleh ke samping saat merasakan ada sentuhan di tanganya , ia bisa melihat istrinya tersenyum kepadanya..
Putri Zara mengenggam erat jemari pangeran seong jun kemudian menyandarkan tubuhnya di bahu pangeran.
pangeran lalu merengkuhnya ke dalam pelukanya.
Dayang dan prajurit melihat pangeran sedang duduk memeluk pagar di samping lnya , sepertinya pangeran sedang mabuk.
__ADS_1
Namun tidak ada yang berani mendekatinya.