
"Arghh " teriak musuh karena mendapat tebasan di dadanya ,ia pikir wanita itu tidak benar benar bisa memainkan pedang tapi dugaanya salah besar . Dia sangat hebat menggunakan senjata itu
Chanso masih di serang oleh tiga orang sekaligus , musuhnya ini benar benar pengecut hingga beraninya kroyokan.atau mereka memang tau siapa lawanya sebenarnya
Di tempat Juho pertarungan juga masih terus berlangsung , juho sudah menjatuhkan beberapa orang dengan kejamnya.
Beberapa prajurit pm ji yoong juga tumbang, begitupun dengan petarung yang di latih di tempat tersembunyi milik juho. Ada pula warga yang ikut terluka meski tidak parah.
Saat ini ia bertarung dengan seorang yang cukup mahir menggunakan pedang , itu adalah chae yeol . Tapi tentu bukan lawan sulit bagi Juho
Juho menyerangnya beberapa kali hingga membuat musuhnya terdesak. Juho bahkan berhasil menusuk perutnya .
Melihat tuannya terluka dua orang mencoba menghalau juho dan memberikan kesempatan pada tuannya untuk melarikan diri dari tempat ini.
Chae yeol segera memacu kudanya sekuat tenaga berharap ia bisa selamat .
Dua orang itu mulai kualahan menghadapi Canso ,padahal mereka adalah prajurit khusus yang sangat terlatih.
Tapi mau bagaimana lagi lawan mereka adalah mantan panglima besar .
Panglima Tae Gwa segera mundur dan menyerang Zara dan menjadikan wanita itu sebagai tawanan .
Zara yang sempat merasa kram di perutnya dan hal itu membuatnya menjadi lengah hingga bisa di serang.
Setelah menghabisi ke dua musuhnya Chanso segera mendekati putri Zara yang kini sedang di sandra .
Chanso begitu marah ketika melihat ada pedang di leher sang putri .
Banu yang juga berhasil mengalahkan musuhnya di bantu Shagun meski ia sempat mendapatkan sejumlah luka di tubuhnya .
Shagun dan Banu juga terperangah. Melihat pemandangan itu . Lawan mereka tinggal satu orang tapi . . Ia saat ini menyandra putri Zara .
Di balik penutup wajahnya Tae Gwa menyeringai , sepertinya wanita ini bisa ia gunakan untuk melumpuhkan Chanso melihat betapa gigihnya chanso berusaha melindunginya .
Apa dia wanita spesial bagi chanso , meski masih muda tapi wanita ini begitu cantik .
"Aku tidak akan segan melukainya jika kau berani mendekat " Ancap Tae gwa menekan pedangnya hingga leher zara sedikit tergores dan mengeluarkan darah dari luka itu
"Siapa kau , kemari dan lawan aku !!! Jangan jadi pengecut " Teriak Chanso marah
"Buang pedang kalian dan aku akan melepaskanya " Pancingnya , shagun banu dan chanso segera menuruti kemauan musuh dengan membuang jauh senjata mereka.
Tak lama kemudian Juho akhirnya datang bersama beberapa orang . Pertarungan di tempatnya sudah di menangkanya , semua musuh sudah berhasil di habisi.
Tae Gwa begitu terkejut ketika melihat siapa yang datang , Juho menatap tajam musuhnya yang berani menyandra Zara .
"Lepaskan dia !!!" ucap Juho setengah berteriak
Panglima Tae Gwa yang semula berniat melepaskan wanita ini dan akan bertarung dengan chanso mengurungkan niatnya .
__ADS_1
Ia mungkin tidak akan menang melawan mereka dan akhirnya
BYURRRRR .....
Tae Gwa menarik wanita itu dan terjun ke dalam sungai .
Karena hujan arus airnya menjadi lebih deras.
"Zaraaaaa tidakkkk!!! " Teriak Juho , ia lalu ikut melompat tidak perduli dengan apapun lagi.
Yang ada di fikiranya saat ini hanya ada zara dan calon anak mereka yang bahkan belum lahir .
Chanso juga ikut melompat , tapi tidak dengan banu dan Shagun yang terluka cukup parah .
Prajurit segera menolong shagun dan banu
😭😭😭😭
Satu minggu kemudian
Juho terlihat masih belum bangun karena cedera di kepalanya yang menghantam batu saat mengejar zara satu minggu yang lalu.
Chanso terpaksa memilih menyelamatkan Juho terlebih dahulu ,tapi para prajurit sudah menyisiri sungai bahkan hingga ke bawah air terjun.
Jika musuh atau putri Zara tidak selamat tentu tubuh mereka akan di temukan di air terjun. Tapi tidak ada jejak baju ataupun mayat di sana.
Keadaan Shagun kini juga sudah lebih baik ,ia sudah bisa mengasuh pangeran Zaheer . pangeran kecil ini tidak mau dengan siapapun selain Shagun. Tapi pangeran kecil sudah mulai terbiasa dengan neneknya
Semua warga terkejut saat mengetahui identitas asli Juho , Juho ternyata adalah putra sulung Raja di kerajaan ini.
Dia adalah seorang pangeran , ini benar benar mengejutkan mereka semua. Pantas saja jika ada orang yang ingin menyerangnya.
Permaisuri menatap sedih putranya yang terbaring lemah .
"Shagun berikan pangeran pada ku " Ucap permaisuri myung hee
Shagun segera menyerahkan bayi laki laki itu , permaisuri berulang kali menciumnya.
Dia terlihat mirip dengan putranya meski beberapa hal juga menurun dari Zara.
Mata dan bibirnya seperti Zara , sedang alisnya yang tebal , kulitnya yang putih bersih serta wajahnya lebih mirip pangeran seong Jun putranya.
Shagun segera meninggalkan ruangan itu saat raja masuk.
Raja begitu senang ketika melihat cucu laki lakinya itu, tapi ia juga sedih melihat putranya yang terbaring lemah.
Penyelidikan masih berlangsung , dari penelusuran Chanso ia bisa menemukan jejak di pinggir sungai yang berseberangan .
Jejak itu berada tak jauh dari mulut air terjun , ia berhasil melacaknya . Chanso sendiri yang memimpin penelusuran itu, bisa di pastikan jika putri Zara dan musuh selamat .
__ADS_1
Dia juga bisa menemukan selendang tuan putri yang terjatuh .
😱....
Perlahan mata juho mulai terbuka . Ia bisa melihat ibunya sedang menggendong putranya .
Raja segera menghampiri pangeran ketika melihat matanya yang mulai terbuka .
" Panggil tabib sekarang " Ucapnya pada prajurit yang berjaga di depan pintu
"Seong Jun kau sudah sadar " Permaisuri tampak bahagia akhirnya putranya bangun juga.
Raja membantu Pangeran yang mencoba duduk , Seong Jun memegangi kepalanya yang terasa sakit.
"Arghhh . . Zara . . Zaraa " Juho tampak panik
"Pangeran tenangkan diri mu , Chanso berhasil melacak keberadaanya " Ucap Raja
"Ayah "
". . . Ya ini ayah , kau tidak perlu hawatir ayah akan melakukan segala cara untuk bisa menemukan istri mu secepatnya" Ucap Raja penuh keyakinan.
Tabib segera memeriksa keadaan pangeran , ia menghela nafas lega . Pangeran sudah dalam keadaan baik meski tetap harus beristirahat.
"Taemin menghadap yang mulia " ucap Taemin yang memasuki ruangan.
Taemin merasa lega melihat junjunganya akhirnya sadar ,ia lalu segera memberikan selendang berwarna keemasan itu pada sang pangeran.
"Ini selendang milik Zara "
"Ya , tuan Chanso yang menemukannya "
"Aku ingin mencari Zara " Juho mencoba bangkit tapi di tahan oleh ibundanya
"Pangeran kendalikan diri mu , Kita semua berharap Zara segera di temukan . Kau harus percaya pada chanso yang siang malam tidak lelah mencarinya , selain itu putra mu membutuhkan mu di sini " Ucap permaisuri mencoba menenangkan .
Pangeran Seong jun menghela nafasnya meski terasa berat ia lalu memintabpangeran Zaher dan menggendong putranya .
💣💢💢
Sementara di tempat lain yang sedikit gelap terdapat seorang wanita yang di kurung , kakinya di pasangi rantai besi untuk mengikatnya .
Keadaanya sedikit memprihatinkan , itu adalah putri Zara yang kini berada dalam tawanan musuh. Begitu kejamnya Dae jin menempatkan wanita ini di tempat yang lebih mirip seperti sell.
Dae jin berniat akan menghabisinya nanti saat waktunya tepat , wanita ini sempat benerapa kali menyerang anak buahnya hingga tewas .
Benar benar menarik bukan , keberadaan wanita bernama Zara ini hanya di ketahui oleh segelintir orang saja . Mengingat ada kemungkinan dia memiliki ikatan Khusus dengan Chanso ( fikirnya , yah tidak tau saja kalau dia sebenarnya adalah istri pangeran seong jun )
"Tuan "
__ADS_1