
Dongwoon segera memacu kudanya untuk segera pergi ke kerajaan menyampaikan surat untuk putra mahkota. Mereka berdua , Dongwoon dan Chilsook membagi tugas .
Sementara Juho saat ini sudah berada di atas kapal dan berlayar di atas samudra yang luas , Paman Chunso berada di sebelahnya .
π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅
Raja Madraka dan Rombongannya telah sampai di istana , tanpa penyambutan dan iringan terompet ataupun genderang.
Raja Balraj ikut di bawa masuk menggunakan tandu , dia masih belum sadarkan diri sejak peristiwa penusukan itu .
Ratu dan Putri Jhanvi menyongsong kedatangan mereka , pangeran Sanjev terlihat memakai borgol di tangannya. Putri Jhanvi berlari memeluk suaminya .
" Putri Jhanvi , lama kita tidak bertemu... " Raja Madraka Mahender Chawala menyapanya dengan senyuman. Tapi Putri Jhanvi sengaja mengabaikannya.
"Kau tidak di terima di sini , Mahender..." Ucap putri Jhanvi berani , mendengar itu seorang prajurit bersiap menyerangnya
"hmnnn...." Raja Madraka mengangkat tanganya , prajurit itu mengurungkan niatnya karena di cegah sang raja
"apa begini cara mu menyambut tamu ? dimana keramahtamahan mu yang dulu Jhanvi ...."
"Aku hanya akan menyambut tamu yang datang dengan damai , bukanya seperti mu . Datang dengan membawa peperangan dan ke hancuran.. Jika kau bertanya di mana keramahtamahan ku ??. Maka aku Juga akan menanyakan hal yang sama pada mu , dimana kau sembunyikan teman ku yang baik hati dan berjiwa kesatria ....kau sudah banyak berubah Mahender...."
"Aku selalu mengagumi keberanian mu Jhanvi .... tapi aku sangat menyesal teman mu yang dulu sudah lama mati.... ..."
"lepaskan suami ku ... kau membuatnya seperti seorang penjahat , ... "
"...Baiklah....prajurit...Lepaskan dia....." Perintah Raja Madraka , seorang pria maju dan membuka borgol Pangeran Sanjev . Orang orang di sana terkejut dengan sikapnya yang seolah melunak di hadapan seorang wanita .
"Yang Mulia....."
"Sssttt.... Jangan membuatku malu di hadapan Teman ku , itu hanya permintaan kecil . Aku tentu tidak boleh menolaknya..." Raja Mahender tersenyum licik , ya ... dia dan putri Jhanvi dulu memang sahabat karib. Tapi kini.. . ikatan itu sudah terlepas dari simpulannya.
"Sanjev kau tidak apa apa ?... bagaimana dengan ayah..." Putri Jhanvi terlihat sangat hawatir pada suaminya ,
"Aku baik baik saja. tidak perlu hawatir. "
"Paman Avenash masih hidup.... tenang saja , Aku sudah menolong mu , sekarang kau juga harus menolong ku Putri Jhanvi....... Panggilkan Putri Zara kemari... aku sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengannya...."
"Jangan pernah memanggil nama adikku dengan lidah kotormu itu , " Pangeran Sanjev terlihat sangat marah.
" ssstt jangan marah begitu , sebentar lagi aku akan menikahi Putri Zara dan kau akan menjadi Kakak ipar ku, tidak perlu hawatir . Aku akan menjadikannya Ratu di Madraka...."
" Aku tidak akan membirkan itu terjadi...tidak akan...." Pangeran ingin sekali menghajar Raja Mahender tapi di cegah Putri Jhanvi.
" Putri Jhanvi , aku sedang menunggu ..."
__ADS_1
"Zara tidak ada di sini ...." Ucapnya lantang membuat Mahender Chawala menajamkan matanya , seolah keduanya seperti akan keluar .
Begitu pula dengan Pangeran Sanjev, dia juga terkejut saat mendengar adiknya tidak ada di sana ? kemana zara pergi...
" Bohong ... Kau tau aku tidak suka lelucon seperti ini Jhanvi , jangan menguji kesabaran ku... "
"Putri ku Zara memang tidak ada di sini , dia sudah meninggalkan istana sejak beberapa hari yang lalu ....aku bahkan tidak tau kemana dia pergi ?? ." Ucap Ratu memberikan penjelasan...
"Hahh!!!...." Raja mahender membanting barang barang di depannya karena marah.
" Apa kalian mencoba menyembunyikannya dari ku ? ."
"Untuk apa , dia bukan barang yang perlu di sembunyikan, Zara bisa pergi ke tempat manapun .yang dia mau...bahkan kami tidak bisa mencegahnya. .apalagi kau...." ucap Jhanvi ketus
"Ahhh...diam!!?..Geledah istana ini ? Jika perlu cari ke pelosok negri ..aku ingin calon istri ku di temukan secepatnya , dan jangan kembali sebelum berhasil membawanya ke hadapan ku..." Ucap Raja mahender .
Dia memerintahkan pasukannya untuk mencari putri Zara .
" Kurung mereka.... mereka akan jadi tahanan rumah... Bawa Pangeran Sanjev ke penjara bersama tahanan perang yang lainnya...."
"Mahender...kau tidak bisa melakukan ini pada kami.... Mahender....." Teriak putri Jhanvi yang kini di bawa paksa menuju kamarnya, Ratu juga mengalami hal yang sama.
" Aku masih memandang mu sebagai kerabat dan wanita yang pernah menjadi sahabat baik ku, jika tidak aku pasti sudah melemparkan mu ke dalam penjara..." Ucap Raja Mahender lirih namun masih tetap bisa di dengarkan oleh mereka semua yang ada di sana.
Ya , Mahender Chawala . Bukan tanpa alasan dia bersikap sedikit lunak pada putri Jhanvi, di masa lalu dialah yang sering memberinya semangat dan perhatian .
πΊπ»π»π»π»π»π»πΊπΊπΊπΊπΊ
FLASH BACK ON
( Waktu itu Putri Jhanvi melihat pangeran Mahender yang berlari sambil mengusap air mata di pipinya , saat itu usia mereka kira kisa baru 13 tahun.
Para pangeran lain terlihat mentertawakannya , melihat itu Putri Jhanvi mengikuti Pangeran Mahender yang terlihat bersembunyi di balik pohon seraya menangis sesegukan ...
Di tepuknya pundak Pangeran Mahender , diapun menoleh dan melihat Putri Jhanvi ,kerabat jauhnya sudah ada di belakangnya seraya tersenyum manis
Melihat itu dia lalu segera menghapus air mata di pipinya.
"Mau apa kau kemari !??!! Kau juga mau menertawakan ku !??..."
"Tidak... kenapa aku harus melakukan itu , jahat sekali . Kau kenapa ?? apa mereka mengganggu mu lagi , mau ku bantu menghajarnya ??
"Memangnya bisa..? kau akan kalah ...."
"Kita minta tolong saja pada paman Bagwandas biar telinga mereka di tarik keras keras ( Jewer ) sampai memanjang.. atau kita pukul saja pantat mereka dengan sapu..."
__ADS_1
" Mereka Pangeran Madraka , kau tidak takut di hukum ? "
"Tidak... kau juga pangeran Madraka .. lagi pula jika paman Bagwandas tau mereka selalu mengganggu mu dia tidak akan membiarkannya juga... Paman Inder juga tidak akan marah... bukankah paman Bagwandas yang di tunjuk untuk melatih kalian....aku sering melihatnya menghukum pangeran yang melakukan kesalahan..."
"Mereka mengangguku saat tidak ada paman...aku akan di cap sebagai pengadu kalau melaporkan mereka"
" Mahender jangan bersedih lagi, kau harus menjadi lebih kuat . Paman Raja pasti akan senang dan bangga pada mu , meskipun tidak menjadi raja . Kau bisa berjuang untuk menjadi prajurit terhebat di Madraka.... aku yakin kau bisa ..."....
" Benarkah ?? kau percaya itu..."
"Tentu saja , aku yakin kau pasti bisa . Jangan pernah menyerah.... buat mereka menelan kata katanya lagi... jangan biarkan mereka semua mengejek mu..."
"Terimakasih karna sudah memberiku semangat , aku akan buktikan pada mu..aku akan jadi orang yang kuat.. aku juga akan melindungi mu nanti...."
Putri Jhanvi dan pangeran Sanjev mengulurkan tangan menyatukan jari kelingkig mereka dan berkata
" Teman , sahabat ,saudara... janji adalah janji... janji seumur hidup hingga mati...kita akan menjadi kuat dan berjaya bersama..."
selepas mengucapkan itu mereka tersenyum bahagia.... tak lama kemudian terdengar gemuruh di langit , sebentar lagi hujan.. mereka segera berlari menuju istana....
Saat usia mereka 20 tahun ( kira kira...)
Putri Jhanvi membantu Mahender yang tidak sengaja terperosok ke dalam lubang buatan kakak2 nya ( satu ayah beda ibu ), bahkan putri Jhanvi sempat memarahi mereka dan mengatakan bahwa mereka semua adalah pengecut.
Tidak pantas di sebut kesatria karena selalu menindas yang lebih muda , untung saja terompet istana yang menjadi tanda para pangeran harus segera berkumpul di bunyikan . Jika tidak maka mereka berdua akan mendapatkan masalah .
"Kau tidak apa apa....kenapa setiap aku ke mari kau selalu dalam masalah ... astaga Mahender kapan kau akan berhenti di jahili seperti ini... " Putri Jhanvi membantu Pangeran Mahender membersihkan bajunya yang kotor..
"Ya , begitulah Jhanvi.. kau tau sendiri..hidupku tidak pernah mudah...."
"Apa kau mau menagis karena itu...dengar aku ini lebih tua dari mu kenapa kau tidak pernah memanggilku kakak.. dari struktur keluargabkau juga lebih muda dari ku..dasar tidak sopan.."
"Tidak mau... kau saja yang memanggil ku kakak...aku lebih tinggi dari mu...lagi pula aku tidak memiliki adik perempuan....menangis. tidak akan.... justru aku akan berlatih lebih keras lagi supaya bisa membuktikan pada ayah kalau aku adalah pejuang yang tangguh.."
"kau itu benar benar... aku hanya sedikit lebih pendek dari mu..jangan semena mena ya..lagi pula sejak kapan menentukan kakak atau adik dari tinggi badan... menyebalkan sekali....ah...sudahlah ...ayo kita kesana.nanti kau terlambat.. "
" aku akan membersihkan diri dulu..."
"Tidak ada waktunanti paman Bagwandas marah , bilang saja kalau kau tadi habis berlatih jadi badan mu kotor...."
"ya ya.... baiklah..."
FLASH BACK OF......
Raja Mahender masih mengingat kenangan masalalunya dengan Putri Jhanvi , di tenggaknya minuman di tangannya . dan meletakkannya dengan keras di atas meja...dia masih merasa ..kesal
__ADS_1
πͺπͺπͺπͺπͺπͺπͺ........... .β‘β‘β‘β‘β‘