
Zara terlihat mendekat ke arah pemuda itu lalu meletakkan sebuah apel di tanggan Juho.
"Orang-orang kami selalu tau caranya berterimakasih, tidak perlu hawatir " Ucap Zara agak ketus.
Lalu Zara segera pergi meninggalkan Juho di sana seorang diri , Juho yang masih terus menatapnya jadi senyum-senyum sendiri .
gadis itu pergi menaiki perahu kecil di pinggir kanal , setelah duduk dia menoleh kearah pria itu lagi . Orang asing itu ternyata masih terus memperhatikannya .
"Nona, siapa pria itu? " Shagun penasaran karena sedari tadi orang itu masih melihat nona Zara meskipun perahu sudah berjalan cukup jauh.
"Hanya orang asing " Perahu itu terus berlalu hingga hilang diujung mata, Juho hanya tersenyum , matanya melihat apel yang di dapatkannya secara percuma. Kemudian mulai melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan tempat itu .
Taemin sekarang sudah sampai di kedai obat milik Lall Sing, pandanggannya mencari ke segala arah. Tapi orang yang dicarinya tidak ada di sana , gawat.
" Apa Juho tadi sudah kembali paman ??" Tanya Taemin memastikan.
" Bukannya tadi dia pergi bersamamu?? apa kalian berpisah ??"
"Sebaiknya kita cari bersama " Ucap Chilsuk
"Juho bukan anak kecil, biarkan saja dia jalan2 menikmati pasar. Bukankah dia itu bisa bela diri ?? dia akan baik-baik saja " Ucap Lalsing yang masih sibuk melayani pembeli di kedai miliknya.
"Dia baru pertama kali kesini, mungkin tersesat ?? kenapa kalian bisa terpisah" Chilsuk yang tadinya ikut hawatir menjadi tenang mendengar perkataan tuan Lall barusan
Dia kini terlihat sedang membaca buku sambil memperhatikan obat herbal meski hawatir tapi dia sudah ditugaskan Juho untuk belajar ilmu penggobatan pada Lalsing dan harus menyampaikan hasilnya pada Juho ( jadi Juho ikut menyimak, cerdassss bukan)
"Kalian tidak perlu hawatir, disini masih dalam wilayah kekuasaan Kakkar. Tidak akan ada yang berani mengganggunya kalau mereka tau Juho berguru pada tuan Kakkar yang terkenal galak itu " π π
"Apa paman Chanso juga belum kembali? " Tanya Taemin
" Tempat penjualan senjata tidak terlalu jauh, temanku sendiri yang menggantarnya. lebih baik kalian lanjutkan kerjanya, dan tunggu mereka kembali , jika Juho tak kunjung datang kalian bisa mencarinya nanti "
πππ
Juho sedang berhenti di sebuah kedai buku, dia membeli beberapa buku dan alat tulis. Panggeran yang sedang menyamar itu kemudian mulai melanjutkan perjalananya menelusuri pasar sampai bertemu kembali dengan teman2nya dan Chanso.
" Darimana saja, ??? kami semua menghawatirkan diri mu " Taemin menghampiri Juho, mereka ber 3 hampir saja pergi mencari Juho tapi sebelum berangka Juho ternyata berhasil menemukan kedai lalsing.
"Apa itu? " Tanya paman Chanso yang terlihat membawa banyak barang belanjaan.
"Jurnal, paman sudah dapat pesanan ku ?"
"Ada di peti " Paman Chanso ternyata membeli beberapa busur beserta anak panah dan belati . Tak lupa juga mengambil pesanan pedang milik Juho yang memang sudah di pesankan Tuan Lallsing beberapa waktubyang lalu. Juho sendiri yang menggambar detail pedang miliknya.
Juho menerima pedang dari tangan Paman Chanso , Juho menarik pedang itu dari sarungnya. Pedang yang sangat cantik , di sana juga terdapat ukiran namanya " Seong Jun " dalam bahasa hindi.
πππππππππππ₯π₯π₯π₯
KEDIAMAN BANGSAWAN YUL
"Pertunangan ini terpaksa dibatalkan, kita tidak bisa menjodohkan anak kita dengan orang yang masih tidak diketahui keberadaannya sampai saat ini .."
__ADS_1
"Apa baginda menerimanya. ??" Nyonya Moon menatap suaminya , menunggu jawaban. Kemudian disambut anggukan oleh suaminya.
"Aku sudah mendapatkan perintah penangguhannya, tapi "
"Ada masalah dengan itu?.."
"Yang mulia raja meminta kita menunggu selama 5 tahun, baru surat ini akan mendapat stempel pengesahan yang mulia "
"Itu artinya Moon Geong tidak boleh berjodoh dengan siapapun selama 5 tahun? " Nyonya terkesiap mendengar pernyataan itu.
"Suamiku, bagaimana mungkin ini bisa terjadi??."
"Ini adalah keputusan yang mulia, tidak ada yang bisa kita lakukan. Dimana Moon Geung sekarang?"
Wanita itu menghela nafas mendengar keputusan itu, memang tidak mungkin mereka memutuskan pertunangan begitu saja mengingat karena sebelumnya mereka sendirilah yang menggajukanya pada kerajaan.
"Seharian ini hanya menyulam..."
"Kau tidak perlu hawatir, anak kita akan baik2 saja ".
Seorang gadis cantik tengah sibuk menyulam, sulaman bungga sakura yang bermekaran. Di sekelilingnya terdapat dayang2 yang ikut menemani nona muda itu, sesekali mereka bercanda tetapi nona Moon Geoung yong hanya diam melanjutkan sulamannya.
Entah apa yang dipikirkan gadis belia itu..
######.....######.ππππππππ##
Hari berselimut malam, Juho mulai mengisi jurnal yang berisi tentang petualanggannya menjelajahi dunia luar. Juho dan kawan-kawan mengginap disana selama 2 hari ke depan.
Rempah-rempah dan masih banyak lagi , dia memilikki beberapa lapak yang kesemuanya diurus oleh para pekerja. Sehingga Lall Sing hanya cukup mengontrol dan kadang pergi ke beberapa kerajaan berkeliling untuk menjual dan membeli barang2 yang beraneka ragam.
Lall Sing ternyata ta adalah pedagang yang ulung dan pintar berbisnis, hanya saja sayang karena hingga saat ini belum mendapat keturunan juga dari pernikahannya bersama Damini.
Sehingga ketika bertemu Juho dia senang sekali, serasa memiliki anak. Usia Lall Sing kurang lebih sudah menginjak 50 tahun, ketika di tanya Taemin kenapa tidak menikah lagi.
Jawabannya begitu mengharukan, ternyata dia tipikal pria setia yang sudah merasa cukup memiliki seorang istri. Hidupnya dengan Damini sudah cukup bahagia meskipun kadang mereka berdebat. Sebenarnya hubunggan mereka cenderung harmonis.
Ya tidak dipungkiri memang kedatanggan Chanso membuat Damini girang, tapi sikapnya itu hanya sekedar menggoda saja tidak benar2 jatuh cinta. dia cukup sadar pada stasus dan usianya.π€£π€£
"wah lukisan ini cantik sekali, dia siapa pangeran" Ucap Chilsuk seraya berbisik .
Dia melihat lukisan seorang gadis yang sanggat cantik di meja Juho, seketika Juho langsung menutup buku besar itu. Buku yang hanya berisi lukisan2 Juho. Tentu saja tidak sembarang orang boleh melihatnya tanpa seizin Juho .ππ
"Eh yang mulia, dimana kau bertemu dengan gadis ini. Apa kau tadi terlambat karena bertemu denggannya ??" Bisik Chilsuk
Dia sengaja mengecilkan suarannya karena semua orang sudah tidur saat itu , dan hanya mereka berdua yang masih terjaga. Juho hanya menatap kesal pada Chilsuk. Bisa-bisanya dia mengintip .
"Baiklah kalau tidak mau , ya tidak usah di jawab " Chilsuk kembali membaca buku2 tentang pengobatan itu.
"Lama lama bukanya menjadi prajurit, aku akan beralih profesi menjadi tabib yang sukses seperti tuan Lall Sing "
"Ehem " Juho berdehem dan melirik Chilsuk lagi, kali ini tatapannya lebih tajam dan menyeramkan dari sebelumnya
"Apa kau keberatan dengan tugas yang ku berikan padamu Han Chilsuk ?"ππ
__ADS_1
"Ttt tidak, tentu saja tidak pangeran (kalau pangeran sudah marah begitu wajahnya jadi terlihat menakutkan) em kalau begitu aku akan tidur dulu pangeran , e aegyo badan ku lelah sekali "
Chilsuk kemudian segera pergi melarikan diri dari sana sebelum Yang mulia mengatakan hal lain yang akan membuatnya semakin tidak berkutik .
Juho terus menulis jurnalnya, sesekali tersenyum melihat lukisan gadis itu, Juho menuliskan sesuatu disamping lukisan (Zara ) di meja.apel yang di berikannya tadi masih setia menemani, kemudian perlahan Juho mulai memakannya karena merasa lapar.
πππππ@@@$@ππππππππ
( Beberapa bulan kemudian )
Permaisuri Myung Hee membaca gulunggan itu . Dayang Misun merasa heran dengan sikap junjunggannya.
"Permaisuri, anda ahir-ahir ini terlihat lebih banyak tersenyum apa ada berita baik?"
"Misun, setiap ibu akan merasa bahagia saat putranya juga bahagia " Permaisuri tersenyum
"pangeran dan putri tentu akan bahagia..yang mulia raja sanggat menyayangi putra putrinya.. hanya saja hamba masih merasa prihatin karena kegaduhan beberapa waktu yang lalu "
" Chanso ada bersamanya .. dia akan menjaga putraku denggan baik.. "
Ya , beberapa bulan yang lalu mereka menemukan sesuatu yang berhasil mengguncang kerajaan .
Mereka menemukan mayat di tengah hutan, mayat mayat yang telah rusak dan sulit untuk di kenali . Diantara mayat itu ada yang memiliki sebuah benda yang sangat penting , yaitu tanda pengenal Pangeran Seong Jun .
Dan saat itu istana benar benar kacau , Permaisuri sampai jatuh sakit.
ππππππππ***πππππππ
Sekelompok anak kecil denggan pakaian lusuh berkumpul menanti makanan yang sedang di bagikan nenek , wanita tua itu membagikan bubur pada semua anak anak di sana.
" Ku kira hari ini kita bisa makan enak." Sahil sedikit melirik ke arah Cote.
"Yang penting masih bisa makan, mau apalagi "
"Tuan tadi kantunggnya terlihat penuh, kenapa hanya membuat bubur? " Banu menimpali
"Kantung itu bukan miliknya, dia tadi berhasil menangkapku . Itu milik orang lain aku minta maaf"
"Yang benar saja, tidak ada yang bisa menandinggimu dalam berlari Cote. Bagaimana bisa kau sampai tertangkap " Sahil menimpali sambil memakan bubur di depannya .
" Kesalahan ku, nona cantik itu tiba2 sudah ada di depanku. Aku jadi terjatuh karena bertabrakan dengannya" Cote mulai menceritakan kejadian tadi siang.
" pantas saja kau bisa tertanggkap.. lalu kantung nya ? " Banu masih penasaran
"Tentusaja dia berhasil merampasnya lagi dariku, waktu itu aku melihat kantung milik nona itu dan langsung ku ambil . Aku lari saja saat dia lenggah kukira isinya banyak, ternyata "
"Sudah2 cepat makan, nanti dinggin. Bersyukurlah masih ada makanan hari ini " Nani menyahut karena anak2 terus berbicara.
"Kalau begitu besok kita harus berusaha lebih keras lagi " Sahil menimpali mereka lalu kembali memakan bubur.
meskipun harus makanan seadanya tapi lebih baik daripada harus tidur dengan perut kosong seperti hari hari yang lalu. Kasihan sekali mereka.
ππππππππ####ππππππ
__ADS_1