
juho chilsook membawa makanan2 itu masuk ke perkampungan yang sudah lama ditinggalkan... rumah2 disana seperti bekas kebakaran..atau semacamnya..hanya beberapa yang tersisa ..itupun dalam keadaan hancur ..dari dalam sebuah rumah seorang wanita tua menyambut cote dan sahil
"cote.sahil. kau kenapa nak..." nenek menghampiri cote yang terluka
"aku baik nek... mereka yang sudah menolong ku...."
..."tuan...silahkan masuk ke dalam..." juho memasuki rumah sederhana..yang tak lebih baik dengan yang lain.. tak layak.. disana ada beberapa anak kecil yang juga tinggal bersama... enam laki2 dan 2 perempuan... kemudian ada nenek......
" kalian semua makanlah dulu..." juho meletakkan makanan yang dibawanya ...begitu juga chilsook... anak2 tanpa menunggu langsung berbagi makanan.. cote duduk mendekat pada juho..
" sudah 2 hari ini kami hanya minum air untuk meng hilangkan rasa lapar...untung tuan datang membantu...."
"apa yang terjadi pada desamu..."
"hancur karena perang... orang tua kami semua ikut berperang dan takpernah kembali..."
"bagaimana dengan raja...apa dia tidak tau..."
"entah.. kami sudah mencoba mencari bantuan tapi tidak ada yang mau menolong ..jadi..."
"jadi mencuri .." ...mendengar itu cote menggangguk..
cote mulai menceritakan awal mula kesengsaraannya... dulu mereka hidup damai.. meski tidak kaya..tapi cukup bahagia... makan tidak pernah kurang...saat itu kepala daerah ingin memberontak raja. dibantu kekuatan kerajaan lain.. sehingga terjadilah perang saudara.. yang membuat desa cote berantakan .. dan mereka adalah anak2 yang selamat karena pada saat perang terjadi.. orang tua mereka meminta nani untuk membawa anak2 itu pergi sehingga bisa selamat... untuk orang dewasa yang hidup..kerajaan memasukkan mereka semua kedalam penjara... dan semenjak itu.. desa cote menjadi desa mati yang tidak lagi di huni
anak2 makan dengan lahap... juho menginggat kerajaannya juga masih banyak orang miskin dan susah..... dia memiliki kesempatan untuk menjadi penguasa.. tapi ditinggalkanya karena begitu banyak hal yang membuatnya tidak bisa bertahan.. lari dari masalah memang bukan sikap kesatria... tapi dalam hati juho..suatu saat..dia pasti akan kembali..... saat dirinya sudah cukup kuat ...secara mental dan fisik
"kalian bisa ikut ke rumah ku..disana cukup luas dan layak.. tapi kalian harus membantuku bekerja..."
"benarkah tuan...aku mau... "
"kalian bersiaplah besok... kau mengenal tabib lall?
"iya tuan...dia cukup terkenal di pasar.."
"besok pergilah ke rumahnya..dia akan mengantarmu padaku.. ..kami harus pergi.."
juho kemudian pergi bersama chilsook
π΅π»π΅π»π΅π»π΅π»π΅π»π΅π»π΅π»π΅π»
"nanii.. besok tuan ingin kita bekerja untuknya..."
"kerja.. apa yang bisa dilakukan anak2 seperti kalian..."
"entah.. yang penting kita tidak kelaparan..aku juga sudah lelah jadi pencuri....sial2 bisa mati dihajar seperti sekarang "
__ADS_1
"kalau tidak ada tuan..kami pasti sudah mati... "
"memangnya uang siapa yang kalian curi..."
"seorang bangsawan.. ternyata dia membawa pengawal... jadi kami tertangkap..."
"nasib kalian masih beruntung ada yang mau menolong.. " nani ampak sedih melihat 2 anak itu babak belur
"iya nanii... padahal dulu kami sudah pernah mencuri uangnya... "
"benarkah..."
"iya.. dia tuan yang berhasil menangkap cote....yang membuat kita makan bubur waktu itu..."
"dia orang baik...nona yang bersamanya itu juga.."
"nona cantik yang menolongmu... yang kau curi uangnya.."
"iya.. tapi dia tidak ikut kemari tadi...",
"sudah cepat sana tidur..sudah malam...besok kita harus bangun pagi2.."
anak2 tidur bersama2 tanpa ranjang yang empuk..angin malam yang dingin menerobos masuk... rumah penuh lubang itu bukan hanya tidak layak...tapi juga tidak aman untuk hidup dan kesehatan mereka....
"kau merindukanku chorong..... "
juho bermain2 dengan chorong sebentar kemudian menghampiri chanso yang sedang sibuk membaca sebuah gulunggan... rencananya untuk membawa cote dkk disampaikan pada chanso untuk meminta pendapat dari pria itu... chanso terlihat tidak keberatan tapi dia merasa membutuhkan pendapat dari kakkar dan lall sing... bagaimanapun mereka masih belum tau segalanya tentang kerajaan ini.. dan ini juga rumah milik lallsing
"ajari mereka bertarung paman... "
"aku inggin mereka bisa melindungi diri sendiri... "
"juho.. kita membutuhkan kakkar dan lallsing ..pendapat mereka juga penting... "
"ya..aku pikir juga begitu.... aku akan menemui guru ... chilsook.. kau temuilah tuan lall... kita harus memberitahunya sekarang juga..." juho segera memacu kudanya menemui kakkar..dan chilsook menemui lallsing
chunso meletakkan gulungannya
" ratu... pangeran telah mewarisi sifatmu yang selalu perduli pada rakyat kecil... kelak dia akan menjadi raja yang baik untuk semua rakyatnya..sebelum waktu itu tiba... aku akan terus melatihnya dengan sekuat tenaga..."chunso tersenyum senang...
dilain tempat kakkar terlihat berfikir keras mendengar pernyataan juho...
"apa kau sunguh2 akan membawa mereka bersamamu.."
"iya guru... bagaimana pendapatmu.."
__ADS_1
"juho... . meski masih kecil mereka tetap dianggap bagian dari para pemberontak... sebuah keberuntungan jika sampai saat ini mereka masih hidup.."
"mereka tidak melakukan kesalahan guru.. kenapa harus dihukum seperti itu..."
"kau tidak mengenal maharaja balraj.. dia bukanlah orang yang akan mengampuni pemberontak..meskipun anak kecil...."
"bagaimana guru bisa mengetahui semua itu.. siapa guru sebenarnya..."
"karna aku sendirilah yang memimpin pembantaian di desa itu..." mendengar itu betapa terkejutnya juho ...
"guru.... apa yang kau katakan ini.."
"aku dulu pernah menjadi panglima perang kerajaan... raja memerintahkan ku untuk menumpas para pemberontak... . mereka dibantu kerajaan manggala... karna hal itulah raja murka dan memerintahkanku untuk menghabisi mereka semua..tanpa terkecuali..."
..............( kakkar mengingat peristiwa pembantaian itu.. seluruh warga dibantai... rumah2 banyak yang dibakar....)
"seharusnya aku memastikan kebenarannya dulu sebelum menyerang... karena tidak semua warga desa adalah pemberontak... mereka melawan karena berusaha bertahan hidup...para pemberontak sengaja bersembunyi di desa untuk mendapatkan tambahan pasukan..."
"mereka memanfaatkan penduduk... sehingga raja mengira mereka juga bagian dari para pemberontak..."
"kau benar..."
"tapi bagaimana anak2 itu bisa selamat..."
"aku tidak sekejam itu sampai harus membunuh anak tidak berdosa. . ya.. aku tau mereka pergi bersembunyi... "
"guru membiarkan mereka lari..."
"hanya itu yang bisa kulakukan...jika raja mengetahui mereka masih hidup... bukan tidak mungkin raja akan mengirim prajurit untuk menghabisi mereka..."
"itu tidak boleh terjadi... lalu bagaimana caranya aku bisa menolong mereka..."
" sembunyikan ...jangan sampai ada yang mengetahui identitas mereka.. "
"kenapa guru mau membantu ...?..."
"mungkin dengan cara ini aku bisa menebus kesalahanku..juho..kau tau..warga desa itu hanyalah korban... dan aku telah mendapatkan karmaku karenanya...".....
kakkar menginggat masalalunya... setelah pembantaian itu dia kembali ke kerajaan... dan entah bagaimana keluarganya terkena penyakit aneh... tiba2 kulit mereka menjadi gatal ..memerah... dan mengeluarkan bau tidak sedap... karena takut wabah itu akan menyebar...maka raja memerintahkan untuk mengasingkan keluarga kakkar keluar istana... itu membiatnya marah dan akhirnya pergi meninggalkan istana.... menjadi rakyat biasa tidak mudah... dengan penyakit kulit yang di derita keluarganya ..tidak ada yang mau memberi pekerjaan... sehingga kakkarpun menjadi perampok... dan saat itulah dia bertemu lallsing......
ππππππππ....friate ceri...πππ
maaf ya ceritanya jadi kemana2... kan tidak lucu kalau tokoh utamanya langsung disulap jadi super hero... harus ada bumbu2 yang mendorongnya untuk berjuang mengasah kemampuannya... memupuk rasa simpati dabmn empati... biar jadi pribadi yang best..πππππ
__ADS_1