The King Of Love Kingdom(Perjalanan Cinta Sejati)

The King Of Love Kingdom(Perjalanan Cinta Sejati)
tamu di tengah hujan


__ADS_3

"Ratu " Begitu sampai yeol segera menghadap yang mulia ratu untuk melaporkan hal tak terduga yang sempat di lihatnya.


Saat ini dia datang bersama ayahnya , Dae jin . Ini adalah hari dimana kelompok kiri berkumpul untuk rapat bulanan, biasanya chae yeol jarang datang karena lebih suka bersenang senang daripada mengurusi politik penuh intrik yang baginya membosankan.


"Chae yeol ? Aku senang kau mau datang ke tempat ini " Ucap Ratu setengah menyindir , jarang sekali keponakannya itu menunjukkan batang hidungnya ketika rapat begini.


"Yang mulia ratu , sepertinya dia mulai tertarik untuk menjadikan hidupnya lebih berguna bagi klan kita " Ucap Dae Jin menjelaskan


"Begitu ? Aku senang mendengarnya kakak "


Orang orang mengangguk anggukkan kepalanya setuju , kepobakan ratu ini sebenarnya juga ikut berpartisipasi hanya saja ia tidak sukabjika menghadiri rapat seperti ini .


Chae yeol lebih suka mencari segala informasi sambil bersenang senang , darah muda memang sedikit susah di mengerti.


" Ratu , ada hal penting yang ingin saya sampaikan " Nada bicara serta ekspresi pemuda yang sudah berusia 27 tahun ini mendadak serius . Tidak biasanya dia seperti itu.


"Hal penting ? "


"Aku melihat panglima chanso di pulau karang " Ucapnya sungguh sungguh.


Mendengar itu seluruh bangsawan menjadi riuh . Panglima Chanso , apa mereka semua tidak salah dengar ?


"Chae yeol apa yang kau katakan ? apa kau sedang membual ? " ucap Dae Jin seraya menatap tak percaya pada putranya .


Siapa yang tidak mengenal panglima chanso yang berbahaya itu ? Dia adalah pendukung permaisuri myung hee , penjaga mendiang putra mahkota .


"Apa kau bisa mempertanggung jawabkan ucapan mu ? " tanya Bangsawan kim seowon , dia adalah salah seorang yang berpengaruh di partai kiri mereka .


Kim Seowon adalah pria yang dulu hampir menghabisi putra Mahkota dan harus berhadapan dengan panglima Chanso .


Pertarungan mereka di saksikan dengan mata kepala Dae jin sendiri , waktu itu mereka menyamar dan berhasil menyusup.


"Aku yakin itu dia , tidak salah lagi . Bangsawan yon Jae juga melihatnya , dia mungkin sedang dalam perjalanan pulang ke mari " Ucap Chae yeol penuh keyakinan.


Suasana menjadi tegang , Ratu tampak menggenggam erat jemarinya karena menahan amarah .


Pria itu akan sangat berbahaya jika sampai kembali, dulu karenanya rencana rencana mereka sering kali di gagalkan panglima chanso. Ini tidak bisa di biarkan

__ADS_1


"Jika benar apa tujuannya dua kembali ke sini setelah melarikan diri sekian taun ? hmm mungkinkah tuan chanso ingin mempertanggung jawabkan kelalaiannya ? " ucap kim seowon seraya mengelus janggutnya yang sebagian sudah mulai memutih


" Dia hanya akan mengirimkan nyawanya jika mau kembali, raja tidak akan memaafkan ke salahan fatalnya itu " Ucap Dae jin berpendapat


" Bagaimana jika dia memiliki tujuan lain ? Bagaimanapun dia ada di pihak permaisuri Myung hee , kita tidak bisa membiarkan pria itu kembali dan mengganggu kita lagi " ucap Tuan Park , seorang pejabat keuangan negara.


Mereka semua setuju denga pemikiran itu


"Jika begitu kita harus membereskannya sebelum berhasil kembali ke sarang " Ucap Ratu seraya tersenyum menyeringai .


"Aku akan mengurusnya " ucap panglima perang kim tae gwa , dia adalah panglima perang yang baru menggantikan p. Chanso .


Beberapa mentri pertahanan era pm seong jun juga sudah lama tidak menjabat karena mendapat kemurkaan raja setelah insiden nahas itu . Ada juga yang meninggal di usia yang masih produktif karena sakit , meskipun itu semua hanyalah konspirasi.


Dan pelakunya tak lain adalah panglima perang Tae Gwa yang begitu kejam tak berperasaan itu.


Mendengar itu ratu mengangguk setuju.


"Seharusnya mereka sudah sampai dua hari yang lalu " Ucap chae yeol lagi.


"Aku akan kesana dengan pasukan bayaran ku , besok aku akan berangkat " Ucap Tae gwa lagi , ini sudah larut malam. Apalagi hujan sedang turun begitu derasnya, medan menuju rute ke pelabuhan akan sedikit sulit .


😱😱💦💢


Seseorang melajukan kudanya dengan begitu cepat menembus derasnya hujan , tidak perduli dengan badanya yang sudah basah kuyup .


Malam ini permaisuri menerima surat dari pendukungnya , saat membaca surat itu permaisuri myung hee sempat tersenyum namun taklama kemudian tampak muram.


Kemudian permaisuri segera menulis pesan baru untuk di kirimkan ada putra mahkota Ji yoong


"Dayang han , sampaikan surat ku pada yang mulia putra mahkota sekarang " titahnya seraya memberikan sepucuk surat pada dayang kepercayaanya .


" Baik permaisuri " Ucap Dayang lalu segera bergegas pergi , dia tau surat ini sangat penting dan harus segera sampai malam ini juga.


Hujan masih turun deras , dayang han segera menitupi wajahnya dengan baju hitam . Ia mengunakan payung polos berwarna abu abu untuk melindungi badanya agar tidak basah.


Begitu sampai ia segera menyerahkan surat itu pada putra mahkota secara lanhsung.

__ADS_1


Saat membukanya putra mahkota ji yong terlihat memendam amarah.


Saat hampir fajar pria berbaju hitam yang memakai penutup kepala dan penutup wajah itu berhasil menemukan rombongan pedagang yang merupakan orang asing.


Ia sempat di persulit ketika mencari tuan Chanso ,hingga pria itu datang dan menghadangnya dengan pedang yang terhunus .


Namun setelah menunjukkan sebuah plakat khusus tuan Chanso langsung tau siapa orang di depanya.


Ia sempat terkejut saat pria itu berhasil menemukanya secepat ini , Chanso segera membawanya masuk.


Pria yang tampak basah kuyup itu di bawa ke hadapan seorang pria asing yang menatapnya tajam.


Pria misterius itu tidak mengerti kenapa ia di bawa menghadap pada pria di depanya itu .


Tapi matanya kemudian tampak melotot karena mengenali wajah orang itu yang seperti mirip seseorang ... Mirip permaisuri Myung hee .. Ini tidak mungkin dia... Kan ?😳😳😱


"Tuan , dia adalah pangeran Seong Jun " ucap Chanso memperjelas.


Seketika itu juga pria asing itu membuka penutup wajahnya , pedang yang ia genggam erat hingga terlepas dari tangannya saking terkejut.


Ia bahkan langsung berlutut penuh hormat.


"Lama tidak bertemu tuan , ku harap kau tidak lupa pada ku " Ucap Juho


Pangeran Seong Jun sudah tumbuh dewasa , dan dia bisa merasakan auranya yang begitu kuat. Ia yakin junjungannya itu telah berkembang menjadi orang yang luar biasa.


Tak lama kemudian terdengar tangisan bayi yang memecah keheningan .


Seorang wanita asing yang sangat cantik datang dengan mengendong bayi laki laki di pelukanya.


"Juho , sepertinya Zaheer mencari mu dia dari tadi gelisah " Ucap Zara seraya memberikan bayi laki laki enam bulan itu ke pada ayahnya , juho menerimanya dan ajaib bayi lucu itu langsung terdiam.


Zara tampak binggung melihat ada orang yang berlutut di depan suaminya siapa dia ? Apa tamu yang di bicarakan paman Chanso tadi ?


Pria asing itu tidak tau bahasa yang baru saja di dengarnya.


" Dia istri ku dan ini adalah putra ku , ku harap kau bisa mengenali mereka dan ikut melindunginya kelak " Ucap Juho kepada pria asing itu.

__ADS_1


"Yang mulia "


__ADS_2