The King Of Love Kingdom(Perjalanan Cinta Sejati)

The King Of Love Kingdom(Perjalanan Cinta Sejati)
kecelakaan kecil


__ADS_3

"Ku dengar kau akan segera menikah ?? " tanya pangeran Seong Jun


" Hmn... begitulah kak , seharusnya kakak yang lebih tua dulu yang menikah , baru aku menyusul kemudian ."ucap Putra Mahkota yang telak saja membuat sang kakak menjadi sedikit canggung


"... h h h h... 😅😅..." Juho mencoba tersenyum di tengah kegetiran hatinya , sebenarnya dari dulu dia sudah siap menikah jika dengan Zara tentunya. Hanya saja tidak semudah itu .


" Aku sebenarnya ingin menundanya , tapi semua orang tidak ingin mendengar pendapat ku "


"Sebagai seorang putra mahkota tentu kau harus segera menikah dan segera memiliki anak untuk melanjutkan garis keturunan Raja , ini adalah salah satu kewajiban yang harus kau penuhi. " Ucap pangeran Seong Jun mencoba untuk memberikan pengertian pada adiknya, bahkan dirinya dulu juga melakukan hal yang sama .


"Kakak juga memiliki kewajiban yang sama , meskipun saat ini belum ada yang mengetahui jika kakak masih hidup. Tapi itu juga tidak bisa mengubah fakta bahwa kakak masih memiliki gelar putra mahkoa selain diriku , Kakak juga harus segera menikah....aku yakin saat ini kakak masih lajang bukan ?? atau apa sudah ada gadis yang kakak sukai saat ini "


Pertanyaan itu akhirnya lepas juga dari bibir pangeran Ji Yong, tentu saja permaisuri tidak memberitahunya tentang kondisi sang kakak yang sedang bermasalah dengan wanita.


Kemarin Putra Mahkota telah memberi penegasan dan dia jelas menolak perjodohan kerajaan karena pangeran merasa masih terlalu muda untuk melangsungkan pernikahan. Hanya saja keputusan Raja dan Ratu sudah bulat.


Pangeran Ji yong ingin kakaknya yang terlebih dahulu melangsungkan pernikahan , baru dirinya akan menyusul . Dia sama sekali tidak tau kemalangan apa yang sudah menimpa kakaknya selama ini.


"......." mendengar itu Juho hanya diam seraya menatap adiknya penuh arti


"Apa kakak masih ingat dengan nona Moon geong young ???calon istri kakak dulu?? " Pangeran Ji yong mencoba mengingatkan masa lalu.


"hmn...aku ingat ...ada apa dengannya ? "

__ADS_1


"Dia sampai sekarang juga masih melajang ... entah karena alasan apa ... nona selalu menolak perjodohan atau lamaran yang ditujukan padanya , bahkan dia memberi pernyataan yang mengejutkan bahwa dia akan melajang di seumur hidupnya."


"apa ?? kenapa dia bisa membuat pernyataan seperti itu ?" Juho sangat terkejut mengetahui fakta yang baru di dengarnya itu , ya dia tentu masih mengingat nona moon geong.


Gadis cantik itu telah beberapa kali bertemu dengannya , atau lebih tepatnya di pertemukan dengan dirinya. Ada apa dengan gadis cantik itu ?? kenapa dia mengambil keputusan yang senekat itu ?? apa ini semua ada hubungannya dengan dirinya, mungkinkah ada hal yang belum terselesaikan.


"Apa kakak tidak ingin menemuinya ?? hanya sekedar menyapa tentu bukan suatu yang salah ..... atau kakak sudah menemukan gadis pilihan kakak sendiri ?? "


" Ji Yong...kakak saat ini sedang tidak ingin membicarakan masalah ini,...mengertilah "Juho bisa menangkap maksud sebenarnya dari ucapan adiknya itu, karna mungkin ada sesuatu yang harus di ketahuinya tentang gadis itu. Mungkin lebih tepatnya mengenai masalah mereka yang sepertinya memang belum selesai.


" Baiklah , aku mengerti...ini memang bukan waktu yang tepat untuk membicarakan hal ini . "


"Hmn.... kita selesaikan pekerjaan di tempat ini dulu..apa kau masih ingin berkeliling lagi ?? "


Juho mencoba melukis gambar bangunan lagi, tapi fikirannya sudah tidak bisa fokus lagi karena ucapan adiknya barusan yang cukup menganggu perasaannya. Apa dia harus menemui gadis itu ??? tapi itu tidak mungkin . Bukankah saat ini dirinya sedang menutupi identitasnya bahkan pada adik dan yang mulia Raja.


Karena merasa tidak bisa berkonsentrasi Juho memutuskan untuk keluar dan melihat perkembangan pengerjaan Istana yang sudah mulai di kerjakan beberapa hari yang lalu , Juho melihat para pekerja yang tengah mengukir dinding dan pilar pilar.


Sebagian dari mereka ada yang mulai menggangkati batu dan di susun di kumpulkan di satu tempat yang membutuhkan banyak batu untuk mempermudah pekerjaan , batu itu tersusun cukup tinggi.


Mereka sibuk dengan pekerjaannya masing masing. Juho merasa puas dengan kinerja mereka yang cekatan dan penuh semangat , mata Juho kini melihat kearah seorang pria yang mengangkat kayu .


Juho melihat batu yang sedang di tumpuk sedikit bergoyang dan orang orang disana tidak ada yang menyadarinya, pria paruh baya itu berjalan semakin mendekati batu yang bergoyang itu.

__ADS_1


Juho segera berlari kearahnya, berharap masih sempat menyelamatkan pria itu. Dia terus berlari seraya berteriak memperingatkan para pekerja yang berada di sekitar tumpukan batu agar segera menyingkir dari sana.


"Menjauh dari tumpukan batu... menjauh... batunya mau rubuh... menjauh dari sana sekarang juga...." teriaknya pada para pekerja, mereka yang mendengar peringatan itu segera menjauh dari tumpukan batu itu.


Putra mahkota yang berada tak jauh dari sanapun mendengar teriakan Kakaknya, dia melihat kakaknya berlari ke arah seorang pria yang mengangkat kayu yang semakin mendekat pada tumpukan batu yang tampak semakin bergoyang.


Melihat kakaknya yang berlari mendekat ke arah yang berbahaya membuat putra mahkota terbelalak matanya menatap tindakan kakaknya , dia tentu merasa hawatir dan ikut berlari mendekat di ikuti pengawal khususnya


Juho terus berlari dan akhirnya bisa mendorong pria paruh baya itu agar menjauh dari tumpukan batu yang tak lama kemudian rutuh dan menyebabkan debu berterbangan.


Langkah putra mahkota terhenti menyaksikan kejadian itu , dia sangat menghawatirkan kakaknya...


"uhuk.... uhuk.... " Juho terbatuk batuk karena menghirup debu , hampir saja batu batu itu menimpanya jika tidak ada kayu yang menghalangi.


"Cepat tolong dia...tunggu apa lagi " Teriak Chilsook saat tau Juho terperangkap di antara batu..Chilsok segera menyingkirkan batu batu untuk menolong Pangeran Seong Jun. dia tadi ikut menyaksikan kejadian itu namun langkahnya kurang cepat , tapi mereka semua bersyukur karena Juho tidak terluka .


Kayu kayu itu menghalangi batu batu menimpanya karena tersangkut di celah batu lain dan memberikan ruang bagi Juho untuk berlindung.


Setelah beberapa saat Juho berhasil di selamatkan , dia hanya mengalami luka ringan. Huph.... hampir saja nyawa pangeran itu melayang.


"Syukurlah kau tidak apa apa Juho" ucap Chilsok senang,


.Sementara putra mahkota hanya menatapnya terpaku, dia teringat lagi kejadian masalalu yang juga membuat kakaknya terluka sama seperti sekarang. Untung tidak ada luka serius , dia benar benar terkejut.

__ADS_1


"Aku tidak apa apa ... h h h jangan menumpuk batu terlalu tinggi , aku tidak ingin ada kejadian seperti ini lagi . selama bekerja kalian harus tetap mengutamakan keselamatan apapun alasannya " Teriak Chilsok memecah keheningan......


__ADS_2