The King Of Love Kingdom(Perjalanan Cinta Sejati)

The King Of Love Kingdom(Perjalanan Cinta Sejati)
Surat surat... tawaran damai


__ADS_3

"Raja ?? apa isi surat itu ? " Tanya seorang Raja


" Mahender ingin menjadikan Putri Raja Balraj Kumar sebagai istri, kita semua juga tau jika putri Zara dan Pangeran Jeet sudah bertunangan dan akan segera melangsungkan pernikahan ,..selain itu ...." Raja Avenash kemudian mulai menjelaskan detail isi dari surat Raja Mahender pada mereka.


Dalam surat itu Raja Mahender berkata bahwa dia ingin menikahi Putri Zara karena sudah jatuh cinta pada gadis itu , oleh karena itu dia meminta restu pada Raja Balraj Kumar dan Berjanji.....


Jika Raja Balraj Kumar mau memberikan putrinya, maka Raja Mahender akan melepaskan kerajaannya, dalam arti membiarkannya bebas tanpa harus tunduk padanya. Raja Madraka tidak akan menganggu kedaulatan kerajaan itu dan bahkan berjanji akan memberikan banyak hadiah untuk Raja Balraj Kumar.


Harta kekayaan dan bahkan kerajaan kecil di sekitarnya akan di biarkan tunduk pada kerajaan Raja Balraj Kumar, Sekaligus mereka akan menghentikan perang ini saat ini juga.


Raja Madraka juga meminta agar kerajaan lain yang ikut bertempur untuk menyerah, karena selain dalam medan pertempuran mereka telah mengirimkan sejumlah pasukan untuk melakukan penyerangan di kerajaan mereka . Mereka harus tunduk di bawah kerajaan Madraka jika ingin keluarga yang sudah mereka tahan selamat .


Sedangkan jika Raja Balraj Kumar menolak permintaan itu maka, dia tidak akan segan untuk menghancurkan kerajaan dan dengan segala cara dia akan tetap menikahi Putri Zara dengan ataupun tanpa izin darinya.


Selain itu besok mereka akan menyerang dengan serangan terdasyatnya dan memaksa mereka tunduk pada Madraka.


Mendengar itu mereka begitu marah , tidak ada kata kata yang lebih buruk yang bisa mengungkapkan betapa Raja Madraka itu penuh dengan kenistaan. Dia sudah memiliki begitu banyak istri dan selir yang tidak bisa lagi di hitung dengan jari , tetapi masih ingin memperistri Putri Zara yang saat ini sudah bertunangan dengan Pangeran Jeet Singh.


Tentu saja Raja Balraj Kumar tidak setuju , dia tidak akan membiarkan Putri Kesayangannya di jadikan koleksi oleh Raja yang di penuhi hawa nafsu itu. Tidak akan ...tidak akan pernah rela....


Pangeran Jeet Singh pun di penuhi dengan kemarahan, dia tidak akan menyerahkan tunanganya pada pria tak beradap itu. Zara adalah gadis yang di cintainya dengan sepenuh hati, melepaskannya ??? Biarkan saja Raja Madraka bermimpi terlalu tinggi.. tapi mimpi itu tidak akan pernah menjadi nyata .


Pangeran Jeet Singh bersumpah akan menghabisi Raja Tirani itu dengan tangannya sendiri.


Mereka yang ada di sana juga merasa marah dengan isi surat itu , tapi sekaligus merasa hawatir dengan pernyataan raja Madraka . Apa benar kerajaan mereka saat ini juga sudah di serang , Jika benar maka apa yang harus mereka lakukan selanjutnya ??? mereka semua tentu tidak ingin keluarganya di sakiti.


πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘.........πŸ‘ΏπŸ‘ΏπŸ‘ΏπŸ‘ΏπŸ‘ΏπŸ‘ΏπŸ‘ΏπŸ‘ΏπŸ‘Ώ

__ADS_1


Di tempat lain.


Tuan Kakkar telah selesai menulis surat dan menyerahkannya pada Sahil.


"Kirimkan ini segera pada mereka, Sahil.... kau ikut berangkat kesana mengeti..bergegaslah." Tuan Kakkar melihat kepergian Sahil dengan penuh harap


Tuan Kakkar mengirim surat untuk Juho, dia bermaksud memberitahu pria itu tentang kekacauan di sini, ya... diam diam dia telah mengirim Chote untuk melihat peperangan di sana dan meminta anak muda itu untuk memberinya kabar sesering mungkin tentang perang yang sedang di saksikannya.


Meskipun letaknya jauh dia telah mempersiapkan ini jauh jauh hari , mereka bisa berkirim pesan singkat antar kota yang memiliki jarak jauh dengan burung merpati yang telah di latih sebelumnya tanpa harus bertemu secara langsung.


Tetapi untuk mengirimi Juho Surat dengan merpati tentu tidak bisa di lakukannya , karena belum pernah di coba sebelumnya, Tuan Kakkar merasakan firasat buruk tentang perang ini.


πŸ’₯πŸ’₯πŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ¦…πŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ¦…πŸ¦…πŸ¦…πŸ¦…


Di Kemah Besar ....


" Aku tidak yakin dengan perkataan Mahender , meskipun mereka memiliki pasukan yang begitu banyak aku yakin dia tidak memiliki cukup orang untuk menyerang kerajaan kita.. Merwka bahkan sudah menyergap kita dengan sejumlah pasukan saat kita sedang dalam perjalanan ke mari..." Ucap Raja Avenas yang di sambut dengan anggukan beberapa orang


" Ya , aku yakin juga begitu.. kita juga sudah menyiagakan kerajaan sebelumnya, disana tidak kita tinggalkan kosong tanpa penjagaan..."


Seorang Raja ikut bicara , memang benar ... mereka telah menyiapkan sejumlah pasukan untuk tetap berjaga di istana.meski tidak banyak tapi setidaknya masih ada pengamanan.


di tambah lagi Istana berada dalam pagar kokoh dan pintu besar yang tidak mudah di lewati, jika berani mendekat tentu anak panah telah datang menyongsong para penyusup aebelum mampu melewati gerbang pertama.


"Seandainya berhasil menerobos ,mereka tentu saja membutuhkan waktu beberapa hari untuk memberikan perintah selanjutnya, dan lagi tidak mungkin Raja Madraka akan menghabisi selurih anggota kerajaan , dia belum pernah melakukan hal itu dan kaliam semua tahu betul alasannya." Raja Balraj Kumar menambahkan


Sudah sejauh ini , mereka tidak mungkin akan menyerah begitu saja. Cepat atau lambat kegilaanya tentu akan kambuh lagi, tidak bisa di biarkan manusia itu hidup lebih lama dari ini.

__ADS_1


πŸŽƒπŸŽƒπŸŽƒπŸŽƒπŸŽƒπŸŽƒπŸŽƒπŸŽƒπŸŽƒβš‘βš‘βš‘βš‘βš‘


Setelah mengantarkan may#t itu para prajurit segera kembali , sesuai perintah Raja. Mereka juga takut akan mendapat perlakuan yang sama seperti utusan Madraka itu, bisa jadikan ???.


prajurit di pos itu segera mendekat melihat may#t siapa yang mereka buang di perbatasan perkemahan itu, dan saat mengetahui siapa orangnya mereka begitu terkejut dan segera melaporkan kejadian itu saat itu juga.


Saat menerima laporan itu Raja Madraka menjadi murka, di lemparnya jauh jauh cawan yang saat ini dia pegang.


Mendengar keadaan may#t itu dia tentu mengerti maksudnya, tentu saja mereka menolak dengan sangat keras tawarannya itu.


Gertakannya juga tidak di indahkan , ya ..gertakan.. karena pada kenyataannya pasukan yang dia kirim untuk menyerang istana istana mereka tidak ada yang berhasil. Dia tidak menyangka bahwa mereka meninggalkan sedikit pasukan yang berjaga di Istana.


Benteng yang kokoh ikut menghambat serangan yang mereka lancarkan.


" Besok...!!! Jangan biarkan mereka menginjakkan kaki di atas tanah lagi... besok akan kita akhiri perang ini.... dengan kejayaan milik kita .... mereka sudah menyia nyiakan kebaikan ku ...😑😑😑😑"


.....πŸŒͺπŸŒͺπŸŒͺπŸ‘ΏπŸ‘ΏπŸ‘ΏπŸ‘ΏπŸ‘ΏπŸ‘Ώ...........


Pagi akhirnya tiba


Seperti hari yang di janjikan ... saat yang di janjikan telah tiba. hari ini... benar benar akan menjadi hari akhir pertempuran mereka... apapun hasilnya akan mempengaruhi kehidupan mereka kedepanya...


Mendapatkan Cahaya, ataukah tenggelam masuk kedalam kegelapan yang nyata... Genderang penghabisan telah di tabuh , terompet perang telah di bunyikan.


kedua belah pihak telah siap untuk bertempur


"Seranggggggg.ggg........... "

__ADS_1


Perang penghabisan ini akhirnya di mulai juga...


πŸ’£πŸ’£πŸ’£πŸ’£πŸ’£πŸ’£πŸ’£πŸ’£πŸ’£πŸ’£πŸ’£πŸ’£πŸ’£πŸ’£πŸ’£πŸ’£


__ADS_2