
Malam itu seorang dayang datang mengantarkan surat ke kediaman nona Moon Geoung kemudian dia menunggu sejenak untuk mendapatkan balasannya .
Biasanya nona moon Geoung akan langsung memberikan surat balasan ataupun sekedar perkataan singkat. Dia sudah sering menjadi utusan pangeran untuk mengantarkan surat ke mari .
Perbedaan
"Nona ada surat dari pangeran Hajong untuk anda " Ucap Ga een seraya menyerahkan surat itu
Perlahan ia mulai membaca isi surat itu, nona moon Geoung tampak menghela nafasnya sebentar. Kenapa harus membahas masalah ini lagi fikirnya , dia merasa tidak enak hati
Di sana pangeran Hajong kembali mencoba mengutarakan perasaan cintanya padanya ,ini memang bukan yang pertama kali . Pangeran sudah ke tiga kali ini menyatakan perasaanya.
Pangeran ingin menjadikannya sebagai istri utama , dia berharap bahwa kali ini dia akan bersedia menerima perasaan pangeran hajong meski sedikit terlambat dan dalam waktu yang tidak tepat.
Pangeran Hajong mencoba menekan perasaan cinta ini tapi tetap tidak bisa , apalagi ia menjadi sangat tidak rela jika dia melihat wanita yang selama ini di kasihi harus menikahi seorang pria tidak waras .
Apa kurangnya dia di bandingkan kakak tirinya itu ? Jika di lihat dari sisi manapun jelas dia lebih unggul bukan ?
Selain mengutarakan hatinya itu Pangeran Hajong ingin mengajaknya bertemu malam ini entah apa lagi yang akan di sampaikanya.
Ini salah , ia sudah terikat janji pernikahan dengan pangeran Seong jun . Dia tidak boleh sembarangan bertemu dengan pria lain meskipun itu adalah calon adik iparnya .
Jelas ini adalah hal yang sangat beresiko bukan ?
Meskipun sejak dulu bahkan sebelum pangeran hajong mengutarakan hatinya dia sebenarnya sudah tau jika sang pangeran menyukainya , tapi bagi nona Moon Geoung perasaannya pada pangeran Hajong hanyalah sebatas teman biasa dan tidak lebih.
Entah tapi memang dia tidak merasakan perasaan spesial meski mereka telah lama saling mengenal , pangeran juga sering kali menunjukkan perhatiannya .
Perlahan di tariknya selembar kertas kosong lalu ia mulai menuliskan balasanya .
"Berikan ini padanya " Ucapnya seraya menyerahkan selembar surat balasan itu pada dayang kepercayaannya
Ga en tidak menunggu waktu lagi ia segera menerima surat itu dan bergegas melangkahkan kakinya pergi menyerahkan ini pada dayang utusan pangeran Hajong.
" Ini balasan dari Nona Moon ,kau bisa pergi sekarang "
" Terimakasih "
__ADS_1
Saat ini pangeran Hajong di dalam kediamanya terlihat sangat gelisah , ia sedang harap harap cemas akan balasan suratnya itu . Semoga kali ini Moon Geoung akan berubah fikiran dan bersedia menerima cintanya.
Setelah menunggu beberapa saat pesan balasan akhirnya sampai , pangeran Hajong segera duduk dan mulai membaca surat itu dengan tidak sabaran
Saat sudah selesai membaca surat dari nona Moon Geoung pangeran memejamkan mata sejenak , jemarinya terlihat mengenggam surat dengan sangat erat hingga membuatnya tak berbentuk. Hatinya terasa sakit , sedih ,kecewa
Setelah sekian lama pada akhirnya dia masih saja di tolak , kenapa ? Apakah kekuranganya hingga ia tidak bisa membuat hati moon Geoung luluh .
Ia selalu perhatian dan bersikap baik , meski keluarga mereka saling bersebrangan namun pangeran tidak pernah membenci moon Geoung .
Urusan kedua orang mereka tidak akan mempengaruhi apapun pada hubungan ini , meski bangsawan Moon memihak pada permaisuri namun dia juga tidak menunjukkan sikap permusuhan pada ibunya.
Sementara itu di kamarnya nona moon Geoung masih inggat saat remaja dulu ia pernah bermain di taman , ia mengejar sekelompok kupu kupu yang berterbangan di sekitar bunga.
Rambutnya yang panjang terurai bergerak ke kanan dan kiri ,saat itu sedang ada perjamuan di istana .
Dia begitu senang melihat pemandangan dan sengaja memisakan diri dari nona nona yang lain .
Sekedar mengobrolkan hal yang menurutnya kurang penting , itu sangat membosankan. berusaha bersikap manis dan penuh kepalsuan ia tidak suka .
Dia kemudian memutuskan berjalan di taman istana seorang diri karena sudah cukup mengenal tempat ini , setelah cukup bermain ia tak sengaja melihat seorang remaja laki laki yang sedang duduk dan menulis .
Dia di temani oleh beberapa orang pria , jika di lihat dari pakaianya maka jelas bahwa itu adalah pakaian seorang pangeran.
Dia adalah pangeran Hajong yang sedang menyendiri menghabiskan waktu di sini .
Moon Geoung remaja tidak ingin menganggu sehingga ia hanya berlalu pergi dan pergi melihat lihat ikan di kolam buatan yang terdapat banyak bunga teratai yang mekar .
Dia senang sekali , pangeran yang selesai menulis mengedarkan pandanganya ke arah sekitar karena mendengar suara orangbyang sedang tertawa.
Moon Geoung begitu senang ketika melihat ikan yang berenang kesana kemari hingga tertawa bahagia , saat itulah pertama kali pangeran Hajong melihat nona moon Geoung .
Mungkin karena begitu senang hingga membuat nona moon jadi tidak sadar semakin mendekat ke arah kolam dan terpeleset , namun tidak sampai tercebur hanya saja tetap terkena sedikit air hingga membasahi gaunya .
"Aduh "
Melihat itu pangeran hajong segera mendekat di ikuti beberapa dayang .
__ADS_1
Setelah sampai ia segera meminta dayang dayang untuk membantunya berdiri , ia adalah laki laki dan tidak boleh bersikap sembarangan .
"Kau baik baik saja ? " Tanya pangeran Hajong
"Terimakasih yang mulia " Ucap moon Geoung seraya membungkuk .
Pakaian gadis kecil ini sedikit basah dan kotor di beberapa sisi.
"Nona seharusnya lebih berhati hati "
"Hamba terlalu menikmati pemandangan sampai bersikap ceroboh " ucapnya lagi penuh penyesalan.
"Lain kali harus lebih berhati hati " ucap pangeran Hajong , gadis ini begitu manis dan anggun saat seperti ini . Dia juga tidak di penuhi kepura pura 'an saat bertemu denganya.
Tidak seperti gadis lainya yang akan langsung tersipu dan malu malu , pangeran Hajong tidak suka dengan semua kepalsuan itu.
"Adik kau di sini ? " ucap pangeran Sepng Jun yang sengaja menghampiri mereka.
Di belakangnya tampak sepasang anak kembar laki laki dan perempuan yang mengikuti di belakang.
"Ji yoong , hye sun tetap di dekat kakak . Di depan ada kolam kalian tidak boleh mendekat " Ucap pangeran Seong jun seraya menggandeng sarta tangan putri hye sun adiknya
Ke dua Anak kecil itu hanya mengangguk anggukkan kepala , mereka begitu penurut pada kakaknya ini . Berbeda jika bersama para dayang maka mereka berdua akan sangat aktif dan bergerak kesana kemari hingga membuat mereka mengeluh karwna kewalahan.
"Salam2 putra mahkota " Ucap semua orang seraya sedikit menundukkan tubuh sebagai tanda penghormatan.
"Ya , Hajong yang mulia raja sedang mencari mu cepatlah ke sana "
"Baik "
Pangeran Seong jun melihat baju nona itu yang sedikit basah dan kotor , pangeran Seong jun kebetulan memakai jubah karena merasa hari ini udara terasa begitu dingin.
Pangeran sejenak segera melepaskan jubahnya dan memasangkanya di tubuh nona Moon ,ia merasa kasihan sekali padanya.
"Nona pakai ini untuk menutupi baju mu yang basah , cuaca sedang dingin sebaiknya kau segera berganti pakaian . adik ayo kita menemui ayahhanda bersama " Ajaknya pada pangeran Hajong
Sementara Nona Moon hanya menatap putra mahkota yang mulai melangkah pergi , panheran Seong Jun begitu ramah dan baik hati. Saat benerapa langkah pangeran Hajong menoleh ke belakang dan masihelihat nona itu memandang kearahnya . Ia lalu tersenyum dan kembali melangkah pergi
__ADS_1