
kembali ke masa sekarang.
Panglima Tae Gwa mengenang pertemuan singkat itu , nyonya Jung entah wanita itu sungguh membuatnya jadi goyah dan sedikit merasa bingung .
Sebenarnya keluarga Tae adalah keluarga yang berada di pihak raja saat ini ,karena itu raja sengaja meminta keluarga itu untuk ikut menjaga istana dalam.
Dari sanalah Tae Gwa mengenal Dae Hwa yang kala itu sering kali mengikuti pertemuan para nona putri bangsawan dan dari sanalah ia mulai menyukainya.
Dan setelah wanita terpilih menjadi selir putra mahkota maka raja meminta salah satu dari keluarga Tae untuk berjaga sekaligus mengawasi dan yang terpilih adalah Tae Gwa .kebetulan sekali
Namun sialnya orang yang di tugaskan justru menyukai orang yang di awasi , bagaimanapun raja tau bagaimana intrik istana. Raja hawatir jika ada yang mencoba mencelakai salah' satu selir putra nya itu.
💢
Setelah mendapat serangan rombongan putri Zara harus segera melanjutkan perjalanan , sebelumnya tuan kakkar segera melepaskan seekor burung untuk mengantarkan surat pada tuan Kim Seowon agar dia mau mengurus para korban tewas.
Tuan kakkar tidak mau mengambil resiko dengan berhenti sejenak meski untuk mengurus hal ini , ia hawatir jika musuh akan kembali datang bersama bala bantuan ya.
Setelah berjalan cukup jauh mereka sampai di sebuah rumah untuk berganti dengan kereta kuda agar lebih cepat dan nyaman selama perjalanan.
Menggunakan tandu akan memakan waktu lebih lama.
Pangeran kecil untungnya tidak rewel sama sekali , dia hanya sesekali menangis saat haus lalu setelah kenyang segera tidur lagi.bayi kecil itu sudah lebih gemuk dari beberapa waktu yang lalu ,dia tumbuh baik .
Namun sayang nya ia masih belum memiliki nama karena tidak ada yang berani memberikan nama padanya ,itu adalah hak orang tua kandungnya.
Semua orang hanya memanggilnya pangeran kecil saja.
Setelah selesai berganti kereta kuda mereka segera melanjutkan perjalanan , putri Zara kini tampak tertidur karena tadi bibi rupa sengaja memberinya obat penenang yang sudah di campur dalam minuman.
Karena setelah melihat keadaan sekitar putri sempat kembali histeris apalagi saat ia melihat darah di mana mana , mungkin ini yang sudah memicu ingatan buruknya . jadi tidak ada cara lain selain lain membuatnya tertidur untuk sementara waktu.
Perjalanan ke istana Surya masih cukup jauh mereka harus bergegas pergi agar bisa cepat sampai.
__ADS_1
Sementara itu pangeran Seong Jun segera membawa Chorong untuk segera mengobati obati luka lukanya .
Kedatangan Chorong membuat orang orang yang sebelumnya belum pernah melihatnya menjadi ketakutan.
Bahkan Dong Woon yang malam ini ikut menjaga pangeran ji hun menjadi gemetar saat singa itu melangkahkan kakinya memasuki halaman.
Pangeran segera turun dari tubuh chorong dan mengajaknya ke tempat yang sudah ia persiapkan sebelumnya .
Orang orang hanya melihatnya dengan diam karena takut .
💢
Malam ini setelah selesai mengurus semuanya pangeran Seong Jun datang ke kamar , pangeran kecil tampak sedang tidur dengan begitu pulas .
Karena perintah pangeran maka shagun setiap malam tidak perlu lagi menjaga pangeran Ji hu karena ia sendiri yang akan menjaganya.
Pangeran kini tidur satu kamar dengan putranya ,ia juga merasa jadi lebih tenang. Lagi pula Shagun juga butuh waktu istirahat setelah seharian merawat putranya.
Ia percaya Nona Moon akan bisa merawat cucunya dengan baik dan penuh dengan kasih sayang , ia bisa melihat ketulusan hati nona itu hingga membuatnya begitu yakin.
Permaisuri tanpa di sadari telah berusaha memaksakan kehendaknya pada sang putra meski ini adalah demi kebaikan pangeran juga.
Pangeran lalu membenarkan letak selimut yang sempat berpindah tempat karena pergerakan putranya yang begitu menggemaskan.
Karena merasa lelah pangeran ikut merebahkan tubuhnya di pembaringan dan tidak butuh waktu lama dia segera tertidur .
Pangeran memang sudah merasa sangat lelah dan dia memang butuh istirahat saat ini. Tidak butuh waktu lama pangeran Seong Jun langsung tertidur dengan pulas.
Nafasnya tampak teratur, dadanya tampak kembang kempis saat menghirup dan mengeluarkan udara yang ia hirup.
Tapi ada yang aneh beberapa waktu kemudian wajahnya mulai tampak seperti orang yang tegang.
Pangeran kini entah bagaimana sudah berada di sebuah tempat asing yang di penuhi kabut putih tipis yang memenuhi semua tempat , namun meski begitu ia masih bisa melihat keadaan sekeliling, sejauh mata memandang ia hanya bisa melihat hamparan rumput .
__ADS_1
matanya menangkap sebuah sosok yang duduk di sebuah kursi, pangeran berjalan mendekatinya.
"Kau datang ?"Wanita berambut panjang itu menoleh dan tersenyum ke arahnya ,senyum yang membuat pangeran terpaku sejenak.
"Zara " Pangeran lalu berlari dan segera meraihnya masuk ke dalam pelukan , di dekapnya istrinya tercinta seolah takut dia akan kehilangan lagi.
"Zara aku sangat merindukan mu kenapa kau pergi meninggalkan ku dan anak kita "Ucap pangeran Seong Jun mencurahkan isi hatinya yang paling dalam
"Memangnya kemana aku bisa pergi , aku tidak ke mana mana hmm "Zara mengelus punggung suaminya dengan penuh cinta.
"Aku sangat mencintaimu Zara jangan pernah pergi meninggalkan ku lagi , aku sangat kesepian tanpa mu " Ucap pangeran seraya merenggangkan pelukannya dan menatap putri Zara lekat lekat. Matanya sedikit berembun
"Benarkah ? Kau bohong juho!! . Kau bilang akan selalu setia ke pada ku tapi sekarang kau bahkan akan menikahi wanita lain dan menduakan cinta ku aku membenci mu " Ucap Zara yang tampak sedikit Meninggikan suaranya karena marah.
Zara yang semula menatapnya penuh dengan cinta kini melihat pangeran Seong Jun dengan aura permusuhan di matanya, ia bahkan sedikit mendorong pangeran hingga menciptakan sedikit jarak antara mereka.
Pangeran merasa sedih melihat air mata Zara yang mulai menganak sungai .
"Zara aku hanya mencintaimu percayalah , tidak ada wanita lain yang aku cintai" Pageran mencoba meraih tangan istrinya namun selalu di tepis.
Zara begitu marah hingga air matanya semakin mengalir dengan deras, melihat itu pangeran menjadi semakin sedih dan serba salah.
"Aku membenci mu "
"Zara maafkan aku ku mohon "
"Kau akan menikahi wanita lain Juho !aku membenci mu ,aku membenci muuu " Setelah itu putri Zara mendorong tubuh pangeran yang kembali ingin mendekatinya dan mulai berlari menjauh.
"Zaraa Zara jangan pergi dengarkan penjelasan ku lebih dulu , Zaraaaa Zaraaaa berhentii" Pangeran terus mencoba berlari sekuat tenaga mencoba menyusul putri Zara .
Namun entah mengapa ia tidak bisa menyusulnya dan justru tertinggal semakin jauh di belakang, bayangan putri Sara semakin menjauh sampai akhirnya benar benar menghilang dari pandangan matanya.
"Zaraaaa. Zaraaaa tungguuu zaaraa"
__ADS_1