
"Yang mulia " Ucapnya lirih
Terdengar suara ringkikan kuda , dengan orang orang yang menungganginya yang memakai topi dan baju berwarna perpaduan hitam dan biru.
Taemin sudah menunggu kedatangan mereka sejak tadi .
Mereka adalah pasukan milik pangeran Ji yoong , setelah mendapat kabar kedatangan kakaknya putra mahkota segera mengirim pasukan pribadinya untuk ikut mengawal rombongan kakaknya .
Bedasarkan surat ibunya ada kemungkinan akan ada penyerangan , saat mengetahui itu tanpa menunda waktu lagi ia segera mengirim pasukan agar menjemput rombongan kakaknya itu.
Ia harus selangkah lebih di depan daripada musuh ,tidak perduli seberapa buruk cuaca hari ini . Keselamatan kakaknya jauh lebih penting dari apapun.
Sebenarnya ia ingin pergi juga tapi ibunya melarang karena terlalu berbahaya.
Untung saja paman chanso sudah mengirimkan surat melalui merpatinya hingga memudahkan pasukan itu untuk cepat menhetahui titik keberadaan mereka.
Mereka adalah teman seregu dengan dong woon , mereka adalah orang orang yang dulu pernah berhadapan dengan juho saat menemui permaisuri myung hee tetapi di kira musuh.
Rombongan itu segera melanjutkan perjalanan mereka saat ini juga , anak anak , lansia dan para wanita serta sebagian pria yang tak masalah pergi meski hujan masih belum berhenti sepenuhnya , masih rintik rintik.
Umtung mereka sempat membawa beberapa kereta kuda sehingga tidak perlu hawatir kehujanan . Sementara yang lain ada di belakang .
Taemin memimpin rombongan pertama , sedang juho berada di ronbongan ke dua karena sedari tadi pangeran kecilnya merasa gelisah ,mungkin ia bisa merasakan firasat buruk yang akan segera terjadi .
Rombongan pertama di kawal oleh taemin dan pasukan miliknya.
Rombongan ke dua di kawal oleh Orang-orang pitra mahkota ji yoong , di rombongan ke dua ada juho dan putri zara beserta sisa rombongan yang masih ada.
Matahari sudah terbit dan semakin tinggi mereka sudah dekat dengan tempat tujuanya .
Musuh yang juga sudah bergerak juga berhasil melacak rombongan pedagang itu.
Menurut yoon Jae yang subuh tadi baru saja tiba , kemungkinan tuan Chanso datang dengan menyusup di kabilah pedagang yang akan pergi ke istana baru yang di bangun permaisuri Myung hee sebagai tempat mengenang memdiang pangeran seong jun.
Para pedagang itu akan ikut meramaikan pembukaan tempat itu sesuai permintaan ketua pelaksana yang ikut mengawasi pembangunan istana itu.
Dari laporan mata mata juga mekatakan bahwa itu adalah bentuk kerjasama antara orang asing dan pangeran Ji yoong.
Mengingat ketua perancang juga ingin orang orang di tempatnya mendapat keuntungan dari kerjasama ini.
__ADS_1
Musuh semakin melajukan kudanya.
Rombongan ke dua tampak beristirahat sebentar untuk melepas lelah , sementara rombongan pertama di perintahkan untuk melanjutkan perjalanan karena sudah sangat dekat dengan istana .
"Putri ada sungaii " Sorak shagun kegirangan , sungai ini memang mengalir sampai jauh kedepan dan melewati istana baru . Sungai inilah yang dulu digunakanbuntuk mengisi air danau buatan .
Namun karena danau sudah penuh maka sungai di lewatkan ke tempat lain meski tetap bisa melewati sisi lain danau.
Zara segera membasuh wajahnya saat melihat sungai yang begitu jernih , ah betapa segarnya .
berada di kereta kusmda dan terus duduk di sana membuatnya lelah .
Jika saja ia boleh tentu ia akan lebih memilih naik kuda agar segera sampai , tapi sayang sekali . Suaminya tentu tidak akan membiarkannya , apalagi dengan keadaanya yang sedang hamil muda .
Zara di temani oleh banu shagun dan paman Chanso sedang Juho ada di dalam kereta kuda karena dari tadi Zaheer tidak mau lepas dari gendongannya.
Dari semak semak musuh bisa melihat target mereka .
Tapi ada yang aneh , Chanso seperti sedang mengawal wanita asing itu karena sejak tadi matanya selalu melihat sekeliling dengan penuh kewaspadaan.
Beberapa orang asing ikut membasuh muka mereka dan mengisi air minum yang sudah kosong .
Jangan sampai mereka hanyut karena muara sungai ini adalah sebuah air terjun dengan ketinggian tak kurang dari sepuluh meter.
Setelah air terjun itu barulah sungaibkembali mengalir hingga sampai melewati istana baru.
Tak di sangka hujan kembali turun dengan begotu deras hingga memaksa mereka segera kembali ke rombongan .
Zara yang sempat membawa payung tidak hawatir , shagun sengaja membawanya ketika melihat awan putih di langit.
Sampai suatu ketika
Srettt srettt srettt
Sretttt
Beberapa anak panah meluncur menghujani mereka , Chanso bisa mennagkis beberapa namun karena terlalu banyak maka salah satu panah berhasil melukai lengan kiri shagun.
Beruntung Banu bisa menangkis panah yang mengarah pada putri Zara , kebetulan ia yang paling dekat dengannya.
__ADS_1
"Shagun kau terluka " Ucap Zara panik
Musuh yang bersembunyi segera keluar , mereka tak kurang dari tuju orang pria dengan berpenutup wajah . Sementara satu orang mengenakan topengnya.
Di tempat peristirahatan juga terjadi hal yang sama , sejumlah dua puluh orang mengepung dan mulai menyerang mereka.
Sebelumnya panglima hwa berencana membawa sedikit pasukan tapi mengingat pedagang itu datang dengan tujuan meramaikan pembukaan istana baru itu Membuatnya mendapat ide baru .
Bisa menangkap Chanso sekaligus merusak rencana pangeran mahkota , meski tak membunuh semuanya tapi akan cukup membiat mereka ketakutan fikirnya.
Penuerangan kabilah ini di pimpin oleh chae yeol.
Pertarungan tidak dapat di hindarkan lagi, ke dua kubu mulai bertarung dengan sengit di bawah guyuran hujan.
Pangeran zaheer menangis begitu kencang , juho memberikannya pada chote yang sempat melaporkan penyerangan ini .
Sementara Juho akan ikut bertarung , beberapa pria di tugaskan menjaga kereta pangeran Zaheer .
mata Chae yeol sepert akan keluar dari tempatnya saat melihat orang yang baru saja keluar dari kereta kuda.
Meski banyak berubah ia tentu bisa mengenalinya , itu seperti pangeran seong Jun . Apa matanya tidak salah lihat , astaga ia seperti melihat orang yang bangkit dari kematiannya.
Tapi apa benar itu dia , sementara orang orang memanggilnya tuan Juho . Apa hanya terlihat mirip ? Namun lamunan chae yeol segera buyar karwna harus menghadapi pasukan kerajaan pangeran mahkota.
musuh terlihat mulai berjatuhan.
Di tempat lain panglima Gwa sedang menghadapi Chanso dengan sengit , sementara beberapa anak buahnya menghadapi banu .
Zara yang memegang payung segera menjadikanya senjata , meski tidak tajam tapi cukup berguna untuk menangkis serangan.
Zara sudah basah kuyup ia menghadapi dua orang , shagun tampak melakukan hal yang sama .
Zara berhasil mengelak dan memukul kepala musuh , dengan gerakan cepat ia bahkan bisa merebut salah satu pedang mereka.
Lengan shagun terus mengeluarkan darah .
Chanso bertarung imbang dengan musuhnya , sepertinya lawanya kali ini bikan orang sembarangan.
"Arghh "
__ADS_1