
π’π£... PERHATIAN PERHATIAN... episode kali ini mungkin akan ada adegan dewasa yang hanya di tujukan untuk 18 ++ ....bagi yang masih di bawah umur di mohon skip dulu...πππ
ππBagi yang sudah berkeluarga Silahkan di lanjutt.. . jangan lupa like dan vote ya... please dont boom like ... kak ceri sanggat ππberterimakasih atas like like yang kalian berikan... πππsemoga bisa menjadi penambah semanggat untuk up tu date ...
Love u allβ€β€.... mari kita lanjutkan kisah cinta akang Juho dengan neng Zara...
πππππππππ
Penyusup itu terus mempermainkan Zara, entah kenapa tidak ada orang yang menyadari pertempuran yang terjadi di tempat ini .
Zara melihat beberapa pot bunga berjejer di teras rumah pribadi Juho , dia berlari dan melemparkan satu demi satu pot pot kecil itu ke arah musuh .
Pria itu justru menangkapinya dan segera meletakkan benda benda itu ke tanah , bukannya menghindari atau membiarkannya rusak , dia justru seolah menjaganya .
Mungkin saja dia pecinta tanaman , yang benar saja . . .
Melihat ada kesempatan bagus Zara dengan cepat melempar pot terakhir dan begitu musuh menangkapnya Zara segera memukul musuhnya yang lengah.
" Bugh bugh bugh " Pria itu terjatuh
Zara segera berlari ke arah pintu pagar tempat Chorong dan Raza di kurung .
" Semoga saja mereka mengingatku " Zara dengan sedikit ragu membuka kancing besi itu dengan harap harap cemas.
Zara berharap ke dua binatang buas itu akan menerkam orang asing yang berani datang ke mari , meskipun dia sendiri juga merasa sangat takut jika saja mendapat serangan dari mereka berdua .
Ini seperti bertaruh nyawa !!! mati di medan pertempuran sudah biasa terjadi , tapi jika harus mati karena menjadi santapan binatang buas yang kelaparan . Astaga , hal itu tidak pernah terlintas di kepalanya . . . . Entah apa sebutannya nyanti , mati konyol ataukah mati sial .
Kedengaranya TIDAK ADA YANG BAGUS
Chorong dan Raza segera berlari ke arah pria itu , Zara merasa lega karena ke dua binatang buas itu seolah melewatkan keberadaanya .
Tapi tungggu , apa yang mereka lakukan ???? Bukanya menerkam dan mencabik cabik musuh . Ke dua singga itu justru menerjangnya dan memberikan pelukan sayang , ada apa ini ??
" Hentikan... ah ..." Chorong dan Raza menjulurkan lidah mereka menjilati pria itu . Sedangkan dia justru mengelus elus rambut Chorong si singa putih dengan santainya tanpa rasa takut sedikitpun.
Pria itu hingga terjatuh di tanah karena terjangan ke dua singga itu, Raza juga tak kalah agresif . Kaki depannya tak senggaja menyingkap penutup wajah milik penyusup .
Dan,, TARA A A A A A A A A A
Saat pria itu berdiri , jantung Zara seakan berhenti berdetak saat mengetahui siapa penyusup itu sebenarnya . Tongkat di tangannya terlepas , dia begitu terkejut tubuhnya mendadak lemas tak bertenaga .
Juho melihat ke arah Zara yang mematung di tempatnya berdiri , gadis itu berjalan mundur hingga bersandar pada pagar . Mencoba menenangkan hati dan fikirannya yang saat ini menjadi kacau .
" Ju Ho ,???? " Tanpa di sadarinya buliran bening mulai menetes , orang yang di kiranya sudah mati ternyata masih bernafas .
Juho melihat Zara yang shock karena melihatnya segera berjalan menghampiri gadis itu , sementara Chorong dan Raza berjalan mengikuti di belakangnya .
" Zara " Ucap Juho lirih , pria itu semakin dekat . Zara semakin jelas melihat siapa yang kini berdiri di depannya , benar , dia benar benar Juho .
Juho menatap gadis itu lekat lekat , kemudian di usapnya buliran bening yang sudah menganak sungai di pipi gadis itu dengan jemarinya .
Menyadari ini bukanlah mimpi Zara segera menghambur ke pelukan pemuda itu , dia menangis terisak isak di dada bidang Juho .
Zara mengenggam erat baju pria itu , menumpahkan semua kesedihannya selama ini . Juho mengelus rambut Zara dan mendaratkan kecupan sayang di sana.
__ADS_1
"Kau masih hidup , kau masih hidup , kau benar benar masih hidup .." Ucap Zara di sela sela tangisannya.
"Ya , aku masih hidup Zara "
Zara menengadahkan wajahnya menatap mata Juho , di usapnya wajah pria itu . Juho bisa melihat kesedihan yang mendalam di mata Zara .
Tuan Kakkar juga sudah menceritakan semua yang di ketahuinya pada Juho .
" Mereka bilang kau sudah mati karena kebakaran itu , mereka bilang " Zara masih tidak percaya dengan semua ini
" Apa itu yang kau harapkan ? Zara ?? "
Zara menutup mulutnya yang mulai terbuka karena mengingat sesuatu , mengingat bahwa semua yang terjadi pada Juho itu adalah karena perbuatannya .
Menyadari itu , Zara perlahan mundur .
" Itu semua salah ku , aku . . . Aku yang sudah mencampurkan minuman itu dengan obat tidur , itu salah ku aku benar benar minta maaf . Kakak bilang akan melepaskan mu jika , , , " Zara tak sanggup lagi melanjutkan kata katanya.
Juho kemudian menarik Zara ke dalam pelukannya , di hatinya tidak ada kemarahan atau dendam sedikitpun pada gadis itu . Juho sudah tau jika Zara sungguh sungguh mencintainya, itu sudah lebih dari cukup .
" Kenapa kau tidak membenci ku , kenapa ??? kenapa Juho ? " Zara kembali terisak di pelukan Juho , dia berusaha melepaskan pelukan itu tapi Juho begitu erat memeluknya .
Juho terus memeluk Zara dengan erat,
Dari kejauhan tanpa mereka sadari ada beberapa orang yang menyaksikan adegan memilukan itu , bibi Rupa terlihat menghapus airmatanya yang ikut tumpah melihat kedua kekasih itu kembali bersatu. dia merasa terharu
Gauri juga ada di sana , hatinya menjadi pedih melihat pemandangan di depannya.
"Sebaiknya kita segera pergi dari sini , mereka membutuhkan waktu untuk bicara " Ucap Payal kemudian mulai pergi dari tampat itu di ikuti bibi Rupa dan gauri .
Ya , yang datang ke tempat itu adalah ketiga wanita yang tidak mampu menahan rasa penasarannya untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di kediaman pribadi Juho.
πππ
Saat ini Zara sudah merasa sedikit lebih tenang , Juho memberikanya segelas air pada gadis itu . Zara kini sedang duduk di sebuah kursi , Juho kemudian duduk di sampingnya .
Zara meminum air itu , setelah di rasa cukup Juho meletakkan gelas itu ke atas meja . Di tatapnya gadis yang kini duduk di sampingnya , Juho meraih kain sari berwarna biru itu seraya berkata ;
" Kau terlihat cantik dengan sari ini ??? apa kau suka ?? Aku sendiri yang memilihnya khusus untuk mu ?? " Ucap Juho kemudian .
" Kenapa kau tidak membenci ku ? ? kau hampir kehilangan nyawamu karena perbuatan ku ? kenapa Juho ?? "
" Kenapa aku tidak membenci mu ??? kenapa m m ??? mungkin karena di dalam hati ku tidak bisa melakukannya , mungkin karena hati ku sudah terlanjur mencintai mu hingga tidak ada ruang lagi untuk membenci " Juho memainkan ujung rambut Zara yang menjuntai indah.
" Aku tidak pantas mendapatkan cinta sebesar itu dari mu " Zara memalingkan wajahnya ke arah lain .
" Entahlah , aku juga tidak tau kenapa aku tidak bisa melupakan segalanya tentang mu tuan putri "
Juho melihat jemari Zara , cincin pemberiannya menghiasi jemari gadis itu . Senyumnya merekah , diraihnya jemari gadis itu.
Zara terkejut saat Juho meraih jemarinya .
" Kau memakainya ?? "
Zara terdiam , tatapan mereka bertemu .
__ADS_1
" Apa kau tidak takut jika tunangan mu melihat kau memakai cincin ini bukannya cicin pemberian darinya , cincin tunangan kalian "
" . . . . "
" Apa itu artinya kau benar benar menerima cinta ku setulus hati ?? aku mungkin tidak bisa menanggung rasa kecewa lagi jika kau sampai mhh . . . . " . .
Sebuah cium*n mendarat di bibir Juho sebelum dia menyelesaikan kata katanya , Juho begitu terkejut dengan apa yang di lakukan Zara padanya.
Perlahan Zara melepaskan kecupannya, mereka saling menatap .
"Apa itu sudah cukup menjawab semua pertanyaan mu ? ? ? " Ucap Zara seraya memberanikan diri menatap pria di depannya, jantungnya kini berdetak begitu cepat karena perbuatannya barusan .
Dia sungguh berani melakukan hal ituπππ, wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus karena menahan malu .
Juho kemudian menarik Zara dan mulai mendaratkan kecupan manis di b!b!r gadis itu, Zara tidak menolaknya . Zara bahkan membalas c!uman yang di berikan Juho.
Mereka saling menerima satu sama lain, menikmati setiap kec#pan , setiap es*pan di
b!bir mereka.
Nafas Juho dan Zara saling memburu, menikmati setiap c?uman yang mereka lakukan dengan penuh cinta. Zara mengalungkan kedua tangannya ke leher Juho , semakin lama ci#man itu semakin dalam dan menuntut.
Zara membuka mul*tnya , membiarkan Juho melanjutkan ke tahap selanjutnya.
Juho benar benar menikmati b?b?r Zara yang begitu manis menurutnya, Zara dibuat terbuai dengan setiap es@p*n mereka. Juho seakan tidak bisa berhenti , ia menjadi ket*gihan.
"hh h h h h ..."
"h h h h h h"
Akhirnya Juho melepaskan
c!umannya karena mereka sudah kehabisan nafas di tengah kegiatan yang begitu menggelora.
Mereka masih saling menatap, Juho meraba b!b!r Zara yang barusan telah habis di n?kmatinya. Nafas mereka masih memburu, Zara bahkan masih bisa merasakan hembusan nafas Juho yang menerpa wajahnya karena jarak mereka yang masih begitu dekat.
π π π π
ππππππππππππππππ
Deh deh , kak cery jadi ikutan panas ini karena ngintipin bang Juho sama neng Zara... ashhh
itu pintu kenapa nga di kunci si , jadi ternoda sudah mata kak cery... ups ssst st.π€«π€«π€«.jangan berisik !?!!! untung Chorong sama Raza nga liat ... bisa bisa hadwwwww....
Sebelum telat mending kaburrrrr πββπββπββ
ππPerhatian ; sorry to say . Kak cery cuman mau mengatakan sesuatu pada generasi muda saat ini , percayalah .
Jika kalian memiliki pasangan yang notabennya masih berstatus p@c@r dan meminta ini dan itu , utamanya kiss atau semacamnya dengan alasan love ....
maka kak cery cuman bisa bilang kalau its ... not love... but naf su ... jadi .. buatlah prinsip dalam kehidupan kalian , untuk memberikan batasan batasan yang boleh dan tidak boleh kalian lakukan .
Kak cery memang masih banyak salah dan kekuranggan , but. Hidup bukan hanya tentang diri sendiri , kecuali jika sudah resmi its okay ya ... karena kita tetap harus menjaga nama baik orang tua .. so , tetaplah pada batas .
Love your self , sebelum mencintai orang lain . Cinta itu menjaga okay n see you.... im sorry abaut it ....
__ADS_1
Di sini Cery ceria.... karena yang ceria ... dia yang berbahagia....
ππππππππππππππ