
Juho terlihat tidur di atas rerumputan , menjadikan paha istrinya sebagai pengganti bantal. Hari ini ia ingin bermalas malasan , angin bertiup sepoi sepoi bertiup menambah kesejukan di sana
Zara mengelus elus rambut suaminya dengan penuh cinta , ah dunia saat ini serasa milik mereka berdua .
Juho terlihat menutup matanya dan menikmati setiap momen kebersamaannya dengan Zara , saat seperti ini benar benar sangat berharga bagi mereka .
Zara hari ini memakai kain saree berwarna coklat , ia duduk bersandar pada sebuah batang pohon yang juga menaungi mereka .
Zara bisa dengan jelas melihat wajah suaminya tercinta , pria yang dulu sering membuatnya kesal itu malah di takdirkan menjadi pendamping hidupnya .
Sesekali senyum manisnya terbit , ia merasa kehidupan nya ini sungguh di penuhi dengan banyak kejutan . Zara merasa sangat bahagia dengan kehidupannya saat ini .
" Zara . . . "
" M m m ada apa ? " Zara masih terus mengelus rambut Juho
" Maafkan aku " Ucap Juho lirih
" Kenapa minta maaf ? kau sama sekali tidak melakukan kesalahan apapun padaku "
" Aku memang tidak melakukan kesalahan "
" Lalu kanapa tiba tiba minta maaf ? " Zara mengernyitkan dahinya , tidak mengerti dengan jalan fikiran Juho saat ini minta maaf tapi malah mengatakan kalau dia memang tidak melakukan kesalahan . . . aneh sekali bukan ?
" Maafkan aku karena terlalu mencintaimu .. "
fiuh... . . . seketika hati Zara menjadi hangat , apa Juho sedang mencoba merayunya . as ta ga , Juho berhasil membuat Zara tersipu malu . Hingga akhirnya sampai menghentikan usapan di kepala Juho .
" Jangan mencoba menggoda ku . . . " Ucap Zara seraya memalingkan wajahnya yang kini terasa hangat menahan senang sekaligus ma lu.
Juho perlahan membuka matanya dan bangkit dari tidurnya kemudian duduk di samping Zaraa. Menatap wanitanya yang kini memalingkan wajah ayunya itu dari pandangan matanya
Kini giliran Juho yang mengelus rambut panjang Zara yang di biarkan terurai , sesekali Juho mencoba menenangkan jantungnya yang masih sering dag dig dug ketika harus sedekat ini dengan Zara.
Terlepas bagaimana mereka telah melewatkan waktu bersama , yah meski pernah lebih intim dari ini tapi perasaan gugup itu terkadang masih ada di hatinya . Cinta yang sudah membuat hari harinya menjadi lebih berwarna.
Juho meraih jemari Zara dan menggengamnya erat , sementara tangan kirinya meraih dagu Zara agar mau menatap matanya .
Perlahan Zara mulai melihat ke arah Juho lagi , ia dapat melihat bagaimana Juho menatapnya dengan penuh cinta.
" Aku tidak pernah menyangka bahwa pada akhirnya bisa memiliki mu, meski butuh waktu yang tidak sebentar untuk menunggu hingga hari ini " Juho mulai menyampaikan isi di hatinya
Yah , mereka memang membutuhkan waktu seperti ini untuk lebih mengenal satu sama lain . apakah terlambat ? jawabanya tentu saja tidak , tidak pernah ada kata terlambat untuk saling memahami satu sama lain.
" Apa kau tau ? ? ? setiap saat aku selalu menjadikan mu alasan bagiku untuk terus menjadi orang yang lebih baik , kau adalah salah satu alasan kenapa aku bisa bertahan di tempat ini . Sejak pertama melihat mu kau sudah berhasil mencuri perhatian ku " Juho memainkan ujung rambut Zara lalu menghirup aroma wangi yang menyegarkan dari sana
__ADS_1
"( Itu artinya kau menyukai ku lebih dulu bukan ? . . . hentikan Juho kau membuat ku semakin jatuh kedalam perangkap cinta mu ... ☺☺) h m m " Zara hanya mampu menjawabnya dalam hati ,apalagi dia merasa malu . .tentu saja
" Tapi entah mengapa aku jadi senang saat melihaat mu kesal , aku masih ingat dulu kau sering marah marah pada ku " Ucap Juho seraya menyatukan keningnya dengan kening Zara
Mendengar itu tentu saja sedikit membuat Zara cemberut lalu perlahan mendorong dada Juho hingga berhasil memberikan jarak di antara mereka
" Itu karena kau sering membuat ku kesal , jika menyukai ku harusnya kau tidak melakukan nya
dan bersikap manis " Ucap Zara seraya menekuk wajahnya
" Jika tidak membuat mu kesal bagaimana mungkin aku bisa menarik perhatian mu saat itu , justru karena sering ku buat kesal kau jadi sering mengingat ku bukan " Tebak Juho
Zara tidak menyangkal hal itu , memang karena pertemuannya dengan Juho yang sering kali menimbulkan kesan lain itu membuatnya jadi terus mengingat nya. apalagi saat Juho sengaja tebar pesona . . . hm m n
" Kau sengaja menganggu ku rupanya "
" Karena kau memang gadis yang pantas untuk di ganggu , gadis nakal yang sering menyusup keluar istana " Juho menarik hidung mancung Zara perlahan dan berhasil membuatnya mengaduh
"aw.... " Zara langsung menepisnya kemudian memukul lengan Juho perlahan
" Zara. kau terlihat sangat menggemaskan saat sedang kesal , lihat lah wajah mu itu . kau membuat ku semakin tergoda untuk ini " Dengan cepat Juho segera melancarkan serangan nya
C U P . . . Juho melayangkan ci uman kilatnya di bibir mungil Zara yang terasa begitu manis dan di penuhi dengan candu . membuatnya selalu tidak bisa mengendalikan diri ,mhh alasan bagus
" A k h ... Ju ho " ucapnya lirih hampir tidak terdengar , Zara menjadi bertambah malu
" Kenapa harus malu , kita bahkan pernah melakukan yang lebih dari ini " Goda Juho lagi , ya mau bagaimana lagi , Juho memang sangat senang menggoda istrinya itu.
Kebiasaan inilah yang sampai sekarang tidak bisa hilang , ia memang senang sekali menggoda Zara . Seperti sebuah keharusan baginya... ya begitulah kira kira.
Sifat Jahilnya sering muncul begitu saja , apalagi saat ini ada Zara . Ia tentu tidak akan menyia nyiakan untuk mengganggunya , dasar jahil .
Juho menarik Zara ke dalam pelukannya ,mendekapnya begitu erat seakan tidak mau jauh meski hanya sesaat .
" Katakan padaku "
" Apa ? "
" kenapa kau mempersiapkan banyak baju intuk ku ? seperti kau tau aku akan datang "
" Kenapa ? aku hanya asal saja . . . mmm bercanda ... aku hanya melakukan apapun yang kuinginkan saja , mungkin aku terlalu percaya diri pada masa depan ku "
" . . . Aku benar benar ingin tau alasan mu ? apa kau berniat menculikku dulu ? " Ucap Zara yang tampak masih bermanja di pelukan Juho
" Aku juga serius dengan jawaban ku , hei . bukankah aku sudah pernah bilang kalau itu tindakan pengecut. Aku tidak seburuk itu , jika di ingat ingat bukankah kau yang sudah menculik ku sampai hampir mati . . dunia ku seperti akan berakhir saat kau mengatakan hanya mempermainkan ku " Juho masih ingat dengan percakapannya dengan Zara saat dia berhasil di tangkap .
__ADS_1
Zara menengadahkan wajahnya dan melihat ekspresi wajah Juho yang tampak sedih saat mengingat kejadian waktu itu .
" Hari itu juga berat untuk ku , aku hanya tidak ingin kakak sampai mencelakai mu "
" Hei kenapa ? tidak perlu sedih ? mungkin itu adalah jalan bagi kita untuk bisa memahami perasaan kita yang sesungguhnya . Dengan begitu aku yakin kau tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi bukan ? "
" Tidak akan " Zara menengelamkan wajahnya di dada bidang Juho
" Zara "
" M m m "
" Jangan pernah meninggalkan ku lagi "
" hm m itu tidak akan terjadi "
" Apa kau tidak akan menyesal ? mungkin kau tidak akan menjadi seorang Ratu karena menikah dengan ku "
" Aku akan menyesal jika benar benar melepas mu , tidak bisa bersama mu , Juho tidak ada alasan bagi ku untuk menyesal atau bersedih . Aku sudah menyerahkan hati ku pada mu ? ? aku bahagia asal kau selalu ada di sisi ku ? " Ucap Zara sungguh sungguh , Zara menatap lekat mata Juho .
" Aku mencintai mu Putri Zara Balraj Kumar, sangat . . . sangat mencintai mu " Ucap Juho seraya menyatukan kening mereka
" Aku juga mencintai mu . . aku akan mencintaimu sekarang , nanti dan selamanya , jadi jangan pernah meninggalkan ku , atau aku akan hancur tanpa mu di disi ku " Mereka tampak memejamkan kedua matanya .
Hingga Jarak mereka semakin dekat , Zara kini dapat merasakan bi bir Juho yang mulai mengecupnya . Zara tidak hanya diam , dia pun semakin terbuai dengan setiap esapan Juho . Ci um man mereka semakin dalam dan mengebu gebu .
Zara kembali merasakan manisnya bi bir suaminya yang begitu memabukkan , membuatnya kehilangan kendali atas dirinya sendiri . Argh . . . cinta memang bisa membuat orang lupa diri.
Ya , Zara memang sudah takluk pada Juho . Pria asing yang berhasil mencuri hatinya , seorang pria yang menjadi cinta pertama dan terakhirnya . Pria yang melengkapi seluruh kebahagiyaannya , memberikan begitu banyak cinta yang belum pernah di dapatkannya dari pria manapun .
Juho , pria asing yang berhasil memenuhi fikirannya dengan semua sikap sikapnya yang seringkali membuatnya sakit kepala karena tidak bisa berhenti memikirkan apapun tentangnya.
" mh h h h "
"h h mph " Setelah beberapa saat akhirnya Juho menghentikan ci umannya karena Zara sudah mulai terengah engah kehabisan udara .
Mereka tersenyum setelah beberapa saat saling mengungkapkan perasaan mereka dengan ci uman panas yang penuh cinta.
Perlahan Juho mulai berdiri dari duduknya , ia lalu mengulurkan tangannya pada Zara .
" Ayo "
" Mau ke mana ? "
" Ikut saja nanti kau juga tau " Tak lama kemudian Zara meraih tangan Juho
__ADS_1