
"Kak " ji Yoong mencoba menyadarkan kakaknya yang tengah melamun
" mm ya ,kenapa melihat ku seperti itu" pangeran Seong Jun hanya menoleh sejenak ke arah adiknya.
"tidak ada ,kakak melamun tadi .apa ada yang kakak fikirkan ? "tanya pangeran ji Yong ketika melihat kakaknya sedikit berbeda hari ini
Raja melihat ekspresi wajah putra sulungnya yang nampak tidak biasa , sebagai seorang ayah tentu dia bisa merasakannya.
Ia melihat putranya yang mulai tidak fokus , apakah putra sulungnya ini sedang ada masalah sehingga menganggu hatinya.
🌪️
Sementara malam ini di kediaman bangsawan moon .
Nona Moon Geoung seakan tidak bisa memejamkan ke dua bola matanya , mungkin karena hatinya sedikit gugup dan gelisah hingga sampai tengah malam masih belum juga bisa memejamkan kedua matanya.
Besok adalah hari pernikahannya dengan pangeran Seong Jun ,dia akan segera menikah dengan pria yang ia sukai sejak lama . Huh sepertinya ini adalah malam terakhir nya sebagai seorang gadis single
Namun selain senang dia juga merasa sedikit takut , takut jika saat acara nanti tidak berjalan lancar seperti seharusnya.
Hatinya meras resah jika teringat sedikit masa lalu yang tidak ingin dia kenang.
Dulu hubungan mereka pernah terputus dan kandas di tengah jalan bahkan sebelum sempat melangsungkan pernikahan.
Dia takut jika kejadian itu akan terulang kembali, hatinya pernah hancur sekali. Jika sampai pernikahan ini kembali gagal entah bagaimana dia akan menghadapi hidupnya nanti.
Nona Moon Geoung menghela nafasnya sejenak mencoba menghibur hatinya yang gundah gulana , ini tidak mudah baginya.
Ga en yang memang belum tertidur tidak sengaja menoleh ke arah kanan hingga ia bisa melihat kamar nonanya yang ternyata masih terang benderang .Tapi Ini sudah sangat larut , tidak baik jika calon pengantin begadang karena besok nonanya harus bangun pagi untuk mempersiapkan diri.
Ga en kemudian memberanikan diri untuk menemuinya , dia harus mengingat kan Nona Moon agar segera tidur karena nona memang butuh istirahat yang cukup .
Nona harus menjaga kondisi tubuhnya agar tetap bugar untuk menjalani upacara pernikahannya dengan pangeran Seong Jun yang akan di langsungkan esok hari.
__ADS_1
Sudah tugasnya untuk mengingatkan , jangan sampai besok nona kelelahan ataupun mengantuk karena kurangnya waktu istirahat . Itu tidak boleh terjadi
" Nona apakah nona belum tidur ?boleh saya masuk? " Tanya Ga en seraya berdiri di depan pintu menunggu izin nona untuk di persilahkan masuk
Mendengar dayang pribadinya datang tengah malam begini nona Moon Geong sudah tidak terkejut lagi karena Ga en memang sering menegurnya jika sedikit saja terlambat istirahat, itu sudah kebiasaannya.
Ga en memang selalu memantau keseharian nonanya dan memastikan Nona tidur tepat pada waktunya.
"Masuklah "
Mendengar itu Ga en segera menggeser intu dan masuk ke dalam kamar ,ia lalu duduk di hadapan nona Moon Geoung.
"Nona kenapa masih belum tidur ? Ini sudah hampir lewat tengah malam . Nona butuh istirahat yang cukup untuk menjalani prosesi esok hari " Ucap Ga en mengingatkan nonanya
”Aku masih belum mengantuk , sebentar lagi aku akan tidur "Ucapnya seraya tersenyum
"Tidak akan terjadi apa apa , saya yakin acara besok akan berjalan lancar. Nona tidak perlu menghawatirkan hal itu "Ga en mencoba meyakinkan nonanya ,dia yakin pasti nonanya sedang merasa gugup dan sedikit takut jika kejadian tidak mengenakkan di masalalu akan kembali terulang.
Sejujurnya dirinya sendiri juga tidak bisa tidur karena memikirkan hal ini .
" Sshhh Nona jangan seperti ini , tidak akan terjadi apapun . Tapi jika nona masih keras kepala dan tidak segera istirahat mungkin acara besok akan benar benar terkendala , Jangan sampai pengantin wanitanya terlambat bangun dan bersiap hingga mengacaukan hari besar itu "Ucap Ga en seraya menampilkan wajah masamnya
Moon Geoung jadi sedikit terhibur mendengar ucapan Ga en .
"Kau ini "
"Itu benar nona , jangan samai nona membuat pangeran Seong Jun menunggu kedatangan anda terlalu lama .
Yah meski saya sebenarnya ingin melihat pangeran juga merasakan kesalnya menunggu seperti yang nona rasakan saat acara pertunangan waktu itu " Ga Een semakin menunjukkan wajah kesalnya saat mengingat hari pertunangan nonanya yang sempat mundur beberapa saat karena keterlambatan pangeran Seong Jun , sungguh ia masih merasa kesal jika mengingatnya
" kau ini ” Nona Moon Geoung akhirnya tidak bisa menyembunyikan senyumnya saat mendengar datangnya menggerutu.
" Itu memang benar , tapi sebaiknya nona jangan mencontoh sikap pangeran Seong Jun yang satu itu hmm ! tapi harus saya akui pangeran memang layak membuat semua orang menunggu hahh apa Nona ingat bagaimana para wanita saat melihat perubahan penampilan pangeran waktu itu ,,? Mereka melihat pangeran sampai bola matanya mau keluar .
__ADS_1
huh jika bisa saya ingin memarahi mereka karena berani melihat pangera seperti itu eh maksud saya mereka sungguh tidak sopan . Tapi pangeran memang benar benar tampan iyakan nona ,? " Ga en malah sempat sempatnya menggoda Moon Geoung hingga membuatnya salah tinggal karena sempat tersipu .
"Eh i i itu " Moon Geoung sampai tidak bisa berkata kata
" Ah tapi saya bersyukur karena pangeran sudah berubah , pangeran dan nona pasti akan sangat serasi saat berdampingan nanti "
"Sudah sudah jangan bicara lagi , ekhm sepertinya aku mulai mengantuk " Nona Moon mencoba menyembunyikkan wajahnya yang mulai tersipu sipu.
"Ah nona jadi tambah cantik saat malu malu seperti itu" Ga en masih belum berhenti mengganggu nonanya
"Ga en "
"He he he baiklah kalau begitu saya akan pergi sekarang tapi nona harus segera beristirahat , besok adalah hari yang sangat penting . Jangan sampai nona terlihat kelelahan karena kurang tidur "
" Baiklah aku akan segera tidur , kau pergilah dan beristirahat juga "
" baik kalau begitu saya permisi nona "
" ya ,kau bisa pergi sekarang"
Ga en lalu segera bangkit berdiri dan memberikan salamnya pada sang nona lalu mulai melangkahkan kakinya meninggalkan kamar nona Moon .
Nona Moon hanya menggelengkan kepalanya tak habis pikir, Huh Ga en pasti bisa melihat ekspresi wajahnya tadi . Ia sedikit malu
Akhirnya Nona Moon segera beranjak dan mulai membaringkan tubuhnya untuk beristirahat , yang dikatakan Ga en benar . Dia harus segera tidur agar besok bisa bangun pagi dalam keadaan segar.
Sementara itu pangeran Seong Jun telah terlelap sambil memeluk selendang putri Zara berharap bisa bertemu lagi dengan istri tercintanya meski hanya dalam mimpi .
Hari esok
Siapa yang akan tau
Entah lah
__ADS_1
Biarkan saja takdir menulis kisahnya nanti
Malam bertambah larut dan gelap , Waktu terus berjalan, hingga akhirnya fajar mulai menyingsing engintip di balih cakrawala.