
Shagun akhirnya sampai di tempat tabib istana, nafasnya tampak tersengal sengal karena habis berlari ke tempat itu. Tabib istana melihatnya dengan heran, apa yang membuat gadis itu sampai berlarian untuk menemuinya. Apakah ada sesuatu yang gawat.
"Tabib istana... Putri Zara demam tinggi , kau harus memeriksanya sekarang juga. "
Demam tingi ?? Mendengar hal itu Tabib kerajaan beserta pelayannya segera menuju kediaman pribadi putri Zara, dia harus segera memeriksa keadaan sang putri . Dia juga merasa hawatir dengan gadis itu, meski terkadang suka seenaknya tapi putri Zara selalu bersikap baik pada semua orang. Dia adalah kecintaan kerajaan ini, semua orang menyanginya.
Sang Ratu masih harap harap cemas, kenapa tabib belum juga sampai, Ratu duduk di sebelah Zara . Diusapnya keringat yang membasahi wajah ayu putrinya itu, badan Zara bergerak gerak.
"Juho , m ma afkan aku... aku mohon .. j ja ngan pergi... J J uho " Putri Zara mengigau seraya memangil nama seseorang, meski begitu lirih Ratu masih bisa mendengarnya .
Tak lama kemudian tabib istana akhirnya sampai juga di sana, dia segera memeriksa keadaan sang putri yang kini terbaring lemah tak berdaya .
🤒🤒🤒🤒🤒🤒🤒🤒🤒🤒🤒🤒🤒🤒🤒
Juho meraba lukisan Zara menatapnya dengan tatapan sendu. Pertama kali dalam hidupnya mencintai seorang gadis, dia sudah harus merasakan pahitnya sebuah penghianatan .
Sedang apa Zara di sana ? apakah dia merasa bahagia bersama pangeran Jeet singh , apakah Zara menyukai pria itu dan akan tetap menikahinya. Lalu bagaimana dengan dirinya sendiri, apakah dia bisa merelakan Zara untuk pria lain ? ?
Omong kosong !! bagaimana mungkin perjuangannya selama ini menjadi sia sia dan tak berarti sama sekali ,, apa dia culik saja gadis itu dan membawanya kesini sebagai tawanan cintanya. Tapi apakah dia seburuk itu hingga harus melakukan tindakan sebegitu pengecutnya.
Apakah benar benar tidak mungkin bagi mereka untuk bersatu , Mungkinkah dia akan menghabiskan sisa hidupnya seorang diri atau munkin dia bisa jatuh cinta lagi.. tapi dia tidak akan menikahi wanita yang tidak mencintainya.
Dia tidak ingin menyakiti wanita seperti ayahnya yang sudah membuat ibundanya menderita dan selalu bersedih, dia tidak akan meniru sikap ayahnya yang satu itu.
Jika dia benar benar mencintai Zara, bukankah seharusnya dia merasa bahagia jika gadis itu bahagia meski tidak bersamanya, tapi apa dia cukup kuat untuk merelakan cintanya.
Meski begitu penghianatan Zara benar benar melukai hati Juho, ah entahlah sebaiknya dia tidak terus memikirkan gadis itu. Kepalanya seakan ingin meledak karenanya.
Juho menghela nafas dalam dalam kemudian menutup buku itu dan berjalan keluar . Permaisuri saat ini sedang duduk di dipan di depan rumah bersama dayang Choi dan So hwa, sebenarnya dia ingin bersama putranya pangeran Seong Jun . Hanya saja dia merasa pangeran sedang membutuhkan waktu untuk sendiri saat ini.
Putranya itu sedang patah hati karena seorang wanita dia mungkin butuh waktu untuk menenangkan diri sementara waktu.
Panglima Chunso baru saja kembali dari ibu kota, dia memenuhi pangilan pangeran Ji Yong meski dengan sembunyi sembunyi.Bukan tidak mungking ada orang yang mengenalinya, tentu saja hal iti tidak boleh terjadi.
__ADS_1
Melihat Chunso datang Juho segera menghampirinya.
"Paman dari mana ? "
"Pangeran Ji yong memintaku menemuinya "
"Apa pamam sudah menyampaikan pesan ku padanya ? "
"Sudah , pangeran akan melakukannya secepatnya "
Juho tersenyum, pandangam matanya menangkap bayangan ibunya yang tengah menatapnya dari ke jauhan
"Aku ingin pengerjaannya di lakukan secepat mungkin, dimana Chilsook "
"Tentu saja pangeran, semua sesuai keinginan anda . dia mengantar narin jalan jalan di pasar "
"Dia memang menyukai anak anak, sebaiknya kita segera mencarikannya istri seperti taemin .....h hhh Ayo kita temui ibu paman "
Juho lucu, nagaimana dia bisa mengatakan hal itu sementara dirinya sendiri juga sama sama masih sendiri, Chunso yakin pangeran hanya tidak ingin terlihat terlalu lemah karena sedang patah hati sehingga dia tampak begitu tegar meski sebenarnya saat ini sedang begitu rapuh
" Ibu sedang apa ?? "
"Tidak ada , hanya bersantai di sini "
"h .. Bu ada yang ingin ku bicarakan ... " Sejenak Juho menatap mata ibunya
"Ada apa ? Kau boleh mengatakanna pada ibu, apa yang membuatmu ragu "
"Kembalilah ke istana bersama adik .. "
"Apa maksudmu pangeran ? kenapa kau menginginkan hal itu" Permaisuri terkejut dengan permintaan putranya
"Dengarkan aku bu, aku juga akan kembali ke sana secepatnya . saat ini aku audah meminta adik untuk mempersiapkan kediaman pribadiku tak jauh dari istana , ibu bisa tinggal di sana bersama ku nanti "
__ADS_1
" Apa kau yakin dengan perkataanmu pangeran.."
"Tentu saja bu , aku akan membangun istanaku sendiri . Akan ku buat rumah yang begitu megah di sana , tidak akan ada yang bisa menyakiti ibu dan adik adik selama aku masih hidup. Tapi aku tidak akan menunjukan diriku., aku akan tetap bersembunyi . Istana itu di buat atas nama ku tetapi Ibulah yang akan mengakui ide pembuatannya dwngan alasan mengenang diriku"
"Apa maksudmu pangeran
" Aku akan tinggal di dekat ibu mulai sekarang "
" Apa kau sungguh sungguh pangeran ? " Permaisuri benar benar senang mendengar perkataan putranya itu , tentu saja ia akan menuruti permintaannya karena itulah yang diainginkan selama ini.
" tentu saja , apa aku terlihat seperti sedang bercanda. aku akan meminta rakyat miskin untuk melakukan pekerjaan ini , kita akan memberikan bayaran utuk itu agar rakyat bisa mendapatkan penghasilan."
"Ya tentu saja pangeran ..tentu saja , ibu akan mendukung semua keputusan mu"
"Apa kau pergi ke istana untuk urusan ini Chunso " Tanya permaisuri memastikan kebenarannya.
" Benar permaisuri..."
Mendengar itu permaisuri bertambah lebar senyumnya, begitu juga dengan dayang Choi dan So Hwa yang tampak begitu gembira mendengar kabar itu.
Akhirnya mereka akan terbebas dari kehidupan yang berat di luar istana, mereka akan segera kembali ke istana lagi. Usai sudah penderitaan mereka selama bertahun tahun ini dalam pengasingan . Di istana tentu akan ada banyak dayang yang akan di tugaskan untuk mengabdi pada Permaisuri dan secara otomatis akan meringankan tugas mereka berdua.
"Lihatlah dayang dayang juga merasa sangat bahagia, mereka sudah begitu setia pada ibu hingga rela ikut menderita bersama ibu di pengasingan.
"Ya , kehadiran mereka membuat ibu tidak terlalu merasa kesepian "
"Sementara itu ibu akan tinggal di kediaman pribadi ibu di istana. Tapi aku akan tinggal di dekat tempat pembangunan , aku harus mengarahkan mereka agar membuat bangunan seperti keinginankum Ibu bisa menemui ku sesekali dengan alasan meninjau perkembangan pembangunannya. Jika tidak aku yan akan menemui ibu di istana "
"Baiklah jika itu keinginan mu pangeran,"
"Kapan Permaisiri akan kembali ke isana ? " Tanya dayang Choi yang ingin mastikan waktunya.
"Besok ..."😎😎😎😎😎😎😎
__ADS_1
................
🐸🐸🐸🐸🐸🐸🐸🐸🐸🐸🐸🐸🐸🐸🐸🕊🕊🕊