
"Siapa yang memberi mu hak untuk mengatakan hal itu " Tuan Kakkar menjadi marah karena perkataan Gauri yang telah melewati batas .
"Aku mengatakan yang sesungguhnya dan aku sama sekali tidak menyesal " Gauri kemudian segera pergi dari sana dengan membawa kebencian , kemarahan dan kesedihan di dalam hatinya.
Tuan Kakkar sebenarnya bisa mengerti kenapa gadis itu sampai bersikap kasar seperti itu , tapi bagaimanapun juga perkataannya tadi juga sama sekali tidak bisa di benarkan. Dia sudah berusaha menutupi fakta itu tapi malah sengaja di buka Gauri , sekarang bagaimana dia bisa menahan Putri Zara disana .
" Apa benar paman ?? Apa ayahku saat ini sedang terluka dan belum juga sadar ??? kenapa paman dan bibi tidak memberitahukannya pada ku ? "
"Putri , aku sudah berjanji pada ibumu akan menjaga mu apapun yang terjadi . Raja masih hidup , itu yang terpenting saat ini " Tuan Kakkar memberi penjelasan
" Bagaimana aku bisa melarikan diri dan bersembunyi sedangkan keluarga ku sedang di jadikan tahanan di dalam sana "
Zara saat ini merasa tidak berguna , dia sungguh tidak berdaya.
"Putri Zara , saat ini Raja Madraka sedang mengincar mu . Kita akan menunggu waktu yang tepat untuk membebaskan mereka "
"Bersabarlah sebentar lagi " Ucap bibi Rupa mencoba menenangkan Putri Zara
"Rupa , bawa Putri Zara masuk dalam "
"Ayo Zara "
"Paman , apa kita hanya bisa diam saja tanpa melakukan apapun " Sebelum pergi bersama bibi Rupa Zara menoleh ke arah Tuan Kakkar dan bertanya
" Selalu ada jalan keluar di setiap masalah , untuk saat ini kita harus bersabar dan menunggu waktu yang tepat . Jika kau sampai tertangkap , maka akan sia sia pengorbanan ibu mu . Tunggulah sebentar lagi "
Zara kemudian dengan berat hati ikut masuk ke dalam bersama bibi Rupa , tuan Darshwana Kakkar hanya melihat kepergian keponakannya itu dengan diam . wanita paruh baya itu mengantarkan Zara masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat sekaligus menenangkan dirinya.
" Semua yang sudah terjadi biarlah berlalu , seperti apapun masalalu kita tidak bisa merubahnya lagi . Yang terpenting sekarang adalah jangan mengulang kesalahan yang sama di masa depan . Fikirkan itu Tuan Putri "
"Apa bibi bisa memaafkan semua kesalahan ku ? " Zara menatapnya dengan penuh penyesalan .
Bibi Rupa mendekat ke arah Zara kemudian mengelus kepalanya dengan sayang , dia juga memiliki seorang anak perempuan .
__ADS_1
" .... " Bibi Rupa tersenyum seraya menganggukkan kepalanya .
"Terimakasih bibi , terimakasih " Zara tiba tiba memeluk bibi Rupa, mungkin saat ini dia sedang merindukan ibunya , Bibi Rupa membalas pelukan itu . Mata gadis itu mulai basah
Beban di hatinya menkadi sedikit lebih ringan , namun kenyataan lainnya justru membuatnya semakin sedih .
πππππππππππ
Di kerajaan Suryavans
Raja Mahender Cawala semakin tidak sabaran karena belum juga mendapatkan apa yang di inginkannya , putri Zara benar benar seperti menghilang di telan bumi tidak ada kabar apapun tentang dirinya . Dia bahkan sudah berjanji memberikan hadiah yang sangat besar .
Beberapa istrinya datang mengunjunginya ke sana jutru membuatnya bertambah gusar , dia tidak menginginkan siapapun kecuali Putri Zara Balraj Kumar .
" Raja , kami datang kemari untuk memberikan selamat atas ke menangan besar mu "
" Hmnnn baiklah kalau begitu aku menerimanya terimakasih , kalian bisa pergi sekarang aku sedang tidak ingin di ganggu "
" Ku bilang aku sedang tidak ingin di ganggu !!!"
" Ratu mari , aku akan mengantar kalian ke ruang peristirahatan " Ucap seorang wanita , dia adalah seorang dayang dari Madraka yang telah beberapa hari di sana sehingga mengetahui beberapa tempat yang memang sudah di tunjukkan Shagun atas izin Ratu, untuk jaga jaga hal seperti ini tentunya .
" Ya , kau bisa mengantarnya . Anggap saja saat ini kalian seperti sedang berada di kerajaan sendiri , jadi jangan sungkan sungkan ." Putri Jhanvi tiba tiba ada di sana , dia memang memiliki sedikit urusan dengan Raja Mahender sehingga terpaksa menemuinya saat ini .
Mendengar perkataan putri Jhanvi para wanita itu menjadi tidak senang , begitu juga dengan Raja Madraka. Dia berani sekali bersikap kasar pada Raja Madraka , siapa dia sebenarnya , apa mungkin ?? .
Banyak sekali pertanyaan di kepala mereka dan belum ada satupun jawaban atas keingin tahuan mereka saat ini , bagaimana tidak ? mereka bahkan tidak seberani itu .
" Jhanvi , aku sedang tidak ingin berdebat dengan mu saat ini , pergilah "
Para istri itu terbengong mendengar suami mereka yang bersikap cukup lunak dengan gadis itu , mereka memang tidak mengenal putri Jhanvi sebelumnya dan tidak tau hubungan antara dia dan suaminya .
" Mereka istri istri mu ??? mereka semua cantik cantik , apa kau masih belum puas juga ??? ku dengar kau juga memiliki banyak selir di banyak tempat , bukankah jumlahnya juga puluhan ???, apa kau sengaja ingin menjadikan mereka semua koleksi pribadi mu ?? astaga , tidak ku sangka kau berubah menjadi pria yang begitu menjijikkan "
__ADS_1
Raja Mahender menatap tajam Putri Jhanvi .
" Jaga bicaramu !!! kau sedang berbicara dengan Maharaja Madraka " Seorang wanita kesal dengan ucapan Putri Jhanvi .
"Aku tidak mengakui hal itu maafkan aku , dan ya saat ini kalian tetaplah orang asing di kerajaan ini jadi bersikaplah layaknya tamu . Meski kedatangan kalian sama sekali tidak di inginkan di sini "
" Cepat bawa pergi mereka dari sini !!! " Raja Mahender terlihat murka .
" Tapi Raja "
" Ku bilang pergi dari sini, S E K A R A N G !!! atau pulang !! " Teriak Raja Mahender pada para istrinya .
Mereka tidak bisa membantah lagi , wanita wanita itu dengan berat hati pergi dari sana bersama dayang. Ke tiga wanita itu di antarkan ke kamar khusus tamu kerajaan .
"Jhanvi, apa kau sedang menguji kesabaran ku ??? kau tau aku tidak akan segan berbuat kasar pada mu "
" Apa kau berniat melenyapkan ku ?? lakukan saja jika kau memang ingin melakukannya "
"Kau !!! " Raja madraka meraih wajah putri Jhanvi dan mencengkeram rahang wanita itu , kemudian meghempasnya kasar .
" Ssh h h " Putri Jhanvi memegangi rahangnya yang terasa sakit .
" h h h h h , baiklah . Jadi apa mau mu ? kau tidak datang ke mari karena merindukan ku bukan ?? "
"ch ch , jangan bermimpi . Jika bukan karena putri ku aku tidak akan sudi menemui mu , jangan pernah melarang kami untuk pergi ke luar istana , kau sama sekali tidak berhak melakukan itu " Putri Jhanvi kemudian ingin beranjak pergi
"Seharusnya kau memohon dengan benar , hmn baiklah karena ini demi keponakan ku . aku tidak akan melarang putri anjum jika ingin berkeliling istana ataupun pergi ke halaman , selama masih di wilayah istana "
Putri Jhanvi segera pergi dari sana , yang benar saja ini adalah kerajaan milik suaminya . Dan sekarang jika ingin keluar halamanpun harus meminta izin pada orang asing itu , lelucon apa ini .
π₯π₯π₯π₯.......
...................βοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ
__ADS_1