
"Gubrakkk ..... " Suara itu terdengar keras .Entah kegaduhan apalagi kali ini
Prajurit tampak berlarian ke arah sumber suara , beberapa prajurit sudah bersiaga .
Tuan Kakkar memerintahkan mereka untuk membuka pintu gerbang , setelah terbuka terlihat 3 orang berkuda yang datang . Ternyata merekalah yang sudah membuat keributan
Tak jauh dari sana terlihat batu besar yang tadi di gunakan untuk menghantam pintu .
Melihat dari bajunya jelas mereka adalah utusan dari Madraka , ketiganya tampak tidak memiliki rasa takut sedikitpun saat melihat Tuan Kakkar dan para pasukannaya .
Bahkan terkesan menantang , apalagi yang di inginkan Raja Madraka itu sampai mengirim utusan ke mari. Yang pasti bukan hal yang enak untuk di dengar telingga.
Mereka tentu belum mengenal siapa pria yang ada di depannya itu, ketiganya melemparkan sebuah gulungan pada Tuan Kakkar .
Tuan Kakkar segera membuka dan membacanya .Matanya langsungvmembola tatkala mengetahui isi surat itu. Sungguh berani
" Menyerahlah atau kerajaan Suryavans akan kami ratakan dengan tanah , Patuh dan Raja kami akan melepaskan kalian dengan damai" Ucap salah seorang dari mereka , terlihat sekali orang itu begitu sombong .
"Serahkan putri Zara Balraj Kumar kepada Raja kami Maharaja Mahender Cawala , dan kalian akan mendapatkan pengampunan " pria lainya ikut menyahut .
Suara raungan binatang buas terdengar begitu menakutkan , para prajurit segera menyingkir ketika mereka melihat seekor singa putih yang berlari ke arah mereka.
Juho yang sedang menungganginya segera memerintahkan pada Chorong untuk menyerang orang orang itu .
Ketiga orang itu sangat terkejut , belum sempat dia menarik pedangnya Juho sudah melemparkan dua belatinya dan membuat ke dua utusan itu langsung terkapar karena terkena serangan di organ Vitalnya ( ke p*l# dan Jan tung ).
Sementara seorang lainya langsung terjatuh di terkam Chorong , namun Juho segera mengisyaratkan binatang itu agar tidak menghabisinya .
Pria itu mendapat beberapa cakaran di dadanya , Juho segera mengangkat kerah baju pria yang sudah ketakutan setengah mati itu .
"Aku bukan orang yang suka membuang waktu , katakan apa yang perlu kau katakan . Jika aku tidak puas maka jangan salahkan aku jika kau harus berakhir menjadi santapanya " Juho melirik ke arah Chorong .
Singa putih itu tampak memamerkan gigi giginya yang tajam , sungguh menakutkan sekali
__ADS_1
Beberapa warga yang ada di luar juga menyaksikan kejadian mengerikan itu. Mereka bergidik ngeri
"A. a aku di utus panglima B B Bagwandas untuk menyampaikan perintah Raja Mahender Chawala , Jika kalian tidak mau tunduk pada Madraka dan tidak segera menyerahkan Putri Zara . Raja akan meratakan Suryavans dwngan tanah dan juga memastikan seluruh rakyatnya menjadi budak bagi Madraka " Ia begitu ketakutan ketika melihat Juho yang dalam keadaan emosi itu .
Pangeran Yuvraj dan Pangeran Sanjev yang barusaja tiba sangat terkejut melihat pemandangan itu .
"Biarkan aku hidup , aku mohon t tuan " Pintanya dengan penuh iba ,saat ini entah kenapa keberanianya tadi langsung menghilang begitu saja .
"Prajurit bawa dia ke tempat tahanan " Perintah pangeran Sanjev , melihat bagaimana dua korban lainya dia bisa langsung membaca jika Juho tidak akan melepaskan orang ketiga itu dengan mudah nya .
Sementara dia masih ingin mengorek informasi lebih banyak dari orang itu .
Prajurit lainya segera membereskan dua korban yang tak lagi bernafas itu .
Tan Kakkar melihat ke arah Juho , dia melihat sesuatu yang sedikit berbeda darinya . Tidak biasanya Juho bersikap seperti itu , dia harus tau alasanya .
"Chorong " Juho memanggil singanya mendekat , Pangeran Yuvraj terlihat terkejut melihat itu .
Rakyat banyak berbisik bisik , siapa pria asing itu , dia tampak kuat . Beberapa hari ini mereka hanya mendengar bahwa kerajaan di selamatkan oleh seorang pria asing .
Ditambah lagi adanya Tuan Darshwana Kakkar yang selama ini memang terkenal gagah berani .Semakin banyak orang kuat di kerajaan uni
Juho memberikan penghormatan pada kakak iparnya kemudian pergi dari sana bersama Chorong , Tuan Kakkar juga mengikutinya . Merasa ada yang tidak beres pada Juho
Para prajurit segera menutup pintu gerbang istana , rakyat juga segera membubarkan diri dari sana
"Apa yang barusan kita lihat tadi ?apa dia tidak waras ? kenapa ada singa sebesar itu bersamanya " Tanya Pangeran Yuvraj seraya melirik ke pangeran Sanjev.
Pangeran Sanjev tidak marah saat melihat tindakan Juho , dia juga akan melakukan hal sama jika berada di posisi adik iparnya itu.
Terlebih saat prajurit memberitahukan kejadian sebenarnya padanya .
"Ayo kita pergi , aku akan menceritakan segalanya pada mu " Pangeran Sanjev segera pergi di ikuti sepupunya P. Yuvraj yang setia mengekorinya dari belakang
__ADS_1
๐ข๐ฃ๐ข
Beberapa waktu kemudian mereka berkumpul, dan setelah ini mereka harus memikirkan langkah selanjutnya yang akan mereka ambil .
Juho duduk di sebelah Zara ekspresi wajahnya sungguh terlihat berbeda saat ini , tidak seperti tadi siang .Penuh rasa benci di wajajahnya yang membuatnya terlihat begitu menakutkan
"Madraka sudah mulai bergerak " Pangeran Sanjev memulai pembahasan mereka .
Raja juga berada di antara mereka , Juho maju dan mulai mengutarakan isi hatinya.
"Raja , Izinkan aku untuk mengatakan sesuatu " Juho memohon diri
"Kau adalah su ami putri ku , sejak saat itu kau sudah menjadi bagian dari keluarga kerajaan . Katakan "Ucap Raja lirih
Zara sangat senang mendengar perkataan ayahnya itu , membuktikan jika hubungannya dengan Juho sudah mulai di terima oleh ayahnya . Melegakan
Setelah mendapatkan izin Juho akhirnya mulai mengatakan isi kepalanya saat ini.
"Biarkan dia menerima hadiah kita , biarkan dia membawa semua pasukannya . Kita bisa memaksanya untuk ikut aturan lama , aku akan berusaha mengatasi Mahender di medan perang. Satu lagi , sepertinya kita harus menambahkan seseorang menjadi target utama kita . Panglima Bagwandas , "
"Dia orang yang cukup merepotkan " Pangeran Sanjev menyahut
"Lebih tepatnya dia adalah orang yang berada di balik layar . Dibalik semua penaklukan Mahender Chawala dialah orang yang paling bertanggung jawab atas kekejaman ini ."
"Apa maksud mu ? " Pangeran Yuvraj tidak mengerti
"Jangan tertipu dengan sikapnya yang seolah seperti kesatria sejati , aku tau sosoknya telah di kagumi oleh begitu banyak orang . Bahkan tidak sedikit yang menjadikannya sebagai seorang panutan termasuk di kerajaan Suryavans ini , aku akan membuktikan semua perkataan ku ini " Juho memberikan isyarat pada Paman Chunso dan melirik Tuan Kakkar
Tak lama kemudian Taemin masuk dan membawa dua orang ke hadapan mereka semua , mereka cukup terkejut melihat siapa yang dibawa Juho ke tempat ini .
"Bukankah dia adalah " Pangeran Yuvraj mengenali dengan jelas siapa pria di depan mereka itu , tidak salah lagi . Benar dia orangnya..
. . . . . ๐๐๐๐
__ADS_1
Hay hay readers. jangan lupa like dan lopenya ya , mari bersikudis.... berdiskusiii dan jangan ragu tinggalkan pesan .
Terimakasih sudah mau singgah