
penasihat istana telah menyelesaikan tugasnya..
"bagaimana penasihat.... apa sudah selesai..."
"pangeran... aku sudah menyelesaikannya... hmm...pangeran bisa melihatnya sendiri...." ucap penasihat istana seraya menyerahkan sebuah gulungan pada pangeran sanjev....ππ
pangeran sanjev menerimanya kemudian mulai membuka gulungan itu.... dahinya sedikit berkerut... dia tampak seperti sedang memikirkan sesuatu...
"apa raja sudah menngetahui ini...π€..." tanya pangeran sanjev kemudian merapikan gulungan itu dan meletakkan lagi di tempatnya
"belum pangeran... aku baru saja mau menemui yang mulia raja.....".....
"hmm.... baiklah... sebaiknya kita menemui raja sekarang juga..... "πΏπΏπΏ
"mari pangeran....." ucap penasihat istana ...
mereka berdua segera berjalan pergi untuk menemui raja balraj kumar.....
ππππππππππππππ
putri zara tampak termenung.... shagun duduk di depan putri zara
"putri... apa yang sedang kau pikirkan. ....kulihat dari tadi putri hanya diam saja.." tanya shagun
"apa yang kau lakukan disini.... aku kan sudah menyuruhmu istirahat... shagun... kau tidak perlu melayaniku seharian penuh... istirahatlah..."πΆπΆ
zara tampak keget melihat shagun yang memasuki kamarnya dan ...mereka sekarang tengah duduk dengan saling berhadapan
...
"aku akan istirahat saat merasa lelah... putri tidak perlu hawatir.... em.. putri... apa putri sedang memikirkan tuan juhoπ€...." tanya shagun menebak....
mata zara langsung melirik ke arah shagun
"tebakanku benar ya.... hah... kukira putri masih pusing mencari jalan keluar untuk menyelesaikan perjodohan ini... bigini rupanya kalau orang sudah jatuh cinta.π€π€.. " shagun tampak tersenyum....
"hhhhh.kau ini...shagun.. bagaimana keadaanya tadi... "
"tuan juho sepertinya sudah lebih baik...... yah... sebenarnya dia juga menitipkan sesuatu untuk putri... ini..πππ." shagun menyerahkan sebuah kertas yang dilipat - lipat pada putri zara
gadis cantik itu segera membukanya.... diliriknya shagun lagi.... shagun hanya tersenyum sambil berkata...
"tenang saja putri... aku tidak membacanya.... sungguh aku berkata jujur..... "π
"siapa juga yang berfikir begitu.... aku hanya mau bilang kebapa baru kau berikan sekarang....."ππ
"oh....maaf putri ...aku lupa....." shagun tertawa pelan....
__ADS_1
"(aku sudah baik - baik saja... kau tidak perlu menghawatirkan ku ....nanti malam aku akan datang menemuimu.. jadi tunggulah....... aku lupa memberikan sesuatu padamu..ππ...)" zara membacanya.... lalu melipat surat itu lagi dan segera menyimpannya di laci....
"apa yang dikatakan tuan ...." shagun sedikit penasaran....
"tidak ada yang penting..."...
"rahasia ya.... aku bisa mengerti itu...π€...."
"berhenti menggodaku shagun...."
"baiklah.... aku akan diam saja kalau begitu....."
"ahh aku lelah sekali.... semoga semuanya berjalan lancar..π£... "
"semua persiapan pesta sedang disiapkan... ..acara hari ini akan sangat meriah... " ucap shagun ...
"jika saja ayahku bukan raja... aku tidak perlu menghadapi semua ini...."
"maksudnya..."
"aku ingin membatalkan perjodohan ini dengan caraku.... bukankah cukup mengirim seorang petarung untuk mengalahkan nya di arena bukan.... seharusnya dari tadi kulakukan......"
"oh jadi itu ide tuan putri ... mengalahkan pangeran jeet singh disaat terakhir.... tapi putri.. itu hanya bisa dilakukan oleh keluarga kerajaan saja...
. bukankah demua orang sudah menyetujui perjodohan ini.... putri mau mengirim tuan juho untuk melawan pangeran jeet singh.... itukan tidak mungkin dilakukan .."π€
"maksudnya...."
"aku tidak butuh orang lain... kalau perlu akusendiri yang akan menghadapi pangeran jeet singh di arena....πππ
"appaaaa.... jadi.... selama ini rencana putri .... astaga.... kenapa aku tidak menyadarinya dari awal.... "
"itu sudah tidak diperlukan lagi... juho sudah merencanakan sesuatu...."
" rencana... apa putri... jangan bilang kalau uan juho memiliki rencana yang sama gilanya seperti putri.... hah...." shagun tampak begitu terkejut mendengar pengakuan putri zara tadi...
"kau tidak akan percaya ini... dengar...."
putri zara tampak memberitahukan semua rencana juho yang diketahuinya... shagun mendengarkan dengan seksama... terkadang dia juga mengutarakan pertanyaan pada sesuatu yang kurang di mengertinya...
putri zara tampak serius... shagun menganguk - angukkan kepalanya...
"aku benar - benar kagum pada tuan juho... selain tampan... ternyaa tuan juga sangat cerdas.... dia juga romantis.... hah... pantas saja bisa menaklukan putri zara yang begitu ganas..."π π π
"shagunnnnn..... kau ini sebenarnya ada di pihak siapa...."
"ampun putri.... jangan marah ... itu tidak baik untuk kesehatanmu... bisa mempercepat penuaan...putri tidak maukan kalau tiba - tiba berubah jadi nenek - nenek karena terlalu sering marah - marah ..... ." shagun terus menggoda putri zaraπ€£π€£π€£π€£
__ADS_1
"shagunnnnn...." ... putri zara melemparkan bantal ke arah shagun... shagun membalasnya... mereka tampak ceria... sejenak bisa bersenda gurau... melupakan sebentar permasalahan yang sedang mereka hadapi...
β¨β¨β¨β¨πππππππππππ
putri anjum berlarian ... putri jhanvi terlihat memperingatkan putrinya itu... tapi memang dasar anak - anak.... tidak mudah memberitahunya... putri cantik itu tetap tidak menghiraukan ibunya... ..... dia terus berlari kecil ...dia idak memperhatikan jalanan dengan baik hingga menabrak seseorang....
"aw....." putri kecil itu terpental saat menabrak juho.... untung juho dengan sigap memegangnya... jika tidak gadis kecil itu tentu akan terjatuh....π²π²
juho menundukkan badanya....
"anak manis.... kenapa kau berlari seperti itu...untung saja tadi tidak jatuh... kau bisa saja terluka tadi.... kau baik - baik saja... " tanya juho lagi....
"aku tidak apa - apa paman...." gadis kecil itu terlihat polos....βΊβΊ
"oh... putri anjum.... syukurlah kau tidak apa - apa... juho... dia putri anjum.... putri kecil kerajaan ini.... " ucap nandini memberi tahu juho...
dari kejauhan tampak putri jhanvi yang semakin mendekat....
" anjum... ibukan sudah bilang... jangan berlarian seperti itu....berbahaya.... " ucap putri jhanvi yang merasa hawatir saat melihat putrinya tadi menabrak seseorang dan hampir saja terluka...π±π±π±
juho lalu berdiri
"putri .... maafkan kami..." ucap nandini pelan
"nandini.... oh... tidak ... ini kesalahan putriku anjum.... eh... bukankah dia....." putri jhanvi langsung mengenali pria di samping nandini
"oh... perkenalkan ini juho putri.... juho... ini putri jhanvi... istri putra mahkota.... ibunya putri anjum..."π nandini kemudian memperkenalkan juho
" salam putri... maaf aku tidak mengenali anda... ( oh... berarti dia kakak iparnya zara....)" juho terlihat memberikan penghormatannya pada putri jhanvi...
"tidak apa - apa tuan ... aku bisa mengerti... bukankah kau yang kemarin malam menemani nandini menggantikan anand...."ππ
"benar putri... iti memang aku....".....
" kebetulan sekali... aku memang ingin bertemu denganmu.... harus kuakui.... kau memiliki suara yang bagus... kau sangat berbakat... aku senang meliha pertunjukan kalian kemarin... itu luar biasa...." puji putri jhanvi
"ibu.... ayoo...." ucap putri anjum yang tampak merengek pada ibunya
"anjum.... baiklah ... nandini... aku harus mengantarkan anjum dulu.... jangan lupa perkaaanku adi........ maaf aku harus pergi... kalian lanjutkan saja berbincangnya...." ucap jhanvi .... dia lalu beranjak pergi bersama anjum dan beberapa dayang yang ikut berjalan di belakang mereka.....
juho dan nandini membubugkukkan badanya saat putri jhanvi melewati mereka.... perlahan rombongan itu mulai pergi meninggalkan nona nandini dan jujo....
ππππππππππππβ¨β¨β¨β¨
ahirnya bisa up lagi... mohon maklum.... begini memang kalau jadi ibu muda.... nga sempet pegang hp kak ceri.... kalah sama debay.....nya... semoa kedepannya bisa up setiap hari....
by.... kak ceri.... yang ceria ...yang bahagia.....)
__ADS_1
ππππππππΏπΏπΏπΏ