
Juho dan Zara menghabiskan waktu mereka dengan berjalan jalan menaiki Chorong mengelilingi hutan , hingga mereka sampai di air terjun .
" Kau masih inggat tempat ini ? "
" Tentu saja , kita dulu bertarung di sini dan kau juga berhasil melukai ku hingga aku harus menjawab berbagai pertanyaan dari banyak orang Karena mu " Zara terlihat sedikit kesal saat mengingat dulu harus di cecar oleh keluarganya karena mendapat luka di wajahnya akibat pertarungannya dengan Juho dulu .
" Benarkah ?kalau begitu maafkan aku , kalau di ingat ingat Ini adalah tempat di mana kau dulu dengan sengaja mengintip ku mandi. Dan ya aku tidak tau kalau itu kau , Jika tidak aku tentu tidak akan menyerang mu , lebih baik ku peluk peluk seperti ini "
Juho benar benar senang mencuri curi kesempatan di setiap waktu , Zara menjadi kesal bercampur malu.
" Sudah ku bilang aku tidak sengaja "
" Justru aku senang jika kau sengaja melakukannya , itu berarti kau mulai tertarik pada ku "
Sungguh , Juho tidak tau saja jika gara gara ketidak sengajaan itu justru membuat Zara menjadi terbayang bayang dengan dirinya selama beberapa waktu . Pemandangan yang sulit di lupakan dan sudah mencemari fikiran Zara yang mulanya lurus jadi sedikit berbelok π
Zara tidak menampik bahwa waktu itu dia cukup terpana saat tak sengaja melihat Juho yang selesai mandi , badan Juho yang begitu kekar ditambah lagi dengan wajah tampan , siapa yang tidak tergoda waktu melihat pemandangan gratis yang berhasil menodai mata Zara waktu itu.
Zara tentu tidak akan langsung jujur pada Juho , itu sedikit memalukan untuknya . Apalagi saat itu hubungan mereka tidak terlalu baik , karena jika keduanya bertemu maka mereka tentu akan sering berdebat seperti rival abadi.
Sedangkan sekarang mereka justru menjadi pasangan yang penuh dengan kemesraan , jauh berbeda dengan yang dulu . Zara sendiri seolah masih tidak percaya dengan statusnya yang kini justru smmenjadi istri Juho , takdir memang unik dan penuh dengan kejutan bukan .
setelah di rasa cukup akhirnya mereka memutuskan untuk segera kembali
ππ
Semua persiapan telah selesai , rencana pembebasan Raja Balraj Kumar dan keluarganya akan segera di lancarkan . Beberapa orang telah berangkat lebih dulu untuk bersiap di sana.
Sedang Juho terlihat sedang bersiap , dia berangkat paling belakang bersama Taemin .
Waktu bagi Juho untuk berangkat sudah tiba , setelah memberikan kec upan hanggat di kening isteinya dia lalu segera pergi meski sedikit berberat hati .
Awalnya Juho berencana berangkat saat malam , tapi dia ingin segera membereskan persoalan pelik ini sehingga memilih untuk mempercepat keberangkatannya.
Melihat suaminya pergi bersama Taemin Zara yang baru saja di tinggalkan sudah mulai merindu , entah kenapa dia jadi merasa tidak bisa jauh jauh dari suaminya itu .
Bibi Rupa yang masih melihat Zara menatap ke arah gerbang yang barusana di lalaui Juho dan menantunya Taemin menjadi geleng geleng.
Pengantin baru baru sebentar saja sudah merindu , Jiwa muda yang sedang menggelora .
"Juho tidak akan lama , percayalah dia akan segera kembali saat pekerjaannya selesai "
" Apa yang mereka lakukan ? maksudku Juho harus datang sendiri kesana ?? "
__ADS_1
" Ini sudah biasa terjadi , sudahlah jangan membuat langkah suamimu menjadi bertambah berat di perjalanan ayo kita bergabung dengan mereka ,"
Bibi Rupa menunjuk ke arah para gadis yang tengah berkumpul , Zara menjadi ragu .
" Zara "
" Eh baiklah aku ikut bibi " Meski dengan perlahan Zara mencoba memaksakan langkah kakinya .
Bibi melihat seperti ada yang aneh dengan Zara .
" E , bibi . Sepertinya aku kembali saja ke rumah , aku sedikit lelah setelah mengelilingi hutan tadi " Zara mencoba mencari alasan untuk menghindar , langkah kakinya masih belum leluasa .
" Ya sudah kalau begitu tidak apa apa , mungkin kau memang butuh waktu untuk beristirahat . Bibi akan kesana dulu , nanti malam bibi akan menemani mu di sana "
" Terimakasih " Zara lalu berjalan ke arah kediaman pribadi yang kini menjadi tempat tinggalnya bersama Juho , ia benar benar memaksakan langkah kakinya agar berjalan lebih cepat .
Meski harus meringis menahan sakit , sepertinya itu lebih baik dari pada di tertawakan oleh orang orang .
" ( Kenapa rasa sakitnya tidak hilang hilang juga , s sshh h h astagaa ) " Zara segera mendorong pintu dan masuk ke dalam.
Dari kejauhan bibi rupa hanya mengeleng gelengkan kepala seraya tersenyum ,baru saja ia hampir saja di kelabui oleh Zara .
" Pantas saja , dia memang membutuhkan waktu untuk beristirahat " Bibi Rupa bisa menebak apa yang sebenarnya terjadi pada Zara , dia kemudian pergi ke tempat peracikan obat .
Bibi yang sudah berpengalaman dalam banyak hal berencana membuatkan ramuan khusus untuk Zara , dia merasa kasihan melihat Zara yang kesulitan berjalan .
Juho dan pasukan kecilnya berkuda dengan cepat menuju kerajaan Suryavans , mereka harus segera sampai di sana .
Matahari perlahan terbenam kembali ke peraduannya , malam telah tiba .
Akhirnya mereka semua sampai di tempat tujuan , istana telah terlihat . Prajurit Madraka ada di mana mana
"Juho apa kita akan menjalankan sesuai rencana ?" Tanya Taemin inggin tahu
" Ya , tapi sebelum itu kau dan paman Chanso harus pergi ke penjara . Bebaskan para tahanan , mereka bisa membantu penyerangan ini "
"Aku mengerti , ayo " Paman Chanso yang sudah mengetahui letak penjara itu segera pergi bersama Taemin dan beberapa orang pria .
"Semoga rencana kita bisa berhasil "
" Di mana orang orang kita " Juho meminta tuan Kakkar memberi tahunya , dia tentu tidak ingin salah sasaran .
Tuan Kakkar lalu menjelaskan jika sebagian besar penjaga telah berbaur menyamar sebagai prajurit Madraka , begitu mereka menyerang mereka akan langsung menempatkan posisi untuk melindungi keluarga kerajaan .
__ADS_1
Setelah beberapa saat akhirnya Paman Chanso dkk telah sampai di penjara , mereka tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga karena sebelumnya sebagian orang orang di sana adalah anak buah Tuan Kakkar yang dulu memang di susupkan di sana .
Melihat ada musuh para prajurit lalu bersiap menyerang , pemimpin pasukan penjaga segera menyerang Chanso.
Chanso berhadapan dengan pemimpin pasukan .
" Habis! mereka " Teriaknya memerintah
Tapi alangkah terkejutnya dia sebelum anak buahnya itu menyarang mereka telah mendapatkan serangan dari anak buah tuan Kakkar yang menyusup .
Kenapa justru pasukannya saling serang , akhirnya ia menyadari bahwa selama ini pasukannya telah berhasil di susupi musuh .
Dengan kemampuannya akhirnya paman Chanso bisa menghab?si pimpinan musuh.
" Tuan "
" Dimana mereka , hari ini kita akan menyerang Mahender Cawala " Ucap Chanso
" Aku akan membereskan m*y*t m*yat ini , antarkan tuan Chanso ke dalam !! sebagian tetap berjaga "
" Baik.... "
Chanso dan Taemin segera pergi mengikuti pria itu menuju ruang tahanan pangeran Sanjev dan Raja Aveenash .
" Raja mahender tidak membiarkan mereka mati " Ucap seorang prajurit
" Dia ingin menjadikan mereka tawanan agar tidak ada yang berani memberontak " Ucap pria lainnya
Sebelumnya pasukan madraka yang akan menjaga tempat itu , hanya saja mereka orang orang cerdik sehingga bisa dengan mudah mensabotase rencana itu .
Seorang prajurit mulai bercerita ,waktu itu mereka mendengar berita kekalahan perang . dan pasukan Madraka berdatangan untuk menguasai kerajaan ini , prajurit yang memilih setia akan di hab!si dan yang mau bergabung dengan Madraka akan di biarkan hidup dan menjadi pasukan Madraka .
Hanya saja bagian penjara tentu tidak akan di biarkan di jaga oleh orang asli kerajaan ini , maka dari itu prajurit Madraka akan menggantikan mereka.
Mengetahui itu begitu ada kesempatan mereka menyerang satu pasukan kecil yang di kirim untuk menjaga penjara , dan akhirnya bisa menyusup di tempat ini dengan menggenakan pakaian prajurit Madraka .
Hanya saja tidak semua posisi bisa mereka tempati ,sehingga tetap ada prajurit asli Madraka yang juga ada di tempat ini meski tidak banyak.
Raja Avenash tampak duduk di sebuah ruangan , kakinya terdapat rantai besi yang sengaja di pasang agar dia tidak bisa kabur .
Hal yang sama juga berlaku pada pangeran Sanjev , ruangan mereka berdua tentu saja di pisah . Paman menemui Raja Aveenash dan Taemin menemui pangeran Sanjev , orang yang sangat di bencinya karena berani mencelakai pangeran Seong Jun .
Kedua pria itu melihat orang asing yang berdiri di luar sel bersama prajurit Madraka .
__ADS_1
πππ
Jangan lupa like nya ya ....