
Setelah membereskan para pengacau itu mereka segera kembali .
Dari kejadian hari ini dia tau bahwa adik tirinya telah mengambil keputusan untuk terang terangan menargetkannya , sayang sekali dia sudah mengetahui sedikit informasi ini sehingga bisa lolos dari masalah.
#
Di paviliun permaisuri sedang berbincang dengan dayang kepercayaanya .
"Permaisuri Nona moon sudah tiba " ucap dayang Choi ketika melihat Nona Moon Geoung yang datang bersama dua orang dayang kepercayaanya yang selalu menemani kemanapun dia pergi .
Nona Moon segera membungkuk memberikan hormat kepada calon mertuanya itu
"Salam yang mulia permaisuri "
"Ya , duduk lah " Ucap permaisuri seraya tersenyum menyambutnya., akhirnya ia bisa melihay moon geong
Nona Moon kemudian segera duduk , gadis cantik ini memakai baju berwarna merah muda . Di kepalanya terdapat dua jepit yang indah menambah kesan manis .
Dari yang permaisuri dengar pembawaan nona Moon Geoung ini sangat tenang dan anggun , sekarang dia bisa melihatnya sendiri.
"Kau sudah dewasa sekarang , Moon Geoung . Kau tentu ingin bertanya kenapa aku sampai mengundang mu kemari bukan ? "
"Benar permaisuri , apakah ada hal yang ingin permaisuri sampaikan pada hamba " Ucap Nona moon Geoung seraya melihat permaisuri dengan penuh pertanyaan.
"Ya tentu saja , Moon Geoung dulu aku dan ayah mu adalah teman baik jangan terlalu sungkan dengan ku . Bukankah dulu kau sering memangil ku bibi ? Moon Geoung , mungkin sedikit terlambat bagi ku untuk mengatakanya . Namun aku sungguh minta maaf atas semua kesalahan putra ku Seong Jun.
Kesalahan dahulu maupun sekarang " Ucap permaisuri mulai membuka pembicaraan secara serius.
Nona Moon Geoung sedikit terhenyak , ya kesalahan dahulu adalah pangeran pergi meninggalkanya saat mereka masih terikat ikatan pertunangan meski akhirnya pihak bangsawan moon mengajukan pembatalanya.
Hingga fakta jika ternyata pangeran masih hidup terbongkar dan kembali pulang membawa istri dan seorang anak. Sejujurnya dia sedikit terluka saat mendengar berita itu , bagaimanapun dia dulu sempat menyukai pangeran .
Dan kesalahanya kemarin tentu tidak perlu di bicarakan lagi karena ia pun sedikit malu saat mengingatnya .
"Moon Geoung aku tau ini sangat berat untuk mu , sebelumnya sekalipun pangeran tidak pernah meminum arak . Malam itu adalah kali pertamanya menyentuh arak " Ucap permaisuri.
__ADS_1
Beberapa orang di sana tampak terkejut , di usia pangeran saat ini ia baru sekali meminum arak ? Benarkah ?
"Apa kau terkejut ? " Melihat air muka nona moon permaisuri bisa tau jika dia sedang terkejut.
"Putra ku sangat membenci minuman jenis ini , dia sama sekali tidak pernah meminumnya hingga kemarin . Kau tentu tau jika sejak kehilangan istrinya pangeran sangat terpukul , mungkin kemarin ia sudah hilang kendali hingga bisa meminum arak . Dia sama sekali tidak berniat untuk bersikap tidak pantas pada mu , ku harap kau bisa mengerti " Ucap permaisuri
Nona moon geoung masih ingat malam itu pangeran bernyanyi dengan sangat merdu hingga ia terpesona , bahkan sepertinya juga bukan dia saja yang menikmati pertunjukan singkat itu melainkan semua orang yang ada di sana.
Hanya saja tindakan selanjutnya memang tidak ia duga sama sekali , dan pada saat memeluknya dia masih ingat betul saat pangeran memanggilnya dengan nama orang lain.
Zaraaa zaraaa. zaraa
"Zaraa , pangeran memanggil ku dengan nama itu . Mungkin saat mabuk telah menyebabkan pangeran salah mengenali dan mengira jika hamba adalah orang lain " Ucap Moon Geoung
"Dayang Choi " Permaisuri mengisyaratkan pada dayang untuk membawakan sesuatu yang sudah ia persiapkan sebelumnya.
Dayang Choi segera menyerahkan sebuah gulungan pada permaisuri .
"Bukalah " Ucap permaisuri ketika menyodorkan gulungan yang berukuran sedang itu pada nona Moon Geoung .
Wanita itu tampak tersenyum , ia memiliki rambut hitam panjang yang di biarkan terurai dan di biarkan di tiup angin.
Di rambutnya terdapat semacam hiasan yang belum pernah ia lihat sebelumnya , wanita cantik ini memakai anting kalung serta gelang yang menghiasi tubuhnya .
Pakaiannya terkesan mewah dan sangat berbeda dengan pakaian wanita dari kerajaan ini namun ada satu yang aneh , dia tampak memegang sebuah pedang di tangannya .
Wanita berpedang ? Bukankah ini sedikit tidak bisa di percaya . Apakah dia adalah wanita yang bernama Zara itu.
"Dia adalah ibu pangeran Ji hu , putri Zara balraj kumar istri pangeran Seong jun " Ucap permaisuri menjelaskan
"Permaisuri "
" Menurut ku kau berhak mengetahui ini karena sebelumnya saat melihat bayanganya pada diri mu telah membuat pangeran hilang kendali .
Moon Geoung kau telah mendapatkan perlakuan tidak sopan dari putra ku Karena itu aku sebagai ibunya ingin memberikan pertanggung jawaban atas itu dengan menawarkan sebuah pernikahan pada mu
__ADS_1
Sebelumnya ayah mu telah meminta pada ku untuk menerima apapun keputusan mu nanti jika saja kau menolaknya maka aku tidak akan memaksa mu .
Namun aku sungguh terkejut saat mendengar ternyata kau mau menerimanya " Ucap permaisuri jujur.
Jika saja nona Moon Geoung menolak dekret ini maka ia akan mencoba untuk membujuk raja , namun keputusan nona moon geoung sudah membuatnya sedikit terkejut sebelumnya.
Sejatinya pernikahan ini tidaklah buruk mengingat sebelumnya mereka berdua juga sudah terikat dengan dekret khusus yang di berikan oleh mendiang raja sebelumnya.
Selain itu pangeran Seong Jun sebenarnya tidak gila , ini adalah pernikahan yang cukup adil dan sepadan tentunya.
Moon Geoung akhirnya bisa melihat seperti apa wajah istri pangeran seong jun yang sesungguhnya. Seorang wanita yang sangat cantik dan bisa membuat pangeran Seong Jun sampai bertekuk lutut padanya.
Lukisan ini sangat nyata dan begitu mendetail .
" Permaisuri lukisan ini sangat nyata "
"Kau benar , pangeran sendiri yang sudah membuat lukisan ini "
Apa ? Pangeran seong jun sendiri yang membuatnya ? Ini sungguh mengejutkan bukan ?
Sebuah iring iringan mendekat , shagun datang menggendong pangeran Ji hu . Permaisuri memerintahkanya untuk datang ke mari bersama pangeran kecil.
Anak yang sudah bisa berjalan itu meminta turun ketika sudah berada di dekat permaisuri dan nina moon.
" i bu . . . I bu " Ucapnya seraya menunjuk lukisan yang masih terbuka itu.
#
"Kenapa mereka bisa gagal ? " Saat mendengar jika orang yang di utusnya gagal melaksanakan tugas pangeran hajong menjadi sangat marah.
Apalagi selain gagal mereka juga sampai kehilangan nyawanya , menghadapi satu orang pengawal dan satu orang gila saja tidak becus.
Jika saja ia bisa menyingkirkan pangeran seong jun maka kelak dirinya akan mengajukan diri untuk mengantikan tanggung jawab untuk menikahi nona moon geoung yang telah mendapatkan perlakuan tak pantas itu.
Pangeran Hajong yakin bahwa kelak dia bisa memperistri Nona Moon Geoung dengan cara licik ini , namun lihat !! Semuanya sudah gagal . Apakah pengawal itu begitu kuat sampai bisa mengalahkan orang orang bayarannya .
__ADS_1