
Mahender semakin mendekat ke arah mereka , ke dua orang itu sudah mengambil keputusan . Apapun resikonya mereka tidak akan membiarkan Raja Madraka itu masuk dengan mudah .
" Buka pintunya ... kenapa kalian masih diam saja.. buka pintunya ! ! ! ! " Raja Mahender mulai kesal karena para penjaga tidak juga melaksanakan perintahnya
" Maaf yang mulia kami tidak bisa melaksanakan perintah itu " Ucap salah seorang dari prajurit
Di dalam kamar Gauri dan Ratu juga mendengar percakapan di luar , mereka harus bisa menghadapi kemungkinan terburuknya nanti .
Sementara Raja Balraj Kumar hanya bisa melihat tanpa berbuat apapun , dia benar benar tidak berdaya . Tabib istana yang merawatnya pun sudah berusaha semaksimal mungkin , sudah bisa sadar saja merupakan suatu keajaiban .
Ternyata selain luka di perut , Raja Balraj Kumar juga menerima serangan fatal di kepalanya yang membuatnya jadi seperti ini .
Raja Mahender mulai kesal doa segera mengayunkan pedangnya ke arah dua prajurit itu , mereka berdua tidak tinggal diam dan membalas serangan Raja Madraka.
" Hya.... " Salah satu dari mereka mulai menyerang , Mahender melawan dua orang sekaligus .
" arghhh " Seorang prajurit itu terkena tendangan Mahender dan terjatuh .
Melihat temannya jatuh dia lalu kembali menyerang dengan segala kemampuan yang di milikinya , namun Raja Madraka itu memang bukanlah lawan sebanding bagi mereka.
Dengan kejam Mahender menghabisi ke duanya tanpa belas kasih , pedang di tangan Raja tirani itu telah ternoda oleh dar@h yang menetes.
Raja Mahender mencoba membuka pintu tapi tidak berhasil
" h h h h... " Sepertinya di kunci dari dalam , dengan sekuat tenaga Raja Madraka itu mulai mendobrak pintu .
Brakkk ...
Brakkkkk...
Pintu itu masih tidak bergeming , tapi Mahender masih belum menyerah . Hari ini dia akan mengh@b!si Raja Balraj Kumar bagaimanapun caranya .
Brakkkk Brakkkkkk Brakkkk
Gauri dan Ratu telah bersiap , pintu di depan mereka semakin goyah karena terjangan Raja Mahender Cawala .
Di lain tempat Raja Aveenash dan Pangeran Sanjev justru tengah mendapatkan musuh yang berhasil menghambat mereka .
" Yang mulia... " Beberapa prajurit datang membantu Raja Majender mendobrak pintu
Bbraakkkkk brakkk. dan. Gu braakkkkkkk ... pintu akhirnya bisa terbuka juga . Gauri segera melawan prajurit di bantu sang Ratu yang ternyata bisa bertarung juga , mereka tidak akan diam saja dan terus melawan prajurit .
__ADS_1
Raja Mahender segera berjalan ke arah Raja Balraj Kumar tanpa halangan karena Gauri dan Ratu tengah sibuk melawan prajuritnya.
Gauri yang melihat itu segera menyelesaikan pertarungannya , dia berhasil melukai dua orang prajurit . Tak lama kemudian Ratu pun sudah bisa mengalahkan musuhnya hingga tumbang, namun jasad prajurit itu justru hampir menimpanya dan membuat Ratu tersungkur
" Aku sudah kehilangan ke sabarannku , sepertinya ini adalah hari terakhir mu yang mulia " Raja Mahender bersiap menebas Raja Balraj Kumar
Ratu yang tadi sempat terjatuh segera bangkit , sedang langkah Gauri tertahan karena prajurit itu menjegal kakinya .Mata mereka berdua terbelalak saat melihat Raja Madraka akan mengayunkan pedangnya ke arah Raja Balraj Kumar .
srettttt tttt ... srettttt
Sebuah anak panah tiba tiba melesat mengenai bahu kanan Raja Madraka , kemudian datang lagi anak panah lain yang mengenai lengan kanan .
Raja Mahender yang mendapat kedua lesatan anak panah di bahu dan lengan secara tiba tiba itu berhasil membuat pedang di tangannya terjatuh.
Ratu menghela nafas lega karena ada sedeorang yang berhasil menghentikan serangan Raja Mahender pada suaminya ..
Raja Mahender segera menoleh ke belakang melihat siapa orang yang sudah menyerangnya , dia melihat seorang pemuda tengah berjalan ke arahnya membawa busur .
Raja Mahender tidak mengenal pria asing itu , dia berfikir mungkinkah laki laki itu adalah sekutu Raja Balraj Kumar ?
Mahender segera mencabut anak panah yang masih menancap di tubuhnya , darah mulai mengalir dari dua luka itu .
Raja Balraj Kumar melihat pria asing itu berjalan semakin mendekat , Juho tanpa basa basi Juho segera menyerang Raja Madraka .
" Tuan Juho " Ucap Gauri begitu melihat pemimpinya menyerang Mahender secara brutal , mereka bertarung dengan tangan kosong .
Raja dan Ratu memperhatikan pemuda itu , jadi itu adalah Juho . Ratu baru kali ini melihat wajah asli Juho tanpa adanya janggut ataupun kumis palsu , Juho terlihat sangat berbeda dari sebelumnya .
Raja Balraj Kumar melihat menantunya untuk pertama kali , pria yang telah menikahi anak gadisnya . Dia tampak sedang menilai bagaimana sepak terjang Juho
" Hya ... hya.... " Mahender berusaha mengimbangi pukulan Juho namun ia tidak bisa , selain cepat serangan Juho juga kuat dan tepat sasaran .
"Bugh ..bugh ..." Juho memberikan pukulan bertubi tubi ke tubuh Mahender hinga terdengar suara debuman .
"Aku tidak megenal mu h h h h h " ucap Mahender yang mulai ngos ngosan
" Waktu mu sudah habis Mahender . . . . " Ucap Juho
" Hm n benarkah , aku ragu ha ha ha " Mahender tertawa , segerombolan prajurit Madraka mulai berdatangan untuk membantu Raja mereka.
" Kau memilih lawan yang salah , tidak semudah itu mengalahkan ku ... " Mahender tersenyum menyeringai dia lalu berjalam mundur tatkala pasukanya telah mengelilinginya untuk memberikan perlindungan.
__ADS_1
Di tempat lain di kamar Putri Jhanvi , Shagun telah menghunuskan pedangnya karena ada prajurit madrakabyang mencoba masuk dengan mendobrak pintu .
Brak...brak ...brakkkkk
" argh.... "
"hyaaaa " Bugh ...trang...trangggg.... brugg...
" arghhh .."
"argh...."
Terdengar ada yang sedang bertarung di depan ruangan itu dan menciptakan suara suara bising yang membuat pangeran kecil terbangun dari tidurnya.
Karena berisik Putri Anjum dan pangeran kecil menjadi terkejit dan menagis.
"Buka .. buka pintunya Jhanvi ..." Pangeran sanjev berteriak memangggil istrinya saat ia sudah berhasil mengalahkan musuh musuhnya .
Mendengar suara yang tidak asing Shagun segera membuka pintu dan benar saja. Pangeran Sanjev ada di sana , ia segera berlari memeluk anak dan istrinya.
Kembali ke tempat pertarungan Juho , Raja Madraka telah berhasil meraih pedang dan mulai meninggalkan tempat itu karenabia tidak bisa bertarung dengan Juho lebih lama lagi .
Itu di sebabkan arena tangannya yang terluka membuatnya tidak bisa bergerak leluasa , entah kenapa ia merasa tubuhnya menjadi semakin lemah .
Juho melawan para prajurit madraka dengan segala kemampuan yang ia miliki , ia tidak membiarkan musuh mendekat ke arah Raja maupun Ratu.
Sementara Gauri terlihat berdiri untuk melindungi Raja dan Ratu sesuai perintah Juho.
Raja Balraj Kumar bisa melihat kemampuan nela diri dan berpedang pria yang sudah menjadi menantunya itu , ia harus mengakui bahwa pria ini kuat ,cepat dan tangkas.
Semua musuhnya berhasil di tumbangkan dengan cepat , Raja Madraka berniat meninggalkan kerajaan ini segera . Ia tidak bisa lagi mempertahankan tempat jajahanya ini karena melihat pasukannya yang di gempur habis .
Ia pun melihat Raja Avenash ada di antara mereka ,ia yakin semuanya telah di rencanakan oleh musuh. Dia Juga melihat tuan Darhwana Kakkar di sana , mungkin pria itu adalah pemimpin mereka ......
Ia tentu tau siapa Darswana Kakar yang sebenarnya , Pasukan Madraka yang tersisa mencoba melindungi Raja mereka yang berniat melarikan diri . Kesetiaanbmereka pantas untuk di beri penghargaan .
Raja Mahender sudah tidak bisa mengendalikan pasukan kerajaan ini karena ia yakin Pangeran Sanjev juga telah di bebaskan sehingga prajurit berani menentangnya
ππππ
So siorry ya... kyaknya ka cery jd jarang up...
__ADS_1
Maklum ..edisi k u o t a. .... hehehhe ...ππ janganblupa like sharw and coment ya... barangkali masukanbkalian bisa kak cery pake untuk perkembangan kisah ini selanjutnya... beh...sepi amat ya...
hehheh but no problemoooo...