
pangeran sekarang tengah berlari sekuat tenaga , hingga ia tidak sengaja melihat seorang kapten pasukan yang sedang menunggangi kudanya kemudian ia segera menghampirinya.
Sepertinya dia harus meminta kuda yang kapten itu naiki agar bisa secepatnya pergi mencari singa kesayangannya yang sedang berkeliaran tak tentu arah .
Dia tidak boleh terlambat , chorong mungkin sedang dalam bahaya sekarang . Dia harus segera mencarinya sebelum terlambat.
Pangeran Seong Jun segera memperlihatkan lencana kebesaran yang di milikinya ,hingga membuat kapten begitu terkejut saat melihat lencana itu.
Pasalnya lencana itu adalah milik putra mahkota tapi jelas pria yang membawanya bukanlah pangeran ji Yoong yang pernah ia lihat dulu.
Dan dalam lencana itu tertulis jelas namanya Seong Jun , ia sejenak berfikir dan inggat jika putra sulung raja memang bernama seong jun. Tapi lencana ituuu seharusnya tertulis jii Yoong bukan ?
Ya sejak kedatanganya pangeran memang hanya memiliki lencana ini , ia memangnpernah inggin menggantinya dengan lencana biasa namun raja belum juga menggantinya.
karena ia baru pertama kali ini melihat wajah pangeran Seong Jun yang sesungguhnya, selama ini ia hanya mendengar desas desus mengenai sang pangeran dari mulut teman temanya saja tanpa pernah melihat secara langsung.
"Berikan kuda mu _"ucap pangeran memerintah , ia menatapnya tajam karena sedang terburu buru sekarang
Mendengar itu sang kapten tanpa fikir panjang segera turun dari kudanya lalu pangeran bergegas menaiki kuda itu , terlalu lama jika ia harus berlari ke tempat chorong . Tapi dimana singa itu sekarang ia bahkan tidak tau
Entah kenapa perasaanya menjadi semakin tidak enak , kenapa chorong bisa terlepas sedang ada panglima chanso yang mengawalnya .
Sesuatu pasti sudah terjadi pada rombongan yang mengantar chorong , jika tidak mustahil singanya bisa lepas begitu saja hingga membuat keributan seperti ini .
Entah siapa yang berani bermain main denganya kini , sepertinya dia harus segera menyingkirkan para musuh agar tidak selalu mencari masalah lagi dan menganggu kehidupannya terus menerus.
"cepat katakan di mana singa itu sekarang? "titahnya mendesak sang kapten yang justru menatap pangeran Seong Jun tanpa berkedip.
"eh pangeran singa itu sudah berhasil memasuki wilayah istana , kami gagal menahan dan menangkapnya. Singga itu sangat ganas " ia sungguh menyesal karena ketidak mampuanya itu.
Dia sengaja datang ke mari untuk memperingatkan orang orang sekaligus meminta bantuan pasukan tambahan, pergerakan singa itu sangat cepat hingga dalam sekejap sudah bisa masuk ke istana.
Pasukan miliknya bahkan sudah di buat tak berdaya menghadapi seekor singa putih jantan yang ukurangya tidak seperti singa pada umumnya , singa itu memiliki badan yang besar dua kali lipat dari singga biasa.
Sementara pasukan yang di siagakan tentu membutuhkan waktu untuk datang .
__ADS_1
"beritahu semua orang untuk berlindung dan jangan keluar kediaman "
"baik pangeran"
"hya aaa "pangeran segera memacu kudanya agar mulai berlari
Dari kejauhan terlihat seorang prajurit berlari mendekat
Nafasnya tampak memburu karena lelah .
"apa kau melihat pangeran Seong Jun lewat sini ? ” tanya prajurit itu
”jadi dia benar pangeran seong Jun ? Ah mengejutkan sekali , tapi pangeran tadi bicara padaku bukankah.." yang ia ketahui dari rumor pangeran Seong Jun sedang terguncang jiwanya dan menjadi tidak waras.
Tapi pria yang menghentikan ya tadi sama sekali tidak terlihat seperti seorang yang sedang terkena gangguan jiwa , bahkan sebaliknya.
Dia bisa merasakan aura kebangsawanan yang kuat , perawakannya juga bagus , tampan dan berwibawa .
Ah sungguh sial karena ia memang tidak beruntung harus bertugas menjaga di luar gerbang istana sejak di pindahkan ke ibukota ,tidak banyak yang ia ketahui tentang istana dalam
"hei kenapa melamun? Lihat tidak ?"hardik prajurit kediaman permaisuri , mengesalkan di ajak bicara malah melamun . Apa dia tida tau jika sekarang keadaan sedang sangat genting .
"ah i i i itu itu , iya tadi pangeran sedang mencari singa yang mengamuk ” jawabnya tergagap karena terkejut
"apa!!! Ini benar benar gawat,” pria itu lalu segera kembali ke kediaman permaisuri Myung hee untuk melapor
"huph.. mengejutkan sekali kenapa dia harus mengagetkan ku seperti itu
"permaisuri pangeran pergi mencari binatang buas itu"
"apaa" permaisuri sangat terkejut ketika mendengar laporan itu
Begitupun dengan nona moon geoung dan semua orang di sana , mencari singa buas ? Bukankah itu adalah hal yang sangat berbahaya untuk di lakukan
Kenapa tidak membiarkan prajurit saja yang menangkapnya.
__ADS_1
Saat ini chorong tengah berlari menghindari serangan panah yang menuju ke arahnya.
Singa itu tambah bersemangat setelah mendengar suara yang terdengar familiar di telinganya.
Chorong tau jika itu adalah suara yang di perdengarkan oleh tuannya .
Orang orang yang berpapasan dengan singa itu terlihat ketakutan , terutama para dayang yang sedang berada di luar karena belum mendengar berita bahaya ini.
Raja juga bergegas meraih pedangnya dan ikut keluar melihat keadaan , sebagai raja ia tidak akan berpangku tangan begitu saja.
"moon geoung tetaplah di sini sampai singa itu bisa di tangkap , di luar sangat berbahaya. Prajurit pasti akan segera meringkusnya " Ucap permaisuri kemudian
"tapi pangeran ? "
" Tidak ada yang bisa kita lakukan s karang selain menunggu " Meski di dalam hati permaisuri juga merasa sangat khawatir pada putranya tapi dia yakin bahwa seluruh pasukan istana akan membantu putranya itu.
Tanpa di ketahui ternyata pangeran dan chorong bersisipan arah , begitu Sampai di tempat terjadinya penyergapan untuk chorong pangeran justru hanya melihat banyak prajurit yang terluka bahkan tewas akibat di terkam chorong.
Singanya itu memang bukan hanya sekedar binatang buas biasa , Seong Jun telah melatihnya dari kecil hingga membuat chorong tumbuh begitu tangguh dan cerdas.
💢
Di lain tempat Tae sung telah berhadapan dengan tuan kakkar dan rombongannya.
Pertarunganpun akhirnya pecah juga , tapi sayang . Tae sung dan kelompoknya bukanlah tandingan dari tuan darshwana kakkar dan Tae min .
pasukan kecil yang di bawanya tampak kewalahan menghadapi orang orang ini,mereka jelas bukan tandingannya.
Banyak anak buahnya yang terkapar , sial sepertinya ia tidak bisa memenangkan pertarungan ini . Jika tidak segera pergi dari sini bisa bisa dirinya juga akan di kalahkan dan menjadi korban .
Tidak ada yang boleh tau identitasnya atau akan menjadi masalah besar nanti.
Nandini kini mencengkram belati yang ada di tangannya , ia tidak bisa membawa pedang saat berada di dekat putri Zara atau akan membuat wanita itu takut.
Putri tampaknya sedikit tidak naman saat melihat benda tajam itu , sepertinya dia sedikit trauma .
__ADS_1
Tae sung dan temanya segera mengambil langkah seribu untuk segera melarikan diri , lebih baik kabur daripada harus berhadapan dengan mereka .