
"a aapaa ? Me mengandung ? Ja jadi aku akan menjadi seorang ayah ? " Juho mengerjapkan matanya beberapa kali sampai ia kehilangan kata kata .
Zara yang sebelumnya sudah menduga hal ini hanya bisa tersenyum , anggota keluarga yang lain juga merasakan kebahagiyaan yang sama .
Juho segera memeluk istrinya tercinta yang baru saja sadar dan memberikan kecupan kecupan kecil di kepala Zara.
Hari ini dia merasa sanggat bahagia hingga tak bisa berkata kata.
"beritahu pada seluruh dayang istana untuk segera menyiapkan manisan untuk bagikan pada semua orang " Ucap ratu pada Nandini
"Baik yang mulia ratu akan saya laksanakan " Nandini ikut merasakan kebahagiyaan junjungannya, senyum gadis itu terus merekah di sepanjang perjalanan.
"Nandini kau terlihat sangat bahagia ? Ada apa " Tanya salah seorang dayang yang berpapasan dengannya.
"Ada kabar yang sangat membahagiyakan , kau tau ? Saat ini Putri Zara sedang mengandung , Ratu memerintahkan ku untuk memberi tahu dayang yang bekerja di dapur istana untuk membagikan manisan pada semua oran" Ucap Nandini penuh semanggat
"Benarkah ? Astaga ini berita yang sanggat bagus , aku akan memberi tahu semua orang tentang kabar bahagia ini " ucapnya lalu segera meningalkan Nandini dan mulai mengabarkan berita bahagia ini pada setiap prajurit maupun dayang yang di temuinya
Sementara Nandini bergegas pergi ke dapur istana .
* *
Semua orang terlihat senang mendengar berita itu, meski suami putri Zara adalah orang asing tapi tidak di pungkiri bahwa ia sangat berjasa pada seluruh kerajaan di tanah bharat karene sudah berhasil menghabisi Panglima bhagwandas dan Raja Madraka yang terkenal kejam itu.
Setiap dayang istana tampak membawa nampan nampan besar berisi manisan dan membagikannya pada semua orang di istana . Bahkan rakyat di luar istana juga mendapatkan manisan meski tidak semuanya kebagian.
Bahkam ada beberapa warga yang sengaja membuat manisan sendiri dan membagi bagikan pada tetangganya karena ikut merasa bahagia.
Putri Zara adalah kesayangan mereka semua , tentu saja mereka harus merayakan halbini , beberapa warga bahkan memukul genderang karena begitu senangnya.
Juho segera menulis surat untuk ibunya. Dia tidak bisa kembali ke kerajaan saat ini karena istrinya sedang mengandung.
__ADS_1
Tabib istana melarang Zara untuk bepergian atau melakukan pekerjaan yang berat termasuk melarangnya berlatih karena kandungannya yang masih muda dan bisa membahayakan kandungan putri Zara jika terlalu banyak beraktifitas.
Mau tidak mau Juho harus menahan diri untuk tidak mengajak istrinya melakukan pelayaran yang tentunya akan memakan waktu yang cukup lama , Juho tentu tidak ingin mengambil resiko.
Juho memberikan surat yang di tulisnya pada Taemin untuk selanjutnya di berikan pada kurir yang biasanya mengantar surat suratnya.
Zara jadi merasa tidak enak hati karwna keadaannya membiat mereka harus menunda perjalanan ini sampai waktu yang belum di tentukan.
Taemin yang di tugaskan mengantar surat sudah sampai di dermaga dan memberikan surat itu.
* *
"Apa tidak masalah jika kita menunda perjalanan " Tanya Zara yang saat ini sedang duduk bersandar di tempat tidur seraya mengelus rambut Juho.
Juho terlihat membaringkan kepalanya di pangkuan Zara dan terus mengelus perut isteinya dan sesekali mendaratkan kecupan di sana.
Dari semua orang terlihat sekali jika Juho adalah orang yang paling bahagia , sejak mengetahui kehamilan istrinya dia selalu tersenyum dan tidak mau berjauhan dari Zara.
Juho juga sedikit kehilangan nafsu makannya , berbanding terbalik dengan Zara yang terlihat bugar dan sering kali menginginkan makanan ini itu yang membuat juru masak istana harus selalu bersiap untuk bisa memenuhi keinginan sang putri yang kini sedang berbadan dua. Meski tidak mengenal tempat dan waktu mereka akan berusaha memenuhi keinginan putri kesayangan mereka.
"Kita bisa kembali ke tempat kelahiran ku saat waktunya sudah tepat, saat ini kesehatan dan keselamatan kakian adalah yang paling penting, ibu akan mengerti dengan keadaan kita saat ini . Ibu juga akan merasa sangat bahagia karena akan mendapatkan cucu pertamanya dari ku " Terang Juho menjelaskan.
"Benarkah ? Aku senang mendengarnya . Tapi jika kau mau pergi mengunjungi ibu beberapa waktu di sana aku sama sekali tidak keberatan "
"Tidak Zara , aku tidak akan kemanapun . Aku akan ada di sisimu " Juho kembali mencium perut Zara yang masih terlihat datar .
Juho seakan masih belum percaya jika di dalam perut Zara saat ini ada calon anaknya , buah cintanya dengan Zara.
"Kau ingin anak laki laki atau perempuan ? " Tanya Zara ingin tahu , bukanya apa . Zara tentu tahi bahwa biasanya orang orang menginginkan anak pertama berjenis kelamin laki laki , karna selain bisa melanjutkan keturunan ke generasi selanjutnya tapi juga merupakan kebanggaan .
"Laki laki atau perempuan sama saja , yang penting dia sehat dan kau selamat saat melarikan anak kita ke dunia ini .kalian Itu lebih penting dari apapun . Meski sebenarnya jikabbisa memilih mungkin Aku ingin anak pertama kita perempuan " Ucap Juho seraya mengenggam jemari Zara yang membelai mesra pipinya .
__ADS_1
"Perempuan ? Kenapa ? Biasanya orang sering kali menginginkan anak pertamanya laki laki " Zara sedikit heran dengan jawaban dari suaminya tercinta .
"Aku ingin anak perempuan seperti mu, dia pasti sangat cantik karena kau juga begitu cantik hingga membuat ku sanggup menunggu begitu lama " Ucap Juho jujur
"Begitukah ? "
"Tentu saja , lagi pula anak perempuan biasanya akan selalu lebih perhatian pada orang tuanya di bandingkan anak laki laki yang cenderung kaku "
"Tapi kau tidak se kaku itu, hanya saja dulu memang sedikit menyebalkan " Zara sedikit tertawa mengingat masa lalu.
"Benarkah ? Kalau begitu maafkan aku "
"Tapi itu bagus karena sikapmu itulah yang selalu membuatku terbayang bayang dan tidak berdaya "
"Aku memang tampan "
"Huh benar benar percaya diri , tapi itu memang benar . Jika tidak mungkin aku akan mempertimbangkan lagi saat menerima pengakuan cinta mu "
"Astaga , kau benar benar tega "
"Tapi suami ku ? Apa kau benar benar yakin tidak mau anak lelaki dulu ? Aku hanya takut nantinya kau merasa kecewa "
"Tidak , jika ingin anak lelaki kita bisa memiliki anak lagi , dan terus berusaha sampai mendapatkanya . Bagaimana ideku bagus bukan "
"Hei bahkan anak pertama kita belum lahir dan kau sudah membicarakan banyak adik untuknya , astaga aku tidak percaya ini " Ucap zara seraya geleng geleng kepala mendengar ucapan suaminya yang sudah berfikir jauh ke depan.
"Kenapa tidak , aku memang ingin memiliki banyak anak dari mu apa kau meragukan ku " Tanya Juho seraya bangkit dari tidurnya dan menatap Zara dalam dalam
"B b bu bukan begitu maksud ku " Zara sedikit gugup karena Juho mulai mendekat dan menyibakkan rambutnya kesamping sebelum menc!um leh*r jenjang Zara.
"J J u juho , hh h h "
__ADS_1