The King Of Love Kingdom(Perjalanan Cinta Sejati)

The King Of Love Kingdom(Perjalanan Cinta Sejati)
kembali ke istana


__ADS_3

Setelah menangis beberapa saat pangeran Seong Jun akhirnya bisa bernafas lega , beban di hatinya yang terasa berat kini hilang begitu saja .


Taemin melangkah masuk ke dalam kamar itu dan langsung berlutut , dia menyadari telah melakukan kesalahan yang sangat besar . Entah pangeran akan mengampuni dirinya atau tidak


Pangeran Seong Jun menatap Taemin dengan tajam , sedang yang di tatap hanya menundukkan kepalanya .


Tuan kakkar dan bibi Rupa merasa kasian pada Taemin , tapi ini semua juga atas perintah permaisuri sendiri. Jika bisa mereka tentu akan menolaknya.


Tapi bahkan permaisuri telah mengatakan beberapa alasan yang bisa mereka mengerti , meski ada keegoisan di sana . Tapi Tuan Kakkar sebagai orang luar juga tidak bisa berbuat apa apa


Istana memang selalu seperti itu , tidak seperti kelihatannya. Kehidupan di istana memang di penuhi trik dan intrik.


"Aku tidak pernah berfikir jika semua orang akan melakukan hal ini ada ku , kau sudah menghianati kepercayaan ku . Kalian semua , apa aku masih bisa percaya pada kalian? Apakah ini lelucon? "Kata kata pangeran sungguh tajam hingga Taemin tak kuasa mencengkeram tanganya


Dia menyesal , tentu saja .


"Hamba pantas mat¡ pangeran "


" Apa jika kau mati semua akan kembali seperti semula ? Untuk pertama kalinya aku merasa sangat kecewa pada mu "


Mata Taemin tampak memerah menahan air matanya , bagaimana mungkin dia tidak tau rasa sakit pangeran Seorang Jun kala mengetahui ini semua .


Pangeran Seong Jun berusaha menenangkan hatinya yang bergejolak. Bagaimanapun juga ini semua berawal dari ibunya , ini semua karena rencana ibundanya yang sungguh di luar batas .


Paman Chanso bahkan di paksa untuk tunduk , ibunya . Ini karena ibunya , namun bagaimana mungkin dia bisa membenci seorang wanita yang telah bersusah payah melahirkannya ke dunia ini .


Tapi hatinya sungguh sakit dan kecewa , luka ini entah kapan bisa di sembuhkan.


"pergi dan katakan pada shagun untuk mempersiapkan kedatangan Zara ke istana, jangan melakukan kesalahan apa pun . Cukup beritahu shagun "Ucap pangeran Seong Jun pada Taemin


"Pangeran"


" Aku tidak akan pernah memaafkan mu jika sampai terulang lagi "


Taemin segera bangkit dan pergi setelah memberikan penghormatan pada pangeran Seong Jun .


kondisi Zara baru saja pulih , perjalanan ke Suryavans masih cukup jauh jadi lebih baik kembali . Lagi pula putra pertamanya masih ada di sana.

__ADS_1


Selain itu ada beberapa hal yang harus ia lakukan di istana , setelah semua selesai dia akan segera membawa keluarga kecilnya ke Suryavans untuk menetap di istana itu .


Mengenai Moon Geoung pangeran masih pusing memikirkannya , jika saja dia tau Zara masih hidup maka sudah pasti pernikahan itu tidak akan pernah terjadi.


Moon Geoung mau tidak mau sudah menjadi keluarganya , dia adalah tanggung jawabnya sekarang . Namun ini sungguh berat , ia seperti sedang menggenggam bara api .


Perlahan lahan api yang di genggamnya mungkin akan membesar dan membakarnya.


Tapi semuanya sudah terlambat , takdir benar benar sebuah rahasia yang penuh misteri .Tidak ada yang tau bagaimana masa depan , bahkan bagi beberapa orang yang memiliki pandangan ke depan mereka hanya akan melihat beberapa potongan yang samar .


Sedang pangeran hanya memiliki kemampuan melihat masa lalu , Zara sudah di temukan namun dia juga belum siap untuk melihat memori yang tersimpan dalam dirinya.


 Dia takut tidak bisa mengendalikan dirinya jika ada hal yang sangat buruk di sana , namun pangeran harus tetap melihat memori Zara demi mengetahui apa saja yang sudah terjadi.


Siapapun yang terlihat ia sendiri yang akan memberi hukuman yang bahkan tidak pernah mereka rasakan sebelumnya.


💢


Taemin memacu kudanya tanpa berhenti sekalipun , ini adalah kesempatan pertama dan terakhir untuknya.


Setelah menempuh lebih dari separuh perjalanan Taemin berpapasan dengan panglima Chanso , setelah berbincang sebentar Taemin segera melanjutkan perjalanan sementara panglima Canso pergi menemui pangeran Seong Jun. Kali ini


Raja termenung di ruangannya sudah dua hari pangeran Seong Jun masih belum kembali ke istana.


Panglima Tae gwa datang untuk mengantarkan sepucuk surat dari perbatasan timur. Keadaan sudah mulai di luar kendali


Ini sebuah laporan yang mengatakan bahwa di perbatasan musuh mulai menyerang lagi ,padahal beberapa waktu yang lalu pangeran Hajong baru saja kembali setelah mengatasi mereka.


Dan kini masalah ini datang lagi , lawan mereka adalah orang orang bar bar yang haus akan kekuasaan hingga terus mencoba menguasai wilayah timur yang memang memiliki sebuah daya tarik di sana .


Sesuatu yang memang layak di perebutkan , sebuah tambang . Tambang ini banyak menghasilkan biji besi yang biasa di gunakan untuk membuat senjata dan masih banyak hal lainya. Mana mungkin musuh akan mudah menyerah


Konflik tidak pernah berhenti di sana, selalu begitu , mereda sesaat kemudian kembali rusuh .


Korban sudah banyak yang berguguran , dari rakyat biasa maupun prajurit .kedua belah pihak sama sama tidak mau mengalah . Letak tambang yang berada di tengah perbatasan masih terus menjadi sengketa tak berujung


Raja harus segera membuat keputusan , tidak ada cara lain . Musuh tidak memandang lawan siapapun akan di habisi meskipun itu hanyalah rakyat biasa , sungguh keji.

__ADS_1


Setelah berfikir sejenak Raja akhirnya segera menuliskan titahnya .


Setelah perintah di turunkan maka pasukan akan segera di kirim untuk mulai mengatasi konflik ini , dulu pangeran Hajong yang pergi dan kini pangeran ji Yoong yang berangkat.


Bukanya raja tidak menyayangi putranya namun raja juga menyadari jika pangeran Hajong yang terus berangkat maka tidak akan baik , Raja bukannya tidak tau jika Ratu Dae Hwa juga menginginkan tahta untuk putranya sendiri.


Raja harus menekan kekuasaan pangeran Hajong agar tidak terlalu kuat , meski dia juga putra yang di sayanginya tapi penerus takhta sudah di pilih dan ini mutlak .


Untuk itu Raja sengaja mengirimkan pangeran Ji Yoong , dalam peperangan ini raja juga menunjuk seorang panglima panglima lain untuk menemaninya.


Dan kini di istana ada dua panglima Tae gwa dan Chanso .Namun belum Waktunya mereka untuk ikut bergabung, apalagi sekarang panglima Chanso lebih menuruti perintah pangeran Seong Jun dan permaisuri daripada perintah raja.


Bahkan Raja juga segan padanya yang telah banyak berjasa , utamanya untuk menjaga putra sulungnya selama beberapa tahun ini .


💢


Tuan Chanso turun dari kudanya dan segera menghadap pangeran Seong Jun , begitu tiba dia sudah di sambut dengan raut wajah pangeran yang datar .


Mereka kemudian mulai membicarakan banyak hal


💢


Hari ini keadaan Zara sudah jauh lebih baik , kesehatan Zara sudah pulih . pagi ini sebelum fajar menyingsing pangeran sudah berangkat membawa istrinya pulang.


Dalam perjalanan pertama mereka Zara menghilang dan ini adalah kali kedua pangeran membawa istrinya ke istana, kali ini pangeran akan lebih waspada .


Nandini Zara dan bibi rupa ada di dalam kereta sementara yang lain menaiki kuda masing masing , dan yang paling mencolok tentu saja pangeran Seong Jun yang mengendarai singa putih.


Pangeran memimpin di depan , di samping kiri kanan ada Taemin dan tuan kakkar , sementara di belakang ada sejumlah orang dan tuan Chanso .


Setelah keluar dari hutan kecil mereka sudah bisa melihat perkampungan, saat semakin dekat rakyat mulai menyingkir dari jalan .


Sekali lagi mereka di buat takjub pada rombongan ini , siapa mereka ?


Hingga teriakan seorang prajurit di belakang pangeran Seong Jun mengejutkan mereka.


"Beri jalan , yang mulia pangeran Seong Jun "

__ADS_1


Apa mereka tidak salah dengar?


__ADS_2