
para prajurit terus melangkahkan kakinya menuju medan pertempuran.. sesekali mereka beristirahat melepas lelah karena perjalanan masih jauh. .. mereka tetap semangat demi tujuan mulia..setelah di rasa cukup akhirnya mereka semua kembali melanjutkan perjalanan lagi....
sssrrrttt. srttttt srttttt .... puluhan anak panah tiba tiba melesat ke arah mereka... jumlahnya begitu banyak .....panah panah itu terus berdatangan layaknya hujan
" kita di serangggggg.... berlindung... berlindungg "teriak prajurit yang melihat berondongan anak panah yang melesat ke arah mereka
"perisai... bentuk formasiii .... bentuk formasiii cepat...." teriak pangeran Sanjev memberikan perintah pada prajurit prajuritnya.
Mendengar arahan sang pangeran para prajurit kemudian mencoba membuat benteng dari perisai dengan susah payah , sementara anak panah masih terus menghujani mereka.
Musuh tiba tiba melancarkan serangan kejutannya... membuat pasukan itu menjadi sedikit kaget...
meski terkena serangan mereka tidak akan menyerah , ini sudah menjadi resiko dalam peperangan . mereka akan melukai atau di lukai itu hal biasa , hanya saja serangan ini benar benar mengejutkan mereka semua.
Sungguh sial , mereka mendapat serangan dadakan saat masih dalam perjalanan ke medan perang belum juga sampai di sana sudah menghadapi salam pembuka yang sangat tidak ramah..? . Melihat dari pakaian mereka sudah jelas mereka adalah pasukan dari Madraka dan jumlahnya lumayan banyak.
Raja Madraka itu benar benar tidak memiliki rasa malu karena melakukan taktik kotor itu , seharusnya mereka sudah menebak tabiat busuk Raja Mahender Chawala . Dia memang sama sekali tidak bisa di percaya ucapannya .
Raja Balraj kumar melihat pasukanya yang mulai berjatuhan karena serangan kejutan itu Menjadi sangat marah , gengamanya begitu kuat mencengkeram pedang di tangannya . Dia berjanji Madrakan akan mendapatkan balasan atas ini semua.
Pangeran Sanjev masih berlindung di balik tameng.. anak panah anak panah itu masih terus berdatangan, banyak prajurit yang menjadi korban keganasannya.
Setelah beberapa saat akhirnya hujan anak panah itu berhenti juga . ini kesempatan mereka untuk menyerang balik. mereka akan membalas serangan itu dengan pantas
"Serangggg.... ..." Teriak pangeran Sanjev lantang... dia lalu berlari dam mulai menyerang pasukan itu di ikuti oleh pasukannya.
Pertempuran akhirnya pecah juga ,ke dua kubu saling serang . Pangeran Jeet melancarkan serangannya menghabisi musuh satu persatu tanpa ampun , perbuatan mereka barusan telah membakar api para prajurit.
__ADS_1
Pertempuran berlangsung begitu sengit, pedang saling beradu .. pasukan Raja Balraj kumar menyerang membabi buta .
Korban kembali berjatuhan , kali ini musuh mulai terdesak dengan perlawanan mereka . Bertarung dengan sengit. setelah mengerahkan segenap tenaga akhirnya musuh berhasil di habisi . seorang pemimpin pasukan mereka di tangkap hidup hidup untuk menggali informasi darinya.
Raja Balraj Kumar sendiri yang menanyainya
"Katakan semua yang bisa kau katakan , mungkin aku bisa mengampuni nyawamu " ucap Raja seraya menatapnya tajam.
"Habisi saja aku , itu tidak akan mengubah apapun .. kami hanya di beri perintah untuk menyergap kalian disini .." Tawanan itu membalas tatapan Raja dengan sinis....dia terlihat pasrah akan nasibnya yang sudah berada di ujung tanduk.. Jujur ataupun dusta ia yakin hasilnya akan sama saja pikirnya.
"Tunjukan rasa hormat mu di depan Raja " melihat sikap itu membuat pangeran Yuvraj kesal dia tidak suka dengan caranya bersikap.
Pangeran Yuvraj lalu. memukul punggung pria yang kini mereka tawan , sikapnya memang terlihat tidak sopan.
"Raja dan pasukannya ternyata sama sama buruknya .... tidak punya sopan santun " Ucap pangeran Jeet yang juga merasa kesal dia mengarahkan pedangnya ke leher awanan itu.... mendadak wajahnya jadi kecut.... ia mulai merasa takut dengan mereka
"Apa selain kami kalian juga menyerang pasukan lain juga..jawab... , kalian menyergap mereka saat di dalam perjalanan seperti kami ?;;? " Tanya pangeran Sanjev dengan tatapan penuh emosi ....
Serangan dadakan ini sungguh mengejutkan mereka.. kenapa mereka bisa melakukan hal serendah ini.... tidak mencerminkan ksatria sejati.
" Aku benar benar tidak tau... aku mengatakan yang sesungguhnya... " tawanan itu masih bersikeras dengan jawabanmya di awal , dari sorot matanya pria itu terlihat jujur.. hanya saja apa ucapanya itu bisa di percaya... ah .. benar benar keadaan yang begitu kacau..bagaimana mereka bisa mempercayai perkataan musuh dengan mudahnya.
Raja Balraj kumar melirik ke arah Pangeran Sanjev seolah mengisyaratkan sesuatu , pangeran yang melihatnya langsung mengerti apa maksud Raja sebenarnya. Tanpa aba aba pangeran segera menghabisi tawanan itu dengan menusuknya menggunakan pedangnya.
"argh....😳😳😳 ken a pa " pria itu terkejut karena mendapat serangan mendadak dia langsung roboh bersimbah d*r#h ... selang beberapa saat dia akhirnya menghembuskan nafas terakhir.
Prajurit segera membawa may?t itu pergi dari sana agar tidak menganggu pembicaraan mereka.
__ADS_1
"Dia ingin membuat kita kehabisan tenaga sekaligus prajurit... melihat serangan barusan aku yakin rombongan lain juga mengalami hal yang sama.. mereka sungguh licik... kita harus bergegas..jangan membuang waktu lagi " ucap pangeran Jeet sing .
"Sepertinya memang begitu... aku yakin memang begitu.. " P .yuvraj setuju dengan dugaan Pangeran Jeet sing
"Kita harus meningkatkan kewaspadaan , musuh bisa menyerang kita kapan saja .." Raja Balraj kumar meminta pasukannya untuk lebih berhati hati
Dan tepat seperti dugaan mereka... rombongan lain yang menuju medan pertempuran juga mengalami hal sama , mereka juga di sergap saat masih dalam perjalanan...
Mereka memang tidak berangkat bersamaan karena letak kerajaannya yang sedikit jauh , Seperti pasukan Pangeran Jeet yang berangkat dengan yash sebagai pemimpinya . Mereka akan bertemu di medan pertempuran.
Pasukan yang berdekatan akan berangkat bersama'an... sementara yang agak jauh harus berangkat sendiri dan berkumpul di tempat yang sudah di sepakati sebelumnya
Dilain tempat....
Raja madraka tengah menikmati anggur yang di suapkan oleh selir selirnya... dia saat ini tengah berada di tenda utama .
" Yang mulia " seorang prajurit datang menghadap untuk melaporkan sesuatu
"Katakan ..." Ucap raja sambil terus menikmati anggur yang di suapkan padanya..
"Kita berhasil menyergap mereka.... hanya saja pasukan kita mengalami kekalahan...."
"hm nnnn .....aku sudah tau ini akan terjadi.... Biarkan mereka datang kemari... orang orang itu memang tidak mudah di kalahkan...tapi aku sudah cukup terhibur hari ini... ..pergilah. "
Prajurit itu membungkuk lalu pergi meninggalkan Rajanya yang tengah bersenang senang dengan para selirnya .
Raja gila itu bahkan membawa serta para selirnya ke sana....mereka berkemah tak jauh dari medan pertempuran.. bersenang senang seakan sedang ada di istana. para wanita itu tertawa seraya menggoda Raja Mahender.
__ADS_1