
"Kakak apa yang kau lakukan di sini ? " Tanya putri hye sun saat tak sengaja lewat di dekat sana.
Pangeran menjadi begitu tertarik dengan air sejak kejadian nahas itu ,mungkin dengan melihatnya ia merasa sedikit lebih dekat dengan zara.
"Apa kakak mau ikut dengan ku ? aku ingin pergi ke luar istana sebentar untuk jalan jalan " Ucapnya kemudian .
Pangeran mengangguk lalu berdiri , putri segera mengandeng lengan kakaknya itu. Ia bisa mengerti kenapa jika di luar kakak begitu irit bicara .
Beberapa pengawal ikut serta dalam perjalanan kali ini , Taemin yang sempat di beritahu segera menyusul . Ah dia selalu saja ketinggalan .
Putri hanya membawa beberapa oranng saja ,ia tidak mengikut sertakan dayangnya .
mereka sampai di pasar dan mulai memilih barang , putri yang mengetahui kakaknya gemar melukis membeli beberapa pewarna dan kuas baru .
Kemudian putri mengajak kakaknya singgah di toko perhiasan .
"Silahkan tuan , perhiasan ini baru datang . Ini model terbaru dan belum banyak yang memilikinya , anda sangat jeli rupanya " Ucap penjual pria itu
Pangeran sedikit tertarik dan memilih beberapa ,ia berniat akan meletakkanya di depan lukisan Zara nanti .
Di saat yang sama Nandini mengajak zara keluar untuk membeli beberapa bahan makanan , maklum karena ia baru datang Nandini masih belum terbiasa dengan makanan di tempat ini. Meski ada beberapa yang cocok.
Selagi belanja ia juga berharap nanti di jalan bisa bertemu pedagang ataupun orang dari daerahnya dan lagi siapa tau ia bisa menggali informasi tentang juho .
putri tidak mungkin di tinggal di rumah sendiri karena tidak ada yang menjaganya.
Nandini melangkahkan kaki di pasar itu , ia membeli dengan bahasa isyarat. kalau tidak setuju. Dwngan harganya ia akan menggeleng dan mengeluarkan uang lain seseai harga yang ia inginkan jika pedagang mau.
Cara ini cukup berhasil karena sebelumnya ia melihat interaksi penjual dan pembeli jadi ia cukup mengerti dengan beberapa harga dagangan . yang pasti ia bukanlah gadis yang mudah di tipu.
Lagi lagi Nandini menyamar menjadi seorang laki laki , sedang sang putri di berikan semacam bubuk berwarna coklat yang bisa menyamarkan wajahnya .
Orang yang berniat jahat pada putri tentu tidak akan dengan mudah mengenali identitas aslinya , cukup cerdik .
Nandini telah memberi beberapa bahan makanan dan makanan siap santap .
Untung Saja putri bisa bersikap tenang , Nandini selalu membisikkanya jika sampai putri berisik maka orang orang yang akan menculik putranya akan datang dan membawanya pergi .
Karena ucapan Nandini itulah Zara dari tadi memeluk bonekanya begitu erat dan tidak banyak berisik .
Nandini terus berjalan mengandeng putri Zara , mereka berselisih jalan dengan seong jun .
Pria itu membelakangi mereka ,lagipula dengan wajahnya yang sekarang siapa yang akan mengenalinya ? Jadilah Nandini terus berlalu , baru. Setelah cukup jauh pangeran segera menoleh karena merasakan sesuatu .
Ia melihat ke belakang dan sekitar tapi tak menemukan apapun yang aneh 😓
__ADS_1
" Kakak mau itu " ucapan Hye sun membuyarkan lamunannya
"Ya " Pangeran memisahkan beberapa perhiasan yang ia pilih untuk di bungkus , ini adalah toko perhiasan yang cukup bagus menurutnya.
🌿🌿
setelah selesai belanja Nandini memutuskan pulang , ia kesal karena tidak menemukan apapun di sana .
Zara termenung seakan tenggelam dalam fikiranya sendiri, melihat keadaan putri yang begitu miris membuat hati Nandini menjadi iba dan marah.
Putri yang begitu ceria dan cantik seakan tidak ada lagi , hanya tinggal cangkang kosong.
Terkadang putri hanya diam ,adakalanya ia menjadi sedikit waspada dan memeluk bonekanya dengan ketakutan , kemudian kadang ia tampak menangis dan memeluk lututnya.
Sepahit apakah kehidupanya yang lalu , kenapa dia jadi seorang diri dan befitu menyedihkan.
Nandini dengan sabar menyuapi putri.
"Putri ayo makan ,kalau kau lapar putramu akan sedih dan menangis "Bujuk Nandini
Ia memegang mangkuk yang berisi bubur untuk menu putri Zara .
"Makann " Zara menirukan perkataan
"apa yang sudah terjadi pada mu putri ? Kenapa bisa jadi seperti ini ? " Nandini menyeka air matanya yang perlahan mulai menetes keluar .
Zara sesekali menepuk nepuk boneka itu seolah menidurkan bayinya .
🌿
Rembulan sudah bersinar menerangi malam , pangeran duduk di kursi dan menengadah ke langit memandang bulan . Di sana seolah ada wajah Zara yang tersenyum padanya .
Di sebuah pohon seorang terus memperhatiakan pangeran dari kejauhan , ah selama pengintaian tidak ada yang bisa di curigai .
Apa yang bisa di harapkan dari orang tidak waras , hanya buang buang waktu saja.
🌿🌿
"Begitu rupanya , sepertinya sudah tidak perlu lagi mengawasinya " Ucap Daejin ketika suruhanya melaporkan semua hasil pengintaian yang ia lakukan di tempat pangeran seong Jun.
" kita hanya harus fokus memikirkan bagaimana caranya membuat Raja sedikit melihat pada hajong " Ucap Ratu
Daejin mengisyaratkan anak buahnya agar segera pergi.
" Ya , pangeran sekarang sudah kembali . Kita harus mengerahkan semua kemampuan kita untuk mendukungnya ratu "
__ADS_1
"Kakak benar "
🌿
Chanso mengerahkan seluruh kemampuanya ia merasa bertanggung jawab atas hilangnya putri Zara , namun penyelidikanya ini ia lakukan secara diam diam .
Pangeran tidak mengetahui aktifitasnya itu , ia takut jika tidak mendapat hasil yang baik dan justru mengecewakan sang pangeran dan akan menambah runyam semuanya . Paling tidak ia harus memastikan kebenaran ini dulu.
Saat kembali ke istana baru ia di kejutkan dengan kedatangan tuan kakkar dan istrinya.
"Tuan kakkar ,anda datang ? "
"Lama tidak berjumpa ,chanso "
Kemudian mereka masuk ke dalam rumah milik payal dan Taemin, Rupa tampak mengendong cucu laki lakinya yang sudah cukup besar.
kemudian Tuan Darshwana , Chanso dan chilsok memulai pembicaraan.
Pertama tapa Chanso menceritakan asal usul juho yang sebenarnya , ia juga mengatakan alasanya kabur dari tempat ini.
Kemudian tak lupa dengan orang orang yang berseberangan dengan mereka.
Chanso juga menceritakan semuanya yang terjadi sejak kedatanganya. Hingga sebuah kemungkinan yang sedang ia selidiki.
Tuan Kakkar tampak mengerutkan dahi ,tanganya juha terkepal . Ia sebenarnya sudah mendengar kejadian nahas ini dari putrinya tapi ketika mendengarnya lagi ia jadi bertambah marah.
" Aku sedang berusaha melacaknya "
"Hmm aki sudah menduga jika anak itu memang bukan orang sembarangan , tidak ku sangka jika sebenarnya ia adalah seorang pangeran .
Mereka pasti ketakutan saat ini , aku akan ikut menyelidikinya bersamamu " ucap Tuan Kakkar kemudian
"Ya semakin banyak yang turun semakin bagus , untuk keamanan tempat ini tidak perlu di hawatirkan " ucap chilsok
Sesuai perintah pangeran , semua warga yang tersisa yang masih memungkinkan untuk berlatih di wajibkan untuk pelatihan bela diri dan penggunaan senjata.
Selain untuk melindungi diri sendiri , secara tidak langsung mereka juga bisa menjaga istana ini .
Warga sudah mulai menanam berbagai tanaman , sebagian hewan milik istana juga mereka rawat.
istana ini memiliki ketahanan pangan sendiri, tanah yang dulu tandus menjadi sangat subur . Danau dan sungai berperan penting dalam hal ini.
Jika mereka menginginkan ikan mereka bisa memancingnya karena dari pertama siap danau sudah banyak di tebar berbagai jenis ikan .
" Dimana kau menahan pria itu ? "
__ADS_1