The King Of Love Kingdom(Perjalanan Cinta Sejati)

The King Of Love Kingdom(Perjalanan Cinta Sejati)
Dayang Ca


__ADS_3

"Chanso sebaiknya kita pergi sekarang ,kita bisa menempatkan beberapa orang untuk mengawasi tempat ini diam diam . Jika mereka kembali kita bisa langsung tau dan memikirkan langkah selanjutnya " Usul Tuan Kakkar


"Ya , ayo kita pergi ke rumah tabib . Mungkin pangeran di bawa ke tempatnya , aku akan meminta orang orang kita berpencar untuk pergi ke rumah beberapa tabib dan memeriksa " Ucap Chanso


Mereka segera pergi lalu memerintahkan beberapa orang untuk mengawasi kediaman ini dari luar dan memintanya melapor jika bayinya kembali.


Sementara itu beberapa orang juga menyebar untuk pergi ke beberapa rumah tabib yang ada di seluruh kota yang mereka ketahui untuk melacak keberadaan pangeran.


Sementara itu setelah selesai berobat keadaan bayi itu mulai membaik , demamnya perlahan turun .


Dayang im menghela nafas lega , dia adalah dayang yang setia pada tuan Gwa sejak lama. Dia salah satu dayang Senior yang di percaya mengurus bayi rahasia ini.


Dayang im meminta tabib untuk memberikan ramuan yang bisa mereka bawa pulang.


Mereka tidak boleh terlalu lama di luar , saat kembali pengawal merasa ada yang aneh dengan kediaman Tuan Tae Gwa.


Beberapa prajurit yang seharusnya berjaga tidak ada di luar padahal jelas mereka tidak boleh meninggalkan tempat jaga tanpa pergantian tugas dari penjaga lain.


Intinya tidak boleh kosong ,tapi lihat !! Bahkan dayang juga tak nampak seorangpun. Kemana mereka semua ?


Ada yang tidak beres !!


Penjaga itu memicingkan matanya dan melihat dari jauh ada sedikit noda bercak merah di dinding yang samar terlihat . Saat melihat sekeliling dia bisa melihat beberapa orang yang tampak mengawasi diam diam.


"Ada apa kenapa berhenti ? " Tanya Dayang Im saat penjaga mengisyaratkan untuk berhenti padahal masih jauh.


"Ss sst kalian diam , kediaman baru saja di serang kita tidak bisa kembali sekarang " ucap pria itu


"lalu bagaimana sekarang " Tanya Dayang Ca yang mulai ketakutan.


"Kita sebaiknya cari tempat lain , sementara waktu bersembunyi di sana sampai Tuan kembali " Ucapnya


Mereka diam diam pergi dari sana agar mata mata tidak mengetahui keberadaan mereka.


Dayang Ca yang berjalan di belakang penjaga tampak melirik keadaan sekitar dia tampak memikirkan sesuatu .


"Tuan bisakah kita berhenti sebentar aku harus buang air , sudah tidak tahan lagi " Ucap dayang Ca yang tampak meringis


Mereka kini berada di sebuah jalan yang terdapat banyak pohon pohon di sekitarnya , agar tidak menarik perhatian mereka mencari jalan yang sepi karena merasa lebih aman .


" Baiklah cepat pergi jangan lama lama " ucap penjaga itu .

__ADS_1


Mereka sudah cukup lama bekerja pada Tuan Gwa .


"Baik Tuan " Dayang Ca tampak berlari menjinjing bajunya


Dayang yang menggendong bayi memilih duduk di sebuah batu yang ada di sana , lumayan untuk sejenak beristirahat melepas lelah.


Sementara penjaga bersandar di pohon dan menunggu.


Tak lama kemudian


Dayang Cha segera kembali dia menyembunyikan sebuah kayu di belakang tubuhnya.


"Tuan aku sudah selesai ayo kita segera pergi " ucapnya


Mereka segera pergi Dayang Cha berjalan di sebelah dayang senior Im yang saat ini sedang fokus menggendong bayi.


Saat ada kesempatan dayang Ca segera memukul kepala penjaga beberapa kali ,melihat itu dayang Im begitu terkejut .


Penjaga yang mendapatkan serangan di kepala menjadi pening dan roboh seketika namun dayang Ca terus menyerangnya dan baru melepaskanya saat yakin kalau dia sudah mati .


"A apa yang kau lakukan Ca Ensan , beraninya kau " Dayang Im tampak marah


"Nyonya , tolong berikan bayi itu pada ku sekarang " Ucapnya memaksa


"Jangan salahkan aku " Ucapnya


Dayang Ca lalu memukul kaki dayang itu dengan keras dan membuatnya jatuh berlutut.


Dayang Ca segera merebut bayi yang terlelap itu , sementara rekan seniornya tampak meringis kesakitan .


" Ca ensan , kenapa kau melakukan ini. Penghianat "


"Maafkan aku nyonya " Ensan langsung memukul dayang itu hingga pingsan dan setelah memeriksa hidungnya ia mendapati dayang yang setia pada Tuan Gwa itu sudah tewas.


Usianya yang sudah berumur membuat fisiknya tak sekuat Ensan yang memang masih muda.


Ensan kembali memeriksa dada penjaga dan dia juga tidak merasakan detak jantungnya , dia harus memastikan mereka benar benar sudah tiada .


Ensan memberikan beberapa luka di tubuh penjaga itu untuk mengelabui jika saja ada orang Tuan Gwa yang menyelidiki nanti .


Jika tidak mungkin pelarianya membawa bayi ini pada Tuan Seowon akan gagal, Tidak di sangka hari ini dia mendapat peluang besar . Tapi dia juga sedikit hawatir jika yang menyerang kediaman Tuan Tae Gwa adalah musuh.

__ADS_1


Ca Ensan mengambil pedang milik penjaga itu dan segera pergi , dia harus segera meninggalkan tempat itu menuju kediaman Tuan Seowon.


Disana lebih aman , lagi pula tidak ada tempat lain yang bisa dia datangi saat ini. Bertahun tahun yang lalu dia di tugaskan Tuan Seowon untuk menyusup ke kediaman Tuan Tae Gwa sebagai dayang.


Dia tentu menyanggupinya mengingat Tuan Seowon sudah begitu baik padanya dan seluruh keluarganya yang memang lama mengabdi pada tuan Seowon.


Selama menyusup dia bisa melihat banyak hal , banyak kejahatan yang di lakukan keluarga ini. Hal itu membuatnya tak merasa simpati sedikitpun pada mereka.


Dayang Ca bersikap seolah setia pada Tuan Tae Gwa , gerak geriknya juga tidak mencurigakan . Penyamaranya nyaris sempurna.


Tempat Tuan Gwa menyembunyikan bayi ini bukanlah di kediaman utamanya yang berada di desa lain, sehingga tidak ada keluarganya yang tahu. Dia cukup waspada namun sepertinya kali ini Tuan Gwa sudah kecolongan.


Di kediaman utama beberapa Dayang yang pingsan mulai terbangun mereka terkejut saat melihat beberapa mayat penjaga yang bergelimpangan.


Seorang dari mereka segera pergi menuju ke kediaman utama yang tak jauh dari tempat itu . Dia berjalan tergesa gesa


Setelah berjalan beberapa saat rumah itu mulai terlihat.


Dayang semakin dekat penjaga segera menghadangnya karena tidak sembarang orang bisa memasuki kediaman ini.


"Tuan kediaman panglima di desa sebelah sudah di serang musuh "


"Apa !!!" penjaga pintu itu mulai panik


🤫🤫💣💣


Di perayaan saat ini Pangeran Ji yoong sedang membacakan nama nama orang yang mendapatkan penghargaan karena jasanya menumpas musuh.


Di antaranya ada Yu sin dan Tae sung yang sudah gagah berani mempertahankan perbatasan .


Prajurit di bawah kepemimpinan mereka juga mendapat jadiah dari Raja .


Tae Gwa menatap bangga putranya yang sudah berhasil dalam tugas .


Pangeran Mahkota sendiri yang menyerahkan hadiahnya.


Setelah selesai acara di lanjutkan dengan perjamuan makan .


Seorang prajurit mendekat dan mengatakan sesuatu pada tangan kanan Tuan Gwa , selanjutnya orang itu membisikkan kabar itu pada sang Tuan.


Mendengar kabar itu tangan Tuan Gwa terkepal kuat ,ekspresinya dingin .Dia tidak bisa melampiaskan kemarahanya di sini.

__ADS_1


Hal itu tidak lepas dari penglihatan tuan Seowon namun ia kembali pura pula tak melihat kearahnya.


Acara hari ini akan berlangsung sampai malam , karena akan ada kesenian yang akan di tampilkan . Sebuah pertunjukan musik dari biro musik.


__ADS_2