
" Hiks hiks hiks " Putri Jhanvi hanya bisa menangis .
Wanita itu tampak menitikkan air matanya ,ia benar benar tidak bisa menahan diri lagi .
Dua hari yang lalu ia tak sengaja menemukan selembar surat yang isinya begitu mengejutkan.
Itu adalah sebuah dekrit pernikahan antara suaminya , pangeran sanjev dengan seorang wanita bernama ana purna .
Dia ingat benar siapa wanita itu, Ana purna adalah istri ke dua mendiang mahender chawala . Dia merupakan ibu dari putra mahkota.
Setelah menikah beberapa tahun dengan pangeran Sanjev akhirnya pria yang di cintainya itu menduakan cintanya juga .
Ia sempat yakin jika sang suami akan menghabiskan waktu bersamanya tanpa adanya istri lain maupun selir .
Tapi dua hari yang lalu semuanya terbantahkan , pangeran Sanjev sudah melangar janjinya sendiri .
Meski begitu putri Jhanvi tentu tau jika sangat jarang seorang Raja hanya memiliki seorang istri , mungkin itu adalah satu kemustahilan.
Tapi ia harap setidaknya suaminya membicarakan itu lebih dulu dengannya.
# #
Berita pernikahan pangeran Sanjev sudah di dengar oleh semua orang , namun meski begitu Ana purna tetap akan berada di madraka untuk mendampingi putra mahkota di sana.
Zara kini tengah melihat ke arah suaminya yang sibuk bermain dengan putranya .
" Ini tanda lahir ? " Tanya Juho yang tak sengaja melihat sebuah titik hitam kecil di belakang telinga kanan milik putranya.
Ia berniat merapikan tali penutup kepala yang terlepas dan malah melihat tanda lahir yang sebelumnya ia tidak tahu.
" hmm kau terlambat mengetahuinya " Ucap Zara seraya tersenyum .
"Kenapa tidak memberitahu ku "
" ku pikir suami ku yang tampan ini akan melihatnya sendiri nanti tanpa ku beri tahu , tapi ternyata sangat lama "
"Dasar curang "
__ADS_1
"ha ha ha " Zara tertawa melihat ekspresi suaminya yang tampak lucu.
Juho hanya bertingkah seperti itu di depan istrinya saja , jika di hadapan orang lain ia akan menampilkan wajah datarnya meski masih cukup ramah .
"apa ini begitu penting "
"Tentu saja , ini adalah satu pertanda bahwa ia adalah putra kita. Ya siapa tau kau berencana membawanya kabur dari ku " ucap juho bercanda.
"Memangnya kemana aku bisa pergi ? Kau adalah tempat ku pulang , lagi pulq di manapun aku bersembunyi kau selalu bisa menemukan ku entah bagaimana caranya " jawab Zara
" tentu saja ,kau tidak boleh meremehkan kehebatan ku " Juho terlihat sedikit jumawa
" ya ya ya , suami ku memang yang terbaik "
"Zara . . Bagaimana jika kita pergi setelah Zaheer berusia enam bulan , apa kau setuju ? Ibu tentu sudah sangat merindukan kita di sana " Ucap Juho membuka pembicaraan tentang perjalanan mereka yang sempat tertunda .
" Baiklah , aku akan setuju dengan semua keputusan mu . Apa kita semua akan ke sana ? maksud ku paman Chunso dan taemin " Tanya Zara
"Tentu saja , mereka akan ikut . Paman Darshwana juga sudah menyetujui keputusan Taemin untuk membawa keluarganya tinggal di sana , lagi pula mereka bisa sering bertemu nanti jika rindu "
" Ya , tapi kenapa aku tidak melihat taemin akhir akhir ini . Biasanya ia akan selalu bersama mu ? " Tanya Zara penasaran
"Benarkah ,itu kabar bagus " Zara baru tau berita ini
Kandunganya baru beberapa minggu , Payal sedang tidak bisa melakukan banyak pekerjaan karena kehamilannya kali ini sedikit berbeda , payal lebih sering menghabiskan hari dengan duduk ataupun berbaring seharian .
Ia terlihat begitu lemah hingga taemin memutuskan untuk memohon izin pada Juho agar bisa mendampingi istrinya sampai keadaan Payal sedikit membaik , juho tentu saja menyetujui hal itu.
"Suami ku , apa aku boleh bertanya sesuatu ? " Tanya Zara
"Kau bisa menanyakan apapun pada ku , aku pasti akan menjawabnya jika aku tau "
"Apa kau tau kenapa kakak menikahi Ana purna ? Aku hanya tidak mengerti kenapa kakak bisa memutuskan begitu saja tanpa memberi tahu kak Jhanvi "
Juho mengjela nafasnya sebentar sebelum mulai bercerita , awal kedatangannya ke madraka seluruh penasihat kerajaan sudah menyudutkannya atas permintaan mereka yang menginginkan Juho agar bersedia menikahi istri mendiang raja mahender agar kerajaan ini bisa di pimpin oleh orang se hebat Juho.
Namun Juho lagi lagi menolaknya dengan keras ,ia bahkan sempat mengacungkan pedangnya pada salah satu penasihat di sana .
__ADS_1
Di hatinya hanya ada Zara seorang, Juho tidak menginginkan wanita lain lagi.
Pembicaraan itu terus berlangsung hibgga beberapa hari ,selain itu Juho juga menyempatkan diri untuk menemui putra mahkota Madraka dan memberikan beberapa nasehat padanya.
Anak itu tampak antusias dengan Juho ,dia sangat berbeda dengan mediang ayahnya yang kasar dan arogan . Tidak sekali dua kali ia melihat sang ayah yang menyakiti ibunya hingga memangis , dia sangat membenci ayahnya.
Tapi ia kini bisa mendapatkan sosok ayah dari Juho. Dan ketika petisi untuk menikahkan ibunya dengan paman Juho tentu saja membuatnya senang ,apalagi ia bisa melihat jika ibunya juga menyukai paman Juho .
Ibunya yang jarang tersenyum jadi sering terlihat bahagia dan sering tersenyum , meski ia sempat sedih saat tau paman Jujo menolak petisi itu ber kali kali.
Meski begitu dia tidak pernah sekalipun bersikap kasar padanya atau sang ibu yang semakin membuatnya merasa kagum .
Ia tentu menyadari bahwa perasaan tidak bisa di paksakan hinggabia mampu menerima keputusan paman Juho.
(kembali ke masa sekarang )
Juho menceritakan semuanya pada Zara tanpa di tutupi sama sekali , sebenarnya ia juga tidak tau kenapa pangeran Sanjev justeu bersedia menikahi ana purna .
Tapi sebagai pria dia bisa melihat bagaimana cara kakak iparnya memandang Ana purna , itu adalah tatapan seorang pria yang tertarik pada lawan jenis.
Jadi bisa di pastikan pangeran Sanjev menikahi ana purna dengan penuh kesadaran diri dan tanpa paksaan karena pada dasarnya ia memang tertarik pada wanita itu.
Zara bisa memahami situasinya sekarang , tapi ia heran kenapa ana purna bersedia menikahi kakaknya jika sebenarnya ia tertarik pada suaminya .
Sepertinya Zara harus waspada , takut takut jika wanita itu memiliki niat terselubung . Ia harus berhati hati bukan ?
. . .* *
Beberapa hari kemudian ana purna akhirnya datang juga ke kerqjaan suryavans untuk melakukan tradisi pasca pernikahanya dengan pangeran Sanjev.
Dan benar saja ,apa yang di hawatirkan Zara. Wanita yang kini sudah resmi menjadi kakak iparnya itu sesekali mencuri pandang ke arah Juho suaminya. Zara menjadi sedijit geram namun juho berhasil menenangkannya.
Zara jadi ingin segera pergi menuju tempat asal suaminya, meski ana purna hanya beberapa hari di suryavans tapi cukup membuatnya risih.
Putri Jhanvi sudah lebih kuat sekarang ,ia akan belajar untuk bisa menerima kenyataan ini , ia sudah lebih tegar sekarang.
* *
__ADS_1
Enam bulan kemudian