
malam kian larut. ...... ..taburan bintang di atas langit bersinar menghiasi gelapnya malam yang kian sunyi........ perbincangan shagun dan zara kian berlanjut.... besarnya masalah mereka cukup menyita waktu dan pikiran.........
"putri... apapun keputusanmu aku akan selalu mendukungmu.... "
"terimakasih shagun... hanya kau temanku yang paling mengerti.. .."ππππ
" memangnya putri punya berapa banyak teman di sini...... .." shagun melirik zara seraya tersenyum...π π π
" ya.ya ya... hanya kau satu satunya temanku yang paling baik dan pengertian......" zara lalu memeluk shagun.... .. mereka berpelukan....π€π€
"lalu bagaimana putri... kau belum memberitahukan apa rencanamu padaku....." shagun melepaskan pelukannya seraya menanyakan kembali rencana putri zara untuk menghadapi masalah ini....π€π€π€
" kau tidak perlu hawatir shagun.... aku sudah memikirkannya.... saat ini kita hanya bisa menunggu dulu.... nanti setelah pertarungan ini berakhir maka kau akan tau apa rencanaku..."...π€«π€«π€«π€«π€«π€«π€«
zara tampaknya masih belum bisa memberitahu shagun... tidak untuk saat ini..
"hhh baiklah... kalau begitu sekarang tuan putri zara yang cantik dan baik hati harus makan.... dari tadi putri belum makan apa pun... ..."
"aku tidak lapar shagun...."... zara menolaknya halus..
"aku tidak mau mendengar alasan apapun... putri harus makan sekarang... kalau sampai putri sakit aku juga yang akan repot...π‘π‘π‘. " shagun masih berusaha memaksa zara untuk makan
"shagun....." elaknya... dia memang sedang tidak mood sekarang ππ
"setidaknya makanlah sedikit untuk mengisi perut.... tidak baik menunda - nunda makan......."
"hhh baiklah..lagi pula bagaimana mungkin aku bisa menolak permintaanmu..... bisa - bisa kau terus mengoceh dan menceramahiku...... tapi sedikit saja... aku tadi sudah minum sedikit...πππ..."
"sedikit.... ... sedikit tapi berkali...kali.... sekarang aku baru tau bagaimana ekspresi putri saat sedang cemburu... lucu sekali... ".. goda shagun...
" baiklah... terus saja mengejekku.... kau belum tau rasanya jatuh cinta...."
πΏπππππππππππππππΏ
(aduh neng zara mah... π€£π€£π€£π€£π€£sini kak ceri bisikkin.... jatuh cinta itu berjuta rasanya... serasa dunia milik berdua... nah ... yang lain pada ngontrak tuh........
minum obat jadi serasa coklat..... πππππ...tapi kebanyakan dari kita.... jarang yang menikah dengan cinta pertamanya.... nga tau tuh kenapa.... atau mungkin karena.... cinta pertama itu hanya cocok untuk dijadikan kenangan indah........ tapi ada juga kok yang berhasil.. contohnya.... hyuga hinata... tanya gih kalo ga percaya....)
ππππππππππππππππ
"iya iya... aku minta maaf.... sekarang cepat makan.... "
" memangnya kau juga sudah makan... ayo cepat temani aku makan... ini banyak sekali.."π£π£π£
__ADS_1
"hhhh...... " shagun hanya menghela nafas perlahan mendengar permintaan tuan putri...
sebelumnya mereka memang jarang makan bersama seperti itu.... shagun terlalu segan... meskipun akrab... dia tetap tidak enak hati kalau harus makan sepiring berdua dengan putri zara.... dihatinya masih ada rasa hormat pada teman sekaligus junjunganya itu
baiklah... untuk sekali ini saja... "
zara mulai memakan makanannya ditemani shagun... mereka makan bersama sama layaknya saudara.....
πππππππΏπΏπ€«π€«π€«π€«π€«πΏπΏπ
di lain tempat...
juho mengantarkan nandini dan rombongannya pulang ke rumahnya dengan selamat..
nandini segera turun dari keretanya saat sampai...... kemudian menghampiri juho yang masihbelum turun dari atas kudanya....
" tuan... ayo masuk... mulai hari ini kau sudah jadi pengawal pribadiku bukan....sekarang kau bisa tingal disini ..." ππ
"maaf nona... hari ini aku harus pulang dulu... keluargaku sedang menunggu di rumah...."ucap juho menolak permintaan nandini..
"keluarga.... bukanya kau belum menikah..π€π€." nandini ingat kalau tadi juho bilang pada ayahnya kalau belum menikah....
"itu paman dan bibiku.... aku akan memberi tahu mereka dulu... besok aku akan kembali lagi kesini.. nona sekarang juga sudah aman ..disini banyak prajurit yang akan menjagamu.."...πΏπΏ
"baaiklah... aku pergi dulu nona...."ucap juho mohon diri
dia segera memacu kudanya meninggalkan kediaman nona nandini.... karena harus segera pulang...
kuda berlari dengan kencang.... juho segera kembali ke rumah...π€ π€
sementara itu di rumah semua orang sedang berkumpul . tuan kakkar..lall singh dan chanso ... sementara taemin tengah menemani istrinya..πππ
β€ππ. kehamilan payal yang sudah semakin mendekati kelahiran membuat payal sering merasa lelah dan sakit di seluruh badannya... taemin selalu mendampingi payal... πππ
dia termasuk suami siaga .... karena kebaikannya itulah dia bisa memperistri putri tunggal darswana kakkar yang terkenal galak dan menakutkanπΊπΊπΏπΏπΏπΏ.... meski penuh dengan perjuangan untuk meyakinkan payal dan keluarganya....
saat ini mereka semua sedang menunggu juho yang tidak kunjung pulang... setelah sekian lama menunggu akhirnya terdengar suara ringkikan kuda yang datang ..... bibi damini membukakan pintu.... πΏπΏπΏ
terlihat juho yang baru turun dari kudanya ...kemudian dsegeta menambatkan tali kuda pada sebuah tiang kayu yang disediakan...
juho menoleh ke arah pintu.... bibi damini tersenyum πππmelihat kedatangan anak muda itu... juho segera menghampirinya
"bibi... maaf aku terlambat pulang..π..." juho segera menghampiri wanita itu....
"tidak apa apa.... cepat masuk... diluar udaranya dingin...." .ππ. ucap bibi damini yang menyambut kedatangan juho...
__ADS_1
"mari masuk sama - sama..." juho dan bibi damini akhirnya masuk ke dalam... tidak lupa juho membantu bibi menutup pintu....ππππ
"kau sudah pulang...." ucap tuan kakkar yang menyapa juho terlebih dahulu....
"maafkan aku terlambat...." juho segera duduk....
"shhh sudah... biarkan dia istirahat dulu... diakan baru tiba.... " ucap bibi damini
"ini ... minumlah... kau pasti lelah ...." bibi rupa datang membawa minuman untuk juho
"ya... ya... jangan terlalu memanjakannya... diakan sudah dewasa....ππ" ucap tuan kakkar protes....
bagi bibi rupa maupun bibi damini...juho sudah
seperti putra kandung mereka sendiri......
sikap juho yang selalu perhatian .. baik hati....apalagi pada merekaπ€«π€«... membuat dua wanita yang telah berusia itu menjadi sangat sayang pada juho... bahkan cenderung memanjakannya... π€«π€«π€π€
juho mencurahkan semua kasih sayangnya pada bibi damini dan bibi rupa.. untuk sedikit mengurangi rasa rindunya pada ibunda tercinta yang nun jauh di sana....
"terimakasih bibi..aku memang sedang haus...."
"apa kau sudah makan.... mau bibi siapkan...." ucap damini yang tidak mau kalah perhatian dengan rupa....βΊβΊ
"baiklah jika tidak merepotkan bibi.. tapi sedikit saja... ."ucap juho seraya tersenyum...
"sebentar biar kusiapkan...." ucap bibi damini kemudian segera pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan juho
"juho... kenapa terlambat pulang... bukanya tadi kau bilang hanya sebentar..πΆπΆ.." tanya chanso ... juho tadi memang bilang mau pergi ke istana sebentar untuk menemui putri zara....
"tadi ada sedikit masalah waktu aku mau pulang..." ucap juho setelah menengak habis minuman di tangannya
"masalah kau tertangkap prajurit kerajaan..." tanya tuan kakar...
"tidak... saat di iatana tidak ada masalah... tapi waktu perjalanan pulang.... aku bertemu perampok...."
juho kemudian mulai menceritakan semuanya yang terjadi...
dari melihat rombongan bangsawan yang sedang di serang gerombolan perampok.... menolong mereka....
mengantar sampai ke kerajaan.... saat diminta menjadi pengawal pribadi nona nandini... diceritakannya segala yang terjadi... π€π€pertarungan antar pangeran. . . tapi dia tidak menceritakan saat bersama zara dan saat menari serta menyanyi dengan nona nandini
menurut juho masalah se sensitif itu bukan hal yang perlu diceritakan....π€π€π€π€π€«π€«π€«
ππππππππππππππππππ
__ADS_1