
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jaih akhirnya mereka sampai di sebuah tempat yang sangat luas, aliansi antar kerajaan telah berkumpul di sana seluruhnya.
Mereka melihat pasukan musuh tengah berpesta , dari jauh terlihat begitu banyak pasukan yang telah siap di sana. tenda tenda juga telah berdiri kokoh, musuh telah sampai di sana jauh sebelum mereka datang.
Cih , ,,.
Dalam keadaan begini masih sempat sempatnya berpesta .Sedang mereka yang baru sampai segera mendirikan tenda tenda , mereka harus beristirahat terlebih dahulu sebelum benar benar maju berperang. Melihat musuh yang sedang asik berpesta tentu mereka tidak akan melancarkan serangan licik seperti tadi .
Setidaknya untuk sekarang ini mereka bisa istirahat sebentar mengistirahatkan diri setelah menempuh perjalanan .. besok mereka akan berjuang bertempur melawan musuh di medan peperangan.
ππππ
Tenda tenda telah berdiri , para raja dan panglima berkumpul untuk membahas taktik .
Mereka juga membahas serangan dadakan yang mereka alami tadi , meski korban di pihak mereka tidak terlalu banyak. tetapi tetap saja mengurangi kekuatan tempur mereka.
" Raja Madraka itu benar benar licik .." Raja Guepta tampak begitu kesal , serangan kejutan tadi memakan korban yang cukup banyak di pihaknya
"Yang kita hadapai sekarang bukanlah pria terhormat... dia tidak memiliki hal seperti itu , sifat kesatrianya telah lama hilang . Jangan mengharap yang lebih. " Raja Avenas menambahkan ia tau betul siapa Mahender Cawala yang sesungguhnya.
Raja Avenas adalah orang tua dari Putri Jhanvi , mertua Pangeran Sanjev Balraj Kumar . Dia tentu akan mendukung perang ini . Raja Avenash adalah Raja yang cukup tangguh dan di segani oleh raja raja yang lain. Bahkan Raja Madraka yang sombong pun mengakui kehebatannya . Mereka pernah bertemu beberapa kali , sebenarnya Raja Avenash adalah kerabat jauhya .
Sebagai kerabat hubungan mereka dulu cukup baik , apalagi dia adalah sahabat dari ayahnya mendiang Raja Inder Chawala . Hanya saja setelah kejadian berdarah itu mereka jadi jauh , Raja Avenash begitu murka mengetahui sahabatnya harus meregang nyawa di tangan putranya sendiri.
"Hm mm apapun yang terjadi kita tidak boleh kalah dari orang semacam itu.., jika tidak dia akan membawa bencana ke kerajaan kita . Kita harus bisa menghabisinya di sini " Ucap raja Balraj Kumar
__ADS_1
"Dalam peperangan ini tidak akan ada rasa belas kasih sedikitpun yang akan kita tunjukan pada musuh , hanya ada kekejaman... sama seperti yang mereka tunjukan pada kita " Pangeran Jeet tampak begitu emosional
Jika mereka kalah tentu akan terjadi hal yang sangat buruk , rakyat tidak hanya akan semakin menderita melainkan kesengsaraan yang tiada akir. Belum lagi para wanita mereka yang akan terancam dijadikan selir atau lebih buruk lagi... menjadi budak mereka .
Mereka mulai membicarakan taktik untuk mengalahkan pasukan Madraka. Sebuah peta staregi di gelar , merela saling mengutarakan pendapat terbaik demi meraih kemenangan esok hari.
................
Waktu seakan berputar dengan cepat , sejak fajar menyingsing para pasukan telah bersiap siap menuju medan pertempuran , begitu juga dengan para musuh mereka mulai berkumpul membentuk barisan barisan yang memenuhi tanah terbuka itu.
Hari ini adalah hari pertempuran antara kebaikan dan kejahatan, entah pihak manayang akan memenangkannya.
Tanah lapang yang semula kosong kini di penuhi oleh lautan manusia yang tengah berseteru,
πππππ
Masing masing dari mereka kemudian maju sambil menaiki kuda.
Dari pihak selatan yang maju adalah Raja Avenash , pangeran Jeet singh dan panglima Yash. sementara di pihak musuh ada Raja Mahender Cawala beserta dua panglima perangnya.
" Selamat pagi , Paman Avenash aku harap kau tidak melupakan diriku . " Raja madraka itu terlihat tersenyum menyerigai
" He h... jika bisa aku tidak ingin Mengenal mu "
"ouh... jangan ..jangan ...jangan seperti itu paman...itu tidak baik , kita ini masih ada kekerabatan .jangan bersikap kejam seperti itu paman.. kau membuat ku jadi sedih. " Raja Madraka masih saja bermain main dengan kata kata . sedangkan Raja avenash serta dua orang lainya merasa muak mendengar basa basi tidak penting itu .
__ADS_1
"Aku benar benar menyesali kenyataan itu , hentikan omong kosong mu Mahender.. aku datang ke sini bukan untuk mendengarkan bualan mu !?!!! " Raja Avenash terlihat kesal
" Ck ck ck... Mahender... Mahender??!!! aku adalah Raja...Raja Madraka , jangan salah menyebut namaku paman.. lihat... ternyata usia sudah membuatnya menjadi sedikit pikun "πππ Dia terlihat menoleh pada Para panglimanya seraya tersenyum mengejek .Mereka ikut tertawa
"Raja ... status mu itu tidak sah, aku tidak akan pernah mengakuinya ."
"Tidak sah , aku sudah mendapatkan tahta itu paman . Tidak ada yang bisa merubahnya ..BAHKAN KAUUUUU ??!!! suka atau tidak... aku sudah mendapatkanya"
"Hentikan ke gilaan mu Mahender , atau kau akan binasa karena sikap buruk mu itu " Raja Avenash masih berusaha menyadarkan pria muda itu
"Aku penasaran siapa yang bisa membinasakan ku .... Ra ja A ve nash... bukankah kau datang kesini untuk berunding dengan ku , tidak perlu banyak bicara .. Akan ku beritahu , Aku tidak akan berhenti sampai seluruh kerajaan berada di bawah ka ki ku... akan ku buktikan pada Kalian semua... aku bisa melakukannya ... dan satu lagi .. siapa tau aku akan menjadi menantu mu yang baru paman avenash ... ha ha ha ha" Ucap Raja madraka seraya tertawa lepas layaknya orang gila..
"Sebelum itu aku berjanji akan menghabis& mu terlebih dahulu dengan tangan ku sendiri..." Raja Avanash sangat murka mendengar pernyataan itu . Pria itu benar benar sudah tidak waras
"Terserah pada mu saja.. dan selamat mencoba... hmn... sebelum itu mari bermain main dulu... satu lawan satu..... biarkan orang terbaik kita memulai pertarungan pembuka... ksatria mana yang akan menang dan aku berjanji tidak akan membunuhnya..." Ucap Raja madraka
Sebuah kebiasaan ..sebelum memulai perang besar... mereka akan mengadakan duel satu lawan satu baru setelah salah satu dari mereka ada yang tew@s baru perang besar akan langsung di mulai.
"Baiklah , aku menantang mu Mahender.. aku ingin mencoba menghabisi mu saat ini juga..."π π
" Paman...paman...paman... tidak semudah itu .. masih terlalu dini untuk pertarungan kita."
"Apa kau terlalu takut melawan ku, .."
"Tidak.,.. aku memang ingin bertarung melawan paman . Tapi tidak sekarang ... kita tunda saja dulu .. biar panglima ku yang menghadapi mu ..ku harap paman bisa selamat dari pedangnya."
__ADS_1
...Raja Madraka memang sudah yakin bahwa yang akan maju adalah Raja Avenash , dia sudah menyiapkan lawan yang tangguh untuknya . Seorang panglima perang miliknya ......