The King Of Love Kingdom(Perjalanan Cinta Sejati)

The King Of Love Kingdom(Perjalanan Cinta Sejati)
Si kecil demam


__ADS_3

"tuan " sahil datang dan memberikan sebuah pesan singkat yang baru saja di terimanya dari rekan mereka .


Chanso segera membacanya , mata pria itu terbelalak karena terkejut setelah membaca isi pesan yang tertulis di sana .


"Ini ? " Chanso segera memberikan pesan itu untuk di baca tuan kakkar. Tangannya mengepal erat menahan gejolak emosi di dadanya


Tuan kakkar juga tak kalah terkejutnya , berita ini sungguh di luar fikiran mereka. Ternyata..


"Chanso , ayo kita pergi sekarang ! Ini adalah waktu yang tepat . jangan membuang waktu lagi " Ucap tuan kakkar dan di jawab dengan anggukan kepala oleh chanso.


"Sahil , urus mayat ini kami akan pergi sekarang " ucap chanso


"Baik "


tuan kakkar dan chanso segera pergi dari tempat itu. Mereka sedang di kejar waktu


🌿 Di tempat lain 🌿


Seorang pelayan wanita tampak sedang mencoba menenangkan bayi laki laki yang sedari tadi terus saja menangis tiada henti.


Semua orang di tempat ini sangat hawatir tapi mereka tidak boleh gegabah karena Tuan dan keluarga inti sedang tidak ada di rumah .


Bayi yang baru berusia beberapa bulan itu menangis dengan keras.


" Bagaimana ? " tanya seorang dayang yang baru saja tiba


"Demamnya belum turun juga , dimana tabibnya kenapa belum datang sampai sekarang " dayang yang menggendong bayi itu tampak panik .


Jika sampai terjadi sesuatu pada bayi ini nyawa mereka bisa bisa melayang, tidak boleh !! Ini tidak boleh di biarkan .


Tapi apa yang harus mereka lakukan ? Identitas bayi ini sungguh rahasia , entah siapa dia tapi tuan melarang mereka membawa bayi ini keluar.


Dan tidak ada seorangpun yang boleh tau jika ada bayi di tempat ini ,jika sampai bocor nyawa mereka taruhanya.


"Tabib sedang tidak ada di tempat , mereka bilang dia pergi ke luar kota karena ada kerabat bangsawan dae yang sedang sakit keras . Beberapa tabib juga pergi ke sana "


"Lalu bagaimana ini ? " Dayang itu bertambah panik


"Bagaimana jika kita minta bantuan dari kediaman bangsawan kim , mereka memiliki tabib yang melayai tuan kim pribadi " usul dayang yang tadi sempat mencari tabib

__ADS_1


"Tidak !! Tuan Tae Gwa tidak ingin ada yang tau keberadaan bayi ini , siapapun itu " bisa bahaya kalau sampai orang lain tau


"Astagaaaa apa yang harus kita lakukan sekarang ? sebentar ! Aku pernah mengenal seorang tabib , tapi dia sekarang tidak bisa kemanapun karena kakinya lumpuh . Jadi kita yang harus pergi kesana , hanya saja letaknya sedikit jauh dari sini "


"Kalau begitu ayo kita kesana sekarang ! Jangan tunda lagi "


Mereka berdua lalu mengatakan niatnya pada pengawal yang bertugas di tempat ini , melihat keadaan yang mendesak dia juga setuju dan akan mengawal ke dua dayang ini menemui tabib .


Mereka pergi diam diam agar tidak ada yang tau keberadaan bayi ini , beruntung bayi kecil ini mulai reda tangisanya.


Mereka bergegas pergi


. . .


Zara di kamarnya tampak gelisah , dia terlihat mondar mandir seperti orang bingung . Istri Tuan Seowon jadi ikut panik. Ada apa dengan wanita ini ? Kenapa begitu gelisah ?


"Bayi ku . . Bayi ku . . Bayi ku " ucap zara panik dan tampak ketakutan


Nyonya segera memberikan boneka pada Zara dan langsung di dekapnya seakan takut kehilangan.


" Putri ada apa ? H h tenanglah bayi mu baik baik saja tidak usah hawatir. Lihat dia baik baik saja ayo duduk dulu " Nyonya mengiring Zara ke tempat tidur


Zara masih terlihat gelisah namun dia cukup menuruti ucapan nyonya yang selalu memberinya penghiburan.


Nyonya tampak mengelus elus rambut Zara untuk memberikan kenyamanan padanya , meski zara jiwanya terganggu dia jarang mengamuk .


Mungkin nalurinya sebagai seorang ibu yang peka bisa merasakan bahwa bayinya saat ini sedang sakit sehinga dia merasa gelisah..


Ikatan batin ini memang unik dan begitu kuat.


Sementara itu Chanso dan tuan kakkar sudah sampai di kediaman Tuan Tae Gwa dan bersiap menyusup.


Setelah mengamati beberapa saat mereka segera berbagi tugas untuk melumpuhkan para penjaga. Mereka tidak boleh berisik agar tidak mengundang keributan di sana.


Mereka mulai menghabisi para prajurit yang berjaga dan melumpuhkan beberapa dayang wanita , membuat mereka pingsan tanpa membunuhnya.


Lagipula para wanita tidak berbahaya sama sekali , jiwa kesatria mereka melarang menghabisi wanita tak berdaya yang bahkan tidak bisa melawan mereka.


Seorang dayang yang di biarkan siuman mereka paksa untuk menunjukkan jalan , ya . Pesan yang di bawa sahil adalah pesan yang isinya mengatakan bahwa anak ke dua putri Zara masih hidup dan saat ini di tawan oleh Tuan Tae Gwa di sebuah kediaman miliknya.

__ADS_1


Karena itulah chanso dan tuan kakkar segera bergegas pergi , mereka berdua sudah cukup untuk melawan para musuh.


Hari ini Tuan Tae Gwa dan keluarga intinya sedang menghadiri perayaan , ini adalah saat yang tepat untuk menyerang kediaman itu dan menyelamatkan pangeran.


Namun saat chanso dan tuan kakkar memasuki paviliun khusus tempat mereka merawat bayi itu ternyata tidak ada seorangpun di sana.


"Katakan dimana mereka !!di mana bayi itu sekarang !! jika tidak aku tidak akan segan segan mengh@bisi mu " Ancam chanso Yang kini hanya terlihat matanya karena mereka berdua memakai penutup wajah


"Tuan aku benar benar tidak tau , tadi bayi itu demam tinggi . aku juga baru saja kembali dari rumah tabib tapi tabib tidak ada di tempat "ucapnya tampak ketakutan saat melihat pedang yang berkilat tajam


Chanso bisa melihat ruangan itu memang terdapat barang barang milik bayi . Tapi dimana bayi itu sekarang


Tuan kakkar menepuk pundak chanso dan menggeleng , mereka sudah mencari di seluruh tempat dan bayi itu memang tidak ada di manapun.


Tuan kakkar segera memukul tengkuk wanita itu hingga membuatnya pingsan , meskipun ini adalah waktu yang paling tepat untuk menyergap namun sepertinya keberuntungan masih belum berpihak pada mereka.


Hanya saja setelah kejadian hari ini mereka berdua yakin Tuan Tae Gwa akan semakin waspada dan tentu mendapatkan bayi itu akan jauh lebih sulit lagi .


Sedangkan di waktu yang bersamaan ketiga orang itu sudah sampai di rumah seorang tabib .


Seorang anak muda membukakan mereka pintu.


"Apa tabib ada di rumah ? Kami membutuhkan bantuanya untuk memeriksa bayi ini , dia demam tinggi "


"Mari masuk beliau ada di dalam "


Pemuda itu segera menyuruh mereka masuk setelah mengetahui tujuan ke tiga orang ini .


Dayang itu segera membawa bayi itu ke dekat seorang pria yang sudah cukup tua yang terlihat sedang duduk .


Tabib segera memeriksa keadaan bayi ini


Setelah selesai dia segera meresepkan obat karena kakinya yang lumpuh tabib itu memerintahkan muridnya untuk meracik obat untuk bayi itu .


* # #


Di perjamuan Ratu melirik ke arah pangeran Seong jun sebentar dan tersenyum penuh arti.


🍒Readers ter lope lope

__ADS_1


Jangan lupa dan siagakan jempol kalian untuk tekan tombol love di bawah ini. . Ya itung itung biar kak cery semangat upnya.


Episode selanjutnya akan terbit besok pagii .. Di tungggu like comennya ya. 🍒


__ADS_2