The King Of Love Kingdom(Perjalanan Cinta Sejati)

The King Of Love Kingdom(Perjalanan Cinta Sejati)
Terkejut... fakta baru kebakaran penjara...


__ADS_3

" Zara .... " Ratu ikit merasa sedih saat melihat kesedihan putrinya itu.


"Aku hanya ingin menanyakan sesuatu .. apa Putri Zara benar benar memiliki perasaan pada Juho atau tidak ? tapi sepertinya tanpa menanyakan hal itu saat ini aku sudah tau jawabannya sekarang ... kau sudah melakukan kesalahan putri ..meski tidak sepenuhnya adalah kesalahan mu sendiri"


" ... apa yang sebenarnya ingin tuan katakan ... "


" melihat mu saat ini aku yakin bahwa putri sama sekali tidak terlibat dengan pembakaran penjara itu ... sepertinya putri juga tidak tau jika pangeran Sanjev telah memerintahkan prajurit untuk membakar penjara itu beserta seluruh tahanan di sana...... "


DEG.........


Zara dan Ratu bagai di sambar petir mengetahui kenyataan itu , tak lama kemudian terdengar suara benda jatuh


PRANGGGGGG !!!!!!


Shagun begitu terkejut hingga nampan yang di bawanya terjatuh.


"Jadi itu benar ?? .... pangeran adalah dalang pembakaran penjara itu ?? " Shagun tidak bisa lagi menyembunyikan hal yang ternyata sudah di ketahuinya.


"Shagun ... kau tau hal ini ?? kenapa kau tidak mengatakannya pada ku " Zara tak menyangka bahwa Shagun juga mengetahui fakta ini , tangis Zara semakin menjadi jadi . Ratu memeluk putrinya dengan erat .


"Zara... Zaraa.... " Ratu mencoba mengoyangkan badan Zara, gadis itu begitu terkejut hingga kehilangan kesadarannya. Melihat itu Tuan Darshwana Kakkar segera bangun dan menggendong Zara . Ratu dan Shagun sangat takut melihat keadaan Zara , Jhanvi yang baru saja kembali juga merasa terkejut.


"Bu , Zara kenapa... Shagun ? katakan sesuatu "


Mereka segera membawa Zara ke kamar untuk membaringkannya disana, Ratu menangis begitu juga Shagun. Sementara Jhanvi yang tidak mengerti apapun menjadi bingung denganbapa yang sebenarnya terjadi saat ini.


"Darshwan .... apa yang kau katakan tadi ??? putra ku tidak mungkin se kejam itu "


"Ratu , .... jangan lupa jika darah Raja Balraj Kumar mengalir dalam dirinya .."


Ratu memegangi kepalanya yang mendadak sakit, kenyataan ini begitu mengejutkan baginya.

__ADS_1


"Tuan ... ada apa dengan suamiku ?? Shagun katakan sesuatu ....?" Jhanvi masih meminta penjelasan pada Shagun , berharap akan mendapatkan jawaban atas pertanyaannya saat ini.


Shagun kemudian mulai menceritakannya dari awal , Jhanvi mendengarkannya dengan seksama. sementara Ratu tengah mencoba tegar saat mengetahui sisi lain dari putranya yang baru ia ketahui sekarang, darah memang lebih kental daripada air . Sifat keras dan kejam suaminya ternyata menurun pada sang putra.


Ratu perlahan menyeka keringat di wajah putrinya , Zara masih tak sadarkan diri . seorang dayang telah di perintahkan untuk memanggil tabib istana untuk segera memeriksa Zara.


Mendengar seluruh penuturan Shagun tanpa sadar Putri Jhanvi mulai meneteskan air matanya , kisah cinta adik iparnya begitu tragis dan yang lebih mengejutkannya adalah sikap suaminya yang tega menghabisi juho dan orang orang tidak bersalah dengan cara yang kejam .


Setelah lama menunggu akhirnya tabib datang , dia tentu sedang sangat repot dan lelah karena harus merawat para prajurit yang terluka karena serangan tadi. Tabib segera memeriksa keadaan putri Zara . Shagun segera menghentikan ceritanya karena masalah itu tidak boleh di dengar oleh sembarang orang termasuk tabib istana.


Dahi tabib tampak berkerut , setelah memeriksanya tabib segera memerintahkan bawahannya untuk membuat ramuan obat.


"Tabib bagaimana keadaan putriku ? "


"Yang mulia Ratu , Saat ini kondisi putri Zara sangat lemah . Dia membutuhkan istirahat yang cukup , aku tidak tau tapi mungkin putri mengalami sesuatu yang mengguncang jiwanya . Sejak kembali dari kerajaan pangeran Jeet keadaan putri menjadi tidak stabil , mungkin terjadi sesuatu di sana yang membuat jiwanya terpukul. "


Tabib tentu menyadari perubahan pada diri Zara , gadis ayu itu memang banyak berubah . Akhir akhir ini juga sering sakit atau sekedar meminta ramuan padanya, hal yang dulu sangat jarang terjadi. Dan perubahan itu terjadi sejak Putri kembali dari kerajaan pangeran Jeet .


Rati terus mengenggam jemari Zara hingga dia merasakan gerakan dari jemari putrinya, Perlahan Zara mulai sadar. Shagun segera meraih air minum yang tadi dibawa oleh dayang dan segera menyerahkannya pada ratu .


Zara menyandarkan tubuhnya .dengan podisi agak duduk , perlahan dia meminum air itu. Setelah selesai gadis itu melihat ke arah Tuan Kakkar yang ternyata masih ada di sana.


"Paman , beritahu aku ... aku ingin tau kebenarannya " ucap Zara dengan perlahan karena keadaannya masih sanggat lemah .


"Putri ..keadaanmu masih sangat lemah , aku akan memberitahumu besok saat tubuh mu sudah lebih baik..."


"Tidak, aku inggin mendengarnya sekarang "


Tuan Kakkar melihat ke arah Ratu dan mendapat anggukan darinya.


"h h h aku minta maaf karena membuat Putri Zara jadi seperti ini, tapi kenyataan pahit ini cepat atau lambat putri pasti akan mengetahuinya meski bukan dari ku . Ya putri , kau bisa bertanya pada seluruh orang di istana kapan kebakaran itu terjadi ? ....."

__ADS_1


"Bu...." Zara melihat ke arah ibunya


"Ya ..ibu masih inggat , kejadian itu terjadi tak lama selepas keberangkatan mu bersama Pangeran Jeet singh ."


"..... h h h ...h "...


"kau tentu juga tau kalau seluruh anak buahku yang sengaja ku tempatkan di istana secara diam diam juga ikut tertangkap , meski tidak semuanya. ... aku mengetahui jika Juho dan yang lain bisa tertangkap karena putri Zara dari mereka yang tidak tertangkap .. maafkan aku Ratu karena melakukan tindakan ini , aku sengaja menempatkan mereka untuk mencari musuh yang berhasil masuk ke istana... ada kaki tangan Raja Mahender yang berhasil menyelinap bahkan tidak ada seorangpun yang menyadarinya . tapi aku sudah membereskan mereka .."


" paman apa benar suamiku yang merencanakan kebakaran itu ? "


"Ya , itu benar . Pangeran tentu akan menyingkirkan pria seperti Juho, dia tidak akan membiarkan seorangpun mengagalkan pernikahan putri Zara dan pangeran Jeet . Mungkin pangeran mempercayai putri Zara , tapi tidak dengan Juho... pangeran meminta prajurit untuk membakar tempat itu untuk melenyapkan Juho dan seluruh tahanan di sana ... sekali melangkah dia bisa menyingkirkan semua pengacau secara bersamaan... membakar mereka hidup hidup tanpa belas kasih. "


"Astaga...Sanjevvv..." Putri Jhanvi seakan kehilangan seluruh tenaganya hingga harus menyandarkan tubuh di dinding.. sisi lain dari suaminya itu baru di ketahuinya karena selama ini pangeran Sanjev terlihat sebagai pria yang sangat penyayang .


Ratu dan Zarapun ikut terkejut mendengarnya


"Itu hanya satu dari beberapa yang belum kalian ketahui, maaf harus ku katakan ini.. dengan sikapnya yang tanpa belas kasih dia tidak pantas duduk di singgasana kerajaan "


"Darshwan...kenapa kau baru mengatakan ini pada ku ..."


"Ratu , setiap orang memiliki rahasia dalam hidup mereka . Namun berbeda dengan kebusukan yang meski di tutupi serapat apapun akan tercium juga baunya... Aku harap pangeran segera menyadari kesalahannua selama ini sehingga dia cukup pantas untuk menjadi seorang raja.."


"Kenapa paman bicara seperti itu , apa saja yang sudah di lakukan suamiku ? "


"Kegilaan yang sama seperti yang dilakukan Raja Madraka.... Raja Balraj akan menghukum seorang penghianat dengan hukuman berat , tapi bukan hanya penghianat itu saja yang akan menerima hukuman itu tapi juga seluruh keluarganya , jika penghianat akan di habisi maka keluarganya akan menjadi budak jualan atau jika menolak akan ikut di habisi.... apa seorang raja akan menghukum rakyatnya yang tidak bersalah dengan sengaja seperti itu.... bahkan meski itu anak anak mereka tidak akan perduli.... karna itulah aku sangat menghawatirkan masa depan kerajaan ini ..."


"Itu tidak mungkin...astagaaaa...... " Jhanvi begitu terkejut mendengarnya, apakah selama ini suaminya tengah memakai topeng untuk menutupi semua keburukannya itu


" Ratu tentu sudah mengetahui bagaimana sifat Raja Balraj yang sesungguhnya bukan... ini adalah kenyataan pahit bagi kerajaan ini "


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’

__ADS_1


__ADS_2