
Zara mulai menceritakan semuanya pada shagun
flash back...
Pangeran Sanjev tiba tiba masuk ke kamar adiknya tanpa pemberitahuan lebih dulu, melihat kakaknya masuk Zara menjadi terkejut.
"Ada hubungan apa kau dengan pria itu ???" Tanya pangeran Sanjev dengan sorot mata tajam
"Siapa yang kakak maksud,,, aku tidak mengerti ?? " Zara masih mencoba mengelak karena belum yakin siapa pria yang kakaknya maksud saat ini
"Zara, katakan dengan jujur . Siapa pria yang baru saja keluar dari sini , ??? ada hubungan apa kau dengannya ?? katakan .. kakak hanya ingin tau " Sanjev mencoba bersikap lembut pada adik kesayangannya itu
".......ituπΆπΆπΆπΆ " Zara seolah kehabisan kata kata, lidahnya mendadak menjadi kelu
"Apa kau menyukainya ? "
"Kakak ... aku baru saja mengenalnya saat Nandini mengajaknya ke mari .. aku hanya bertemu dengannya beberapa kali. ...ayolah.."
"dari caranya melihat mu kakak tau pria itu menyukaimu...apa kau .. " Wah ternyata selama ini pangeran Sanjev memperhatikan mereka...
"tidak ,tentu saja aku tidak menyukainya "π€¨π€¨
" tapi dia menyukai mu bukan ??? "
"iya iya kakak benar.... dia mungkin menyikaiku... aku memang sudah membuatnya percaya kalau aku juga tertarik padanya..h h h h... aku hanya mau mengorek informasi darinya jadi aku membiarkan juho mendekati ku...."
"informasi tentang apa ??? "
" Dia memiliki salinan horoskop milikku pangeran Jeet dn pangeran Nevv....π..."
"Itu tidak mungkin, horoskop kalian semua ??? bagaimana dia bisa tau... apa dia memiliki sekutu dalam istana ??? "
Zara mencoba mencari alasan yang paling tepat, horoskop itu adalah hal yang di rahasiakan tentunya pemikiran pangeran sanjev akan teralihkan, Zara tau bahwa kakaknya bisa saja mencelakai juho saat tau pria itu adalah kekasih adiknya
"aku sedang mencari tahu hal itu... "
"Zara ,,, setelah hari ini kau akan menikah dengan salah satu dari mereka... kenapa harus bertemu di kamar ?? kalian tidak..."
"Apa aku akan melakukan sesuatu yang akan membuat kalian malu ....?? Tidak ada yang kami lakukan kak... aku hanya mau menyelidiki siapa orang yang berani menyusup di istana.... hanya itu..."ππ
__ADS_1
"Benar kau tidak menyukainya...."
"Tentu saja..."
"Apa dia berencana mengagalkan pernikahan ini...."
"Entahlah ... yang ku tau selama ini dialah yang menghalau penyusup dari madraka yang berhasil masuk ke kerajaan kita... mungkin dia ingin agar kita segera menyelesaikan masalah dengan mereka dulu , sepertinya orang orang madraka sudah bersiap untuk menyerang kerajaan kita...."
"maksudmu ??? "π€π€
"Para penyusup sudah menganggu keluarganya sehingga dia merasa kesal karena kita tidak melakukan apapun justru mengadakan pernikahan untukku..."
Zara mencoba agar Juho bisa terlihat berjasa pada kerajaan agar Sanjev mau melepaskannya.
"Dia hanya orang luar tapi berani mencampuri urusan kerajaan, baiklah kakak percaya padamu. Kau boleh berpura pura menyukainya , cari tau siapa saja orang yang memihak padanya di kerajaan ini "
"Tapi dia sudah cukup berjasa , ku harap kakak tidak menghabisinya . Kita hanya membutuhkan sedikit informasi darinya. dari yang ku lihat dia tidak akan mau mengaku meski kita langsung menangkapnya. Dia tidak akan berhianat pada anggotanya, kita harus menggunakan cara yang lebih halus agar dia mau mengungkapkannya sendiri "
"Terserah padamu "
πΆπΆπΆπΆπΆπΆπΆπΆπΆπΆπΆπΆπΆπΆ
"Putri....."
Zara mulai bercerita lagi
saat itu pada malam hari sebelum keberangkatannya menuju istana pangeran Jeet Sing, setelah mengetahui siapa saja yang sudah berkomplot dengan Juho pangeran Sanjev segera menangkap mereka semua secara diam diam agar Juho tidak merasa curiga... π
Waktu itu Pangeran Sanjev berencana menangkap Juho dengan bantuan Zara, pria itu tentu akan datang lagi untuk menemui Zara.
"Berikan ini padanya "
"Apa ini kak "
"Obat tidur , kakak membutuhkan bantuan mu untuk menangkap Juho malam ini. Kakak juga akan memperketat penjagaan di tempat tinggal mu... kita lihat bagaimana caranya diabisa menyusup lagi ke dalam. "
" Kakak tidak berencana membun#hnya bukan ? aku tidak mau jika benar itu rencana kakak , Dia memang bersalah tapi selain itu Juho juga berjasa pada kerajaan ini apa kakak tidak akan mempertimbangkannya "
"Dia tetaplah penghianat Zara "
__ADS_1
" Aku akan membantu kakak dengan satu syarat..."
"Kenapa ? apa kau jangan jangan "π€π€
"Kalau aku menyukai Juho maka aku sudah pasti pergi kabur melarikan diri bersama dengannya ... tap tidak ku lakukan bukan ?;? jadi percayalah pada ku...Aku mau setelah kakak menangkapnya kakak akan melepasnya lagi setelah pernikahanku dengan pangeran Jeet selesai di lakukan.. ... "
"Zaraaa " π
"Setidaknya aku tidak mau berhutang budi pada pria itu...dia sebenarnya tidak berniat buruk pada kita..., hanya saja pria itu memakai cara yang salah, kakak mau berjanji pada ku kan ?;;"
" h mmm m m... baiklah kakak setuju,, kalau begitu kakak akan pergi sekarang... ingat...kakak selalu percaya pada mu jadi .kau juga harus percaya pada kakak...."ππ
Pangeran Sanjev lalu pergi meninggalkan kamar adiknya... tak lama setelah itu Juho datang , dia dengan susah payah memanjat dinding istana . Melihat pengorbanan Juho Zara semakin sedih karena dia harus menghianati pria itu.π’π’
Sebelumnya Zara telah mencampurkan obat tidur itu ke dalam teko , sehinga dia bisa langsung memberikannya pada Juho. Apakah yang dia lakukan ini benar... sebenarnya Zara sedikit ragu melakukannya.
Setelah meminum minuman itu Perlahan Juho mulai merasakan berat pada kelopak kedua matanya, hingga dia benar benar tak sadarkan diri. πππMelihat itu Zara perlahan mendekat ke arah Juho. Di tatapnya wajah pria itu sejenak, jemarinya perlahan mengusap wajah Juho,,, Zara harap keputusannya saat itu benar.
Zara takut hatinya akan menjadi lemah kemudian berdiri dan memanggil prajurit, mereka segera memberitahukan pada Pangeran Sanjev kalau Juho sudah berhasil di tangkap. Pangeran Sanjev tersenyum penuh kemenanganππ, mulanya dia ragu pada adiknya ..Tapi ternyata Zara benar benar melakukannya.
Hanya saja saat itu Zara tidak tau dengan rencara kakaknya yang sebenarnya, karena dia tentu akan menyesali segala yang telah ia lakukanbpada Juho
Mereka mengangkat Tubuh Juho perlahan dan mulai pergi meninggalkan istana, tapi tentu saja Zara juga ikut serta...Entah kenapa perasaannya tidak enak saat itu. .
πππππππππππππ
Kembali ke masa sekarang..
Setelah menceritakan semua itu pada shagun Zara menjadi bertambah sedih , Shagun mengerti posisi Zara saat itu memang sedang tidak baik . Tapi mereka tidak menyangka akan jadi seperti itu.
Semuanya sudah terjadi, Zara kembali menitikkan air matanya. Dia terduduk sambil memeluk lututnya.. hatinya terasa begitu sakit sekarang.
Shagun ikut bersedih, tapi dia kemudian teringat sesuatu.
"Putri aku akan pergi sebentar " Shagun segera menghapus air matanya kemudian berjalan pergi , ada hal yang harus ia cari tahu kebenarannya saat itu juga π€¨π€¨π€¨. Informasi itu hanya akan di dapatnya dari dayang istana yang lain.
Shagun berniat menyiapkan makanan untuk Putri Zara... di dapur dia bertemu dengan para dayang dayang yang lain yang juga sedang melakukan pekerjaan mereka masing masing
.ππππππππππππππππ
__ADS_1