
juho terus menceritakan semua yang terjadi .. mereka semua mendengarkan dengan seksama....
" jadi kau setuju menjadi pengawal pribadi...." tanya chanso kemudianπ€¨
" ini kesempatanku agar bisa keluar masuk istana dengan mudah......" ucap juho yakin....
"kau beruntung.... itu keputusan yang tepat... mukes orang yang cukup berpengaruh di kerajaan...."π€ π€ π€ tuan kakkar setuju dengan keputusan juho
" bukankan mukesh itu dulu sainganmu ...πππ" tuan lallsing tampak heran.... setaunya dulu dia pernah mendengar cerita tentang kakkar dan mukesh yang sempat bersitegang
"justru karena aku tau betul bagaimana sifatnya...πππ pertikaian kami tidak ada hubungannya dengan juho....pada dasarnya dia orang baik... " tuan kakkar menjawab pertanyaan lallsing
"paman mengenal tuan mukesh..." tanya juho lagi
"tentu saja... kami dulu sempat berteman.... sampai saat kami harus memperebutkan kekuasaan di kerajaan... dia termakan hasutan seseorang.. sehingga marah padaku......dalam politik itu hal biasa... semua akan dilakukan asal kedudukannya tidak terancam...πππ." jawab tuan kakkar .....
"lalu apa yang terjadi..." chanso ikut penasaran
"musuh dalam selimut.... kalian tau sendiri bagaimana keluargaku harus diasingkan ke luar kerajaan karena penyakit yang tiba - tiba menjangkiti istri dan anak anak ku...." ucap tuan kakkar sedih mengingat apa yang dulu menimpa keluarganya....
",,,dimana chilsook.dan yang lain.....aku tidak melihatnya...." juho tampak menoleh kiri kanan... tapi tidak melihat sahabatnya serta anak anak....πππ
"mereka semua masih di hutan.... berjaga jaga disana... ada kemungkinan para perampok itu adalah bagian dari orang orang madraka... " ucap paman chunso
"hmnnn... apa rencana mereka kali ini..." juho tampak penasaran
"apa mungkin mereka ingin mengacaukan acara kerajaan...." ucap lalsing
π€π€
"sepertinya tidak.... saat ini di istana sedang berkumpul orang - orang penting .... terlalu beresiko jika ingin melakukan penyerangan..." ucap tuan kakkar....
"juho... aku dan istriku besok akan kembali ke hutan...π²π³π΄π΅π³π². beberapa anak yang masih dalam pelatihan akan tetap tinggal disana... kita juga harus menyelesaikan rencanamu..." ucap tuan kakkar...
"apa paman tidak ingin menunggu sampai payal melahirkan..."π»π»π»
"tidak juho... disini sudah ada lallsing dan damini yang akan membantunya... lagi pula ada taemin yang selalu menjaganya... .."
"tapi paman.... ini cucu pertama kalian..π€¨π€¨.."
"juho pekerjaan kita disana saat ini lebih penting... kami nanti bisa menengok mereka sesekali ....atau mereka yang berkunjungβΊ... " bibi rupa mengerti kehawatiran juho
"jika itu mau kalian .... baiklah ... aku tidak akan melarang lagi...π" juho akhirnya menyerah....
"lagi pula kasihan chorong dan raza jika ditinggal ... harus ada yang mengawasi... jika tidak bisa habis semua kuda kita disana..." bibi rupa masih bisa bercanda....
" tidak perlu hawatir.... mereka sudah ku latih dengan baik...ππ " ucap juho bangga
"sering seringlah menengok mereka... jangan membuat keduanya menanggung rindu padamu...." lallsing menambahkan...
__ADS_1
ia masih ingat saat mengunjungi chorong setelah beberapa bulan... hampir saja dia di terkam singa itu jika tidak ada juho ..
"itu akibatnya kalau nekat memelihara kucing...." taemin tiba - tiba datang ....
" ha ha ha ha ha..." π€£π€£π€£mereka semua tertawa mengingat juho dahulu mengira binatang itu kucing ..sehingga ingin merawatnya.... lebih tepatnya..memaksa....
"istrimu sudah tidur..." tanya tuan kakkar
"iya... baru saja ayah... "πππ
"jaga istrimu baik - baik ... hidupnya sekarang adalah tanggung jawabmu... "
"tentu saja ... ayah tidak perlu merasa hawatir.ππππ." ucap taemin meyakinkan ayah mertuanya
"kira kira nanti bayinya mirip siapa ya... seperti aku atau payal... jadi penasaran ...π€π€ "
"bagaimana.menurutmu..." tanya bibi rupa...
"seharusnya dia akan jadi bayi yang berbeda... karena ayah ibunya berbeda ras juga... mungkin akan jadi ras baru..π€." ucap taemin asal ... dan langsung mendapatkan cubitan dari ibu mertuanya
"kau ini.... seperti apapun dia... tetaplah anak kalian..π π π ." bibi rupa terlihat gemas pada menantunya yang kadang kadang lucu dan mengemaskan
" tentu saja bu... aku akan tetap mencintainya seperti aku mencintai payal.... meski sekarang dia sudah sedikit berubah ..."
"apa maksudmu " tanya juhoππππ
"sebentar lagi aku akan menyusulmu... tidak usah hawatir...."
bibi damini telah Datang membawakan makanan kesukaan juho
"apa yang kalian bicarakan .... sepertinya menarik sekali..." tanya bibi damini yang penasaran...
bibi damini meletakkan makanan di dekat juho...π€€π€€π€€
"juho... cepat makan ... bibi sengaja memasak makanan kesukaanmu."
"terimakasih bibi... aku akan memakannya sekarang...." juho segera mencuci tangan dengan air yang sudah di siapkan... kemudian mulai makan....πππ
" apa yang berubah dari istrimu..." tanya bibi damini yang tadi mendengar kata kata taemin
" ya berubah... apalagi saat awal mengidam.. sikapnya sering berubah.. tiba - tiba senang... kadang sedih tanpa alasan ...kadang juga mudah tersinggung...π π π .."
"memang begitu kalau wania sedang hamil..kau harus lebih memperhatikan istrimu ." ucap bibi damini..
"itu sudah pasti....tapi sekarang payal justru jadi lebih manja... tapi aku senang ... jadi bisa terus bermesraan dengannya...πππππ";.... ucap taemin sambil tersenyum...
"uhuk.... uhuk...."π£π£
__ADS_1
mendengar itu juho jadi kaget dan terbatuk batuk.... dia tersedak makanan..bibi rupa segera menuangkan air untuk juho
sementara tuan kakkar hanya berdehem.... agah cangung.. berbeda dengan chanso yang hanya mengelus belakang lehernya...ππ.
" cepat minum.... taemin... kau itu bisanya bicara seperti itu di depan temanmu yang masih melajang..." gerutu bibi rupa
" kan aku hanya menjawab pertanyaan bibi damini saja..kenapa aku yang disalahkan..."
juho meminum airnya sekaligus...ππ
"terimakasih bi.βΊβΊ..." ucap juho sambil tersenyum ke arah bibi rupa... kemudian melirik taemin tajam karena merasa kesalπ‘
"eh.. kenapa menatapku seperti itu..."
"shhh dasar...." ucap juho ketus.... dia lalu mulai memakan makanannya lagi.... selain karena memang lapar... juho ingin menyenangkan bibi damini yang telah bersusah payah memasakkan makanan untuknyaπππ
"sudah sudah... jangan menganggunya makan... " ucap bibi rupa lagi
"terimakasih bibi... ini enak sekali..." ucap juho memuji masakan bibi damini
"tentu saja.... siapa dulu yang memasak...." bibi damini merasa senang... ππππ
"ha ha ha....." mereka semua tertawa bahagia....
"aku juga lapar... bibi apa masih ada lagi...." tanya taemin
" bukanya kau tadi sudah makan..."
" melihat juho makan..aku jadi merasa lapar...."
π π
" baiklah... akan ku ambilkan... sebentar....." ucap bibi damini lalu pergi menuju dapur...
"kalian semua tidak makan ..." anya juho
"kami sudah selesai dari tadi.... habiskan saja makananmu... " ucap bibi rupa ππ
malam kian larut... mereka terus berbincang... sesekali tertawa.... keluarga yang bahagia.... meski tidak ada ikatan darah....ππππ tapi mereka semua tetaplah keluarga... juho merasa berunung dapat memiliki mereka semua...
ππππ πππππ
berbeda dengan di istananya dulu... jarang sekali ada moment seperti ini.... kecuali saat bersama ibunya...π
taemin juga mulai menikmati masakan bibi damini... dia tadi hanya makan beberapa suapan saat payal mengeluhkan kakinya yang terasa sakit karena bengkak ...
dia memang lebih mengutamakan istrinya yang tengah hamil besar ... sungguh sosok suami siaga...
ππππππππππππππππ
__ADS_1