
"Zara .... Maafkan aku "
"Juho ,jangan menakuti ku ada apa ? "
"Berapa lama ? "
"Berapa lama ? Maksudnya ? Katakan dengan jelas apa yang mau kau katakan ,kau menakuti ku " Zara mulai hawatir.
"Berapa lama aku harus puasa , mmm maksud ku berapa lama kita harus menahan diri untuk tidak berc!nta " Bisik Juho tepat di depan wajah Zara
Mendengar itu mata Zara terbelalak karena begitu terkejut , astagaaaaa ternyata itu yang di fikirkan Juho.
Wajah Zara sampai bersemu merah karena pertanyaan sensitif itu
"Kau tau kan aku tidak bisa jauh jauh dari mu , hhh memikirkannya saja sudah membuat ku hampir gila , apa tabib memberitahu mu sesuatu tentang ini " Wajah Juho terlihat penuh keingintahuan
Zara yang mendengar itu justru tertawa cekikikan ,astaga . . Suaminya benar benar sesuatuuu . Ternyata itu yang menganggu fikirannyaa tadi.
" hei jangan tertawa , aku bertanya sungguh sungguh pada mu "
" ha ha ha . . . Iya iya maaf " zara masih tersenyum senyum
"Hupft sstt jangan keras keras , lihat anak kita nanti bisa bangun " Ucap Juho seraya menepuk nepuk pelan tubuh bayi kecil yang tampak terpejam matanya, ia sedikit terusik mendengar tawa ibunya barusan .
Bayi itu sempat menggeliat beberapa kali , benar benar mengemaskan .
"Maaf , apa ibu menganggu tidur mu ? " Zara mengelus pipi bayinya.
"zara " bisik Juho
"hmm " ibu muda itu menoleh melihat suaminya yang kini menatapnya dengan tatapan yang lucu
"kau belum menjawab pertanyaan ku tadi ? " Juho masih penasaran , ia sungguh tidak tau seberapa lama ia harus berpuasa.
Setelah menikah ia selalu berbagi kehangatan bersama istrinya di setiap kesempatan dan kini ia harus menahan diri untuk menyentuh istrinya dan entah sampai kapan , Juho benar benar kesal sekaligus bingung di saat yang bersamaan.
__ADS_1
Zara harus benar benar pulih sebelum melaksanakan kewajibanya sebagai seorang istri bukan ? Juho tentu tidak ingin menyakiti zara . Menahan diri sebelum merasakan surga dunia lebih mudah jika di bandingkan harus menahan diri setelah sudah pernah mengecap kenikmatan berc!nta.
"Aku juga tidak tau , belum ada yang memberitahuku " Ucap Zara Jujur.
"Sshhh " Juho tampak meremas rambutnya karena frustasi
"Kenapa kau tidak tanya tabib saja ? Dia pasti akan memberitahu mu " Jawab Zara
"ck kau mau mereka menertawai ku seperti kau tadi ? Sh tidak ,aku akan mencari tahu sendiri " ucap Juho
Ia tentu tidak mungkin menanyakannya sendiri pada tabib atau siapapun , ini masalah pribadi yang sangat sensitif.
Zara dibuat geleng geleng kepala melihat sikap suaminya itu ,ia tidak bisa berhenti tersenyum karenanya.
Hari hari Juho dan Zara bertambah berwarna, mereka menjadi lebih bahagia dari sebelumnya, keluarga kecil mereka terasa semakin lengkap .
Juho dan putri Zara begitu menikmati peran mereka sebagai orang tua baru , bayi mungil itu tidur di kamar yang sama dengan orang tuanya. Juho dan zara menolak menempatkan bayi mereka di kamar yang sebelumnya sudah di siapkan okeh Ratu, meski hanya bersebelahan dengan kamar mereka tapi Juho tetap tidak mau.
Juho terlihat begitu bahagia , dibandingkan ayah ayah lain , Juho terlihat sangat telaten mengurus bayi .
Saat malam ia juga bersedia bergantian menunggu bayi kecilnya yang terbangun, Zara membutuhkan istirahat yang cukup karena si kecil yang sering memgajak begadang .
Zara tampak kelelahan dan tertidur di ranjang sementara Juho sedang menggendong putranya yang tidak kunjung tidur.
Juho tak bosan mengecupi pipi putranya yang tambah berisi hingga membuatnya semakin lucu dan menggemaskan.
Dalam pengasuhan si kecil sebenarnya juga ada dayang khusus yang ikut membantu Putri Zara jika Juho tidak ada di tempat .
Melihat kesibukan bibinya dengan adik bayi membuat Putri Anjum sedikit sedih karena ia tidak bisa lagi bermain dengan sang bibi karena sibuk mengasuh adik bayi .
Putri Jhanvi sudah mencoba memberi pengertian tapi anak kecil tetaplah anak kecil, Anjum masih saja tidak menerima alasan yang di katakan padanya.
##
Setelah empat hari rombongan tuan Darshwana dan pangeran Sanjev akhirnya kembali ke kerajaan suryavans.
__ADS_1
Mereka begitu senang ketika mendengar putri Zara sudah melahirkan hingga ketika di jalan mereka membelikannya begitu banyak hadiah.
Tuan Kakkar bahkan sudah memberikannya sebuah belati yang sangat indah untuk sang pangeran yang sudah ia anggap seperti cucunya sendiri.
"Lihatlah , kelak dia akan menjadi kesatria yang tangguh . Aku berharap bisa melihatnya tumbuh dewasa dan bisa segera melatihnya menjadi seorang pejuang , aku harap dia bisa melampaui mu Juho " Ucap Paman Darshwana ketika di beri kesempatan mengendong bayi milik juho dan putri Zara.
Melihat dari garis keturunannya tentu paman Darshwana yakin jika pangeran kecil ini akan menjadi pejuang yang sangat tangguh kelak.
Orang orang mengangguk setuju, Tuan Darshwana memberikan belati itu pada sang pangeran . Bayi itu seakan mengerti hingga memeluknya begitu erat.
Belati itu berwarna keemasan dengan sarung yang memiliki ukiran yang indah serta ada hiasa beberapa permata di sana .
"Lihat dia menyukainya ha ha ha ha " Tuan Darshwana tertawa karena begitu bahagia.
Juho dan Zara juga merasakan hal yang sama. Menjadi orang tua ternyata sangat menyenangkan, kehidupan terasa lebih indah.
Kini setelah tujuh hari bayi mungil itu terlihat lebih gemuk, istana sedang melakukan perayaan atas kelahiran bayi Juho dan tuan putri zara.
Pada hari ini Juho akan mengumumkan nama yang ia pilih untuk putranya. Ia sudah meminta pendapat dari istrinya dan ternyata Zara setuju dengan Nama yang di pilih Juho.
"Hari ini aku akan mengumumkan nama putra pertama kami "
"Jadi siapa namanya juho " tanya Ratu yang sudah sangat penasaran dengan nama cucu lelakinya itu.
"Aku akan memberinya dua nama , karena orang tuanya berasal dari dua kerajaan yang berbeda . Aku memberinya Nama Zaheer Rajendra ,Zaheer berarti bercahaya . Kehadiranya seperti cahaya yang sudah membuat kehidupan ku dan Zara menjadi lebih indah dan terang benderang .
Aku ingin kelak ia bisa menjadi orang yang bisa membawa cahaya kebaikan kepada semua orang . Rajendra berarti raja yang berkuasa , aku berharap ia bisa menjadi raja dalam kehidupanya sendiri.
Tidak perduli bahwa ia memiliki kerajaan atau tidak, aku ingin dia bisa mewarisi kebijaksanaan para raja terdahulu dan berjaya dalam kehidupanya " Ucap Juho menjelaskan
Semua orang mengangguk setuju saat mendengar nama itu.
" Kemudian aku juga memberinya nama dari tempat kelahiran ku , dan nama keduanya adalah seong ji hun yang memiliki arti kebijaksanaan , kecerdasan dan ambisi , kelak dia akan di panggil Zaheer atau ji hun " Jawab juho mengakhiri pengumumannya.
"Nama yang bagus " Puji Raja Balraj kumar
__ADS_1
Raja Balraj Kumar menghadiahkan sekotak emas untuk pangeran Zaheer.
"Pangeran Zaheer "