
Sejak sebelum fajar sudah banyak dayang dan prajurit yang disibukkan dengan berbagai aktivitas mereka.
Persiapan untuk acara pernikahan antara pangeran Seong Jun dan Nona Moon Geoung yeoung sudah selesai seluruhnya.
Matahari bersinar dengan cerah ,langit juga bersih tanpa awan yang menggantung di atas sana.
Di dalam sebuah ruangan pangeran Seong Jun sedang di bantu oleh beberapa dayang , para dayang itu hampir hampir tidak bisa menahan matanya saat melihat pangeran Seong Jun yang tampak begitu rupawan.
Namun mereka berusaha untuk melakukan yang terbaik karena takut akan berbuat salah , meskipun sungguh disayangkan jika melewatkan pemandangan yang memesonakan mata itu.
Setelah beberapa saat akhirnya pangeran sudah selesai , para dayang merasa enggan untuk undur diri tapi mau bagaimana lagi karena tugasnya memang sudah selesai .
Pangeran Seong Jun sedikit menghela nafas , matanya sejenak terpejam . Bayangan wajah putri Zara melintas memenuhi fikiranya .
Jika bisa dia benar benar ingin membatalkan pernikahan ini , tapi tentu itu hal yang tidak mungkin mengingat akan ada banyak hati yang akan terluka karena ini.
Selain karena ini juga merupakan perjanjian kakeknya dulu ia juga harus bertanggung jawab atas tindakannya saat mabuk dulu , karena kecerobohannya sendiri ia sampai melakukan hal yang bisa mencoreng nama baik seorang gadis.
Pangeran juga tidak ingin melukai hati ibunya yang sangat menginginkan pernikahan ini , dia masih ingat saat permaisuri mengatakan bahwa putra kecilnya. pangeran ju hun selain kasih sayang dari ayah ia juga membutuhkan cinta kasih dari seorang ibu .
Sungguh ini bagai makan buah simalakama , kalah jadi abu menang jadi arang . Pangeran perlahan membuka matanya dan berjalan ke ruangan khusus.
Dia menatap lukisan putri Zara lekat lekat .
"Maafkan aku Zara , aku sungguh tidak berdaya . Aku benar benar suami yang tidak berguna , aku tidak bisa melindungi mu β Pangeran mendekati lukisan yang besarnya sama persis dengan postur tubuh istrinya.
Di belainya pipi sang putri dan perlahan pangeran mencium kening lukisan putri Zara , hanya ini yang bisa sedikit mengobati rasa rindunya pada istrinya yang ia kira sudah tiada .
ππ
Di tempat lain putri Zara tampak berbaring di atas tempat tidur , sejak dua hari ini badanya demam . Setelah penyerangan malam itu mereka terpaksa harus singgah di sebuah desa karena kondisi putri Zara yang mendadak demam tinggi.
Ada kemungkinan ini di picu karena putri yang sempat histeris malam itu , sepertinya peristiwa itu memicu traumanya kala ia tak sengaja melihat banyak darah dan mayat yang bergelimpangan .
__ADS_1
Tabib sudah memeriksa kondisi putri Zara dan memang mereka harus menunda perjalanan sementara waktu sampai keadaan putri membaik.
Bahkan pangeran kecil juga merasa gelisah dan rewel tidak seperti biasanya , mungkin dia bisa merasakan keadaan ibunya yang memang sedang tidak baik baik saja.
Hingga hari ini mereka masih tinggal di penginapan ini , untung saja musuh tidak mengejar mereka . Lebih tepatnya belum .
Namun Tuan kakkar dan yang lainya tetap tidak mengendurkan kewaspadaan, bahkan Taemin juga tidak pergi dari sana dan teta setia mengawal tuan putri .
Meski ia sudah mendapatkan perintah dari pangeran Seong Jun untuk segera kembali . Beruntung ia bisa mencari alasan yang tepat hingga membuat pangeran mengerti dan tidak memaksakan untuk kembali ke istana.
Di istana
Raja dan seluruh keluarga Kerajaan kain sudah ada di sana lebih dulu.
Ada raja dan ketiga istrinya , ada pangeran mahkota , putri Hye sun , pangeran Hajong dan adik perempuannya juga ada .
pangeran Hajong terpaksa harus datang , ia tidak bisa mengelak karena ini adalah perintah dari ibunya . Meski hatinya akan semakin hancur melihat wanita yang ia cintai akan menjadi saudara iparnya , takdir yang menyedihkan.
Selain itu panglima Chanso dan semua pejabat juga hadir dan sudah berbaris rapi di pelataran yang luas , bangsawan Moon sebagai orang tua nona Moon geoung berada di barisan terdepan .
Melihat calon suaminya yang semakin dekat membuat gadis yang sebentar lagi akan melepas masa lajangnya sedikit gugup namun ia berusaha menenangkan perasaannya itu.
Akhirnya mereka saling berhadapan dan mulai berjalan bersisian menuju tempat pernikahan mereka .
Semua bangsawan berdiri menyambut kedua mempelai dengan sedikit membungkuk kan nadanya sebagai tanda penghormatan.
Akhirnya prosesi sakral itu di mulai , permaisuri tampak sangat bahagia.
Prosesi pernikahan berjalan dengan sangat lancar tanpa kendala sedikitpun , akhirnya nona Moon geoung resmi menjadi istri sah dari pangeran Seong Jun . Ia bukan lagi seorang wanita lajang seperti sebelumnya.
Akhirnya pernikahan yang sempat tertunda sekian tahun bisa di laksanakan juga , kubu kanan pendukung pangeran mahkota dan permaisuri tampak bahagia .
Senyum tak henti merekah di wajah mereka , sedang kubu kiri mau tidak mau harus berusaha menampakkan wajah bahagia mereka meski sebenarnya di dalam hati tidak berhenti mengumpat karena telah kehilangan satu kesempatan emas untuk bisa menjalin hubungan dengan pangeran Seong Jun .
__ADS_1
Mereka kehilangan kesempatan untuk memasukkan putri putri dari kubunya yang sebelumnya bisa di harapkan bisa menjadi pasangan pangeran Seong Jun untuk bisa memata matai dan mempengaruhi pangeran.
Jika saja permaisuri tidak mengeluarkan petisi sialan itu , huh tertutup sudah harapan mereka mengingat isi petisi itu mengatakan bahwa setelah menikahi Nona Moon Geoung pangeran tidak akan pernah mengambil selir lagi dengan alasan apapun.
Bahkan raja juga mengesahkan itu dengan stempel resmi , sungguh sial .
Permaisuri melihat putranya akhirnya menikahi moon Geoung namun ia juga bisa membaca raut wajah pangeran yang tampak datar , ia tahu pangeran menikahi nona Moon Geoung karena terpaksa.
Hanya saja permaisuri tidak tahu jika tindakannya kali ini mungkin akan mendatangkan sesuatu yang bahkan tidak pernah ia fikirkan sebelumnya.
Sungguh
Sungguh jauh di dalam hati permaisuri ia benar benar tulus menerima putri Zara sebagai menantunya dan akan selamanya begitu , putri Zara akan tetap menjadi menantu kesayangannya.
Hanya saja keadaan putri Zara yang sedang tidak baik baik saja , sementara pangeran kecil juga membutuhkan kasis sayang seorang ibu.
Pernikahan ini adalah hutang janji yang memang harus di bayar .
Pernikahan ini juga sebagai pertanggung jawaban pangeran karena tindakannya saat mabuk kala itu.
Pernikahan ini juga bertujuan untuk menghentikan rencana ratu agar tidak bisa lagi sembarangan memilih pendamping hidup untuk putranya.
Pernikahan ini juga akan semakin memperkuat posisi pangeran di hati rakyat , karena sebelumnya rakyat merasa kurang suka saat tahu bahwa pangeran memilih menikahi wanita asing daripada dari kalangan sendiri .
Ini memang pernikahan yang harus di laksanakan dan takdir juga meluluskan hal ini .
Tinggal bagaimana selanjutnya, permaisuri harus segera mencari cara agar bisa segera mempertemukan putri Zara dan pangeran Seong Jun . Hanya saja dia harus mencari waktu yang tepat .
πππππ
Siang berganti malam
Moon Geoung Tampak berada di sebuah kamar yang begitu indah , ini adalah kamar pengantinnya dengan pangeran Seong Jun.
__ADS_1
Srekkk
Terdengar pintu bergeser , pangeran Seong Jun tampak memasuki kamar .