
Raja Mahender akhirnya bisa meloloskan diri dari tempat itu, dia sama sekali tidak memperdulikan istri istrinya yang masih berada di sana.
Dia berjanji akan kembali lagi bersama dengan seluruh pasukannya untuk menyerang Suryavans, Panglima Bagwandas berhasil mengecoh Darshwana Kakkar dan segera memacu kudanya .
Mereka tidak bisa mengejarnya karena masih di halangi beberapa prajurit Madraka , hingga akhirnya Tuan Kakkar dan yang lainya bisa menumpas habis mereka .
Sorak sorei terdengar karena mereka berhasil memenangkan pertempuran yang sulit ini, Juho tau . Ini hanya awal , setelah ini mereka tentu akan menghadapi perang selanjutnya .
Para prajurit mulai membereskan semua kekacauan di sana , menguburkan korban tewas dan mengobati yang masih hidup.
Sementara para istri Mahender di tempatkan di sebuah rumah kusus yang di jadikan tempat tahanan mereka .
Kini semua orang tengah berkumpul di ruang singgasana Raja , Raja Balraj Kumar duduk di sana meski keadaanya masih lemah . Ia di bantu pangeran Sanjev dan Raja Aveenash .
" Salam " Ucap Juho pada Raja dan Ratu .
Ratu tersenyum tulus ke arah menantunya , ia tentu bangga dengan apa yang sudah di capai Juho saat ini . Sesuatu yang bahkan tidak bisa di lakukan saat perang besar hingga membuat kerajaan ini sempat jatuh ke tangan Raja Mahender Cawala.
Raja Balraj Kumar melihat Juho bersama kakak tirinya Darshwana Kakkar , ia tidak mungkin lupa dengan panglima perangnya sekaligus pada salah satu saudaranya yang masih tersisa saat ini .
" Ibu , apa benar ibu sudah memberikanya restu pada orang asing itu untuk menikahi adik ku Zara . . " Ucap Pangeran Sanjev yang sudah tidak bisa menahan keingin tahuannya itu .
" Itu benar , aku telah memberinya izin untuk menikahi Zara sebagai wakil dari ayah mu yang saat itu pergi berperang . Seperti yang Raja katakan , apapun keputusan ku saat itu sama dengan Keputusan Raja. Kenapa ? apa kau tidak setuju dengan keputusan yang ibu ambil Pangeran Sanjev " Ratu langsung memberikan pernyataannya , ia sudah tau kemana arah pembicaraan putranya itu .
" Tapi bu , dia adalah orang asing . Bagaimana mungkin darah keturunan kita bisa bercampur dengan orang asing dan juga dia hanyalah rakyat biasa "
" Setiap manusia satu dengan yang lainnya bukankah termasuk orang asing juga , meski hanya berbeda tempat desa asal mereka . meski dalam satu kerajaan Dan ya apa salahnya menjadi orang asing ? ini bukanlah aib yang memalukan . Tidak seperti seseorang yang bersikap pengecut hingga tidak berani menghadapi ku dari depan dan memilih menangkap ku dengan cara licik ... dan mengaku sebagai kesatria sejati " Ucap Juho ketus ,ia masih menyimpan kekesalannya Pada pangeran Sanjev
__ADS_1
" Jaga ucapan mu " Bentak pangeran Sanjev
" Kenapa ? ? apa kau malu dengan perbuatan mu yang lalu ? ? kau tidak lebih dari pengecut , apa kau berpikir lebih baik dari ku hingga bersikap begitu sombong "
" Kau "
" Buktikan kalau kau merasa lebih baik dari ku, buktikan jika pangeran Jeet singh lebih layak untuk Zara , sedangkan dia justru memilih menyerah " Juho menatap sinis Pangeran Sanjev yang menurutnya juga tidak tau berterimakasih itu
"Ini adalah masalah kehormatan dan kelayakan Juho yang di pertanyakan. Kenapa tidak kita buktikan saja kelayakan Pemuda ini , seberapa layak dia untuk bisa bersanding dengan Putri Zara " Ucap Darshwana Kakkar seraya melirik tajam ke arah Raja Balraj Kumar dan Pangeran Sanjev
" Sudahlah , dia telah membantu kita untuk menyelamatkan kerajaan ini. Bukankah itu sudah membuktikan kelayakannya . " ucap Putri Jhanvi yang mencoba membuka mata suaminya .
" Itu sudah seharusnya di lalukan nya sebagai imbalan karena sudah hidup di kerajaan ini "
" Tidak ku sangka kau benar benar angkuh " Ucap Juho yang masih memasang wajah datarnya namun tatapanya mulai terlihat menakutkan seakan ingin menerkam Pangeran Sanjev .
" Ku dengar kemampuan mu jauh di atas Pangeran Jeet , tapi aku ragu " Ucap Juho
" Seharusnya hari ini kita bisa merayakan kemenangan ini , bukannya bersitegang " Ucap Raja Avenash mencoba menengahi . Ia tentu telah mengakui kemampuan Juho hingga berhasil melakukan penyelamatan ini .
" Jika aku bisa mengalahkan mu maka lepaskan Zara " Ucap Pangeran Sanjev sesumbar .
" Jika kau bisa... lakukan "
" hmnnn n n n.... " Tuan Darshwana Kakkar kini menatap adik tirinya seakan memintanya untuk melakukan sesuatu .
"Biarkan ia melawan putra ku , jika dia berhasil maka aku akan menerimanya sebagai menantu kerajaan ini " Ucap Raja Balraj Kumar memberikan keputusannya
__ADS_1
Shagun segera membawa pergi Putri Anjum agar tidak menyaksikan pertarungam ayahnya dengan Juho
Tak lama kemudian Juho telah berhadapan dengan kakak iparnya , ia tentu tidak akan melewatkan satu kesempatan besar ini untuk membalas semua perlakuan kasar yang si terimanya hingga di jebloskan ke dalam penjara, bahkan mungkin akan kehilangan nyawanya yang berharga.
Mereka bertarung dwngan tangan kosong , Sanjev mulai melayangkan serangan pada Juho. Namun Juho dengan cepat bisa menghindarinya , bahkan ia berhasil memberikan tangkisan sekaligus serangan padanya.
Juho entah kenapa menjadi begitu emosi hingga tidak membiarkan Pangeran Sanjev menyentuhnya , Juho meningkatkan kecepatanya dan menyerang Pqngeran Sanjev dengan membabi buta.
Bahkan dengan cepat di angkatnya tubuh pria itu kemudian membanting nya ke lantai , semua orang di sana terkejut dengan kebrutalan Juho .
Putri Jhanvi segera menghambur ke arah suaminya yang tergolek tidak berdaya, mereka baru berkelahi sebentar tapi Juho sudah membuat Pangeran Sanjev terkapar .
" Sudah puas h h h , " Ucap Juho seraya melihat Pangeran Sanjev dengan tatapan yang sulit di artikan
" Buang jauh jauh ke sombongan mu itu Pangeran , karwna kesombongan adalah awal dari kehancuran mu . Aku tidak seperti mu yang dengan mudah menghab!s! seseorang hanya karena rasa benci.. "
Sebenarnya Ratu juga merasa sangat sedih melihat putranya di hajar , tapi ia tau . Sikap Sanjev memang sudah di ambang batas .
Sudah tidak mau berterimakasih Justru bersikap tidak sopan , ia juga menyayangkanb sikap nya yang dulu berniat membakar hidup hidup Juho dan tahanan lain . Setidaknya Pangeran Sanjev harus banyak belajar dari kesalahannya.
Tabib segera mengurus Pangeran Sanjev , dia menatap Juho dengan tatapannya yang tidak berdaya . Meski dalam hatibya ia benar benar merasa kesal , malu , tidak terima dengan kekalahan ini .
Juho menunjukkan sisi yang bahkan belum pernah di lihat Tuan Kakkar sebelumnya, setelah semua yang di lihat Juho tentu saja dia menjadi sangat marah Pada pangeran Sanjev . Dia tau benar kebusukan kakak iparnya itu, jika bukan karena zara dia tentu akan melenyapkannya tanpa ampunan sedikitpun
Sebuah rahasia jika Juho memang istimewa,.
Raja melihat ke arah Juho yang masih menatap tajam putranya.
__ADS_1
" H h m Baiklah , aku menerima mu sebagai menantu kerajaan in "