
" di mana aku " ucap pangeran lirih seraya memegangi kepalanya yang berdenyut nyeri
Seingatnya ia semalam ke mari menemui moon geoung dan memutuskan untuk tidur di sini , namun beberapa kejadian tampak samar . Ia tidak ingat jelas apa yang terjadi setelah ia merebahkan tubuhnya .
Pangeran mendapati ia bangun dengan bertelanjang dada , tunggu tubuhnya hampir polos . Ada apa ini ?
Pangeran perlahan mulai duduk , ia melihat ke sekeliling ruangan . Saat pangeran hendak bangun dari duduknya namun matanya sempat melihat sesuatu di alas tempat tidur yang membuatnya tersentak.
Pangeran segera menyibakkan selimutnya kasar , ia bisa melihat noda merah yang ada atas di sana. Seketika fikiranya terbuka , apa itu jangan jangan .
Akh tidak mungkin , tapi bagaimana jika noda merah itu adalah tanda jika
Tunggu dulu , Ia semalam tidur bersisian dengan Moon Geoung , apa semalam mereka berdua sudah melakukan sesuatu . Dan sialnya dia justru tidak inggat sama sekali
Lalu di mana wanita itu sekarang ? Dia harus memastikan sesuatu
🌪️
Moon Geoung telah selesai membersihkan diri sejak tadi , ia sedang mengumpulkan sedikit keberaniannya untuk kembali ke kamar .
Tidak ada dayang yang berani masuk ke sana untuk membangunkan pangeran , tidak ad pilihan lain ia harus segera kembali meski untuk berjalan saja ia masih sedikit kesulitan karena bagian tubuhnya masih terasa nyeri sekali.
Namun setelah berendam dengan air hangat tubuhnya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Hanya saja masih tetap sakit di area tertentu
Dayang juga memberikannya minuman herbal yang katanya untuk menyegarkan tubuh agar kembali bugar .katanya
Ramuan yang sebenarnya sudah di siapkan oleh permaisuri untuk menantunya itu , permaisuri yang sebelumnya merasa hawatir jika sampai rencananya akan gagal .
Namun akhirnya dia bisa bernafas lega karena salah satu dayang yang melayani putri Moon Geoung mengatakan jika sang putri tampak sangat berhati hati saat berjalan. Bagi yang berpengalaman tentu sudah bisa menebak penyebabnya tanpa harus banyak bertanya
Kemudian ketika berendam dan melepaskan pakaiannya ia juga sempat melihat banyak tanda merah di beberapa tempat .
Khususnya di leher dan dada putri moon geoung , warna ungu kemerahan itu sangat kontras dengan kulit sang putri yang putih bersih sehingga terlihat mencolok. Membuat beberapa dayang yang ikut mempersiapkan air hangat dan beberapa keperluan mandi putri Moon Geoung mengulum senyum .
Meski putri Moon geoung tidak membiarkan dayang membantunya mandi tapi dayang suruhan permaisuri sempat melihatnya sekilas.
Bahkan Ga en tidak bisa menutupi senyumnya yang ikut malu malu , sepertinya Nonanya itu telah mendapat serangan hebat semalam .
Untuk orang yang sudah berpengalaman maka ia pasti sudah jelas bisa menebak apa yang sudah terjadi pada putri Moon Geoung . Tidak mungkin jika itu terkena serangga , yah mungkin saja jika serangga jantan raksasa berkaki dua yang sangat ganas😀😁😁
__ADS_1
Semenjak Moon Geoung menikah dengan pangeran Seong Jun maka ia tidak lagi bisa di panggil nona karena sekarang ia harus di panggil dengan sebutan putri.
Putri Moon Geoung berjalan perlahan untuk kembali ke kamar pengantinnya .
Sementara itu pangeran yang sudah bangun segera beranjak untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket , membuatnya merasa tidak nyaman sama sekali .
Masalah noda itu semoga saja tidak seperti yang ia fikirkan , mungkin saja Moon Geoung sedang mendapatkan tamu tidak di undangnya . Bisa saja kan,?
⚡
" Apa kau yakin dengan apa yang kau katakan barusan " Tanya permaisuri Myung Hee pada dayang yang sedang melapor pada nya.
"yang mulia saya yakin dengan apa yang saya lihat , putri sedikit berhati hati saat berjalan Lalu saya sempat melihat sekilas jika ada tanda di beberapa tempat pada tubuh putri Mooon Geoung " Ucap dayang itu menjelaskan dengan penuh keyakinan ,ia tidak mungkin salah mengenali
Mendengar itu senyum di wajah permaisuri mulai terlihat , ternyata usahanya berhasil . dia senang sekali
💢💢
Di satu tempat yang jauh tampak prajurit yang lalu lalang berjaga hingga sampai suatu ketika beberapa mendadak tumbang karena terkena anak panah.
"Ada musuh ada musuh kita di serang " Teriak prajurit yang menyadari serangan itu , beberapa rekanya telah tumbang.
Prajurit istana telah bersiap menghadapi mereka , pemimpin pasukan juga sudah datang .
Akhirnya peperangan pun pecah , suara teriakan dan pedang yang berdenting nyaring terdengar di mana mana . Ke dua belah pihak sama sama jatuh korban jiwa. Darah telah tumpah
💢
Pangeran telah selesai berganti pakaian saat Moon Geoung tiba di sana.
"Salam pangeran , anda sudah bangun ?" ucapnya seraya menundukkan kepalanya memberi penghormatan
"Kemarilah " ucap pangeran seraya perlahan melambaikan tangannya
Mata pangeran sedikit menyipit saat melihat langkah kaki moon geoung yang tidak seperti biasanya . Lambat dan sedikit lebih hati hati
Kerutan di kening wanita itu mengisyaratkan jika ia sedang menahan sakit .
"Duduklah " pangeran menepuk tempat di depannya
__ADS_1
Moon Geoung perlahan mendudukkan tubuhnya di depan suaminya itu.
Setelah itu pangeran perlahan meraih jemari istrinya itu da dan menggenggamnya. Moon geoung sedikit terkejut sedang pangeran justru menatapnya dengan pandangan uang sulit di mengerti.
Perlahan lahan pangeran mulai melihat kilas balik kejadian tadi malam hingga tanpa sadar gengaman tangannya menjadi semakin erat ,moon geoung sedikit merasa sakit pada tangannya .
Pangeran bisa melihat semua yang sudah ia lakukan pada moon Geoung tanpa terlewat sedikitpun. Astaga apa yang sudah dia lakukan.
Pangeran lalu sedikit menyibakkan kerah baju Moon geoung , hingga ia bisa melihat banyaknya tanda merah ke ungguan di sana.
Putri Moon Geoung seketika tubuhnya terasa kaku , apakah mungkin pangeran menginginkan dirinya lagi . Meski ia juga menikmatinya namun jika harus sekarang rasanya tubuhnya sudah tidak sanggup lagi.
Pangeran Seong Jun menghela nafasnya kasar , betapa cerobohnya dia . Lihat apa yang sudah dia lakukan.
Perlahan ia kembali membetulkan baju istrinya yang sempat ia sibakkan
"Maafkan aku " Ucapnya lalu perlahan genggaman tangannya sedikit mulai mengendur .
"Pangeran , ada apa ?,” kenapa pangeran harus minta maaf , sedang ia tidak merasa di sakiti.
"Jangan terlalu banyak bergerak dulu , lebih baik kau istirahat " ucapnya tulus
"Aku baik baik saja "
" h h h h jangan pergi ke manapun sampai nyerinya hilang , maaf sudah membuat mu seperti ini . Tidak perlu pergi memberi salam pada ibu dan yang lainnya , mereka pasti aka mengerti ” ucap pangeran seraya menatap manik mata istrinya yang kini tampak terkejut sekaligus malu.
Pangeran masih menggenggam tangannya hingga tau apa yang wanita itu rasakan .
Bagaimana tidak , ini adalah pembicaraan yang tak sengaja menyinggung kegiatan suami istri mereka semalam . Tentu saja Moon Geoung merasa malu , ini hal yang wajar
Semua sudah terjadi , pangeran Seong Jun tau jika ia tidak mungkin memutar kembali waktu yang sudah berlalu . Tapi tunggu , kenapa dia bisa sampai bersikap seperti itu . Pasti ada sesuatu yang sudah terjadi , ia harus mencari tau sendiri .
Hingga pandangan mata pangeran jadi sedikit datar kala ia mengingat sesuatu , jangan jangan ada yang di campurkan ke dalam minumannya semalam . Siapa yang sudah berani melakukan itu padanya .
Hh h h h lagi lagi ia kehilangan kendali dirinya lagi hingga akhirnya ia bisa menyentuh istri barunya di malam pertama mereka , arghhhh kenapa dia begitu ceroboh.
Tapi lagi lagi Moon Geoung yang menerima akibatnya , dia mendadak merasa seakan dirinya adalah pria brengsek yang tega menyentuh Moon Geong sedang semalam dalam bayangannya yang ia lihat adalah Zara.
"pa pangeran " Moon Geoung sedikit tersentak
__ADS_1